Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 390. As The Right-Hand



Leo Guild telah tiba dan terpisah di dalam Hidden Dungeon. Mereka telah berhadapan dengan Aquilla dan Taurus.


Walaupun beberapa anggota Leo lainnya telah bergerak, nyatanya Leonard dan anggota lainnya belum bergerak. Mereka menunggu informasi terkait dua Party tersebut.


Karena menunggu informasi tersebut, Leonard tertidur untuk sementara waktu.


“Leonard! Lo tau nggak sih, kalo adek gue ini penggemar berat lo?! Katanya dia ngerasa lo keren banget! Dia mau jadi kayak lo, tapi mau jadi kayak gue juga! Ahahaha!”


“Grahahaha! Dijadiin idola sama adek dari rival gue sendiri, ya?! Kalo gitu, artinya gue lebih keren daripada


lo, Sylv! Berarti sekarang kita udah 24-19!”


“Pasti gue yang 24, kan?!”


“Enak aja! Ya gue lah!”


“HAAAAAH?!?! Enak aja! Gue kan lebih unggul daripada lo!”


“Siapa bilang?!”


“Mau kita buktiin sekarang?!”


“Ayo! Siapa takut?!”


Leonard sedang bermimpi.


Di mimpi tersebut, ia bertemu kembali dengan Sylvia Starfell.


Hal tersebut bukanlah yang pertama kalinya, karena ia sering memimpikan wanita yang menjadi Pahlawan, yang juga menganggapnya sebagai rival abadi.


Namun mimpi tersebut selalu memiliki akhir yang sama.


“S-S-Sylvia… mati…?”


“*Bruk…”


“S-Sialan…! SIALAN!!! SIALAAAAANNN!!! Hiks! Hiks!”


Mimpi tersebut berakhir dengan berita kematian Sylvia.


Tidak hanya itu saja.


“*Bruk…”


“B-Bahkan sebelum lo mati… anggota Party gue mati semua…! Keluarga gue… mati…! Orang yang paling gue hormatin… juga menderita…!”


Ia juga selalu dihantui dengan kematian para anggota Leo Party yang ia pimpin sebelumnya, beserta hilangnya orang-orang terdekatnya.


“UUUAAAAAAARRRRGGGHHH!!!”


Leonard pun terbangun. Ketika ia bermimpi seperti itu, ia selalu berteriak dengan sangat keras.


“*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!”


“KENAPA LAGI-LAGI GUE DAPET MIMPI ITU?!?!”


“*Cratt…”


Teriaknya, sambil memukul kepalanya dengan sangat keras, hingga darah dari kepalanya menghujani wajahnya.


“B-Bos Leonard—”


“APA?!?!”


“Hieeekkkhh!!!”


Bastheus pun takut, ketika mendengar teriakan Leonard.


“…”


Leonard melihat kesana-kemari, setelah ia sadar bahwa ia telah memasuki Hidden Dungeon, sebelum ia tertidur.


“Gimana?! Udah ada kabar tentang Myllo?!”


“U-U-Udah, bos!”


“Terus?! Udah dibawa?!”


“B-Belom, bos—”


“*BHUK!!!”


“*Crat…”


Dengan marah besar, Leonard memukul salah satu anggotanya dengan sangat keras, hingga kepalanya tidak berbentuk.


“Gimana sih?! Katanya—”


“Tenang aja, bos.”


“Apa lo bilang, Marwell?! Tenang aja—”


“Kita udah dapet informasi tentang mereka semua. Mau Aquilla atau Taurus.”


Jelas Marwell, yang terlihat tenang di hadapan Leonard.


Walaupun…


“…”


…ia berusaha semaksimal mungkin untuk menyembunyikan tangannya yang gemetar ketakutan.


“Informasi?! Apa maksud lo?! Emangnya gue butuh yang kayak gitu—”


“Mereka semua mau ke Chamber of Ancient Armament, yang kemungkinan ada di sana.”


“…”


Leonard pun tersenyum dengan gembira, walaupun sebelumnya ia sangat marah.


“Kalian semua! Tunggu apa lagi?! Ayo kita ke sana!”


““Siap, bos!””


Jawab seluruh anggota Leo Guild, sebelum mereka bersama-sama mengikuti Leonard menuju Chamber of Ancient Armament.


Sambil berjalan bersama, Leonard mendapati adanya beberapa Griffin yang hendak menyerangnya.


““Chaaaaaakkk!””


“Hmph! Dasar ayam-ayam sialan!”


“*DHUUUMMMMMMMMM………!!!”


““*Bruk…””


Namun semua Griffin itu dengan mudah ia dominasi dengan Union Domi, walaupun ada beberapa anggota Leo yang juga terkena dampak darinya.


“Kalian semua! Cepet tangkep semua ayam-ayam ini! Jangan sampe mereka lepas atau mati! Karena gue mau pake mereka untuk dijadiin Tantangan!”


““Siap!””


Karena perintahnya, beberapa anggota Leo mulai menangkap seluruh Griffin yang ia taklukan, sementara Leonard kembali melanjutkan perjalanannya menuju Chamber of Ancient Armament, bersama anggota Leo lainnya.


“Salah satu dari antara kalian semua! Cepet jelasin ke gue tentang anggota Taurus sama Aquilla yang ada di sini!”


Perintah Leonard, sambil melompat dari awan-awan empuk menuju Chamber of Ancient Armament.


“O-OK! Biar gue yang jelasin!”


Jawab salah seorang anggota Leo, yang kemudian menjelaskan kepada mereka semua.


“D-Dari Taurus yang hilang itu, ada…


Hobart Obari, Keeper Kasta Kuning;


Kritach Krischwaltz, Keeper Kasta Jingga;


Lozrick Betharon, Striker Kasta Kuning;


Radomila “Mila” Tealle, Observer Kasta Kuning;


Slasher, Striker Kasta Kuning;


Sonda Methrima, Striker Kasta Kuning.


Itu semua anggota Taurus yang masuk sini, bos.”


Jelas anggota tersebut tentang Taurus Party.


“Terus, gimana tentang Aquilla?!”


“Apa?! Lo bilang Myllo itu Saint?!”


“Y-Ya, bos!”


“Grahahaha! Nggak kakak, nggak adek, ternyata mereka berdua terlalu kuat, sampai dewa pun tertarik sama mereka!”


Tawa Leonard, sementara anggota lainnya merasa heran.


“Emang Myllo yang lo mau tuh sekuat itu ya, bos—”


“Gue bukan ngomong soal kekuatan dia aja, Marwell! Gue yakin, orang kayak dia juga kuat secara mental!”


Jelas Leonard kepada Marwell, yang sebelumnya merasa heran.


“Lanjutin!”


“I-Iya, bos! Selanjutnya ada Djinn Dracorion! R-Rumornya dia itu yang paling kuat dari antara mereka semua! Karena dia yang bantai semua Kaum Naga di—”


“Grahahaha!!! Ternyata bener juga! Orang yang kuat itu ibarat dua kubu magnet yang beda! Karena mereka


saling ketemu! Persis kayak Sylvia sama Orvo!”


Kembali tawa Leonard, setelah mendapatkan informasi tentang Djinn.


“T-Terus ada Gia Maevin! M-Mungkin ini cuma sekedar rumor, tapi ada yang bilang kalo dia itu muridnya Lorvah Hardrock!”


“Lorvah Hardrock? Yang dulu disebut Wanita Paling Kuat di Dunia?! Berarti cewek itu Frontliner?”


Tanya Marwell dengan penasaran.


“I-Iya, Marwell. Dia Frontliner Kasta Kuning—”


“GRAHAHAA!!! Terus ada siapa lagi?!”


“G-Garry Geri, Keeper Kasta Kuning. Rumornya dia itu murid dari Apostle, bos!”


Jelas anggota tersebut.


“GRAHAHAHAHA!!! Gue puas banget denger dia punya anggota yang kuat kayak gitu—”


“M-Masih ada lagi, bos!”


“Berapa lagi?!”


“A-Ada satu Observer… sama satu Familiar!”


“Familiar?! Emangnya ada Summoner di antara mereka?!”


Tanya Bastheus dengan heran.


“N-Nggak tau. Tapi katanya Observer itu bahaya banget, walaupun cuma Kasta Hijau—”


“Artinya dia itu lemah! Gue nggak peduli sama orang lemah kayak gitu!”


Sela Leonard, ketika anggotanya tesebut hendak menjelaskan tentang Dalbert.


“Terus yang Familiar itu gimana?”


“K-Katanya… dia itu mahluk yang aneh, Marwell. Saking anehnya, mahluk itu nggak ada daftarnya di Ensiklopedia Geoterra.”


““…””


Semua anggota Leo terdiam ketika mendengar penjelasan tentang Aquilla.


Kecuali…


“GRAHAHAHA!!!”


…Leonard, yang terlihat puas dengan apa yang ia dengar.


“Bagus! Gue tertarik sama mereka semua, khususnya Wakil Kapten dari Party itu! Artinya, selain Myllo, mereka bisa gue uji dulu sebagai Petarung!”


““!!!””


Marwell terkejut setelah mendapati kejanggalan dari penjelasan Leonard.


“Selain Myllo? Terus Myllo The Wind mau lo apain, bos?”


Tanya Marwell dengan heran.


“…”


Leonard pun hanya tersenyum, sebelum ia menjawab pertanyaannya.


“Gue mau jadiin dia sebagai Vice-Guildmaster gue, semenjak Tarruc tolak posisi itu!”


““!!!””


Seluruh anggota yang mendengar penjelasannya sangat terkejut.


Namun tidak bagi Bastheus dan Marwell, karena mereka teringat dengan pertarungan mereka melawan Taurus, beberapa bulan yang lalu.


……………


“Ayo, Tarruc! Gue mau lo jadi Vice-Guildmaster! Walaupun lo bukan Striker, gue yakin kalo lo itu orang yang kuat!”


Seru Leonard, ketika ia menawarkan posisi tersebut kepada Tarruc.


“Hmph! Kenapa gue harus jadi Vice-Guildmaster lo?!”


“Kenapa?! Karena kalo ada lo di samping gue, kita bisa hancurin Centra Geoterra, yang udah bikin Sylv menderita!”


Jawab Leonard kepada Tarruc.


“Gimana?! Lo pasti mau kan jadi—”


“Gue tolak!”


“Tolak?! Kenapa lo harus tolak tawaran gu—”


“Karena Sylv udah bebas! Dia nggak—”


“Apanya yang bebas?! Asal lo tau ya! Dia masih hi—”


“Kalo pun dia masih hidup, dia udah bebas dari tanggung jawabnya sebagai Pahlawan! Apalagi gue sekarang jadi Kapten dari bocah-bocah ini! Nggak akan gue terima tawaran lo! Bahkan kalo Sylv nawarin hal yang sama ke gue, pasti gue tolak!”


Seru Tarruc dengan yakin kepada Leonard.


……………


Karena teringat akan masa lalu itu, Bastheus pun berpikir…


“Kalo Tarruc yang ditawarin posisi itu, masih masuk akal! Tapi bos mau nawarin kayak gitu ke bocah yang belom ada 5 tahun jadi Petualang—”


“Ada apa, Bastheus?! Lo nggak


terima sama keputusan gue?!”


Tanya Leonard kepada Bastheus, yang sedang berpikir.


“Nggak, bos! Apapun keputusan lo, pasti gue terima!”


“…”


Leonard pun menatap tajam Bastheus dan Marwell, hingga terlihat keringat berkucuran di dahi mereka.


“Awas aja kalo kalian macem-macem sama dia! Paham?!”


“P-Paham, bos!”


Jawab Bastheus dan Marwell, sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju Chamber of Ancient Armament.


Hingga akhirnya…


“B-Bos…! A-Ada semacam ruangan gitu di sana—”


“Pasti itu Chamber of Ancient Armament!”


…mereka tiba terlebih dahulu, setelah mendapatkan informasi dari seorang Observer.


Tetapi mereka tidak langsung memasuki tempat tersebut.


“Kita tunggu di sini!”


“T-Tunggu?! Emangnya—”


“Mereka sama-sama mau ke sana, bukan?! Kalo gitu, gue mau ketemu Myllo sama anggotanya dulu, sebelum gue dapet jejak tentang Titan Heart!”


Jelas Leonard, dengan maksud menghalangi langkah Myllo dan teman-temannya.