
Aroma ini yang gue cium ini… familiar banget. Kesannya gue tau siapa yang daritadi mantau dari belakang.
Semenjak masuk Chaos Island, gue bisa cium Aroma dari banyak orang yang ada di pulau ini.
Mulai dari Aroma Myllo, Gia, Garry, Luvast, bahkan Aroma Zorlyan, Ollie, sama anggota mereka masing-masing. Anehnya gue juga bisa cium Aroma dari Mahluk Abadi di sini, kayak Cyclops, Kitsune, Naga, bahkan Malaikat.
Gue sendiri nggak tau siapa Cylcops yang Aroma-nya gue cium itu, tapi gue tau kalo Naga sama Kitsune yang
gue cium itu pasti Tetsuo sama Ryūhime.
Tapi siapa dua Malaikat yang Aroma-nya gue cium ini? Apalagi dua-duanya sama-sama nggak asing di Hidung gue.
“…”
Ryūtaro sama Winona udah pergi ya?
Yaudah deh, mending langsung aja pancing orang-orang yang mantau gue ini!
“Keluar kalian semua, anak-anak babi! Kalian kira gue nggak tau kalo kalian lagi ngumpet?!”
““…””
Cih! Sesuai dugaan gue, kalo yang mantau gue itu punya Aroma yang sama kayak Luvast! Tapi gue nggak mau percaya, kalo yang daritadi mantau gue itu 6 High Elf!
Masalahnya nggak masuk akal banget!
Kenapa tiba-tiba mereka ada di sini?!
“Hoo…! Ternyata anda benar-benar hidup, Anak Haram!”
“Tidak disangka, ternyata Avolios[1] benar-benar mati di tangan anda!”
“Cih! Dasar keterlaluan anda, Anak Haram! Tidakkah anda lebih baik mati saja, beberapa bulan yang lalu?!
Mengapa sekarang anda berani-beraninya menunjukkan diri anda sebagai seorang Petualang?!”
“Apakah anda pikir topeng dan nama samaran anda dapat menyembunyikan siapa anda dari hadapan kami?!”
“Tambah lagi, anda menggunakan nama anda sebagai Djinn Dracorion?! Hmph! Bisa-bisanya anda memercayai mitos seperti itu!”
“Apa boleh buat! Lagipula ia memiliki Darah Manusia yang juga sama haramnya dengan ayahnya, bukan?!”
““Hahahaha!””
“…”
Mereka kira gue bakalan kepancing sama ledekan mereka?
Hmph! Liat aja! Gue diemin pasti juga marah!
“Hey, Anak Haram! Bagaimana anda mendapatkan kekuatan seperti itu?!”
“…”
“Hey! Jangan pura-pura bisu! Kami melihat anda yang sebelumnya berbicara!”
“Lagipula, bukannya anda sebelumnya memprovokasi kami?!”
“…”
Ah, ternyata kelamaan.
“…”
Mending gue pergi aja dari sini—
“*Vwumm!”
“Bahkan anda berani-beraninya membalikkan diri anda dari hadapan ka—”
“*SWUSH!!!”
“*BHUK!!!”
“*Crat…”
Tuh kan. Gue diemin dikit, pasti mereka nyerang gue. Mau nggak mau gue jadi bunuh salah satu dari antara mereka deh.
“H-H-Hey…! K-Ke-Kekuatan macam apa itu…?!”
“S-Sekali pukul saja… kepala rekan kita… hancur…?!”
“…”
Mereka mulai kaget ya sama serangan gue?
Kalo gitu, waktunya pancing emosi mereka!
“Siapa nama temen lo waktu itu? Avolios, ya?”
““…””
“Tenang aja. Anak babi satu ini matinya nggak tragis kayak temen lo yang namanya Avolios itu. Lagian kepala anak babi satu ini baru gue pukul aja kok. Andai gue bisa injek-injek kepalanya, seakan kayak gue injek-injek harga dirinya.”
“A-Apa… yang anda katakan—”
“Tuh orang bener-bener bikin gue kesel. Tapi mungkin waktu itu gue terlalu kelewatan bunuh dia. Badan gue
berlumuran darah dari otaknya. Bahkan gue masih inget gimana ekspresi jeleknya, sebelum kepalanya meledak.”
“Keuk…! Keterlaluan—”
“Tapi kalian, anak-anak babi, nggak harus ngerasain kayak gitu, kok. Asalkan…”
““…””
“…jangan ganggu gue lagi. Paham?”
““!!!””
Keliatannya mereka udah cukup takut. Semoga aja mereka nggak perlu nyerang gue yang mau serang Chaoseum—
“DASAR ANAK HARAAAAMMM!!!”
Andai aja kalo yang gue pikirin beneran kejadian.
((Summon Magic: Griffin))
“Chaaaakkk!”
Cih! Ternyata dari antara mereka ada yang bisa panggil ayam kaki empat juga!
((Tree Magic: Life Taker))
“*Shrrrttt…”
“!!!”
Woy! Apa-apaan nih?! Kok tiba-tiba ada akar pohon yang—
“Bagus! Karena anda tertangkap sihir saya, maka Mana anda akan saya serap, hingga Jiwa anda hancur! Kembalilah menjadi Anak Haram yang tidak memiliki Jiwa!”
Mana gue diserap?!
“Oh gitu?! Seberapa banyak Mana yang bisa lo serap?!”
“A-Apa maksud anda—”
“Lo kira gue nggak pernah berhadapan sama yang kayak gini, babi?!”
Waktu pertama kali lawan Delolliah kan gue juga pernah ngalamin hal yang sama, di mana dia serap
serangan petir gue[2]!
Karena petir gue itu juga pake Mana, artinya nggak beda jauh kan sama yang kayak gini?!
Apalagi…
“Huuuuffffff…”
…karena kekuatan baru gue ini, gue bisa hirup semua Mana yang ada di sekitar gue!
Walaupun ada batasnya.
“Berhati-hatilah, Yang Mulia!”
“Kekuatan Anda tidak ada batasnya, tetapi Tubuh Anda adalah Fana, Yang Mulia!”
“Tentunya Anda akan merasakan sakit yang luar biasa, jika berlebihan, Yang Mulia!”
Suara Alam gue ngomong kayak gitu. Tapi nggak untuk sekarang.
Karena Mana gue yang terus diserap akar pohon ini, jadi nggak ada salahnya kalo gue hirup Mana di sekitar gue ini.
Ibarat Hidung gue ini keran, badan gue jadi selang, sedangkan akar pohon ini embernya.
“*Krrrt… Kraaaak!”
Tuh kan, buktinya akar pohon ini jadi hancur karena kelebihan Mana yang diserap dari badan gue.
“M-Mustahil…! S-Seberapa banyak Mana yang anda miliki—”
((Judgement: Charge))
“*Jgrum!”
“Aaargh!”
“…”
Cih! Padahal gue bunuh langsung orang yang tadi mau serap Mana gue! Tapi gue lupa kalo dia itu High Elf!
((Mind Magic…
“*Bruk…”
Brengsek! Kok ada kristal yangnempel di kepala gu—
…Concussing Crystal))
“*Ngiiiinnngggg…”
B-Brengsek…! K-Kenapa rasanya… gue kayak gegar otak…?!
((Fire Magic: Bull Head))
“*Nguuuu!”
“*Boom!”
Cih! Anak babi!
Kok bisa ada banteng api yang lari ke gue, terus ledakin dirinya?!
((Thunder Magic: Snake Shot))
“*JGRUM!”
“Sepertinya… kita berhasil mengalahkan Anak Haram itu!”
“Baguslah! Sepertinya Griffin yang saya panggil tidak harus—”
“Oh gitu ya? Ternyata ada yang bisa pake ((Summon Magic)), ((Tree Magic)), ((Mind Magic)), ((Fire Magic)),
sama ((Thunder Magic)). Makasih banyak karena udah tunjukkin kekuatan kalian ke gue!”
““!!!””
Untung aja High Elf terakhir ada yang bisa pake panah petir! Jadinya gue punya kekuatan tambahan untuk hancurin kristal yang nempel di kepala gue!
“B-Bagaimana bisa anda menghancurkan kristal yang saya gunakan…?!”
“Hm?”
“S-Seharusnya… kepala anda hancur… jika kristal itu juga hancur…! Kecuali…”
“Kecuali anda memiliki regenerasi…!”
Ah iya. Tiba-tiba badan gue udah sembuh lagi.
“S-Semuanya! Berhati-hatilah dengannya! Karena ia mampu—”
“*SWUSH!!!”
“*BHUK!!!”
“Akh!”
Daripada kelamaan, mending hajar aja mereka semua, dimulai dari High Elf yang pake ((Mind Magic)) ini!
((Judgement: Charge))
“*JGRUM!!!”
“T-Tidaaak!”
Satu High Elf udah gue hajar.
Untungnya yang gue hajar ini High Elf yang pake ((Mind Magic))! Karena dari antara mereka semua, dia yang paling bahaya!
“*DHUK!!!”
“Bacot, babi!”
“*Dhuk, dhuk, dhuk…”
((Judgement: Volt Shot))
“*JGRUM!!!”
High Elf yang pake panah petir ini udah gue hajar juga. Artinya udah dua.
“Cepat serang dia, Griffin!”
“Chaaaak!”
Oh, dia mau pake Griffin-nya, ya?
“*BRUK!!!”
“*Srrrtttt…”
Cih!
Padahal gue udah tahan ayam kaki empat ini! Tapi ayam ini masih bisa dorong gue?!
Ya untungnya ada kekuatan ini, deh! Kalo nggak ada, mungkin gue udah bisa dibawa dari sini!
“Heaaaaagh!”
“*SWUSH!!!”
“*Chaaakk…”
“*BRUK!!!”
“Aaargh…”
Mungkin gue udah bisa lempar ayam kaki empat itu ke High Elf yang pake ((Summon Magic)) itu, tapi gue yakin dia masih hidup! Artinya gue harus—
“Matilah kau, Anak Haram!”
“*VWUMM…”
Bola api raksasa?!
((Fire Magic—
“*Jgrum!”
“*BOOM!!!”
Sialan tuh High Elf yang pake ((Fire Magic))!
“*Swush!”
Gue harus bunuh High Elf yang panggil ayam kaki empat tadi, sebelum—
“*Shrrrtttt, shrrrrttt, shrrrttt…”
“*Swush, swush, swush…”
Huh! Untung aja gue belajar {Wulfrag Arts}! Jadinya gue bisa hindarin akar-akar dari High Elf yang barusan pake ((Summon Magic)) itu!
“*Swush…”
Gue lompat setinggi-tingginya untuk hajar High Elf yang masih ditiban Griffin itu.
Terus…
((Judgement: Hammer Fist))
“*JGRUM!!!”
…gue langsung hajar mereka semua!
“Graaaaagh! Keterlaluan, Anak Haram!”
“*Shrrrrttt…”
“…”
Sialan! High Elf yang tadi serap Mana gue tadi juga bisa pake Union Utuh?!
“*Jgrum!”
“…”
Hah?! Kok nggak mempan—
“Hahaha! Apakah anda pikir petir anda mampu membunuh saya?! Justru petir anda akan saya serap dengan Union Utuh yang saya gunakan!”
“…”
“Hanya karena anda sebelumnya mampu menyerap Mana rekan saya, anda jadi lupa dengan saya yang menyerap Mana anda!”
Hah…?
“…”
Oh! Maksud dia tuh waktu gue serap panah petir tadi?!
“Haha! Dasar goblok lo, babi!”
“Hey! Bahasa anda—”
“Sini gue buktiin, kalo lo nggak akan bisa serap Mana secara terus-terusan!”
“Baiklah! Saya menjawab tantangan anda!”
((Judgement: Thunder Burst))
“*Chrrrkkkchrrrkkkchrrrkkk…”
“…”
Gue terus pake sihir gue, sambil…
“Huuuuuffffff…”
…hirup Mana sebanyak-banyaknya.
“A-A-Aaaaargh!”
“*BOOM!!!”
Tuh kan. Nggak sampe 1 menit aja, High Elf yang pake ((Tree Magic)) ini udah meledak.
“…”
Oh iya! Mana dia yang barusan pake ((Fire Magic))—
“Hiiieeeeekkkhhh!!!”
“…”
Dia lari?!
Emangnya bakal gue biarin?!
“…”
Kalo gitu mending gue…
“*SWUSH!!!”
“*BRUK!!!”
“Aaargh!”
…lompat langsung ke depannya.
“H-H-Hentikan…! J-Jangan mendekat—”
“*DHUM!!!”
“…”
Mending gue bikin diem aja dulu orang ini pake aura gue, supaya nggak lari-lari lagi!
“Jawab gue, babi!”
“…”
“Kenapa kalian ada di sini?!”
“…”
“*KRAAAAK!!!”
“A-A-AAAAARRGHH—”
“Jawab! Gue nggak butuh teriakan lo!”
Gue terpaksa injek kaki dia, sampe kedengeran suara patah kayak tadi.
“K-K-Ka… Karena… Karena ada laporan… dari warga kami… yang menghilang… tentang Putri Luvast… yang diculik…!”
Hm?
“…”
Oh iya! Kan Luvast mau balik ke Vamulran Kingdom untuk bawa pulang warga yang diculik Goldiggia!
Tunggu, tunggu, tunggu…
Tapi ada yang aneh.
“Bukannya kalian keluar cuma untuk bunuh gue?! Emangnya warga itu udah balik duluan ke Vamulran?! Kenapa dia tiba-tiba bisa kasih laporan tentang Luvast ke kalian?!”
“U-U-Untuk itu… s-saya tidak tahu pasti…!”
“Hah?! Apa lo bilang—”
“K-Karena… Karena P-Pangeran Rivrith… mendapatkan informasi… tentang keberadaan Putri Luvast dan High Elflainnya… lewat… lewat… lewat—”
“Lewat siapa?! Jangan kelamaan!”
“L-Lewat seseorang yang bernama Snake!”
Cih! Lagi-lagi Si Uler Brengsek itu!
Bahkan dia bisa ngasih info kayak gitu ke abangnya Luvast?!
Yaudah deh, mending tanyain yang paling penting aja!
“Terus siapa aja High Elf yang ada di sini?!”
“…”
“Woy, babi—”
“Hihi…! Hihi…! Hihiaahahahaha!”
Hah?! Kok malah ketawa?!
“B-B-Baiklah…! Biar saya kasih tahu kepada anda…!”
“…”
“P-Pangeran Rivrith… Sang Tangan Kiri Raja… ada di sini…! Ia berjanji… untuk membunuh semua teman-teman anda… dan membawa Putri Luvast kembali ke—”
“*DHUK!!!”
“*SWUSH!!!”
“*BRUK!!!”
Cih! Bikin kesel aja!
“…”
Saking keselnya, gue tendang High elf itu sampe tembus tembok Chaoseum.
Artinya gue nggak harus masuk lewat gerbang kan?
“…”
Yaudah deh, masuk aja. Waktunya gue selamatin temen-temen gue, sekaligus bantai Leonard!
_______________
[1]Avolios Xelfiul, seorang mata-mata dari Vamulran Kingdom yang ditugaskan oleh Rivrith Vamulran untuk memantau Djinn secara langsung (Chapter 117).
[2]Ketika saling bertarung untuk pertama kalinya, Delolliah menggunakan ((Rune Spell: Mana Absorption)) untuk menyerap Mana Djinn ke dalam tongkat miliknya (Chapter 171).