
Vigrias Capital, ibukota Erviga
Kingdom. Kota ini adalah kota terbesar di kerajaan tersebut.
Dan saat ini…
“Bi…Biarkan saya masuk!”
“Heh! Gue juga warga Erviga!
Kenapa nggak dibolehin masuk?!”
“Ha…Harap tenang! Sudah tidak ada
ruang untuk berada di dalam kota ini!”
…ada sangat banyak warga yang
tidak bisa memasuki kota tersebut.
Karena serangan Kaum Naga yang
tiada habisnya, semua warga yang dievakuasi tidak punya pilihan lain, selain
ibukota ini, yang aman karena tidak adanya Kaum Naga yang terlihat di sekitar
kota tersebut.
Walaupun kota tersebut jauh lebih
luas daripada pemukiman lainnya, nyatanya kota tersebut tidak cukup muat untuk
menampung warga yang harus kehilangan tempat tinggalnya karena serangan Kaum
Naga.
Maka dari itu, yang diberikan
akses masuk hanyalah penduduk asli Vigrias, warga-warga yang sudah dalam
keadaan kritis dan tamu-tamu yang memiliki kepentingan dengan pemerintah.
Oleh karena kebijakan ini, banyak
warga yang tidak terima dan hendak memasuki kawasan ibukota secepatnya.
Selain untuk memperjuangkan
kelayakan mereka untuk masuk ke ibukota, mereka juga mengharapkan keamanan yang
lebih terjamin ketika adanya serangan Kaum Naga.
Di salah satu tenda, terdapat
Miraela, anggota Guild Petualang yang baru saja resmi menjadi Guildmaster di
Riverfall City, bersama dengan salah seorang warga Calmisiu, desa yang berada
di bawah naungan House of Louisson.
“Oh, kamu itu Guildmaster, ya?!”
“Betul, bu. Saya Guildmaster dari
Riverfall. Sebenernya sih, belom ada satu bulan saya jadi Guildmaster.
Tapi…saya pun nggak yakin masih bisa jadi Guildmaster kalo keadaannya sekacau
ini. Haha…”
“Iya ya. Saya pun kaget tiba-tiba
ada berita evakuasi dari desa. Eh, nggak taunya ada beneran Dragonkin yang
nyerang waktu kami lagi jalan.”
“Oh gitu ya, bu. Tapi, semua
warga desa udah berhasil evakuasi, bu?”
“Itu…belom semua sih.”
“Hm?”
Miraela heran akan penjelasan
dari perempuan tua asal Calmisiu itu.
“Kok…nggak semuanya, bu?”
“Iya, cuma Kepala Desa Flippus
aja yang nggak keluar dari desa. Saya pun nggak ngerti alasan beliau.”
Balas perempuan tersebut kepada
Miraela.
Ketika mereka sedang berbincang
bersama, ada dua orang yang melewati mereka. Salah satunya memakai tudung dan
syal yang menutupi wajah, sedangkan satu lagi seakan terlihat seperti orang
asing di Erviga.
Namun, Miraela adalah seorang
Elf. Secara insting, ia merasa ada sesuatu dari dua orang itu.
“Guildmaster kenal sama dua orang
itu?”
“Ng…Nggak sih, bu.”
“Oh, kirain kenal.”
“Bukan kenal, tapi kok orang
yang rambut pirang itu…kayakmya unik ya?”
Pikir Miraela ketika berbicara
dengan perempuan itu.
Setelah tanpa sadar melewati
Miraela dan penduduk Calmisiu itu, salah satu dari mereka pun berbicara kepada rekannya.
“Göhran…kenapa gue jadi deg-degan
begini, ya?”
“Jika jantungmu berdegup kencang,
sepertinya bukan karena gugup.”
“Ya. Gue punya perasaan yang
nggak enak.”
Balas Dalbert, yang sedang
menyamar dengan tudung dan syal, kepada Göhran.
Sambil mereka berjalan, Göhran
melihat ada seseorang yang tidak begitu asing di tenda evakuasi lainnya.
“Cih! Brengsek! Kok nggak ada tim
medis yang mau bantuin rekan-rekan gue?!”
“Hey, kau itu…bukankah kau rekan
dari Myllo, Djinn, dan Gia?”
“I…Iya! Gue Mahadia, mantan rekan
Joint Party bareng Myllo! Lo bukannya—”
“Sssttt! Jangan keras-keras!”
“O…Oh iya! Maaf!”
Balas Mahadia ketika dihampiri
oleh Göhran dan Dalbert.
“Göhran, dia siapa?”
“Ia adalah Mahadia, orang yang
pernah bekerja sama denganku dalam menghentikan amukan Raja.”
“Oh, gitu ya—Eh! Lo yang bantai
rekan-rekan gue, ya?!”
Seru Dalbert, mengingat
rekan-rekannya dikalahakan oleh Mahadia dan rekan-rekannya ketika BBE
menyerangnya.
“Hah?! Rekan-rekan lo?! Oh! Lo
itu bandit yang—”
“Tunggu! Daripada membahas masa
lalu kalian, ada yang harus diperhatikan terlebih dahulu!”
Potong Göhran setelah melihat
Winona dan Royce yang tidak sadarkan diri.
Karena mereka adalah teman-teman
dari Myllo, Djinn, dan Gia, Gohran pun tergerak untuk menyembuhkan mereka
berdua sambil bertanya-tanya tentang mereka.
“Apakah kalian diserang oleh
sanak saudaraku?”
“Ya. Kita diserang di tengah
jalan. Tiba-tiba ada 5 Wyvern yang nyerang kita! Anehnya…”
“Mm?”
“…waktu kita semua mati-matian
kalahin mereka semua…tiba-tiba ada Naga yang muncul! Yang parahnya lagi…Kapten
gue, Zorlyan…dimakan!”
Jelas Mahadia dengan tangan yang
gemetar karena kesal.
“Zorlyan? Maksudmu…Beastwoman
itu?”
“Ya!”
langsung mengetahui hal yang sebenarnya.
“Kalo dia Beastwoman, pasti dia
bukan dimakan!”
“Apa maksud lo—”
“Dia diculik!”
“!!!”
Mahadia terkejut mendengar
penjelasan dari Dalbert.
“Lo…Lo siapa?! Kenapa lo—”
“Dalbert, alangkah baiknya jika
kau menjelaskan tentang siapa dirimu yang sebenarnya, serta apa yang telah
terjadi.”
“O…OK.”
Dalbert pun mejelaskan tentang
identitas aslinya dan juga apa yang telah ia dan BBE lakukan ketika Mahadia
menjalankan Quest Kuning bersama Joint Party-nya. Ia juga menjelaskan tentang
anggotanya yang berasal dari Kaum Non-Manusia yang ditangkap.
“Ka…Kalo itu, gue tau. Tapi gue
nggak nyangka bahkan Petualang pun juga ditangkep! Dasar breng—”
“Makanya itu, gue mau ke tempat
itu bareng Göhran.”
“Kalo gitu, gue i—”
“Aku sarankan agar kau berada di
samping rekan-rekanmu, Mahadia.”
“Ta…Tapi—”
“Percayakan saja denganku dan
Dalbert. Aku sebagai salah satu penduduk asli tanah ini berjanji akan
menyelamatkan Kapten-mu.”
Balas Göhran kepada Mahadia,
setelah ia menyembuhkan Winona dan Royce.
“OK. Makasih, Göhran.”
“Ya. Senang bisa membantu—”
“Oh iya, anak-anaknya Gia ke
mana?”
Tanya Mahadia yang memotong
perkataan Göhran.
“Aku dan Rakhzar menitipkannya di
salah satu desa yang bernama Calmisiu, kepada seseorang yang dipercaya oleh
Verdian. Namun, tanpa kuduga, orang tersebut pun dijebak oleh Siegfreid!”
Balas Göhran yang menjawab
pertanyaan Mahadia.
“Göhran, kita nggak punya waktu
lama-lama lagi! Ayo kita berangkat sekarang!”
“Baiklah, Dalbert. Kalau begitu,
aku pergi dulu, Mahadia.”
“Ya.”
Göhran dan Dalbert pun pergi
meninggalkan Mahadia dan rekan-rekannya.
Ketika mereka hampir tiba di
pintu masuk ibukota, mereka tertahan oleh warga-warga yang protes karena ingin
masuk.
“Gimana kita masuk?”
“Tenang saja. Biar aku yang
tangani.”
“Caranya?”
“Unseen Touch.”
“…”
Dengan sihirnya, Göhran menyentuh
Dalbert dan mereka berdua pun tidak terlihat oleh siapapun.
“Feather Weight.”
Setelah itu, ia membuat dirinya
dan Dalbert menjadi ringan seperti bulu, sehingga mereka melayang dan masuk
melewati tembok besar yang menutup Vigrias Capital.
……………
Mereka pun berhasil memasuki
ibukota.
Lalu mereka mencari tempat yang
sepi untuk menanggalkan sihirnya.
“Sepertinya di sini sudah a—”
“Hueeek!”
“Da…Dalbert?!”
“Ma…Maaf, gue takut ketinggian…”
Balas Dalbert setelah ia muntah
karena mual.
“Ba…Baiklah. Sekarang, kemanakah
kita akan pergi, Dalbert.”
“Hmm…kayaknya sih kita harus ke
tempat yang keliatan dijaga ketat.”
“Seperti itu, ya? Baiklah. Kita
tidak ada waktu lagi! Mari kita cari tempat itu secepatnya!”
“Ya!”
Mereka pun berlari dan melewati
beberapa orang yang memakai tudung, yang tidak lain adalah Vulpus, Party yang
dipimpin oleh Hendrick Foxonze.
“Kenapa mereka lari-lari?”
“Gue nggak tau. Keliatannya
mereka ngejar sesuatu.”
“Kalo mereka lari kayak gitu,
bukannya malah ngundang perhatian—”
“Nggak usah dipikirin!”
““!!!””
Semua anggota dari Vulpus pun
terkejut ketika mendengar teguran dari Hendrick.
“Shunnel, udah dapet belom akses
masuk ke dalem kastil?”
“…”
“Shunnel—”
“Udah, Bos. Ada jalur khusus yang
arahnya dari belakang gerbang kastil.”
“Bagus. Kalo gitu, panggil balik doppelgänger
lo.”
“OK, Bos.”
Shunnel pun menarik kembali sihir
yang ia buat dalam wujud dirinya sendiri.
“Jadi, kita langsung ke sana,
Bos?”
“Pastinya.”
Balas Hendrick sambil menatap
kastil tinggi yang terlihat dari dalam kota.