Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 326. The Danger's True Form



Sementara itu, di tengah Hazhroom Forest, di mana terdapat Myllo dan anggota Aquilla lainnya, beserta Ivis.


“Semuanya. Kalian siap, kan?”


“Aku siap, Myllo.”


“Gue juga.”


“Ya. Aku siap.”


Jawab Gia, Dalbert, dan Ivis, ketika ditanya oleh Myllo.


Namun pada kenyataannya…


““…””


…mereka belum siap.


Selain Myllo, tangan mereka gemetar ketakutan. Mereka takut akan Cthorach, yang harus mereka hadapi. Mereka juga khawatir akan rekan-rekan mereka yang terpaksa mereka tinggalkan.


Khususnya…


“Machinno, aku harap engkau baik-baik saja! Semenjak engkau adalah harapan besar bagi kami!”


…Ivis.


Akan tetapi Myllo mengetahui apa yang mereka semua rasakan.


“Semuanya! Denger gue baik-baik!”


“Ada apa, Myllo?”


“Gue mau kita semua fokus untuk kalahin Dangerose, dibandingin selamatin warga desa!”


Jelas Myllo kepada mereka semua.


“K-Kalahin Dangerose?! Emangnya—”


“Monster itu udah bikin dua anggota gue sekarat kayak gitu! Gue nggak dendam sama monster itu! Tapi sebagai Kapten mereka, gue berhak untuk bales monster itu!”


“…”


Apa yang dikatakan Myllo semakin membuat Gia cemas.


Oleh karena itu…


“Gia!”


“Eh?! I-Iya?!”


“Jangan takut! Gue yakin, lo menang lawan monster itu!”


…Myllo berusaha untuk meyakinkan Frontliner yang ia rekrut, semenjak dirinya dipercaya sebagai satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Cthorach.


“T-Tapi Myllo… aku bahkan nggak bisa pakai sihir lain, selain—”


“Gue yakin lo bisa! Karena lo itu temen gue!”


“K-Kenapa kamu yakin banget?! Kan selama ini aku—”


“Lo itu selalu takut gagal! Itu yang jadi penghambat utama lo, Gia!”


“!!!”


Kata-kata Myllo begitu menyentuh perasaan Gia. Tanpa ia sadari, Kapten yang selama ini ia ikuti mengetahui apa yang selalu menjadi kekhawatirannya.


“Ayo kita masuk sekarang!”


“Ya!”


Jawab Dalbert, sementara Ivis hanya menganggukan kepala.


Sedangkan Gia…


“A-Apa aku bisa lawan monster itu…?”


…masih khawatir akan ketidakmampuannya untuk menghadapi Cthorach.


““…””


Mereka pun memasuki Dungeon of Poison. Walaupun mereka menemukan sedikit keanehan di dalamnya.


“Aneh. Ke mana ya binatang-binatang yang diracunin monster itu?”


Tanya Myllo dengan heran.


“Sepertinya aku mengetahui keberadaan mereka.”


“Gue juga.”


“Hah? Emangnya mereka ada di mana?”


Kembali tanya Myllo, setelah mendengar kata-kata dari Ivis dan Dalbert.


“Mereka semua… pasti ada di sekitar monster itu, Myllo.”


“Ya. Kau benar, Dalbert Dalrio. Karena menerima serangan berkali-kali, tentunya Cthorach memperkuat pertahanannya dengan hewan-hewan yang bermutasi karena racunnya.”


Lanjut Ivis atas penjelasan Dalbert.


Hingga akhirnya mereka semua mendapati apa yang diperkirakan Dalbert dan Ivis.


“Oh iya! Bener juga! Mereka ada di deket dia semua!”


“Ya. Sesuai dengan—”


“Ivis. Kalo gue serang binatang-binatang itu, nggak ada efek apa-apa kan untuk monster itu?”


“Maksudmu, jika engkau menggunakan kekuatan Dewi Zegin?”


Tanya Ivis kepada Myllo.


“Ya.”


“Tentu saja tidak, Myllo—”


“OK!”


“*Fwush…”


“Kalian bertiga urus monster itu! Biar gue yang lawan binatang-binatang itu!”


“*FWUSH…”


Seru Myllo, yang langsung menggunakan kekuatan Zegin dan terbang dengan cepat hingga meninggalkan rekan-rekannya.


“Eh! Myllo!”


“Haaaah…! Ada-ada aja tuh orang! Yaudah deh! Kita lawan monster itu!”


“OK, Dalbert!”


Balas Gia, sambil mereka semua pergi menuju Cthorach.


“Rawr! Raw—”


((Zegin Blow))


“*Fwush!”


““Rawr…””


Dengan kekuatan Zegin, Myllo langsung menghempaskan beberapa hewan, yang terdiri dari 2 ekor serigala, 1 ekor badak, serta 4 ekor kelinci.


“RRRRRR…”


Cthorach hanya menatap Myllo yang menghadapi hewan-hewan yang ia racuni.


Karena hal tersebut…


“Woy! Jangan liatin gue aja! Tuh lawan lo!”


…Myllo mencemoohnya.


“Hraaaagh!”


“*Prang!”


“Keuk!”


Gia berusaha menyerang Cthorach. Akan tetapi mahluk tersebut bahkan tidak ada niatan untuk mencegah serangannya, semenjak serangannya terasa lemah baginya.


“Gia! Kalo mau serang! Serang kakinya!”


“Dalbert benar, Margia Maevin! Bahu dan dadanya adalah dua area yang paling keras yang dimiliki Cthorach!”


Jelas Dalbert dan Ivis kepada Gia.


““Rrrrr!””


Tanpa mereka semua sadari, Cthorach membuat perintah baru bagi semua hewan, agar mereka semua melindungi dirinya.


““Rawr! Rawr!””


“Hehe!”


Myllo yang melihat semua hewan yang berlari, langsung menyiapkan serangan berikutnya.


((Zegin Vacuum))


“*FWUSH!!!”


““Raaawr!””


Kemudian Myllo berlari menuju mereka yang sedang terhisap angin, tanpa menggunakan kekuatan Zegin.


{Kazedoryū: Haku}


“*TUK!!!”


“Rrrr…”


Dengan teknik tongkat yang ia gunakan, Myllo langsung memukul mereka semua dengan sekali ayunan tongkatnya.


“Hehe! Gue kira gue bakal buang waktu lebih banyak lawan mereka semua! Ternyata lebih cepet dari yang gue duga!”


Seru Myllo dengan riang, setelah ia berhasil mengalahkan seluruh hewan yang diracuni oleh Cthorach.


Hingga akhirnya…


“Yaudah! Waktunya gue—”


“Aaaaarrghh…”


“Eh?! Gia?!”


…ia mendapati Gia yang terpental ke arahnya.


“*Hup!”


“Eits! Untung aja gue tangkep lo! Hehe!”


Seru Myllo, setelah ia berhasil menangkap Gia, dengan merangkulkan kedua lengannya pada pinggangnya.


“Gia! Lo nggak apa-a—”


“Myllo! Aku butuh semangat! Jangan lepasin pelukan kamu dari a—”


“Woy! Masih sempet-sempetnya lo godain gue!”


“Cih!”


Gerutu Gia karena gagal menggoda Myllo.


“Hm?”


Myllo merasa ada yang aneh ketika menangkap Gia.


“Ada apa, Myllo—”


“Dalbert! Ivis! Tolong pancing perhatiannya!”


“OK, Myllo!”


Jawab Dalbert dari jauh, sambil menciptakan senapan jitu dari gelangnya.


“Gia! Siap-siap, ya!”


“Siap-siap apa, Myl—”


“*Swush, wush, wush…”


“Eh?! M-Myllo! Kok aku diputer-puter—”


“Hajar monster itu! Gia!”


“*SWUSH!!!”


“Kyaaaa!!!”


Teriak Gia dengan histeris, ketika Myllo yang tanpa aba-aba langsung memutar dan melemparnya ke arah Cthorach.


“Myllo! Parah banget! Kok lo main lempar temen lo yang cewek itu, sih?!”


Tanya Zegin dengan kesal dari dalam pikiran Myllo.


“Hehe! Tenang aja, Zegin!”


“Hah?! Gimana mau tenang?! Mau gimana pun Gue tetep cewek, loh—”


“Lo pasti juga bisa ikut rasain kan, waktu gue tangkep Gia?!”


“Oh? Maksud lo Tubuh cewek yang namanya Gia itu?”


“Ya! Tadi waktu gue tangkep, badannya keras banget! Kesannya gue kayak tangkep batu! Ahahaha!”


Tawa Myllo, walaupun Zegin masih merasa kesal dengannya.


Sedangkan Gia yang dilempar oleh Myllo…


“Ih! Myllo jahat!”


…tentunya merasa lebih kesal daripada siapapun karena ulah Myllo.


“…”


Karena Myllo melemparnya dengan tinggi, Gia pun berada di atas Cthorach yang perhatiannya masih dialihkan oleh Dalbert dan Ivis.


“Hraaaaaagh!”


“RRRAAAA—”


((IRON CRUSHER))


“*PRANG!!!”


“*BRUK, BRUK, BRUK…”


““!!!””


Dalbert dan Ivis dikejutkan dengan Gia yang datang dari udara dan menyerang Cthorach dengan sihirnya, hingga mahluk berukuran raksasa itu terlontar ke belakang.


Mereka berdua begitu terkejut, hingga lupa bahwa Gia akan terjatuh dari ketinggian karena lemparan Myllo.


“Kyaaaa—”


“*Hup!”


“Hehe! Tenang aja! Gue berhasil—”


“*Tung!”


“KETERLALUAN!!! TEGA BANGET LEMPAR CEWEK CANTIK KAYAK AKU!!!”


“M-Maaf…”


Balas Myllo, sambil mendarat bersama Gia, walaupun menerima benjol di kepalanya karena Gia.


“Ternyata bener apa kata lo, Ivis! Dari antara kita semua, Gia doang yang bisa hajar Mawar Raksasa!”


“Ya, kau benar. Aku pun juga terkejut melihatnya.”


Balas Ivis kepada Dalbert, walaupun apa yang ia pikirkan berbeda dari yang ia ucapkan.


“Padahal aku mengharapkan agar ia menyerang Cthorach dengan sihir alam! Bukan dengan sihir fisik!”


Pikir Ivis tentang serangan Gia.


“Dalbert! Ivis! Gimana keadaan kalian?!”


“Kita berdua baik-baik aja! Tapi yang lebih daripada itu, Gia ternyata bisa kalahin monster i—”


“Tunggu! Semuanya belum selesai!”


““???””


Apa yang dikatakan Ivis membuat tiga anggota Aquilla heran.


“Ivis! Bukannya Gia udah—”


“Serangan tersebut belum sepenuhnya ampuh untuk mengalahkan Cthorach! Karena kita belum ada pada gelombang berikutnya! Bersiaplah kalian semua!”


“Hah?! Gelombang berikutnya?! Maksud lo—”


“Perhatikan baik-baik, Myllo Ol—”


“RRRAAAAAAAAAAAUUUUUUGGGGGHHH!!!!!”


““!!!””


Teriakan dari Cthorach sangatlah kencang, hingga membuat telinga mereka sakit.


““*Ngiiiiinnnngggg…””


Telinga Myllo, Gia, dan Dalbert terus berdengung keras.


Akan tetapi, mereka menyaksikan sesuatu yang membuat mereka khawatir, sambil memegang keras telinga mereka.


“O-Oi! Apaan tuh?!”


““!!!””


Mereka menyaksikan Cthorach yang sedang mengalami transformasi menjadi seperti pohon raksasa, di mana terdapat sebuah bunga mawar besar yang tumbuh di atas kepalanya.


“Perhatikan baik-baik, kalian semua!”


““…””


“Saat ini… kita harus menghadapi Wujud Asli dari Cthorach!”


Jelas Ivis kepada anggota Aquilla.


Karena hal tersebut, Myllo pun berbisik…


“Sial! Insting gue nggak enak nih!”