
Perang antara Perlawanan dengan Kazedori Bakufu telah dimulai. Beberapa anggota penting dari kedua belah pihak telah menemukan lawan mereka masing-masing.
Namun, seperti yang biasa dialami oleh Aquilla, mereka tidak menyadari ketidakberadaan salah satu anggota mereka yang memulai segala kejadian di sekitar Tenshujū.
“*Puink… puink… puink…”
Anggota tersebut ialah Machinno. Kali ini ia sedang berjalan di dalam Bakufu, dengan terluka.
Namun sebelum itu, ketika ia dikalahkan oleh Kaum Kitsune, serta dijaga oleh dua Kepala Klan Bangsawan,
Nagamichi dan Yasukata.
“*Puff…”
“Hm?! Kok tiba-tiba mahluk ini meledak?!”
“Tunggu! Dibanding meledak, lebih tepatnya mahluk ini hilang—”
“Serang mereka semua! Jangan kasih ampun!”
““HRUAAAAGGGHH!!!””
“Cih! Mereka udah dateng!”
“…”
Kaum Kitsune tidak menyadari, bahwa Machinno telah menanggalkan rupanya dalam bentuk Nue dan kembali seperti semula. Ketika mereka hendak mencarinya, Faksi Perlawanan datang dan menyerang mereka.
Tetapi, karena kehadirannya tidak dapat dirasakan siapapun, ia pun juga tidak mampu meminta tolong kepada siapapun untuk menyembuhkan dirinya yang terluka.
Oleh karena itu, ia pergi kembali menuju Tsumibito no ori, dengan maksud untuk disembuhkan oleh Garry.
Akan tetapi, ketika ia mendapati Garry yang berlari bersama Djinn…
“Dj-Djinn! A-Ada apa atuh di sini?!”
“Gue juga nggak tau!”
“Terus kita—”
“Kita lanjut ke atas!”
“Et! Tunggu dulu, atuh!”
“*Puink!”
“Aduh.”
…ia terjatuh. Bahkan terjatuh pun ia tidak dapat diketahui kedua rekannya itu.
“Ah. Machinno… tertinggal.”
Bisik Machinno, sembari berdiri dan menyaksikan banyaknya anggota Bakufu yang terbunuh.
“Machinno… mau disembuhkan.”
Kembali bisiknya, sambil terus berjalan.
“*Puink… puink… puink…”
Ia berjalan menyusuri tempat itu secara perlahan-lahan, walaupun langkahnya terdengar dengan jelas.
Tanpa ia sadari, ia sudah berada di kediaman Klan Yorukiba, di mana ia meracuni Yorukiba Bushimaru dengan air seninya. Kemudian ia masuk kembali ke dalam ruang pribadi Kepala Klan tersebut.
Hingga akhirnya ia mendapati sesuatu yang aneh.
“*Bruk, bruk, bruk…”
“…”
Machinno menatap sebuah kotak besar, yang tertutupi oleh kain tebal, yang menyisakan satu rongga kecil di
dalamnya.
“Hey, kau!”
“…”
“Ya! Kau—”
“Ada apa?”
Balas Machinno dengan terlambat kepada suara seorang pria bersuara rendah, yang terdengar di dalam kotak besar itu.
“Sepertinya kau terluka, bukan?!”
“…”
“Bukalah! Aku bisa menyembuhkan—”
“Ya, Machinno terluka.”
“…”
Pria tersebut terdiam.
Akan tetapi, Machinno mengabulkan permintaannya. Ia membukakan kain yang menutup kotak tersebut, sesuai dengan permintaan pria tersebut.
Namun ketika ia selesai membuka kotak tersebut…
“(Rrrrr…)”
“…”
…Machinno justru mendapati seekor serigala yang besar dan mengerikan.
Tetapi Machinno tidak takut.
“*Tap… tap… tap…”
“(Hm?)”
Gumam serigala tersebut, ketika mendapati Machinno yang menepuk kakinya dengan lembut.
“(Hey! Tunggu sebentar!)”
Sahut serigala tersebut, sebelum ia…
“…”
…mengubah dirinya menjadi seorang wanita dewasa yang anggun rupanya.
“Haaaaah…! Akhirnya aku dapat berubah kembali menjadi seperti semula! Sudah berapa lamakah aku hidup dalam Beast Form milikku?! Gyahahaha!”
Seru wanita itu, yang tidak menggunakan busana apapun setelah berubah kembali.
“Eh?! Bahkan aku lupa bahwa aku tidak berbusana!”
Kembali seru wanita itu, yang kemudian bergegas mencari pakaian terbaik yang bisa ia gunakan.
“Aaaaah! Akhirnya aku kembali benar-benar menjadi seorang Mahluk Intelektual yang layak!”
“…”
Machinno hanya menatap wanita itu.
Kemudian wanita itu menghampirinya.
“…”
Wanita itu mengelus-elus kepala Machinno, lalu…
“Gyahahaha!”
…ia tertawa dengan sangat lantang.
“Aksimu sebelumnya lucu sekali, Mahluk Asing! Membuang air seni pada ocha yang akan diminum oleh pria itu?! Pffffttt! Gyahahaha! Sudah bertahun-tahun aku tidak tertawa puas seperti ini!”
Seru wanita itu dengan lantang.
“…”
Machinno hanya menatap wanita itu. Tetapi ia telat menyadari, bahwa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya.
“Machinno… sembuh?”
“Ya! Aku berjanji padamu untuk menyembuhkanmu, bukan?!”
Seru wanita itu kepada Machinno.
“Oh! Sepertinya aku baru sadar, bahwa namamu adalah Machinno! Bukankah seperti itu?!”
“…”
“Hey—”
“Ya. Nama Machinno… Machinno.”
“Gyahahaha! Kau unik sekali! Tapi tanpamu, mungkin aku—”
“A-Ada apa ini?!”
““…””
Machinno dan wanita itu mendapati adanya 8 anggota Klan Yorukiba yang datang menghampiri mereka.
“S-Sial! Monster itu… telah membunuh saudara-saudara kita!”
“Keterlaluan! Pasti mahluk itu yang membebaskannya!”
Seru beberapa anggota Klan Yorukiba, ketika mendapati adanya begitu banyak jasad tanpa kepala di sekeliling
mereka.
“Hey! Bukan kami yang membunuhnya—”
“Diamlah, monster!”
“Hey! Jaga bicaramu aku ini tetaplah seseorang yang—”
“Lebih baik… kita membunuhmu… untuk membalas saudara-saudara kita!”
Seru salah seorang anggota Klan Yorukiba, yang bersama-sama hendak menyerang Machinno dan wanita itu.
“Machinno. Mohon tunggu sebentar.”
“*Shringgg…”
“Biar aku yang menghentikan mereka.”
““Hruaaaagh!!!””
Seluruh Anggota Klan Yorukiba hendak menyerangnya.
Tetapi wanita itu berdiri dengan tenang, sambil mengarahkan katana yang ia gunakan kepada mereka semua.
{Ōkami Kenshi: Shizukana Yoru}
“*Shring…”
Dengan teknik katana miliknya, wanita itu mengayunkan katana tersebut dengan sangat cepat, walaupun tidak ada satupun anggota Klan Yorukiba yang tersentuh oleh katana miliknya.
Akan tetapi…
““*SHRAK!!!””
““*Crat…””
““Uaaaaargh!!!””
…seketika seluruh anggota Klan Yorukiba kehilangan satu lengan mereka masing-masing.
“*Puink, puink, puink…”
Machinno menghampiri salah satu anggota Klan Yorukiba. Kemudian ia menepuk bahunya.
“Hey, Machinno! Apa yang kau lakukan—”
“Machinno… kasihan.”
“…”
Wanita itu terdiam ketika mendengar penjelasan Machinno.
Tindakan Machinno mengingatkannya pada kenangannnya ketika ia masih kecil.
“Mengapa kita harus membunuhnya?! Tidakkah ia masih layak hidup?!”
“…”
Karena teringat akan sosok pria yang sangat ia hormati, ia pun berpikir.
“Memang orang yang baik adalah orang yang terkuat, karena mereka tidak hanya mampu mengalahkan musuh, tetapi mereka juga mampu mengalahkan dahaga mereka untuk membunuh musuh mereka!”
“…”
Machinno menatap wanita itu, yang sedang memikirkan dirinya.
“Tolong sembuhkan mereka.”
Mohon Machinno kepada wanita itu, dengan tatapan imutnya.
“Haaaaah…! Padahal aku telah tersiksa selama puluhan tahun karena mereka! Tetapi jika kau memintaku seperti itu, mana mungkin aku menolaknya?!”
Seru wanita itu, yang kemudian menyembuhkan semua anggota Klan Yorukiba yang ia kalahkan.
“A-Apakah kau meremehkan kami?!”
“Cih! Tidak kusangka bahwa ada musuh yang mengasihani kami!”
“Seketika… aku merasa bahwa harga diriku telah tercoreng—”
“WUAAAAAAAARRRR!!!”
““!!!””
Seketika seluruh anggota Yorukiba dikejutkan dengan raungan Machinno, yang terdengar seperti seekor Nue.
““…””
Mereka pun gemetar ketakutan karena raungannya.
Termasuk wanita itu.
“N-Nue?! Raungan tadi… benar-benar suara seekor Nue, bukan?!”
Pikir wanita itu, sambil menguatkan tangannya yang gemetar.
“*Puink, puink, puink…”
Kemudian Machinno pergi berlari dari tempat itu.
“Hey! Tunggu aku!”
“…”
Machinno menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang dan mendapati wanita itu yang hendak mengikutinya.
“Izinkan aku ikut denganmu!”
“…”
“Aku mohon… izinkan aku—”
“Baik.”
“…”
Wanita itu terdiam dengan resah karena tidak terbiasa dengan respon Machinno yang terlambat.
““…””
Mereka pun bersama-sama pergi dari tempat itu.
Ketika mereka berlari, mereka melihat ada begitu banyak jasad tanpa kepala yang mereka lewati.
“Cih! Sepertinya ia benar-benar kehilangan akal sehatnya!”
“…”
Machinno mendengar seruan wanita itu dengan heran. Namun wanita tersebut mengerti ketidaktahuan yang dirasakan olehnya. Oleh karena itu, ia menjelaskan segala sesuatu yang ia ketahui kepadanya.
“Akan kujelaskan kepadamu terkait semuanya, Machinno! Tetapi sebelum itu… sepertinya aku belum mengenalkan diriku kepadamu…”
“…”
Machinno terdiam.
Hingga akhirnya, wanita itu mendapati ada yang aneh darinya.
“…”
“H-Hey! Machinno—”
“Djinn. Garry.”
“*Puink, puink, puink…”
“Eh?! Mengapa kau mempercepat langkahmu—”
“*Bruk…!”
“Cih! Dasar anjing!”
““!!!””
Machinno dan wanita itu terkejut ketika mendapati Djinn yang terpental ke depan mereka, setelah ia terpukul dengan keras oleh anggota Klan Yorukiba.
“Djinn! Sia teh nggak apa-apa?!”
“T-Tenang aja…! Gue masih bisa lawan mereka…!”
Seru Djinn kepada Garry, yang sedang bersembunyi dari anggota Klan Yorukiba yang sedang dihadapi oleh Djinn.
“Apakah ia temanmu, Machinno?!”
“Hah?! Machinno—”
“Ya.”
“Baiklah! Serahkan semuanya kepadaku!”
Jawab wanita itu, tanpa memperdulikan Djinn yang terkejut karena mendapati kedatangan Machinno dan wanita itu.
“*Swush, swush, swush…”
““*Shrak!””
““Aaaaargh!!!””
““!!!””
Djinn, Garry, dan Machinno, sangat terkejut dengan aksi wanita tersebut, di mana ia bergerak dengan cepat
melewati seluruh anggota Klan Yorukiba dan mengalahkan mereka semua dengan katana yang ia gunakan.
“Haaaah…! Padahal aku belum memperkenalkan diriku kepadamu, Machinno!”
Seru wanita itu kepada Machinno.
“No, siapa cewek i—”
“Machinno… disembuhkannya.”
Jawab Machinno kepada Djinn.
“Kalian… tidak selambat Machinno, bukan?”
“Nggak, sih.”
“Baiklah! Karena kalian teman-teman Machinno…”
“*Shring, shring, shring…”
“…maka aku akan menganggap kalian teman!”
Seru wanita itu, sambil memperagakan teknik katana miliknya.
“Aku adalah Yorukiba Toshiko! Adik dari bedebah yang bernama Yorukiba Bushimaru, Kepala Klan Yorukiba!”
““!!!””
Djinn dan Garry terkejut ketika mendengar wanita tersebut.
“Jadi, cewek ini tuh kawan atau lawan?!”
Pikir Djinn yang mengkhawatirkan dirinya, jika ia harus bertarung dengan wanita yang bernama Yorukiba Toshiko itu.