
Myllo akhirnya bertemu dengan Leonard. Ia bersama rekan-rekannya berada di hadapan anggota Leo Guild, yang datang dengan dua Executioners dan 10 anggota lainnya.
“…”
Leonard menatap seluruh anggota Aquilla, beberapa anggota Taurus, dan Ryūhime.
Melihat mereka semua, ia pun berpikir.
“Dari antara mereka semua, ada 2 orang yang tatapannya tajam banget, selain Myllo.”
Pikir Leonard, yang menatap Djinn dan Dalbert.
“Tapi, gimana kalo gue uji mereka semua?!”
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
““!!!””
Semua yang berada di sekitar Leonard terkejut, ketika ia mengaktifkan Union Domi miliknya.
“B-Bos…?”
““…””
Bahkan anggota Leo pun berlutut ketakutan karena tekanan aura yang luar biasa besarnya.
“T-Tekanan aura macam apa ini?! Apakah seorang Mahluk Fana memiliki Union Domi sebesar ini?!”
Pikir Ryūhime, yang juga tersungkur dengan gemetar ketakutan, karena merasakan tekanan Union Domi untuk pertama kalinya.
Tetapi, hanya ada dua orang saja yang masih mampu berdiri dengan tegap.
“Hooo! Ternyata dari 2 orang yang sebelumnya tatap gue tajem, cuma bocah yang pake topeng aja yang masih
berani sama gue!”
Pikir Leonard tentang Djinn, setelah ia melihat Myllo bersama dirinya yang terlihat bebas dari dominasinya.
“Grahahaha! Ternyata lo punya anggota yang menarik, Myllo! Jujur aja! Gue nggak akan salahin mereka yang
gemeter ketakutan karena Union Domi gue, termasuk lo! Tapi mereka—”
“Apa bener dari semua yang gue denger tentang lo, Leonard?!”
Tanya Myllo yang memotong dialog Leonard, yang dengan semangat membara memuji Leonard.
“Hm? Apa maksud lo—”
“Mulai dari anggota gue, Luvast, yang lo tangkep. Terus tentang sahabat lama Kak Sylv, Tarruc, yang juga lo tangkep. Abis itu tentang anggota Taurus, yang lo paksa untuk ngelakuin kejahatan karena perintah lo. Tambah lagi tentang Petualang lainnya, yang lo paksa untuk ikutin turnamen hidup dan mati. Tambah lagi tentang Tetsuo, yang lo paksa bawa dari Kumotochi.”
“…”
“JAWAB GUE!!! LEONARD!!!”
“Ya! Semuanya bener, Myllo! Emangnya kenapa?!”
Tanya Leonard dengan kesal, ketika mendengar teriakan Myllo.
“Dulu gue seneng banget ketemu lo, karena lo orang yang baik, walaupun jadi rival abadi Kak Sylv! Bahkan dulu
gue pengen banget jadi Kapten yang sehebat lo sama Kak Sylv! Kenapa sekarang lo jadi kayak gini, Leonard?!”
Tanya Myllo dengan gelisah kepada Leonard.
“Kenapa lo bukan tiba-tiba berubah, Leonard?! Bukannya lo orang yang baik, yang—”
“Terus apa untungnya kalo jadi orang baik, kalo gue juga harus kehilangan, Myllo?!”
Tanya Leonard, sambil mengepal tangannya dengan sangat keras.
“A-Apa maksud lo, Leo—”
“5 tahun yang lalu! Gue nggak cuma kehilangan anggota gue aja! Gue juga kehilangan sahabat baik kayak Sylv! Lo pikir gue—”
“Jangan lo pikir lo doang yang kehilangan kakak gue, Leonard! Dunia pun juga kehilangan dia! Gue pun juga!”
“Tapi lo nggak tau kan kalo dia juga korban dunia!”
““…””
Semua mendengar perdebatan Myllo dan Leonard. Ada beberapa pendapat yang berbeda dari yang mereka semua dengar.
“Ternyata Leonard peka juga sama yang namanya kehilangan…”
“Kalo gitu… kenapa dia jadi tega… untuk bunuh anggotanya sendiri…?”
“Entah kenapa yang dia bilang beda banget sama yang sebelumnya udah dia perbuat!”
Pikir beberapa anggota Leo dan Taurus, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Leonard.
Sementara anggota Aquilla, memiliki pendapat yang berbeda.
“5 tahun yang lalu? Mereka lagi ngomongin soal Hell’s Gate War, bukan? Atau mungkin sebelum bencana dunia itu?”
“Myllo… kok aing ngerasa kasian sama sia?”
“Ada apa sebenernya 5 tahun yang lalu, Myllo?”
“Myllo…”
“Sebenernya gimana masa lalu lo, Mil?”
Pikir Dalbert, Garry, Gia, Machinno, serta Djinn, yang merasa kasihan dengan Myllo.
“Ya! Gue tau! Semuanya karena status sialan itu, yang namanya Pahlawan! Gue juga paham, Leonard! Tapi
bukan berarti—”
“Kalo “dunia” yang lo maksud itu warga Geoterra, lo salah besar, Myllo!”
“Bukan warga Geoterra?! Terus siapa yang lo maksud, Leonard?!”
“…”
Dengan berat hati, Leonard pun menjawab.
“Centra Geoterra! Kalo nggak karena mereka, mungkin Sylv nggak seharusnya menderita kayak sekarang?!”
“Kayak sekarang…?! Artinya lo tau Kak Sylv masih hidup…?”
““!!!””
Leonard terkejut dengan pertanyaan Myllo.
Tidak hanya dirinya saja. Anggota Leo dan Taurus juga terkejut dengan pertanyaannya.
“Pahlawan Sylvia Starfell masih hidup?!”
“Bukankah… seharusnya ia sudah meninggal dunia di Hell’s Gate War…?!”
“Terus… ke mana dia sekarang…?”
Tanya Bastheus, Kritach, dan Sonda secara bergiliran, setelah mendengar pertanyaan Myllo.
“Artinya lo juga tau kalo Sylv masih hidup?!”
“Ya. Ada orang Centra Geoterra yang kasih tau ke gue—”
“Lo tau nggak kenapa mereka tau tentang Sylv yang masih hidup, Myllo?!”
“…”
“Karena dari antara kita semua, dia udah jelajahin semua Hidden Dungeon! Makanya itu, mereka mau incer dia, yang punya petunjuk paling banyak tentang Titan Heart!”
““!!!””
“T-Titan Heart?! Bukannya itu cuma sekedar mitos?!”
“Nggak, Gia Maevin! Titan Heart itu asli! Itu satu-satunya senjata paling berbahaya yang disembunyiin Melchizedek, selain Ancient Armament! Makanya itu Centra Geoterra incar senjata itu, karena mereka nggak mau ada yang lebih kuat daripada mereka!”
Jelas Leonard, ketika ia mendengar pertanyaan Gia.
“Tambah lagi, sekarang Sylv bukan Pahlawan! Dunia tau dia udah meninggal dunia! Makanya itu mereka incar dia! Selain untuk dapetin petunjuk tentang Titan Heart, pasti mereka mau bunuh dia!”
“!!!”
Myllo sangat terkejut dengan apa yang Leonard sampaikan. Seketika ia merasa bersalah dengan tindakannya, 5 tahun yang lalu.
“K-Kalo gitu… karena gue… Kak Sylv…”
“…”
Djinn menyaksikan Myllo yang gemetar ketakutan. Ia pun semakin heran dengan cerita dibalik kejadian Hell’s
Gate War, sebagaimana dirinya belum tiba di Geoterra pada kala itu.
“Mil!”
“*Tap…”
“Jangan takut!”
Seru Djinn dengan menepuk pundak Myllo, untuk meyakinkan Kaptennya.
“Djinn…?”
“Gue nggak tau masa lalu macem apa yang lo punya, tapi lo ada di sini untuk pimpin kita! Kalo lo gentar, terus gimana kita?!”
““…””
Anggota Aquilla lainnya menyaksikan Djinn yang berusaha untuk meyakinkan Myllo. Karena aksi dari Wakil Kapten mereka, bersama-sama mereka juga berusaha untuk menguatkan Kapten mereka.
“Djinn bener, Myllo!”
“*Tap…”
“Kita anggota kamu! Kita pasti temenin kamu, pemimpin kita semua!”
“Gia…”
Bisik Myllo, sambil menyaksikan tangannya yang gemetar, yang digenggam oleh Gia.
“K-Kalo sia takut, kita teh juga takut, Myllo! Jangan bikin kita khawatir atuh, Myllo!”
“Garry…”
“Wajar kalo semua orang punya ketakutan, Myllo! Tapi jangan lupa sama kita, anggota lo, yang pasti bantu lo!”
“Dalbert…”
“Machinno… peduli dengan Kapten.”
“Machinno!”
“…”
Leonard menyaksikan seluruh anggota Aquilla yang menyemangati Myllo.
Karena aksi mereka semua, seketika Leonard teringat akan masa lalunya.
“Kapten Leonard! Liat tuh! Ada Aquilla!”
“Hmph! Mereka mau adu kompak sama kita, Kapten!”
“Pasti Party kita lebih kompak! Ya nggak, Kapten!”
“Grahahaha! Pastinya! Karena kalian ngerti gue! Gue juga ngerti kalian! Makanya kita itu Party yang jauh lebih kompak daripada Aquilla! Ya nggak, Sylv?!”
“Hah?! Apa lo bilang?! Ngasal banget! Party gue jauh lebih kompak daripada Party lo!”
“…”
Leonard kembali diingatkan dengan Leo Party, yang dulu ia pimpin, serta Aquilla Party, yang kala itu dipimpin oleh Sylvia.
Karena munculnya ingatan itu, ia pun menjadi ragu.
“Kalo mereka emang se-kompak itu, keliatannya gue jadi lebih susah untuk rekrut Myllo.”
Pikirnya, sebelum ia mencoba merekrut pria yang ia inginkan itu.
“Ahahaha… Makasih ya kalian semua! Kalo nggak ada kalian—”
“Myllo! Denger gue!”
“…”
Myllo pun langsung menatap Leonard dengan tajam, walaupun ia sedang dihibur oleh seluruh anggotanya.
“Daripada kita debat, mending lo dengerin tawaran gue!”
“T-Tawaran? Emangnya apa yang mau lo tawar…?”
“Gue tawarin lo jadi Vice-Guildmaster Leo Guild!”
““!!!””
Seluruh anggota Aquilla dan Taurus sangat terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh Leonard.
“Kalo lo mau jadi Vice-Guildmaster, gue janji untuk lepas Tarruc! Gue janji nggak akan sentuh anggota lo! Tapi lo harus mau ada di bawah pimpinan gue! Kalo ada lo di samping gue, kita bisa sama-sama hancurin Centra Geoterra, supaya kita bisa bantu Sylv! Kita buktiin ke dunia tentang kejahatan Centra Geoterra! Supaya dunia ini bebas dari kendali mereka!”
“…”
“Gimana! Lo mau—”
“Maafin gue, Leonard, tapi ada satu hal yang pernah Kak Sylv ajarin ke gue, supaya gue jadi Petualang Nomor Satu di Dunia!”
“…”
“Kapten itu Kepala! Kepala itu cuma satu! Karena gue mau jadi Petualang Nomor Satu di Dunia sebagai seorang Kapten, gue nggak akan biarin diri gue di bawah orang lain!”
Seru Myllo dengan tegas, sebagai bentuk penolakan tawaran dari Leonard.
“Lo tolak tawaran gue, bahkan kalo gue ngelakuin ini untuk Sylv?”
“Ya! Karena dia sekarang bukan Pahlawan! Dia udah bebas!”
“…”
Mendengar jawaban Myllo, Leonard kembali teringat ketika ia menawarkan posisi yang sama kepada Tarruc.
“Kalo pun dia masih hidup, dia udah bebas dari tanggung jawabnya sebagai Pahlawan!”
Karena teringat akan hal itu…
“Haaaah…! Gue udah duga kalo semuanya harus begini, Myllo!”
“Apa maksud lo—”
“Kalian semua! Diem di sini! Biar gue yang bantai mereka semua!”
“Hehe! Kalo gitu, biar gue lawan lo, Leonard!”
…tidak akan ada lagi negosiasi antara mereka berdua. Semua hanya akan tersisa pertumpahan darah, penyesalan, dan kesengsaraan bagi Myllo dan kawan-kawan.