Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 248. Preparation Against Tragedy



Beberapa saat sebelum Children of Purgatory tiba di Gazomatron.


“Semuanya! Siapkan ((Gargantuan Barrier)) secepatnya!”


““Siap!””


“Semua unit Gazobot sudah siap untuk meluncur!”


“Semua unit Hoverboots juga sudah siap!”


Pihak Gazomatron bersiap-siap untuk menghadapi peperangan besar mereka. Semua unit militer milik negara tersebut hendak diluncurkan.


“Evakuasi warga ke Snellsham Point secepatnya! Kita tidak akan tahu bahaya macam apa yang akan mereka bawa!”


“Lapor! 47% warga Gazomatron telah menjalankan evakuasi menuju Snellsham Point!”


“Percepatlah!”


““Siap, laksanakan!””


Mereka bersama-sama mengevakuasi warga menuju Snellsham Point,.


“Lapor! Seluruh Klan Mistyx yang bisa bertempur sudah siap di pos mereka masing-masing!”


“Begitu juga dengan Ras Siren!”


Semua pihak yang berada di negara tersebut dilibatkan demi melawan sekte penyembah Iblis itu. Sebagai persiapan menghadapi tragedi yang tidak diinginkan, para Petualang dan rekan-rekan mereka mulai ditempatkan di setiap kota yang berada di Gazomatron.


“Delolliah, Jennania, dengarkan aku.”


““Mm?””


“Mungkin nanti kita tidak akan menghadapi Iblis secara langsung, namun kalian tetaplah berjaga-jaga. Karena di era saat ini Mahluk Fana sudah mulai berkembang jauh lebih pesat, maka besar kemungkinan mereka lebih kuat daripada 5,000 tahun yang lalu.”


“Kau benar, Kakak Nemesia. Lagipula, Melchizedek jugalah Mahluk Fana, bukan?”


“Ya. Aku juga setuju dengan kalian berdua, kakakku sekalian.”


Bersama-sama dengan beberapa unit Gazobot dan Siren lainnya, tiga Permaisuri Bersaudari berada di Brichaudry Point.


“Hah?! Gue nggak bisa bareng-bareng temen-temen gue?!”


“Maafkan kami, Myllo The Wind. Namun jika anda ingin bersama rekan-rekan anda, maka alangkah baiknya jika anda—”


“Tenang aja! Insting gue bilang, mereka pasti baik-baik aja walaupun tanpa gue! Tambah lagi, gue bisa jagain kota ini bareng Styx! Ya kan, Styx?! Hihihi!”


“Haaaaah… Awas aja kalo lo nyuruh-nyuruh gue lagi!”


Karena masih berada di Snellsham Point, maka Myllo dan Styx tetap berada di kota tersebut, setelah mereka berdua menemani Djinn di dalam penjara.


Namun, ada satu pihak yang tidak siap sepenuhnya ketika semua bergegas.


“Bagaimana dengan pihak Petualang?”


“Dua mantan Scholar, Eìmgrotr dan Zhivreeg, sudah berada di Voxhaben Point. Namun, terkait Aquilla, selain Djinn Dracorion…”


“Hm?!”


“…Gia Maevin menghilang tanpa jejak!”


““!!!””


Pihak Gazomatron pun terkejut ketika mereka mengetahui kondisi dari pihak Petualang.


“Haaaah…! Dia ke mana, sih?!”


“A-A-Aing teh nggak tau, Dalbert. Tadi teh aing liat dia yang kebingungan! Tapi Teh Gia teh tiba-tiba ilang!”


“Kebingungan?! Maksud lo apa, Garry?!”


Tanya Dalbert kepada Garry, yang sudah siap bersama Eìmgrotr, Zhivreeg, serta barisan pasukan Gazobot yang berada di Voxhaben Point.


Sementara Gia, ia sedang berlari dengan menggunakan tudung di tengah-tengah penduduk Gazomatron yang berada di Duskmere Point, di mana Angela dan Lephta ditempatkan. Di kota tersebut, ia harus melewati ratusan warga yang sedang melakukan proses evakuasi menuju Snellsham Point.


Sambil melihat-lihat sekitarnya, ia mendapati…


“*Puink, puink, puink…”


…Machinno yang sedang berlari.


“Machinno! Tunggu aku!”


Teriak Gia sambil mengejar Machinno di tengah-tengah kerumunan warga Gazomatron yang sedang melakukan evakuasi dengan tidak tenang.


“Gi-Gila kali, ya?! Kenapa tiba-tiba ada sekte sesat itu yang nyerang kita?!”


“Saya juga nggak tau! Kenapa akhir-akhir ini Gazomatron selalu kena masa—”


“*Bruk…”


Salah seorang warga Gazomatron terjatuh ketika menabrak Gia.


“Heh! Punya mata nggak, sih?! Kok anda—”


“Eh! Maaf ya, pak! Aku lagi buru-buru! Bisa dimaafin, kan?!”


“…”


Wajah pria tersebut langsung merah merona ketika melihat wajah Gia yang anggun dan mempesona.


“I-I-Iya…”


Jawab pria tersebut, dengan hidung mimisan.


Karena terpana dengan kecantikan Gia, maka pria tersebut membiarkannya berlari begitu saja.


“Duh, Machinno! Kamu ke mana, sih?!”


Teriak Gia sambil mengejar Machinno.


Hingga tiba-tiba…


““Kyaaaa!””


…ia mendengar teriakan beberapa wanita dari jauh.


Ketika ia menghampiri suara tersebut, ia merasa khawatir akan Machinno yang membawa ketakutan bagi warga Gazomatron.


Namun ketika ia menemukannya…


““Kyaaaa! Lucu bangeeettt!””


…kumpulan wanita itu justru bermain dan menggoda Machinno.


“M-Maaf, aku mau bawa—”


“Hah?! Siapa lo?! Dateng-dateng mau bawa hewan lucu ini!”


“Emangnya mahluk imut ini punya lo?!”


“Sana pergi! Hush, hush, hush!”


Seru wanita-wanita tersebut.


Dengan marah…


“*Phak, phak, phak…”


…Gia memukul bokong semua wanita itu.


“Aduuuh, sakit!”


“K-Kasar banget jadi cewek!”


“Ih! Sana gih bawa mahluk lucu itu! Hmph!”


Seru kumpulan wanita-wanita itu sambil pergi dari Gia dan Machinno.


“Machinno! Kamu kok—”


“Hewan. Haha.”


Bisik Machinno sambil tertunduk lemas.


“M-M-Machinno, mending kita balik aja, yuk! Jangan lari-lari sembarangan, loh! Nanti kamu—”


“Takut…”


“Takut?”


“Machinno takut.”


Jelas Machinno kepada Gia.


“Y-Yaudah, nanti kamu—”


““Roaaaaaaarrrr!””


““!!!””


Mereka berdua dikejutkan dengan suara raungan dari atas langit.


“Duh! Mereka udah dateng, ya?!”


Pikir Gia, yang melihat adanya beberapa Undead Dragon yang hendak menghampiri Gazomatron.


……………


Kembali ke pasukan Gazomatron, yang sudah mempersiapkan kedatangan Children of Purgatory.


“Bagus!”


“Te-Tetapi proses evakuasi warga Gazomatron belum seratus persen!”


“Cih, sial! Lebih baik kalian berdoa kepada dewa kalian masing-masing, agar sekiranya kita semua masih bisa menatap esok hari!”


Jawab salah seorang pimpinan pasukan Gazomatron.


Bersama-sama, semua pihak yang terlibat mengadah ke atas langit.


“Duh, kira-kira kita masih bisa selamat nggak, ya?”


Pikir salah seorang Mistyx.


“Inikah yang disebut sebagai Alchemy? Menggabungkan antara sains dan sihir. Semoga saja teknologi Mahluk Fana ini bisa menghentikan sesuatu yang mungkin lebih berbahaya daripada 5,000 tahun yang lalu!!”


Pikir Nemesia.


Bersama-sama, mereka semua menunggu serangan dari Undead Dragon.


“Hmph! Orang-orang tolol yang ada di negara ini mikir kalo sekedar gituan aja bisa berhentiin Undead Dragon ini?!”


“Kasih tau kehebatan Undead Dragon kita!”


Seru beberapa anggota Children of Purgatory, sambil menyiapkan Undead Dragon mereka untuk menyerang Sihir Penghadang yang sangat besar yang dimiliki Gazomatron Federation.


“Serang!”


““*SHRRRKKK…””


Dua Undead Dragon menyerang dengan semburan kekuatan es mereka yang sangat besar.


Ketika mereka berdua berhenti menyerang…


““!!!””


…para anggota Children of Purgatory terkejut dengan sihir penghadang yang terlihat masih aktif tanpa adanya kecacatan.


“Semuanya! Serang!”


““*BOOM!!!””


““Ruoaaaaarr…””


““Aaaargghh…””


Dengan meriam besar yang dikendalikan beberapa unit, Gazomatron berhasil melumpuhkan dua Undead Dragon itu, hingga jatuh ke dalam laut.


“Yeaaaah!”


“Kita berhasil melumpuhkan dua Undead Dragon itu!”


“Hore, hore, hore!”


Seru beberapa anggota pasukan Gazomatron dengan gembira.


“Luar biasa. Ternyata inilah teknologi yang terlahir selama 5,000 tahun aku berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper…”


Bisik Nemesia dengan tidak percaya.


“Angela. Senjata yang mereka pakai untuk nyerang dua Undead Dragon itu…”


“Ya. Itu adalah teknologi yang diciptakan oleh Ghibr.”


“Nggak disangka! Walaupun udah nggak tau ke mana, ternyata ciptaan dia itu berpengaruh buat untuk sekarang!”


Kata Lephta kepada Angela, di mana mereka berdua ditempatkan di Duskmere Point.


“T-Terus… kamu udah hubungin dia?”


“Ya. Tenang saja, Lephta. Anda tidak perlu takut. Saya yakin, ia akan segera tiba di tempat ini.”


Jelas Angela kepada Lephta, terkait seseorang yang ia harap dapat membantunya.


Dari semua pihak yang sedang menghadapi Children of Purgatory, hanya Dalbert yang merasa ada yang janggal.


“Ada yang aneh…”


Bisik Dalbert.


“Hah?! Apa atuh yang aneh?! Bukannya kita semua—”


“Liat sihir itu, Garry.”


“Hm?”


“Walaupun nggak retak, tapi keliatannya makin tipis terus. Bahkan udah nggak diserang pun, penghadang itu itu makin tipis.”


Jelas Dalbert kepada Garry.


Hingga akhirnya, apa yang ia sampaikan menjadi kenyataan.


“Lapor! Gawat!”


“Ada apa?!”


“G-G-Gargantuan Barrier…”


“Ada apa dengan—”


“Kapasitas ((Gargantuan Barrier)) semakin menipis!”


“Apa yang anda mak—”


““*Ruoaaarrr!””


““!!!””


Semua yang berada di Gazomatron kembali dikejutkan dengan kedatangan tiga Undead Dragon.


“Semuanya! Siap-siap angkat senjata kali—”


““*SHRRRRR…””


“*CHRANG!!!”


Sihir penghadang yang digunakan oleh Gazomatron pecah.


““*Swush…””


75 anggota Children of Purgatory mulai mendarat menuju Gazomatron dari Undead Dragon yang berterbangan di atas udara.


“Unit Gazobot! Tembak mereka!”


““*Boom! Boom! Boom!””


Seluruh Gazobot langsung menembak anggota Children of Purgatory yang hendak mendarat di negara tersebut.


“Lapor! Target yang berhasil ditembak ada 15; 39; 53; 69; 75!”


“Artinya semua sudah lumpuh, ya?!”


“Ya!”


Balas salah satu anggota terkait laporan yang ia berikan.


““*Bruk…””


Seluruh anggota Children of Purgatory jatuh dari atas langit, setelah ditembak oleh pasukan unit Gazobot.


Akan tetapi, alih-alih tewas…


“*Krrrkk!”


“Hahaha! Kita udah mendarat!”


“Mereka kira kita bisa mati gitu aja, ya?!”


…seluruh anggota Children of Purgatory justru bangkit dengan kondisi prima.


Melihat itu kedatangan anggotanya di negara yang ia serang…


“…”


…Master hanya tersenyum dengan puas.


Namun tidak bagi keempat Acolyte yang berada di satu Undead Dragon dengannya.


“Master! Kok kita nggak turun sekalian, sih?!”


“Bukankah lebih baik kita semua menyerang mereka?!”


“Tau, nih! Buat apa kita nunggu di sini?!”


“Bosen nih, Master! Mending biarin kita turun aja!”


Seru Sickus, Zoe, Chyrra, dan Ganon secara bergantian.


“Bersabarlah, anak-anakku. Waktu kalian akan datang. Alangkah baiknya, jika kita memancing dan mencari tahu seberapa bahayanya kekuatan asli lawan kita.”


Jelas Master kepada mereka semua.


“Tambah lagi, aku harus mencari seseorang yang sangat penting bagi kami!”


Pikir Master tentang seseorang.