
Kondisi di Hidden Dungeon of Whisper saat ini.
“Ah, kita udah sampe, ya?”
“Ternyata seperti ini kah kondisi di dalam Hidden Dungeon?”
Serpentis baru saja tiba di tempat persembunyian para Siren, dengan beberapa anggota Chemia, serta rekan-rekan Myllo.
“Mu-Mustahil!”
“Ada apa, Angela?”
Tanya Gia dengan heran ketika melihat Angela yang terkejut.
“Ba-Bagaimana mungkin mereka bisa datang bersama-sama di lokasi yang sama?!”
““!!!””
Rekan-rekan Myllo terkejut setelah menyadari fakta yang diungkapkan oleh Angela.
“Cih! Kenapa juga gue harus ketemu Mermaid sialan itu?!”
Pikir Styx, yang saling bertatap-tatapan dengan Klavak.
Sedangkan dari pihak Serpentis, Charvelle yang dipercaya oleh Snake untuk memimpin Guild miliknya, hendak memastikan kehadiran seluruh anggota yang masuk ke dalam Hidden Dungeon of Whisper.
“Lapor, Charvelle. Semua anggota kita yang jumlahnya ada 200 orang berhasil masuk semua.”
“OK. Makasih laporannya.”
Balas Charvelle kepada salah satu Observer dari Guild tersebut.
Dengan jumlah 200 orang, terdapat 55 Petualang Kasta Hijau, 125 Petualang Kasta Kuning, 16 Kasta Petualang Kasta Jingga, serta…
“Me-Mereka semua… Kasta… Merah…?”
…4 Petualang Kasta Merah.
Kelima Kasta Merah tersebut terdiri dari:
Klavak Osseana; seorang Keeper,
Moalkin; seorang Striker,
Gadlu; seorang Frontliner,
dan Charvelle; yang juga seorang Striker.
Gia yang mengenal Gadlu dan Charvelle begitu terkejut, setelah ia menyaksikan Lencana Petualang yang mereka gunakan.
“Djinn, ternyata kamu bener! Mereka itu Petualang! Tambah lagi, orang yang nunjukkin wajah mereka bareng Snake itu Kasta Merah!”
Pikir Gia dengan gugup.
“Chemia Guild! Sebutin perwakilan dari kalian!”
Seru Charvelle kepada Chemia.
Tidak lama kemudian, Thelial datang bersama Kwajoe.
“Gue perwakilan dari Chemia! Siapa kalian?!”
Balas Thelial kepada Charvelle.
“Kita semua dari Serpentis Guild! Tujuan kita di sini cuma satu!”
“Apa tujuan kalian?!”
“Kita tantang kalian Guild War!”
““!!!””
Semua yang berada di tempat itu terkejut ketika mendengar seruan dari Charvelle, termasuk rekan-rekan Myllo.
Namun, berbeda dengan Thelial dan Kwajoe.
“Hmph! Guild War?! Yaudah! Sini kalian kalo berani! Tapi jangan salahin kita kalo kalian mati semua sama monster ciptaan kita!”
Seru Thelial, sambil menunjuk kedatangan Chimera yang datang.
““Graaaaw!””
“…”
Charvelle hanya menatap kedatangan ratusan Chimera yang hendak menyerang siapapun yang berada di Laguna Empire.
“Serpentis! Sesuai rencana kita! Waktunya kita gerak sekarang juga!”
““Ya!””
Semua anggota Serpentis mulai bergerak setelah mendengar komando dari Charvelle.
Guild War antara Chemia dan Serpentis pun dimulai.
Sedangkan rekan-rekan Myllo menjadi bimbang.
“Ki-Kita harus gimana?!”
“Cih! Gue juga nggak tau harus gimana!”
Seru Dalbert dengan kesal.
Di tengah kebimbangan tersebut, Angela kembali mengaktifkan sihirnya dalam wujud burung gagak, yang muncul kembali di pundak Myllo dan Jennania.
“Myllo! Gawat!”
“Hah?! Angela! Untung aja lo udah—”
“Saat ini, ada Guild War antara Chemia dan Serpentis!”
““!!!””
Myllo dan Jennania begitu terkejut dengan berita dari Angela, sebelum dirinya menjelaskan lebih rinci kondisi saat ini.
“Apa yang harus kita lakukan, Myllo?!”
“Prioritasin keselamatan semua Siren! Mereka nggak ada kaitannya sama perang ini!”
“Baiklah, Myllo.”
Komunikasi antara Myllo dan Angela pun berhenti.
Rekan-rekan Myllo lainnya yang mendengar berita tersebut langsung bergerak dan membawa para Siren yang tidak sadarkan diri akibat menerima memori 5,000 tahun yang lalu.
“*Dhuk!”
“Aaaa—”
“*Bruk…”
Seorang anggota Chemia baru saja ditendang hingga terpental ke arah seorang Siren yang masih belum siuman.
Beruntung Gia melindungi Siren tersebut agar tidak tertimpa oleh anggota Chemia yang tertendang itu.
“*Koaaak! Koaaaak!”
Angela memencar-mencarkan tubuhnya menjadi ratusan gagak, lalu seluruh gagak tersebut mencari lokasi seluruh Siren.
((Sticky Threads: Web-Catcher))
““*Cyuutt….””
Zhivreeg menangkap sangat banyak Siren dengan benang lengketnya, lalu menarik mereka semua.
Selain mereka bertiga, Dalbert, Eìmgrotr, Styx, dan juga Lephta ikut mengangkut beberapa Siren.
“Cepat! Bawa kemari para Siren tersebut ke Coral Castle!”
Seru Delolliah, yang bersama Garry membuka jalan bagi rekan-rekan Myllo yang membawa para Siren ke dalam
kastil karang.
““*Graaa—””
“*Shrak!”
“*Shrrkkk…”
Dengan lengannya yang dilapisi oleh es yang tebal, Charvelle menebas beberapa Chimera yang kemudian langsung membeku.
“Serang Lizardman itu!”
““Huaaaargh!””
Beberapa anggota Chemia hendak menyerang Moalkin.
((Blast Magic…
“*Vwumm!”
…Rolling Inferno))
“*Prang…”
Dengan pedang besar yang dilapisi api yang membara, Moalkin menghentakkan pedangnya ke dataran.
Hingga tiba-tiba…
“*BOOM, BOOM, BOOM!!!”
““Aaaaargh!!!””
…terjadi ledakan berantai, seakan ledakan tersebut seperti melangkahkan kaki.
“Woy, Moalkin! Hati-hati, dong! Bisa-bisa anggota kita lainnya juga kena!”
“Hahaha! Maafkan saya yang terlalu bersemangat, Gadlu!”
Balas Moalkin kepada Gadlu.
Sementara Gadlu…
…seketika diserang oleh tanduk badak milik Kwajoe.
“Hooo! Ini ya yang namanya Bathiman?!”
Seru Kwajoe setelah ia menyerang Gadlu.
“Ternyata bener, ya! Sayap dari Bathiman itu sekeras baja yang paling keras di dunia!”
“Hehe! Pastinya dong—”
“Artinya lo bisa jadi bahan eksperimen yang bagus untuk gue!”
“!!!”
Mendengar hal tersebut membuat Gadlu naik pitam.
“Dasar ilmuwan sakit jiwa!”
“*Dhuk!”
“Urgh…”
Seru Gadlu, yang diikuti dengan tendangan ke perut Kwajoe.
Di pertarungan lainnya, ada beberapa anggota Chemia yang hendak menyerang Klavak.
““Hraaaagh!””
““*Shruk!””
Mereka semua berhasil menusuk Klavak secara bersamaan.
“Haha! Apakah semudah ini membunuh Kasta Merah?!”
Seru salah seorang anggota Chemia.
Akan tetapi, Klavak hanya tersenyum.
((Steam Magic: Inner Pollution))
“*Pwush…”
““Akkkhhh…””
Dengan sihirnya, Klavak mengeluarkan uap beracun dari luka yang terbuka akibat tusukan dari anggota Chemia, hingga mereka semua tidak bisa bernafas dan langsung tewas.
((Water Magic: Restoring Flow))
“*Bwush…”
Seketika tongkat sihir panjang yang dipegang oleh Klavak mengeluarkan aliran air yang menyembuhkan luka-luka di tubuhnya.
Sambil menyembuhkan lukanya di tengah peperangan, Klavak memperhatikan rekan-rekan Myllo yang membawa para Siren ke dalam kastil batu karang.
“Di antara mereka semua, ada Mistyx Sialan itu. Selain itu ada mantan Scholar dari Chemia, tapi kata Snake
jangan sentuh mereka. Terakhir, ada anggota dari pembunuh itu. Anehnya, ke mana orang itu? Kok nggak ada?”
Pikir Klavak yang mencari Myllo.
“Observer! Gue mau kalian cari Myllo Olfret!”
“Maksud anda pemimpin Aqui—”
“*Krrrttt…”
“Jangan sebut nama Party itu secara sembarangan. Paham?”
“Ma-Maafkan saya, Klavak!”
Balas Observer tersebut kepada Klavak, yang mencekiknya karena tidak menerima nama Party yang digunakan oleh Myllo.
“…”
Dengan sihirnya, Observer itu mencari dan menemukan Myllo dengan cepat.
“Lapor, Klavak. Myllo The Wind sedang saling mengejar dengan dua orang Siren dan Brandt, salah satu anggota dari Chemia.”
“Ke mana mereka?!”
“Ke sana!”
Balas Observer itu kepadanya
Karena informasi darinya, Klavak hendak mengejar Myllo. Namun, Observer tersebut memberikan informasi tambahan.
“Maaf, Klavak! Sedikit tambahan!”
“Apa?!”
“Salah satu Siren membawa Ancient Armament yang bernama Wavebringer! Setelah itu, dilihat dari rute pergerakan mereka, sepertinya mereka hendak menghampiri Chamber of Ancient Armament!”
““!!!””
Beberapa anggota Serpentis Kasta Merah lainnya ikut terkejut ketika mendengar penjelasan dari Observer tersebut.
“Moalkin!”
“Baiklah, Charvelle! Biarkan saya yang mengurus pertarungan di sini!”
Balas Moalkin kepada Charvelle.
“Klavak! Tangan lo!”
“*Tap!”
Klavak menggenggam tangan Charvelle agar ia bisa dibawa terbang olehnya. Bersama-sama, mereka ikut
mengejar Nemesia yang hendak menghampiri ruang Ancient Armament, di mana Djinn berada.
Akan tetapi…
“*Fwush!”
““!!!””
…mereka dikejutkan dengan Thelial yang menyadap informasi dari Observer tersebut dan ikut terbang ke arah Chamber of Ancient Armament.
“Haha! Dasar bego! Makanya jangan seenaknya aja kalo mau laporin informasi!”
“Cih!”
Ketus Charvelle yang terbang lebih lambat daripada Thelial karena membawa Klavak.
Sedangkan di dalam Coral Castle.
““*Roaaaar!””
Para Chimera telah memasuki area tersebut.
((Rune Spell: Zap Trap))
“*Chrrrkchrrrkk…”
““*Roaaarrr…””
Dengan Rune Spell miliknya, Angela membuat jebakan bagi para Chimera, lalu jebakan tersebut menyetrum para Chimera.
“Gawat! Masih ada para Siren yang belum sadar, yang masih berada di tengah-tengah peperangan!”
Seru Delolliah dengan panik.
“Yaudah, biar gue ke sana!”
“Aing teh ikut!”
Seru Dalbert dan Garry.
“Izinkan aku ikut bersama Lephta!”
“HAAAAAH?!?!”
Teriak Lephta dengan panik ketika Eìmgrotr membawanya tanpa seizinnya.
Di tengah kekacauan yang ada di Coral Castle, Styx memperhatikan adanya Klavak yang terbang bersama Charvelle.
“Delolliah! Di belakang kastil ini ada apa?! Kenapa pada pergi ke belakang kastil ini—”
“Djinn….”
“???”
Styx heran dengan Delolliah yang berbisik nama Djinn.
“Styx! Aku tahu! Sepertinya Kakak Nemesia hendak membunuh Djinn yang berada di dalam Chamber of Ancient Armament!”
““!!!””
Semua rekan-rekan Myllo terkejut dengan penjelasan Delolliah.
“Selain Myllo dan Jennania, aku yakin orang lain yang ikut berlari mengejar Kakak Nemesia juga mengetahui, bahwa Kakak Nemesia memegang Wavebringer! Mereka pasti hendak merampas Wavebringer!”
Jelas Delolliah kepada semua rekan-rekan Myllo, khususnya Styx.
Akan tetapi, Styx berpikiran yang berbeda.
“Kalo mereka tiba-tiba tau Nemesia bawa Wavebringer, artinya mereka pasti tau kalo Myllo juga ngejar Nemesia. Bisa jadi, tujuan Mermaid Sialan itu bukan Wavebringer, tapi Myllo!”
Pikir Styx tentang keadaan di sana.
“Semuanya! Gue mau ke Chamber of Ancient Armament! Kalian nggak apa-apa kan gue tinggal?!”
“Tenang saja, Nyonya Styx! Biar kami yang mengurus mereka semua!”
Mendengar perkataan Angela, Styx pun berlari menyusul Myllo.
“Hmph! Sekarang giliran lo yang utang nyawa sama gue, Myllo!”
Pikir Styx, sambil berlari ke arah Chamber of Ancient Armament.