Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 335. To Interact with Others



Dua hari setelah gue lawan komplotan penculik itu.


“A-Anak saya! Syukurlah anak saya masih bisa selamat!”


“K-Kakek?! Kakek baik-baik aja, kan?!”


“Makasih banyak ya, Aquilla! Kalo nggak ada kalian, mungkin kita nggak selamat!”


Kita berhasil bawa pergi warga desa yang diculik ke Dungeon of Poison.


“Ini… ranting dari Ivis, yang…”


“Baiklah. Kami mengerti. Jika kalian berkenan, bisakah kalian semua kembali, tiga hari kemudian?”


Kalo dari ceritanya Myllo, Ivis korbanin dirinya untuk lawan serangan paling bahaya dari Cthorach. Tapi sebelum berubah jadi pohon, dia kasih ranting kecil ke mereka, untuk diserahin ke Kaum Dryad.


Selain itu, Garry juga sibuk untuk sembuhin beberapa warga desa sama Machinno. Ya bisa dibilang Garry yang paling sibuk sih.


Sekarang, kita semua udah sehat. Terus Myllo ngajak kita pesta di kedai ini untuk ngerayain selesainya Quest


Kuning yang kita ambil.


“Puaaah! Ternyata berat juga ya Quest ini! Tapi kalo nggak ada Quest ini, mungkin Gia nggak punya kekuatan baru kayak sekarang! Tambah lagi Garry bisa sendirian jagain temen-temen kita dari penculik-penculik itu! Intinya gue bangga banget sama kalian semua! Ahahaha!”


Myllo ada benernya.


Quest yang baru kita selesain ini nggak cuma bantu Gia untuk jadi lebih kuat aja, tapi juga bantu Garry untuk


lebih berani.


“Tapi gue nggak sangka! Ternyata yang mirip sama gue itu Keeper! Cuma karena sama-sama punya tongkat, kita dibilang mirip! Kurang ajar!”


“Hah? Masa lo kesel sama itu, Myllo?”


“Wajar wae atuh kalo dia kesel, Dalbert! Dia teh mikirnya kalo yang mirip sama dia teh Striker!”


Hm?


Oh iya, ngomong-ngomong soal mirip-miripan…


“Mil, gue lupa kasih tau tentang orang yang deskripsinya mirip sama gue.”


“Hah? Emangnya ada apa sama dia?”


“Mungkin deskripsinya mirip kayak gue, tapi dia mirip banget sama satu orang, yang gue yakin ada kaitannya sama Lupherius.”


“Lupherius?! Ah iya! Kan dia udah jadi Petualang Nomor Tiga, ya!”


“Ih, Myllo! Yang mau dibahas Djinn bukan itu, tau!”


“Ahahaha! Maaf, maaf, maaf!”


“…”


Gue mulai jelasin tentang orang yang namanya Slasher itu ke mereka.


“Pertama-tama, mulai dari ilmu bela diri mereka yang Lupherius ajarin ke gue.”


Itu penjelasan gue tentang Wulfrag Arts.


“Abis itu, mereka sama-sama Beastman, walaupun Lupherius lebih mirip Manusia daripada Beastman.”


“Iya, sih. Setau gue kalo yang kayak Lupherius itu disebut Were-Type Beastman, di mana dia bisa berubah dari wujud yang mirip sama orang biasa ke wujud hewannya.”


Itu penjelasan gue tentang mereka yang sama-sama Beastman. Tapi selain kasih penjelasan, gue juga dapet info baru dari Dalbert tentang Beastman.


Walaupun gue lagi mau nyamain mereka, gue terpaksa berubah pembahasan karena ada satu hal yang penting yang harus gue jelasin ke mereka.


“Tapi orang yang namanya Slasher itu… entah kenapa bikin gue keinget sesuatu dari dunia lama gue.”


“Hah? Maksud lo?”


“Dia pasti asalnya dari Jepang.”


““Hah? Jepang?””


Ya.


Mulai dari nama-nama kekuatan sihirnya yang pake Bahasa Jepang, tambah lagi senjata dia yang gue kenal banget dari buku yang gue baca waktu gue masih SMP—


“Emangnya… apa yang bikin lo mikir kayak gitu?”


“Senjata dia yang namanya katana.”


“Oh! Kalo itu sih juga ada di dunia ini!”


HAH?!


“Kalo nggak salah senjata itu ciptaannya Tengu, deh!”


“Ah! Itu teh Beastman yang suka ciptakeun senjata unik dari Kumotochi!”


“Ahahaha! Gue jadi kangen deh ke tempat itu!”


G-Gue jadi nggak paham sendiri sama yang mereka omongin.


“Jadi, inti yang lo maksud tuh apa, Djinn?”


Ah, iya. Untung aja Si Brengsek ingetin gue.


“Intinya, besar kemungkinan kalo orang itu anaknya Lupherius yang namanya Luphius Nighteeth.”


““!!!””     “???”


Wajar aja mereka kaget, kecuali Machinno yang nggak tau apa-apa.


“Tunggu! Emang dia beneran anaknya Lupherius?!”


“Kok kamu yakin banget, Djinn?!”


“Nggak. Itu cuma asumsi doang. Makanya itu gue butuh konfirmasi dari dia.”


Ya, gue masih harus tau tentang orang itu. Karena ini permintaan dari mentor yang ngajarin gue Wulfrag Arts,


seenggaknya gue harus bisa bayar rasa terima kasih gue dengan cara penuhin permintaannya.


“Oh ya, ngomong-ngomong soal Beastman itu.”


“Ada apa lagi, Dalbert?”


“Lo inget kan Djinn tentang pesen yang mau dia sampein ke Myllo?”


“Ya. Denger gue baik-baik.”


“…”


Gue sampein ke mereka semua tentang pesen dari Beastman itu.


“*Brak!”


“Kurang ajar…!”


Sesuai dugaan gue. Pasti dia marah banget waktu tau Luvast—


“Nggak cuma Luvast aja! Bahkan Tarruc pun juga?!”


Hm?


Kayaknya Myllo kenal orang yang namanya Tarruc itu, ya?


“Djinn, kalo kamu nggak tau tentang Tarruc, biar aku kasih tau.”


“Lo kenal juga, Gia?”


“Ya. Dia itu…”


“…”


“Dia itu dulunya Frontliner dari Aquilla yang dipimpin Pahlawan Sylvia, kakaknya Myllo.”


Hah?! Dia mantan rekannya Sylvia?!


“Nggak cuma itu aja. Setau gue, semenjak Aquilla yang dipimpin Sylvia bubar, dia buat Party baru yang namanya Taurus.”


“Berarti ada kemungkinan kalo orang yang namanya Tarruc itu… Kapten dari para penculik itu, ya?”


“Ya.”


“Keuk…! Tarruc…!”


““…””


Duh, suasananya jadi nggak enak karena Myllo gelisah.


“…”


Gue kepikiran untuk cairin suasana. Semoga aja cara gue ampuh.


“Mil.”


“…”


“Seenggaknya, kita udah tau lokasi Luvast sama Tarruc itu. Jadi yang kita perlu tau itu…”


“Cara ke Chaoseum. Itu kan maksud lo?”


“Ya.”


“Hehe! Bener juga lo!”


Untung aja dia udah senyum lagi.


“Semuanya! Maafin gue karena terlalu gelisah! Seharusnya gue nggak boleh—”


“Sia teh nggak perlu salahkeun diri sia sendiri, Myllo!”


“Kita juga ngerasain hal yang sama kok waktu kehilangan lo di Clamista. Jadi menurut kita wajar aja kalo lo ngerasa kayak gitu.”


“Myllo… jangan bersedih.”


“Hehe! Makasih banyak ya, kalian semua!”


Untung aja bocah-bocah sialan ini bisa ubah suasana jadi lebih cerah lewat cara mereka hibur Kapten mereka.


……………


Besoknya, kita kasih laporan tentang Quest yang kita selesain ke Guild Petualang yang ada di desa ini.


““Wuoaaah! Banyak banget!””


Komisi yang kita terima dari Quest ini ada 35,558,000 Gerra!


Mulai dari 35 emas, 5 perak, sama 58 perunggu!


“Oh iya, Myllo! Jangan lupa ke rumah para Dryad!”


“Hehe! Ayo kita ke sana!”


Karena permintaan salah satu Dryad tiga hari yang lalu, jadinya kita pergi ke—


“Tunggu, kalian semua!”


““…””


K-Kenapa Si Manusia Jamur ini tiba-tiba—


“I-Ijinin saya untuk ikut kalian, Aquilla!”


“Hah?! Lo mau jadi Petualang, Pak Jamur—”


“Bukan! Maksud saya, ijinin saya untuk temuin orang yang mau kalian temuin!”


““…””


Emangnya para Dryad mau temuin orang ini? Kan—


“Hehe! Yaudah! Ayo ikut kita, Pak Jamur!”


““!!!””


K-Kok main diijinin aja sih?!


“Myllo! Kan—”


“Hihihi! Tenang aja! Insting gue bilang, Ambrolis pasti ijinin kita untuk bawa Pak Jamur, kok!”


“M-Makasih banyak, kalian semua!”


S-Serius nih dia boleh ikut…?!


Mungkin itu yang Myllo bilang.


Nggak taunya, waktu kita sampe di tempat mereka…


“Apa yang kalian lakukan?!”


“Kami mengizinkan kalian karena Machinno! Janganlah kalian pikir kalian bisa seenaknya membawa seseorang!”


…ternyata nggak diijinin.


“Haaaaah?! Masa nggak boleh?! Kan Kepala Desa ini baik—”


“Tidak! Bagaimana pun, keberadaan kita harus—”


“Tenanglah, saudari-saudariku!”


Hah? Ada Dryad Cilik?


Siapa Dryad cilik satu i—


“Ternyata kalian benar-benar tiba di rumah kami, Aquilla Party.”


“Eh?! Siapa Dryad kecil i—”


“Keterlaluan, Myllo Olfret! Ia adalah Kakak Ivis!”


“Oh Ivis, ya…”


““…””


““HAH?! IVIS?!?!””


Kok tau-tau jadi kecil kayak gini?!


Eh, bentar! Bukannya dia harusnya udah—


“Sepertinya kalian lupa, bahwa Mahluk Alam seperti kami hanya memiliki Tubuh yang terbuat dari alam.”


“Jadi maksud kamu itu…”


“Ya. Aku merelakan Tubuh-ku untuk menangkal serangan berbahaya dari Cthorach. Oleh karena itu, aku melepaskan sebagian besar Roh milikku ke ranting kecil yang kuberikan kepada kalian.”


“T-Terus Jiwa lo gimana?!”


“Jiwa-ku telah menyatu dengan Roh-ku. Oleh karena itu aku bisa meninggalkan Tubuh-ku ketika kita menghadapi Cthorach. Akan tetapi, dengan caraku itu, tentu saja ada kekurangannya.”


“Kekurangan?”


“Ya. Karena aku merelakan Tubuh lamaku, maka aku kehilangan Union milikku.”


Bener juga, ya.


Kan Union itu integrasi antara Tubuh, Roh, sama Jiwa.


“Dan engkau adalah…”


“N-Nama saya Sashruu Mushmush. Saya—”


“Maaf jika aku menginterupsimu, Sashruu. Sepertinya ada yang janggal dengan dirimu.”


“J-Janggal…?”


“*Tap…”


K-Kenapa Ivis tiba-tiba sentuh Kades itu?


“Baiklah. Sekarang, berbicaralah.”


“I-Iya—Eh?! K-Kenapa suara saya nggak tinggi lagi?!”


Loh! Kok suara anak kecil dari Kades ini tiba-tiba hilang?!


“Ya. Sepertinya engkau pernah memakan jamur langka yang telah kadaluarsa. Oleh karena itu, tidak hanya


Tubuh-mu yang dipenuhi dengan jamur, bahkan suaramu menjadi tidak normal.”


“T-Terima kasih banyak, Nyonya Dryad!”


“Panggil saja diriku Ivis. Kami bukanlah siapa-siapa di zaman ini, selain Mahluk Alam yang bersembunyi dari


dunia.”


“…”


Ivis…


Kok gue jadi kasian sendiri ya liatnya?


Emangnya dia nggak capek ya hidup selama ini?


Apalagi hidupnya harus sembunyi-sembunyi kayak gini.


“K-Kira-kira, apa yang bisa saya buat untuk balas kebaikan—”


“Tidak perlu, Sashruu. Engkau telah—”


“T-Tolong izinin saya balas kebaikan anda, Nyonya Ivis! Karena tanpa jamur yang anda buat, mungkin saya nggak akan bisa lindungin desa saya selama ratusan tahun!”


“Seperti itu, kah? Baiklah. Hanya satu pintaku kepadamu.”


“A-Apa, Nyonya Ivis?”


“Aku ingin agar sekiranya kami, para Dryad, dapat hidup berdampingan dengan kalian semua, warga desa. Hanya saja, jangan biarkan keberadaan kami diketahui oleh dunia.”


“Saya berani jamin tentang itu, Nyonya Ivis!”


Mungkin permintaan Ivis kedengeran simple, tapi gue yakin kalo—


“Kakak Ivis! Apakah engkau yakin dengan keputusanmu untuk berinteraksi langsung dengan warga dunia?!”


“Bukankah kita semua sedang—”


“Saudari-saudariku. Telah tiba waktu bagi kita untuk kembali berinteraksi dengan warga dunia. Walau terdengar naif, namun aku yakin bahwa masih ada warga dunia yang bersahabat seperti mereka.


Aku yakin mereka semua tidak seperti Klan Vamulran. Buktinya saja, ada seorang Vamulran tidak terlihat seperti Vamulran lainnya, seperti Druid Terakhir dan Djinn Dracorion.


Apakah kalian semua mengerti?”


““Mengerti, Kakak Ivis…””


Keliatannya sih masih ada Dryad lainnya nggak sepenuhnya terima keputusan Ivis. Ya semoga aja Ivis bisa yakinin mereka, sih.


Oh iya, terus kenapa kita semua dipanggil lagi ke sini?


Nggak mungkin kan cuma untuk sekedar ngasih salam perpisahan aja, sebelum kita lanjutin petualangan kita?