Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 331. Don't Take Me Away



Gia berhasil mengalahkan Cthorach, setelah ia mendapatkan kekuatan barunya. Setelah itu, Aquilla mendengar penjelasan dari salah seorang warga yang telah bebas dari kontaminasi racun milik Cthorach tenrkait tujuan utama penculikan warga Mushmush.


Kali ini adalah keadaan di sekitar Hazhroom Forest, sebelum Aquilla berhasil mengalahkan Cthorach di Dungeon of Poison.


“Djinn! Sadar, atuh!”


“Ia tidak sadarkan diri. Sepertinya engkau mendapatkan tugas baru untuk menyembuhkannya, Garry Geri.”


“Aing ge tau, Teh Ambrolis! Tapi tentang penjelasan warga ieu teh…”


Seru Garry dengan cemas, walaupun Ambrolis berhasil membuat warga yang memukul kepala Djinn tertidur.


Tidak lama kemudian, seseorang yang tidak terlihat asing di mata Garry, datang menemui dirinya dan Ambrolis.


“Permisi…”


““!!!””


Garry dan Ambrolis terkejut dengan pria tersebut yang datang tanpa sepengetahuan mereka.


Oleh karena itu, Ambrolis mulai mencurigai pria tersebut.


“Seharusnya aku mengetahui keberadaan seseorang yang berada di sekitar tempat ini! Bagaimana pria ini datang tanpa kuketahui keberadaannya?! Bisa jadi pria ini—”


“Siapa atuh, sia?!”


“Nama saya Purong. Apakah anda tidak ingat saya?”


“…”


Garry tidak menjawab Purong yang datang. Ia bertanya seperti itu bukan karena tidak tahu akan pria tersebut, melainkan mencurigainya.


Karena itu ia melakukan aksi yang mengejutkan.


“*Dhuk!”


“Aw!”


Ia tiba-tiba menendang kaki Purong tanpa alasan yang jelas.


“M-Mengapa saya diten—”


“Sianying, sia teh! Gara-gara sia, aing ditangkep!”


“M-Maaf sebelumnya. Karena saya tidak tahu siapa anda dan rekan-rekan anda.”


Jawab Purong kepada Garry.


Mendengar tersebut, Garry semakin gusar.


“Sianying!”


“Hm?!”


“Sia teh nggak kenal aing yang terkenal ieu?! Mulai dari Erviga Kingdom sampe Dreaded Borderland! Nama aing teh terkenal pisan, anying!”


Jawab Garry dengan kesal.


Mendengar jawabannya, Ambrolis menjadi heran.


“Garry Geri, apakah namamu sangat terkenal seperti itu?”


“Muehehehe! Pastinya atuh, Teh Ambrolis! Kang Garry ieu teh terkenal pi—”


“Maaf, tapi saya tidak pernah membaca berita.”


“Sianying!”


Ketus Garry ketika mendengar Purong yang menyela.


Melihat mereka yang sedang berbicara, Purong pun merasa heran dengan wanita yang berbicara dengan Garry.


“Siapakah perempuan ini? Di mana mereka bertemu? Apa mungkin perempuan ini juga Petualang, seperti pria jelek ini?”


““…””


“Jika memang benar wanita ini juga Petualang, artinya Slasher bisa mendapatkan lebih banyak Petualang untuk dia bawa!”


Pikir Purong, sambil terus menyaksikan perbincangan mereka berdua.


“Apakah kalian telah menemukan warga desa, Petualang?”


“Hah? Nih atuh baru dua. Kenapa atuh emangnya?”


“Tidak. Saya merasa beruntung ada warga yang berhasil anda selamatkan dari sana. Artinya beban saya dan rekan-rekan saya untuk investigasi mencari warga semakin berkurang.”


Jawab Purong, sambil menunjuk suatu arah.


Namun jawabannya menimbulkan pertanyaan baru bagi Garry.


“Rekan-rekan?! Lah! Sia teh dateng sendirian kieu!”


“O-Oh! Terkait itu, sebelumnya saya hendak menyendiri! Karena saya suka menyendiri, maka saya berpisah sejenak dengan rekan-rekan saya yang sedang beristirahat!”


“Et! Cari awewe, atuh! Dasar jomblo!”


“!!!”


Seru Garry, seakan terdengar seperti cemoohan yang membuat Purong geram.


“I-Iya! Nanti saya usahakan! Tapi yang sekarang lebih penting…”


“Hm? Apa, atuh?”


“…mungkin anda sekalian bisa mengikuti saya untuk membawa warga bersama rekan-rekan anda sekalian yang sedang beristirahat itu, kepada rekan-rekan saya. Bolehkah saya membantu mengangkat rekan-rekan kalian?”


“Siap, kang!”


Balas Garry, sambil melihat Purong yang hendak mengangkat Djinn.


Akan tetapi…


“*Tap!”


“!!!”


…Djinn tersadar dan tiba-tiba mendorong Purong.


“Akhirnya… dapet juga ya… tikusnya.”


“!!!”


Purong terkejut dengan aksi Djinn, khususnya ketika ia mengerti dengan maksud dari kalimatnya.


“E-Et?! Kenapa atuh sia—”


“Woy, tikus…!”


“…”


Purong hanya menatap Djinn yang tidak memperdulikan Garry.


“T-T-Tikus…?! Apa… maksud anda—”


“Nggak usah pura-pura bego deh, lo…! Lo kira… daritadi gue nggak sadar…?!”


Seru Djinn dengan terbatah-batah, lantaran ia masih merasakan pusing yang luar biasa.


“Gue daritadi… perhatiin lo yang ngobrol sama Garry…!”


“B-Begitu, kah—”


“Terus… gue liat gelagat lo… yang nunjuk ke arah Dungeon of Poison…! Artinya…”


“…”


“Lo tau… di mana warga yang diculik, bukan…?”


“!!!”


Garry terkejut dengan penjelasan Djinn, karena ia tidak menyadari apa yang Djinn jelaskan.


Namun beda halnya dengan Ambrolis.


“Ya. Aku juga menyadarinya.”


“Et?!”


“Saat berada di rumahku, kalian terlihat tidak mengetahui keberadaan warga yang dibawa menuju Dungeon of Poison. Lantas bagaimana pria sepertinya terlihat mengetahui keberadaan mereka semua?”


Jelas Ambrolis terkait situasi


yang harus mereka hadapi saat ini.


Mendengar hal itu…


“…”


…Purong hanya tersenyum.


“Hahaha!”


““…””


“Memang bener apa yang dikatakan orang lain, bahwa kebohongan itu fana karena hanya bertahan sementara


saja.”


Tawa Purong yang diikuti dengan senyuman sinis, sebelum ia mulai mengancam mereka semua.


“Tapi, kalaupun kalian mengetahui kebohongan saya…”


““!!!””


“…kalian pikir kalian bisa apa?!”


Tanya Purong, dengan munculnya puluhan orang yang datang dari belakangnya yang mengejutkan Garry dan Ambrolis.


“Keliatannya… mereka yang dateng ini… juga Petualang…!”


Pikir Djinn, sambil menahan rasa sakit.


“Et! Bukannya eta Kostum Mushmush?! Kenapa atuh mereka punya kostum eta?!”


Tanya Garry dengan heran.


“Oh itu? Tentu saja dari rekan-rekan saya yang terpaksa saya bunuh, supaya kami bisa mencari Petualang yang


datang ke tempat ini!”


““!!!””


Djinn, Garry, dan Ambrolis begitu terkejut mendengar penjelasan Purong.


“…”


Purong mengeluarkan Orb Call dari sakunya.


“Kritach, kami sudah siap!”


“Tangkap semuanya!”


“Baiklah!”


Jawab Purong kepada pria bernama Kritach itu.


“Tunggu apa lagi! Mari tangkap mereka!”


Perintah Purong kepada para Petualang lainnya.


((Summon Magic: One-Legged Vulture))


Dengan sigap, Ambrolis memanggil seekor Spirit Beast berupa burung bangkai, dengan satu kaki raksasa.


“Bawa mereka semua! Segera!”


“*Ngaaak! Ngaaaak!”


Mahluk yang dipanggil oleh Ambrolis langsung segera membawa Djinn, Garry, Machinno, serta kedua orang


“Et! Teh Ambrolis teh gimana?!”


“Biarkan aku yang melindungi kalian! Pergilah sekarang ju—”


“*Swush!”


“!!!”


Beruntung bagi Ambrolis yang berhasil menghindari serangan salah seorang Petualang, ketika ia sedang berbicara dengan Garry.


“Sialan! Cewek ini gerakannya cepet juga!”


“Eh, justru bagus! Kalo dia kuat, artinya dia bisa—”


((Vine Catch))


““*Shrush!””


““!!!””


Dengan sihirnya, Ambrolis mampu mengikat mereka semua dengan tumbuhan yang menjalar dari dalam tanah.


Kemudian…


((Spike Rush))


““*Shruk!””


Semua tumbuhan itu mengeluarkan duri yang menusuk mereka hingga mati, kecuali Purong.


“Untung aja gue datengnya nggak telat!”


“Ya! Terima kasih banyak, Sonda!”


Balas Purong kepada seorang wanita yang bernama Sonda itu.


“Ternyata masih ada kawanan dari pria itu?! Tambah lagi wanita ini…”


“…”


“…5 bahkan 10 kali lebih kuat daripada pria ini maupun para Petualang lainnya!”


Pikir Ambrolis tentang wanita bernama Sonda itu.


“Sebutkan siapa dirimu—”


“Lo itu… bentuk asli dari Kaum Jamur, kan?”


““!!!””


Ambrolis dan Purong begitu terkejut dengan Sonda.


“Bagaimana kau mengetahui—”


“Kita tau semuanya! Mulai dari kalian yang selalu mata-matain kita, bahkan sampe beberapa dari antara


kalian yang ngobrol sama cewek yang ikut Myllo The Wind ke dalem Dungeon of Poison!”


“!!!”


Lagi, Ambrolis dikejutkan dengan Sonda, yang membicarakan tentang Ivis, kakaknya.


Oleh karena itu, ia merasa terancam dengan Sonda dan bersiap untuk menyerangnya.


Akan tetapi…


((Fire Magic: Thousands Fireworks))


““*Syut!””


…Sonda mengambil inisiasi serangan terlebih dahulu, dengan menembakkan tiga panah berapi kepada Ambrolis.


““*Boom!””


Tiga panah berapi itu meledak dan berlipat ganda menjadi ribuan anak panah berapi yang menyerangnya.


“Hmph!”


“*Swush!”


Dengan tumbuhan yang menjalar yang ia gunakan sebagai cambukan, Ambrolis mampu menyingkirkan seluruh anak panah berapi itu.


“*Vwumm…”


“Hmph! Pake tumbuhan untuk hadang panah berapi gue?! Lo lupa ya, kalo api bisa bakar tumbuhan?!”


Tanya Sonda, karena merasa mampu mengalahkan Ambrolis.


Tetapi Ambrolis hanya tersenyum, seakan tidak merasa terpojokkan.


“Perhatikan baik-baik, Manusia! Api dari panahmu hanya akan kuserap begitu saja dengan cambukanku!”


“!!!”


Sonda terkejut dengan apa yang ia saksikan.


Hingga tiba-tiba, ada seorang wanita yang menghampiri Sonda dari belakang.


“Ada orang lain yang datang di antara mereka?”


Pikir Ambrolis sambil menyaksikan seorang wanita yang datang dan berbisik di telinga Sonda.


Setelah itu, Sonda menyerang Ambrolis dengan cara yang sama.


((Fire Magic: Thousands Fireworks))


““*Boom!””


“*Swush!”


Dengan mudah, Ambrolis menyingkirkan kembali ribuan anak panah berapi itu.


“Percuma! Aku tidak hanya mampu menyingkirkannya saja! Tetapi aku juga mampu menyerap—”


“*Shruk…”


“!!!”


Ambrolis begitu terkejut ketika ia tertusuk oleh ppanah berapi yang sangat kecil, yang tertancap pada Jiwa-nya.


Karena itu…


“Aaaaaargh!”


…ia merasa terbakar dengan luar biasa.


Namun, kejadian tersebut hanya


sementara.


“*Vwumm…”


Perlahan-lahan api tersebut padam, sehingga Ambrolis mampu berdiri kembali, walaupun rasa sakit masih ia


rasakan.


“…”


Setelah bangkit berdiri, Ambrolis melihat ada beberapa orang lain yang datang dan menghampirinya.


“S-Se-Sesuai dugaan aku, Sonda.”


“Apa, Mila?”


“P-Perempuan ini… Dryad…!”


Jawab wanita yang dipanggil Mila itu kepada Sonda.


“Ke-Keterlaluan! Bagaimana wanita itu… mampu mengetehaui letak Jiwa-ku?!”


Pikir Ambrolis dengan kesal, sambil menahan rasa sakit.


“Sonda. Kalo cewek ini Dryad, pasti dia kuat. Mungkin aja kita bisa bawa dia.”


“Lo bener, Hobart. Kita bawa aja dia dulu, nanti lo sembuhin dia, sebelum kita bawa—”


“*Drapdrapdrap…”


““Hm?””


Seketika Sonda dan rekan-rekannya mendengar suara langkah kaki yang berlari ke arah mereka, ketika ia sedang berbicara dengan seorang pria yang bernama Hobart.


Hingga tiba-tiba…


“*Bruk!”


““Aaargh…””


“*Hup”


““!!!””


…mereka semua dikejutkan dengan sesosok Kaum Jamur yang datang menabrak Hobart dan Purong, serta dan membawa pergi Ambrolis.


“…”


Sonda kemudian mendapati Orb Call miliknya yang berkedip. Ia mendapat panggilan dari Slasher.


“Sonda! Gimana kabar di sana?!”


“Sialan! Ada Kaum Jamur yang bawa lari Dry—”


“Lupain aja! Mending kita fokus untuk tangkep Aquilla aja!”


“Hah?! Tapi cewek itu—”


“Di sini butuh bantuan—”


“Slasher! Woy, Slasher!”


Komunikasi Sonda dengan Slasher seketika terputus.


“Cih! Mau nggak mau, kita harus ke Slasher dulu!”


Seru Sonda dengan kesal, sambil berlari menuju keberadaan Slasher.


Akan tetapi, setibanya mereka…


“Woy! Kalian semua nggak apa-apa?!”


…Sonda dan rekan-rekannya menemukan Garry yang sendirian menghadapi rekan-rekannya, serta melindungi Djinn, Machinno, dan warga Mushmush yang mereka selamatkan.


Sedangkan Ambrolis yang dibawa oleh Kaum Jamur, yang tidak lain juga merupakan sesama Dryad.


“Bertahanlah, Kakak Ambrolis!”


“T-Tunggu…”


“Sebentar lagi kita akan tiba di rumah kediaman ki—”


“J-Jangan… Jangan bawa aku… pergi dari mereka…!”


“Tidak! Lupakan saja mereka! Lagipula, ada Vamulran di antara mereka!”


Sahut Dryad tersebut, sambil berlari dengan Kaum Jamur.


Mendengarnya membuat Ambrolis jengah.


Akan tetapi…


“T-Tetapi… ia… bukanlah seorang Vamulran… yang kita kenal… saudariku…”


“…”


…ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kesadarannya yang perlahan memudar.