
Dalbert dan Katanaka baru saja mengalahkan Akawashi. Sekarang mereka hendak menyusul seluruh anggota Perlawanan menuju Kazedori Bakufu.
Sementara itu, di dekat gerbang masuk Bakufu, di mana Ryūtaro yang menghadapi Kaum Kitsune.
““*FWUSH!!!””
“Keuk!”
“Ternyata dia masih sekuat ini!”
Seru salah seorang Kitsune, ketika angin ciptaannya beradu dengan angin ciptaan Wind Dragon yang harus mereka hadapi.
{Kazedoryū: Haku}
“*SWUSH!!!”
Mereka bersama-sama menggunakan teknik khas Kitsune untuk menjatuhkan Ryūtaro. Tetapi Naga tersebut tidak merasa sakit sama sekali.
“Semuanya! Kalo kita pake teknik ciri khas kita, pastinya sia-sia!”
“Tapi kalo pake kekuatan angin, serangan kita juga sia-sia!”
“Satu-satunya cara untuk serang dia itu pakai kekuatan fisik kita! Selama dia masih pakai Dragon Form, kita bisa manfaatin ukurannya yang besar!”
Seru beberapa Kitsune yang sedang menghadapi Ryūtaro.
Namun mendengar perbincangan mereka, Ryūtaro justru meremehkan mereka.
“(Harus aku akui, bahwa kekuatan angin kalian akan sia-sia, karena aku adalah Wind Dragon. Tetapi, bukankah aturan itu hanya berlaku bagi kalian saja?)”
““!!!””
Semua Kitsune merasa diremehkan olehnya.
“*Swush…”
Ryūtaro pun terbang ke atas udara. Aksinya tersebut membuat seluruh Kitsune menjadi waspada akan aksi selanjutnya yang akan ia lakukan.
“Semuanya! Siap-siap!”
““…””
Kaum Kitsune mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi Ryūtaro.
Sementara Ryūtaro yang berada di atas udara, hendak mempersiapkan serangannya.
((Rakka Tatsumaki))
“*FWUSH!!!”
Ryūtaro melaju dari atas udara dengan sangat kencang menuju seluruh Kitsune yang ia hadapi.
{Kazedoryū…
“*FWUSH…”
…Seishi}
““*DHUK!!!””
Dengan teknik khas Kitsune, mereka semua menendang Ryūtaro yang hendak menabrak mereka semua.
“*FWUSHHH!!!!!!”
Karena benturan antara Ryūtaro dan para Kitsune, seketika terdapat angin yang sangat kencang, yang menghempaskan mereka yang berada di sekitar mereka.
““Uaaargh!””
Nagamichi, Yasukata, Fusamoto, serta Tsuruki, ikut terhempaskan oleh angin kencang dari pertarungan Ryūtaro dan Kaum Kitsune.
Hempasan angin karena pertarungan mereka bahkan masuk ke dalam Tenshujū.
““Uaaaaargh!””
“A-Ada apa dari luar sana?!”
“A-Aku juga… nggak tau…!”
Seru Gia, yang sedang bersama Myllo, Winona, dan Royce menghadapi 4 Kitsune lainnya yang berada di dalam Tenshujū.
“Uhuk, uhuk, uhuk…”
“A-Apa yang sedang terjadi…?! Mengapa—”
“Semuanya… sudah selesai…”
““!!!””
Nagamichi, Yasukata, Fusamoto, dan Tsuruki, dikejutkan dengan Ryūtaro yang telah kembali dalam Wujud Manusia, dengan seluruh Kitsune yang ia kalahkan.
“L-Luar biasa…!”
“Ternyata seperti itukah kekuatan asli dari Wind Dragon—”
“GROAAAAARGH!”
Tetapi Hiboshino Hirosuke masih dalam kondisi mengamuk.
“Jangan diri aja! Ayo kita lawan orang ini dulu!”
Teriak Tsuruki kepada Nagamichi dan Yasukata, ayahnya, sambil berlari bersama Fusamoto untuk menghadapi Hirosuke.
((Konran no Kemuri))
“*Pwush…”
“Grrrr!!!”
Dengan sihirnya, Fusamoto menciptakan semacam asap tebal yang membuat Hirosuke kebingungan.
“*Bhuk! Bhuk! Bhuk!”
“Oraaaa!”
“*Bhuk!”
Di dalam asap tersebut, Tsuruki terus berusaha untuk menyerang Hirosuke. Akan tetapi serangannya sia-sia karena fisik Hirosuke yang sangat keras.
“GROAAAAARGH!!!”
“*Fwush!”
Hirosuke pun meraung. Seketika asap yang mengelabuinya hilang.
“Sial! Ternyata asap gue bisa dihilangin segampang itu!”
Seru Fusamoto dengan kesal.
“Nagamichi-san, sepertinya—”
“Ya. Aku mengerti maksudmu, Yasukata. Mau tidak mau… kita harus menghancurkan Jiwa-nya…!”
Jawab Nagamichi kepada Yasukata.
“Minggirlah kalian, para pemuda!”
“Sekarang kami akan lebih serius!”
Seru Nagamichi dan Yasukata, sembari mereka berubah wujud menjadi kelinci raksasa berkuping panjang dan kera dengan rambut berbatu.
““*SWUSH!!!””
Mereka bersama-sama melaju dengan sangat cepat ke arah Hirosuke.
{Itai Ken}
“*BHUKBHUKBHUKBHUK…”
Dengan kemampuan khusus miliknya, Nagamichi terus memukul Hirosuke dengan sangat keras dan sangat cepat.
“Hraaaagh!”
“*BHUK!!!”
“Bruk, bruk, bruk…”
“Grrrrr!!!”
Hirosuke pun merasa kesal karena pukulan Nagamichi, yang membuatnya terlontar jauh.
“*BRUK!!!”
“GROAAAAARGH!!!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
“…”
Ketika masih terbaring di atas tanah, Yasukata melompat dan duduk di atasnya. Karena hal tersebut, Hirosuke tidak bisa bergerak akibat massa Tubuh Yasukata yang sangat berat. Bahkan ia tidak bisa menyingkirkan Yasukata, walaupun ia telah memukulnya berkali-kali.
“Nagamichi-san!”
“Baiklah, Yasukata!”
Seru Nagamichi, sambil mempersiapkan serangannya.
((Uchinaru Sekai no Hakai))
“*Tap…”
Mengetahui letak Jiwa di dalam Tubuh Hirosuke, Nagamichi pun menyentuh.
“*Chrang…”
Di dalam Tubuh-nya, Jiwa Hirosuke pun hancur. Ia kembali dalam keadaan seperti semula.
“Hufff…”
“*Tap…”
Yasukata menangkap Nagamichi yang lelah dan akan terjatuh.
“Nagamichi-san, terkait Hiboshino-dono…”
“Ya. Sejujurnya, tidak ada anggota Klan Hiboshino lain yang sebaik dirinya. Dengan hilangnya Jiwa-nya, maka ia tidak akan kuat untuk menghadapi rintangan yang akan datang sebagai seorang Kepala Klan maupun Kepala Komisi.”
Jawab Nagamichi kepada Yasukata, dengan mengkhawatirkan Hirosuke.
“Katakanlah kepadaku, Nagamichi-san…”
“…”
“Apakah… tindakan kita salah…? Tidakkah kita seharusnya mengikuti segala perintah Kaum Kitsune dan merelakan diri kita, seperti Hiboshino-dono—”
“Kalaupun kita harus melakukan itu… kita melakukannya dengan cara yang benar, Yasukata. Melihat kejadian sebelumnya… apakah kau pikir cara mereka benar?”
“…”
“Woy! Kita mau ke dalam sekarang! Kalian masih mau di sini?!”
Tanya Tsuruki kepada Nagamichi dan Yasukata, ayahnya.
“Tsuruki, kita—”
“Yaudah! Kita ke dalam aja! Biarin mereka bertiga di sana!”
““…””
Nagamichi dan Yasukata menatap Tsuruki yang berlari bersama Fusamoto menuju Bakufu.
“Bertiga? Apa maksudnya—”
“Nagamichi… Yasukata…”
““…””
Nagamichi dan Yasukata mendapati adanya Katanaka yang datang sambil menopang Dalbert.
“Katakanlah kepada saya, kalian berdua.”
““…””
“Apakah kalian menyesali perbuatan kalian?”
““…””
Nagamichi dan Yasukata hanya tertunduk, sebelum mereka menjawab pertanyaan Katanaka.
“Jika bukan karena tekanan dari orang tua kami, serta anggota klan kami, tentunya kami tidak mau melakukan ini semua, Katanaka.”
“Nagamichi-san benar, Katanaka-san. Bahkan aku tidak memiliki nyali sebesar anakku sendiri, yang berani mengikuti kata hatinya daripada mengikuti ideologi leluhurnya.”
Jawab Nagamichi dan Yasukata, dengan ekspresi berduka.
“Baiklah jika kalian merasa seperti itu—”
“Tidakkah… kau membenci kami, Katanaka?”
Tanya Nagamichi dengan ragu.
Tetapi jawaban Katanaka justru mengejutkan mereka.
“Haha! Membenci?! Untuk apa aku membenci teman-teman masa kecilku?!”
““!!!””
“Walaupun saat ini kita bertemu sebagai lawan, tentunya saya tidak akan melupakan persahabatan kita, bukan?! Walaupun orang tua kalian melarang kalian untuk bermain dengan saya, tetapi kalian justru menikmati persahabatan kita! Bukankah begitu?!”
Seru Katanaka dengan tersenyum lebar.
“Nagamichi! Yasukata! Semoga semua tragedi ini berakhir! Agar kita bisa bersama-sama bersulang sebagai sahabat!”
“Ya. Kau benar, Katanaka.”
“Aku juga setuju denganmu, Katanaka-san.”
Jawab Nagamichi dan Yasukata.
Dengan berdamainya Katanaka, Nagamichi, dan Yasukata, dua Kepala Komisi tersebut membuat perintah bagi seluruh anggotanya dari luar.
“DENGARKAN PERINTAHKU, ANGGOTA KOMISI PERTAHANAN!!!”
“HENTIKAN PERTARUNGAN INI, ANGGOTA KOMISI INVESTIGASI!!!”
““!!!””
Walaupun mereka berada di luar Tenshujū, teriakan mereka berdua terdengar oleh seluruh anggota Komisi mereka masing-masing.
“S-Suara itu…?! Bukankah suara itu…”
“Pasti itu suara Nagaimimi-sama dan Ishisaru-sama!”
Bisik beberapa anggota prajurit Bakufu.
“Momen yang tepat! Sekarang waktunya kita menyerang—”
“SELURUH ANGGOTA PERLAWANAN!!! TURUNKAN SENJATA KALIAN!!!”
““!!!””
Katanaka juga melakukan hal yang sama. Oleh karena itu seluruh anggota Perlawanan yang hendak menyerang anggota Bakufu menahan serangan mereka.
““…””
Bersama-sama, seluruh anggota Bakufu dan Perlawanan menyaksikan Nagamichi, Yasukata, serta Katanaka yang masih menopang Dalbert.
Melihat aksi mereka bertiga, Myllo pun tersenyum.
“Hehe! Ternyata mereka udah baikan ya—”
“Graaaagh!”
“*SWUSH!!!”
“Uaaargh!”
““M-Myllo!””
Teriak Gia, Winona, dan Royce, ketika mereka menyaksikan Myllo yang diserang dan dihempas ke atas oleh salah seorang Kitsune.
“Cih! Dari antara empat Kitsune yang kita lawan, cuma dia doang yang beda dari yang lainnya!”
Pikir Gia, sambil menatap Kitsune tersebut, yang berdiri di antara ketiga Kitsune lainnya yang telah dikalahkan oleh Myllo.
“Woy kalian!”
“*DHUMMMMMM……”
““!!!””
“Apa maksud kalian?!”
Seru Kitsune tersebut, dengan mengeluarkan aura yang sangat besar, yang bahkan membuat semua yang berada di sekitarnya tertunduk dengan takut.
“Hmph! Ternyata semua Mahluk Fana yang ada di sini nggak ada apa-apanya dibanding orang tadi!”
Pikir Kitsune tersebut dengan angkuh dan membandingkan mereka semua dengan Myllo, yang ia hempas ke atas.
Namun ia tidak menyadari, bahwa ada Mahluk Fana lainnya yang jauh lebih berbahaya dibandingkan semua yang pernah ia temui.
“Dasar binatang hina! Bahkan kalian—”
“Haurp!”
“…”
Seketika kepala Kitsune tersebut dimakan oleh seorang Beastman.
“Haurp! Haurp! Haurp!”
Bahkan Beastman tersebut juga memakan kepala tiga Kitsune yang dikalahkan Myllo.
“H-Hey…!”
“A-Apa yang kau lakukan… Yorukiba-dono…?!”
Seru Yasukata dan Nagamichi kepada Bushimaru, setelah ia memakan kepala seluruh Kitsune.
“Hahaha! Sekarang semua sudah siap!”
Seru Bushimaru, sebelum ia memulai aksinya yang brutal di dalam Bakufu.
……………
Sementara itu, Myllo yang dihempaskan oleh Kitsune yang terbunuh oleh Bushimaru.
“Adududuh! Bisa-bisanya gue dihajar sejauh ini!”
Seru Myllo, sambil mengelus-elus kepalanya.
“Ngomong-ngomong gue ada di mana ya—”
“Myllo! Awas!”
“*Swush!”
“!!!”
Karena peringatan Zegin, Myllo langsung menghindari serangan seseorang.
“Woy! Siapa lo?! Kenapa lo—”
“Kau bertanya siapakah diri-Ku?! Bukankah Aku adalah orang yang ingin kau jatuhkan bersama dua pria ini?!”
“!!!”
Myllo terkejut ketika melihat Uchiyoshi dan Nakatoki yang telah tidak sadarkan diri.
“Hey, kau! Berhati-hatilah!”
“Hah?! Lo bukannya—”
“Tetsuo-kun akan membunuhmu! Pergilah dari sini!”
“…”
Myllo hanya terdiam, karena ia tidak sadar…
“HAAAAAAH?!?! ARTINYA GUE ADA DI RUANGAN SHOGUN, DONG?!?!”
…bahwa ia sudah berada di hadapan musuh utama yang harus ia hadapi.
Sedangkan Djinn yang tiba bersama Garry, Machinno, dan Toshiko.
“Akhirnya… kita sampe juga… anying—”
“Bersiap-siaplah, kalian!”
Seru Toshiko, yang telah tiba di lantai dasar bersama Djinn dan dua anggota Aquilla lainnya.
“Et! Ada apa atuh, Teh Toshi—”
“Aku mencium bau darah…!”
Jawab Toshiko kepada Garry, sebelum mereka bersama-sama menghadapi dalang dibalik semua kejadian yang ada di Kumotochi.
Namun dari antara mereka semua, ada seseorang yang merasa berbeda dengan pria yang akan mereka hadapi.
“Ini… energi kutukan! Artinya ada Iblis di antara mereka semua!”
Pikir Zaghemin, yang merasakan suatu bahaya dari dalam Tubuh Djinn.