
Pertarungan antara Bakufu dan Leo Guild telah dimulai. Leonard mengambil inisiasi serangan dengan kekuatannya yang sangat berbahaya. Kemudian The Executioners dari Leo Guild juga membuat serangan yang mengerikan di Chūbo Town, hingga membuat beberapa prajurit putus asa hanya untuk bertarung dengan mereka.
Oleh karena itu, 6 Kepala Komisi datang untuk membantu anggota mereka. Sementara Kepala Komisi Pembangunan, Hiboshino Hirosuke, hanya bisa menyaksikan pertarungan mereka di samping Tetsuo.
“…”
Ia mengepalkan tangannya dengan keras, karena masih tidak bisa menerima fakta tentang dirinya yang sudah
kehilangan Jiwa-nya.
Namun Tetsuo mengerti dengan apa yang ia rasakan.
“Bersyukurlah, Hiboshino-dono. Walaupun engkau kehilangan Jiwa-mu, tetapi engkau masih bisa bernafas dan memimpin Komisi Pembangunan. Tidak seperti kami, Mahluk Abadi, yang mati seketika, kala Jiwa kami hancur. Khususnya bagi kami yang sudah menghasilkan keturunan.”
“T-Tetapi… apa yang bisa hamba lakukan, jika hamba tidak bisa—”
“Lihatlah! Bahkan ada anggota Komisi Pembangunan yang juga berjuang untuk menghadapi mereka semua! Apakah mungkin mereka masih berani untuk merelakan nyawa mereka, jika bukan tanpa pimpinanmu?!”
Tegas Tetsuo kepada Hirosuke.
“H-Hamba paham akan maksud Shogun-sama…! Tetapi hamba merasa malu… karena hanya bisa menyaksikan anggota Komisi Pembangunan yang hamba—”
“Tidak. Seharusnya Aku yang malu, Hirosuke-kun.”
Sahut Tetsuo secara tidak formal.
“S-Shogun-sama…?”
“Andai bukan karena anggota Klan-Ku, mungkin engkau masih bisa hidup seperti sedia kala.”
“S-Shogun-sama! Hamba mohon, jangan salahkan diri Shogun-sama—”
“Maafkan Aku atas kelemahan-Ku sebagai pemimpin Bakufu, serta pria yang seharusnya menjadi panutan bagi klan-Nya.”
Balas Tetsuo, sambil menyaksikan pertarungan dari depan Bakufu. Mendengarnya, Hirosuke hanya menundukkan kepalanya dan ikut menyaksikan pertarungan antara Kepala Komisi dengan Executioners.
““*Chring, chring, chring, chring, chring, chring…””
Katanaka dan Toshiko menyerang Passio dengan agresif. Katana yang mereka gunakan terus beradu dengan sabit yang Passio gunakan.
{Karasuno Kari}
“*Chringringringring…”
“Keuk…!”
Passio dibuat kewalahan oleh serangan Katanaka, yang berputar dengan sangat cepat sambil mengayunkan pedangnya.
“Graaaaaagh!”
“*SWUSH!!!”
“*Swush, swush, swush…”
Dengan marah, Passio pun mengayunkan sabitnya dengan sangat kencang. Tetapi Katanaka mampu menghindarinya dengan berputar ke belakang.
“Sekarang, Toshiko-chan!”
((Yarōno Ichigeki))
“*SWUSH!!!”
Dari jarak yang cukup jauh, Toshiko mengayunkan pedangnya.
“*Shrak!”
“Urgh…!”
Dada Passio terluka karena ayunan pedangnya.
Sementara itu, pertarungan antara Nagamichi dan Uchiyoshi melawan Bastheus.
“*Bhuk!!! Bhukbhukbhukbhukbhukbhuk…”
“Muahahaha! Ternyata lo sekuat itu ya, kelinci!”
“Berserker, kah?! Hmph! Ternyata lawanku adalah pria tidak berakal sehat!”
Balas Nagamichi, sambil terus beradu pukulan tanpa henti dengan Bastheus.
Sementara Uchiyoshi…
“Graugraugrau! Kabari aku jika engkau sudah tidak kuat menghadapinya, Nagaimimi-dono!”
“Ya! Terima kasih atas kesempatan yang engkau berikan, Warauneko-dono!”
…hanya duduk sambil menyaksikan pertarungan Nagamichi dan Bastheus.
Walaupun terus saling beradu pukulan dengan Nagamichi, nyatanya kehadiran Uchiyoshi mengkhawatirkan Bastheus.
“Cih! Kelinci ini ternyata kuat juga, ya! Kalo lawan dia bisa bikin gue sekarat, gimana kalo gue lawan
orang yang itu?! Tambah lagi aura yang gue rasain dari dia, jauh lebih bahaya daripada kelinci ini!”
Pikirnya tentang Uchiyoshi.
Di sisi lain Chūbo Town, di mana terdapat Nakatoki dan Yasukata yang sedang bertarung melawan Marwell.
{((Katai Iwa no Yure))}
((Bone Magic: Giant Club))
“*BRUK, BRUK, BRUK…”
Yasukata menggunakan Union Utuh agar tongkatnya menjadi sekeras batu, sementara Marwell menggunakan sihirnya untuk menciptakan tulang raksasa. Dengan kekuatan sihir mereka masing-masing, serangan mereka pun saling beradu.
Di tengah pertarungan antara mereka berdua, Nakatoki hendak mengambil kesempatan untuk menyerang Marwell.
((Kino Shutsugen))
“*Brrrkkk!!!”
“!!!”
Dengan sihirnya, seketika terdapat sebuah batang pohon yang tumbuh dengan cepat dan akan menyerang
Marwell. Tetapi Marwell mampu menahan pohon itu dengan tulang yang ia ciptakan.
“Cih! Dasar binatang sialan—”
“Kuakui dengan respon cepat yang kau punya! Tetapi, kau tidak akan menghentikan ini!”
“*Brrrrkkk!”
“*Shruk…”
“Argh! Dasar brengsek!”
Seru Marwell dengan kesal, setelah pohon yang ia tahan tiba-tiba bercabang dan melesat dengan cepat untuk menusuk dirinya.
Melihat dominasi dari setiap Kepala Komisi, para prajurit pun takjub dengan pertarungan antara mereka semua.
“Luar biasa!”
“Memang Kepala Komisi berada di dunia yang berbeda!”
“Mereka pasti akan menang!”
Seru beberapa prajurit dengan gembira.
Tetapi keputusasaan hendak menghampiri mereka semua.
“Dasar brengsek! Mau nggak mau gue harus pake ini!”
Seru Basthesus dengan kesal, sambil mengenakan sebuah sarung tangan yang berlapiskan baja yang tebal.
((Berserker Empowerment: Tectonic Clap))
“*PHAK!!!”
“*FWUSHHH!!!”
““Aaaaargh!””
Dengan sarung tangan baja yang ia gunakan, serta dengan kekuatan fisiknya yang keras, Bastheus kembali menepuk tangannya dengan sangat keras, hingga menghempaskan seluruh pasukan yang berada di hadapannya.
“*BRRRRRR……”
Tepukan tangannya yang sangat keras itu bahkan menggetarkan Kumotochi.
“*Ngingggg…”
“K-Kupingku…”
“S-Sakit sekali…!”
Seru beberapa prajurit, dengan darah berlumuran yang keluar dari kuping mereka, karena mereka mendengar gema baja yang sangat keras.
“Nagaimimi-dono! Apakah kau bisa mendengarku?!”
“Kau berbicara apa, Warauneko-dono?!”
“Kau berkata apa?! Aku tidak mendengarmu!”
Nagamichi dan Uchiyoshi juga menjadi korban dari serangan Bastheus.
Sementara di pertarungan lainnya, Katanaka dan Toshiko juga merasakan hal yang serupa.
“T-Telingaku!”
“M-Mustahil! Serangan macam apa itu?!”
Seru Toshiko dan Katanaka, yang juga menjadi korban serangan tersebut.
Walaupun Bastheus berhasil membuat hampir seluruh prajurit Bakufu tidak bisa mendengar karena serangannya, nyatanya hal yang sama juga dirasakan oleh kedua rekannya.
“B-BASTHEUS!!! DASAR BAJINGAN LO!!!”
“Woy! Passio!”
“*Splash…”
“Tuh gue kasih Potion!”
“Huuuh! Untung ada Potion dari lo! Nggak gue sangka dia berhasil bikin kita kesakitan kayak gitu!”
Seru Passio dengan kesal, setelah telinganya sembuh karena Potion yang disiram oleh Marwell.
“Heh, tolol! Bodo amat sih bodo amat! Tapi liat tuh! Masih ada yang bisa bertahan dari serangan lo!”
“Hah?!”
Seru Bastheus dengan terkejut, setelah ia mendapati adanya Yasukata yang melindungi Nakatoki, Winona, dan Royce, menggunakan batu yang ia ciptakan.
“Tunggu! Mereka berdua itu—”
“Lo baru sadar ya, kalo mereka itu anggota dari Cewek Landak yang ada di Chaoseum!”
Jelas Marwell kepada Passio terkait Winona dan Royce, yang merupakan anggota milik Zorlyan.
““…””
Sementara Winona dan Royce menatap Passio dengan marah, setelah teringat akan perlakuannya terhadap
Andromeda Party.
“Ishisaru-dono! Mengapa kita tidak terkena efek serangan darinya?!”
“Karena aku menggunakan Union Zona. Mau sebesar apapun kekuatannya, ia tidak akan mampu menyerang Zona yang telah ada dalam kuasaku!”
Jelas Yasukata kepada Katanoki, walaupun ia tetap merasa kecewa.
“Andai aku mampu menguasai Zona yang lebih luas, mungkin mereka semua tidak akan terluka seperti itu!”
Pikir Yasukata, setelah menyaksikan para prajurit dan beberapa Kepala Komisi yang terluka.
“Artinya… yang masih mampu menghadapi mereka… hanya kita sa—”
“Aku siap bantu, Sensei!”
“Winona-kun?! Apa yang akan kau lakukan—”
{((Bubble Zona: Floating Heal))}
“*Blub, blub, blub…”
Dengan sihirnya, Winona menciptakan beberapa gelembung yang melayang di sekitar kepala Kepala Komisi.
“W-Winona-kun! Apakah engkau…”
“Ya, Sensei! Ini Union Zona aku!”
Jelas Winona terkait pengaplikasian Union Zona pada sihirnya.
“Apa yang kau katakan, Nagaimimi-dono?!”
“Tadi aku bertanya! Apakah engkau bisa mendengarku?!”
“Graugraugrau! Sekarang aku bisa mendengarmu, Nagaimimi-dono!”
Balas Uchiyoshi, setelah ia dan Nagamichi telah disembuhkan oleh Winona.
“Eh?! T-Telingaku…”
“Ya. Sepertinya kita sembuh berkat Winona-kun,!”
Balas Katanaka kepada Toshiko, setelah mereka bisa mendengar kembali.
Walaupun mereka sembuh, nyatanya Winona telah mencapai batas.
“Urgh…”
“*Bruk…”
“Winona-kun!”
Seru Katanoki dengan khawatir, setelah melihat Winona yang terjatuh.
“A-Andai… aku lebih kuat la—”
“Jangan paksakan kehendakmu, Winona-kun! Kau tidak seharusnya—”
“Hieeekh! K-Kamu mau kayak gitu, sayang?!”
““Hmm???””
Mereka semua merasa heran dengan suara lantang dari Passio, yang terlihat seperti berbicara dengan sabit
miliknya.
Tetapi tidak bagi Executioners lainnya.
“Muahahaha! Dia udah mulai gila!”
“Haaaah…! Apa boleh buat, lah! Ayo kita mulai serius!”
Seru Marwell kepada Bastheus.
“Muahahaha! Yaudah kalo gitu—”
“Graugraugrau! Kali ini biarkan saya yang menghadapinya, Nagaimimi-dono!”
“B-Baiklah, Warauneko-dono.”
Balas Nagamichi, sambil melewati Uchiyoshi yang hendak berjalan menuju Bastheus.
“Sayang! Jangan marah-marah ya!”
“…”
“Hah?! Pakai darah aku?! Jangan dong, sayang! Kan ada banyak di sini!”
“…”
“Khiiiikikikikikh!!! Kamu imut banget sih! Sini aku cium dulu!”
“*Cup, cup, cup, cup…”
““…””
Toshiko serta beberapa prajurit merasa geli melihat keanehan yang ditunjukkan Passio, yang terlihat seperti berbicara dengan sabitnya. Ia bahkan terus mencium sabit miliknya itu.
Tetapi Katanaka mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Passio.
“Spirit Armament.”
“Spirit Armament?! Apa itu, Katanaka-san?!”
“Itu adalah senjata yang memiliki kesadarannya sendiri, karena terdapat sebuah Roh di dalamnya!”
“Roh di dalam senjata?!”
“Ya! Mungkin ia terlihat gila! Tetapi saya yakin, bahwa ia sedang berbicara dengan—”
“Woy! Bawel! Pacar gue udah marah daritadi! Jangan ngoceh mu…”
““…””
Toshiko dan Katanaka hendak menunggu Passio, yang belum menyelesaikan kalimatnya.
Namun ketika mereka menunggunya…
“Eh?! I-Iya, sayang! Nanti aku ambil ya!”
…Passio justru berbicara kembali dengan sabitnya.
“Iya, iya, iya! Aku sayang ka—”
“Hey, pria aneh! Kami menunggumu!”
“Bawel! Lo nggak liat ya kalo gue lagi ngomong sama pacar gue, Harvestia?!”
Seru Passio, dengan maksud memperkenalkan sabitnya yang bernama Harvestia itu itu.
“*Shringgg…”
Ia kemudian mengayunkan Harvestia ke atas, sebelum merapal sihirnya.
((Blood Harvest))
“*Shrrrr…”
““!!!””
Toshiko dan Katanaka sangat terkejut, ketika mereka menyaksikan darah dari setiap jasad yang dihisap oleh
Harvestia, baik darah dari jasad para prajurit, maupun dari jasad anggota Leo.
““*Shringgg…””
Setelah itu, seluruh darah yang dihisap Harvestia berubah bentuk menjadi ratusan sabit, yang mengelilingi Passio.
“Sial…! Bagaimana mungkin ia—”
“Tenang saja, Toshiko-chan.”
“K-Katanaka-san—”
“Biarkan saya yang menghadapinya!”
Seru Katanaka, sambil mengambil topeng dari sakunya.
Sedangkan itu, di sisi lain pertarungan.
“*BRUK!!!”
Marwell menggunakan sihirnya untuk menciptakan sesosok mahluk raksasa yang hanya tersusun dari tulang belulang.
“M-Mahluk apa itu?!”
“Itu bukanlah mahluk hidup, Royce-kun! Itu hanyalah perwujudan dari kemampuan sihirnya!”
Jelas Nakatoki kepada Royce, sambil maju untuk menghadapi Marwell.
“Oh. Berani juga lo, Beastman!”
“Hmph! Jangan kau pikir hanya kau saja yang mampu menggabungkan Union Utuh dan Union Zona! Kemampuan seperti itu pun, sudah aku kuasai dari dulu!”
Seru Nakatoki kepada Marwell.
Dengan begitu, babak baru antara Executioners dengan Kepala Komisi, akan segera dimulai.