
Ah iya.
Udah berapa lama ya gue ada di siaran masa lalu ini?
Mulai dari siaran masa lalu Melchizedek yang pertama kali ketemu Syllia, pertemuan dia sama dewa-dewa, pembantaian Sea Serpent, sampe rangkaian kejadian di Kronovik.
Nggak tau kenapa, semua yang ada di sini kerasa ada nyambungnya sama semua kejadian yang ada di Postriard.
Tapi, gue belom liat semuanya.
Karena…
““*Chringg!””
…yang gue liat di sini cuma peperangan aja.
“Bunuh semua Dragonewt!”
“*Shrak!”
“Dasar naga jadi-jadian! Mati aja sana!”
Beberapa Mistyx sipil sama rakyat sipil biasa bahkan sampe ikut perang di Faksi Kemanusiaan.
“*Boom!”
“Ayo bunuh mereka semua!”
“Kita ini sama-sama warga Kronovik! Jangan biarin mereka mau bunuh saudara-saudara Dragonewt kita!”
Di Faksi Kemanusiaan juga ada warga sipil yang ikut, mau itu Manusia biasa atau Dragonewt.
Tambah lagi, yang bikin parah…
((Wind Strike))
((Rock Shock))
…beberapa Petualang juga ikut turun tangan di peperangan ini.
Cuma karena wasiat yang hilang, peperangan di negara ini jadi sekacau ini! Kalo nggak karena Malaikat itu,
mungkin aja Kronovik masih hidup sampe sekarang!
Oh ya, ngomong-ngomong, ke mana negara yang mau dileburin sama Kronovik?
Emangnya mereka nggak tau kalo negara ini lagi—
……………
“*Phak!”
Aaaaarrgh! Pindah siaran lagi, dong!
Tapi kok ini kayak ada di… gubuk di tengah hutan, ya?
“Ja-Ja-Jadi kamu itu sebenernya udah hidup ribuan tahun yang lalu?!”
“…”
“Jawab aku, Melchi! Nggak, maksud aku, Melchizedek!”
Kok… tiba-tiba Melchizedek ceritain tentang dirinya…?
Tapi, apa yang bikin Velltrish marah?
“Kalo kamu… emang Pahlawan Pertama… tolong selamatin Kronovik, Melchizedek!”
“Ma-Maaf. Banyak “mata” yang mengawasiku, Velltrish. Aku tidak akan bisa—”
“SELAMATIN! TOLONG SELAMATIN NEGARA AKU! TOLONG SELAMATIN KLAN AKU! TOLONG DONG, PAHLAWAN PERTAMA!”
Cih, gue bahkan nggak kuat liatnya.
“Aaaaahaaaaa… hiks!”
““…””
“Kamu jahat, Melchizedek…! Aku benci kamu…!”
Ternyata gitu ya rasanya jadi Pahlawan.
Kalo kita gagal jalanin tugas kita, apapun alesannya, ujung-ujungnya kita yang disalahin.
Bahkan sama orang kesayangan kita sendiri.
Pantes aja Myllo benci sama istilah Pahlawan.
……………
Beberapa bulan kemudian, Melchizedek masih tinggal di tengah hutan ini bareng Velltrish.
Walaupun mereka keliatannya udah baikan, tapi hubungan mereka udah nggak semesra sebelumnya. Tambah lagi, ada beberapa cerita sensitif yang nggak bisa diceritain Melchizedek.
Selain mereka berdua…
“Guru Besar, saya datang membawakan makanan untuk anda sekalian.”
“Terima kasih sebesar-besarnya, Sage Charzorl.”
…Sage Dragonewt ini juga suka bawain makanan untuk mereka.
“Guru Besar, saya hendak menyampaikan sesuatu.”
“Baiklah. Tapi sebelum itu…”
((Absolute Soundproof))
Ya. Setiap ada yang mau disampein Sage itu, pasti salah satu dari antara mereka pasang sihir kedap suara, terus mereka ngomongnya bisik-bisik.
“A-Apa?! Pangeran Krovo hendak memusnahkan seluruh Mistyx?!”
“Ya. Ia merasa mereka berbahaya. Oleh karena itu, ia bertitah untuk mengeksekusi mereka.”
Emang sih, mereka ngomongnya bisik-bisik, plus sihir kedap suara.
Tapi ada satu yang kesalahan mereka, khususnya Melchizedek.
“…”
Ekspresi.
Karena ekspresi dia yang kaget banget, makanya Velltrish pasti tau ada masalah besar di Kronovik.
Ya, dia tau ada masalah, tapi nggak tau masalah sebenernya apa.
Sampe akhirnya, dia ngelakuin hal nekat.
“Velltrish… terima kasih… karena kau telah… membuka hatimu kepadaku… hicc!”
Velltrish ngajak minum Melchizedek dengan alesan kalo dia mau ngelupain perselisihan mereka pake minuman.
Tapi…
“*Zzzzz…”
“Maafin aku, Melchizedek. Mungkin kamu cuma punya aku, tapi aku masih punya klan aku.”
…dia manfaatin Melchizedek untuk pergi dari gubuk ini.
Walaupun gitu, dia tinggalin sepucuk surat untuk Melchizedek.
Tapi sebenernya gue penasaran.
Mending gue ikutin dia ke—
……………
“Velltrish! Kau ada di mana?!”
“!!!”
Kok tiba-tiba siarannya berubah lagi, sih?!
Kenapa sekarang jadi pagi?!
Apa gue nggak boleh jauh-jauh dari Melchize—
“*Bruk…”
“Gu-Guru Besar! Ada bahaya!”
Bahaya?!
Jangan-jangan—
“Apa maksudmu bahaya, Sage Charzorl?!”
“I-Ini terkait Klan Mistyx!”
Sialan! Buru lo balik ke Kronovik, Melchize—
“*ZHUMMM……”
A-Aura ini tuh aura Iblis, kan?! Kenapa kerasa kenceng banget sampe di gubuk ini?!
“Guru Besar! Tidak ada waktu lagi! Alangkah baiknya jika—”
“*Chring!”
Eh! Kok gue ikut teleportasi bareng Melchizedek?!
Sekarang gue ada di Mistyx Town, ya?
Tapi kok…ada garis merah gini ya di sekitar kota ini?
“Huaaaargh!”
“Aaargh! Aaargh!”
Eh?! Kenapa Mistyx-Mistyx pada kebakaran api hitem gitu?!
“Ahahaha! Akhirnya kita balik lagi ke Geoterra!”
I-Itu wujud aslinya Iblis…?
Ternyata orang yang 100% diambil alih Iblis jadi punya tanduk, ekor, sama sayap Iblis?!
“Woy liat! Ada Manusia yang—”
((Kinetic Clutch))
““Umph!””
“*Crat!”
Bu-Bu-Buset deh…
Dia pake telekinetik untuk gepengin orang-orang yang udah jadi Iblis…?
“Ada yang aneh…”
Mm? Apa yang aneh?
“Mengapa sangat sedikit warga Mistyx yang berada di kota ini?!”
Bener juga.
Kalo gitu, artinya “Iblis” udah mulai nyerang satu Kronovik.
“*Swush…”
Dia terbang ke atas untuk liat semua kejadian yang ada di Kronovik.
Anehnya, gue juga ikutan terbang…
““!!!””
…ternyata garis merah itu darah yang jadi semacam simbol yang gedenya satu Mistyx Town!
“Keterlaluan! Siapa dari antara mereka yang berani melakukan Kontrak Darah dengan Demon Lord of Destruction, Azzulthi?! Siapa saja yang mereka tumbalkan?!”
“…”
Ternyata kayak gini ya cara kontrak sama Iblis?
Tapi dia bilang apa?! Kontrak Darah sama Demon Lord?! Artinya kontrak sama salah satu Iblis yang segel Demon God[1], dong?!
“…”
Ternyata ada beberapa Mistyx yang udah berubah jadi Iblis! Artinya mereka yang kebakar api hitem itu lagi proses untuk berubah sepenuhnya jadi Iblis!
“Haaaargh! To-Tolong sa—”
“*Shrak!”
“Bunuh Mistyx yang masih kerasukan! Mereka yang ada di sana belom sepenuhnya dirasukin Iblis!”
“Emang dasar Klan Iblis! Nggak nyangka mereka kontrak sama Iblis!”
Ternyata masih ada beberapa warga Kronovik yang lawan Iblis-Iblis ini bareng Dragonewt sama Petualang, ya?
Tapi…
“*Vwumm…”
““Aaaaargh!””
…tetep aja ada banyak orang-orang yang mati dibunuh Iblis-Iblis ini.
Kalo emang Melchizedek bisa selamatin para Mistyx, kira-kira gimana cara dia selamatin semua mereka sebagai Pengelana?
“Velltrish! Ke manakah perginya engkau?!”
Iya, ya.
Ngomong-ngomong kemana Velltrish…
“…”
Kok… ada tumpukan mayat yang ada di Mistyx Town?
“*Swush!”
Melchizedek langsung terbang ke tumpukan mayat itu?!
Jangan-jangan—
“*Bruk…”
“…”
Ah, brengsek.
Ternyata Velltrish… udah jadi tumbal dari antara tumpukan mayat untuk pemanggilan Iblis-Iblis ini.
“Woy! Ada orang di sini!”
“Ayo kita makan dia!”
“*Bwung, bwung…”
“Cih! Dia bisa pake penghadang?!”
Ya. Karena sihirnya, Melchizedek jadi nggak bisa diserang Iblis-Iblis yang mau makan dia.
“Velltrish… kau bisa mendengarku…?”
“…”
“Velltrish…?”
“…”
“Ah… ternyata… tidak ada mukjizat di tempat ini, kah…?”
Air mata dia udah deras banget.
Kasian gue sama di—
“Aku sudah bersabar, Alpha.”
Mm? Dia ngomong a—
“Aku sudah bersabar… untuk mengorbankan diriku demi dunia ini!”
Mungkin lo ngomong sama pencipta dunia ini, tapi gue yang denger ini paham kok, Melchizedek.
“Aku sudah bersabar… untuk mengawasi dunia ini selama ribuan tahun… dengan menyaksikan sahabat-sahabatku yang berguguran, Alpha.”
Ya. Gue juga paham tentang i—
“APAKAH AKU TIDAK BISA MENIKMATI HARI-HARIKU DENGAN BAHAGIA, ALPHA?!?! APAKAH AKU HARUS MENGALAMI SIKSAAN INI, SAMPAI PRIA YANG KAU TUNGGU ITU DATANG?!?! APAKAH KAU HANYA INGIN MENYIKSAKU SEPERTI INI?!?!”
Me-Melchizedek…?
“TIDAK! AKU SUDAH TIDAK PEDULI DENGAN SEMUANYA!”
Gue paham kenapa dia marah banget.
Tapi kok perasaan gue nggak enak, ya?
“Oi, orang itu kenapa?”
“Alpha? Siapa maksud orang ini?”
Cih! Bisa diem nggak sih Iblis-Iblis ini?!
“SEKARANG! HANYA ADA! AMARAHKU!”
Eh, dia mau ngapa—
“*JGRUM!!!”
“…”
Tiba-tiba ada petir yang langsung bunuh semua Iblis yang lagi pukul penghadang dia?!
“…”
Dia terbang lagi.
Tapi gue nggak tau sekarang tujuan dia a—
“*BRRRRR…”
Eh?! Kenapa tiba-tiba gempa bu—
“!!!”
Dia bisa ngangkat semua reruntuhan gedung-gedung yang ada di Mistyx Town?!
Tapi buat apa dia angkat reruntuhan i—
“*VWUMM!!!”
Eh?! Kok reruntuhan itu kebakar?!
Ja-Jangan-jangan dia mau—
“*Swush…”
“*BOOM!!!”
Gila!
Ternyata reruntuhan berapi ini buat dilempar-lempar ke semua kota di Kronovik?!?!
“A-Ada yang bunuh Mistyx sialan ini!”
“Hebat banget! Dia bisa—”
“*FWUSH!!!”
Dia bahkan bisa ngeluarin tornado cuma lewat sentilan jarinya?!
Eh, tunggu! Itu nggak penting! Kenapa dia sekarang malah bunuh warga Kronovik?!
Apa dia semarah i—
“*SHRRK, SHRRK, SHRRK!!!”
“*BRUK, BRUK, BRUK…”
Dia lempar kepingan es yang gede banget, terus dilempar ke semua Kronovik!
Mau Iblis, warga Kronovik, bahkan Dragonewt sama Petualang, semuanya dia bantai!
“Melchizedek! Cukup! Woy!”
“…”
Wah! Dia udah nggak kekontrol emosinya! Andai dia bisa denger gue!
“Cih! Gue baru inget! Ternyata dia itu Great Sage Melchizedek!”
“Terus gimana kita lawan dia?!”
Iblis-Iblis itu baru sadar ya, kalo orang ini sebenernya Pahlawan Pertama?
“Tolong! A-Anak saya terjebak karena ulah Mistyx!”
“Si-Sialan! Rekan-rekan gue udah mati! Dasar Misytx brengsek!”
Duh, dasar warga sama Petualang bego! Mereka kira ngehujat doang bikin Iblis-Iblis itu pergi?!
“*Fup…”
Dia ngapain angkat tangan ke arah—
“*BRRRRR…”
“!!!”
Di-Di-Dia ngangkat kastil negara ini pake pikirannya?!
“*VWUMM!!!”
“Melchizedek! Jangan lempar—”
“HUAAAAAAAAARRRGGGHHH!!!”
“*BOOMMM!!!!!!”
Dia langsung hancurin satu negara ini sekaligus, pake kastil negara yang dia bakar…
Gila, nggak gue sangka.
Mungkin Iblis atau Klan Mistyx bisa disebut faktor besar yang hancurin negara ini.
Tapi yang sebenernya jadi penghancur negara ini tuh…
Melchizedek, Pahlawan Pertama, yang dipuji-puji sebagai Sang Pengelana sama Klan Mistyx.
_______________
[1]Aleziel, Dewa yang menjadi Demon God (Chapter 80).