
Hmm…
Emang sih kita bisa bebasin
tahanan-tahanan ini.
Tapi…
“Brengsek! Lo bandit yang bunuh
rekan gue!”
“Lo juga brengsek! Kalo nggak
karena temen lo, mungkin temen gue masih hidup!”
…semua jadi kacau.
Nggak gue sangka, ternyata
komplotan bandit ini malah berantem sama beberapa Petualang yang ada di sini.
Bahkan…
“Dasar landak! Gara-gara lo—”
“Apa lo bilang?! Dasar kadal
sialan!”
…Zorlyan, yang sensitif sama hal
rasis, juga berantem sama salah satu bandit.
Tapi untungnya bandit sama
Petualang doang yang ribut. Karena Monster-Monster yang tinggal di hutan juga
nggak ngerti mereka ngomongin apa.
Masalahnya, mereka justru
ketakutan sama beberapa Monster yang ternyata jadi anggota bandit!
“Kenapa kalian diem aja!”
““Hiiieekh!””
Sumpah, gue nggak nyangka bisa
sekacau ini!
Apalagi…
“…”
…gue harus bawa Yssalq yang masih
belom sadar!
“Luph, kita harus gimana?!”
“…”
Nih orang kenapa diem a—
“*DHUM!!! (suara keras tekanan
aura)”
Bu…Buset! Nggak ada aba-aba,
tiba-tiba berasa banget auranya!
“Diem lo semua, dasar lemah!”
““…””
“Masih untung dibebasin, kalian
malah berantem!”
Waw.
Mungkin ini pertama kalinya gue
liat dia semarah ini.
“Denger gue baik-baik! Yang masih
mau berantem, mending lawan gue dulu!”
Waw…
Dia bahkan rela untuk korbanin
dirinya demi mereka semua.
“…”
Lah! Masih ada yang berani maju?!
“Gu…Gue mungkin takut, tapi gue
nggak terima kalo—”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
Buset, sekali pukul aja langsung keok.
“Denger lo semua, korban rasis!”
““…””
“Kalian semua bisa kan hargain
ras selain ras kalian?!”
““…””
Mereka diem aja waktu ditanya
Lupherius.
Tapi gue ngerti sih maksud dia
nanya itu apa.
“Gu…Gue bisa. Lagian temen gue
juga ada yang Manusia.”
“Bo…Bos kita para bandit ini juga
Manusi—”
“Kalo kalian bisa hargain ras
lain, kenapa kalian nggak bisa hargain kelompok lain?!”
““…””
Tuh kan, pasti itu maksud dia.
“Gue nggak peduli! Mau lo bandit,
kek! Mau lo Petualang, kek! Intinya tujuan kita satu! Keluar dari tempat ini,
sekaligus serang semua yang hadang jalan kita! Paham?!”
““Ya.””
“Gue ngomong gitu juga termasuk
untuk kalian yang masih mau berantem satu sama lain! Paham?!”
““Paham!””
Gila.
Langsung pada takut dong sama
aki-aki satu ini.
“Yaudah, Luph. Mending kita jalan
sekarang aja.”
“OK. Ayo kita keluar tempat ini!”
““YA!””
Ujung-ujungnya pada mau hargain
perbedaan antar grup.
Sambil lari keluar dari
Penampungan ini, gue ngobrol-ngobrol bareng Alethra, adeknya Miraela.
“Maaf sebelumnya, tapi gue nggak
nyangka kalo lo itu juga bandit.”
“…”
Di…Dia diem aja.
“Oh iya, Miraela cerita. Katanya
lo dulu ditangkep bandit, kan?”
“Iya. Dia bener.”
“Terus kenapa lo—”
“Orang yang nyelamatin gue juga
bandit. Makanya gue ikut jadi bandit bareng dia.”
“Oh…gitu ya…”
Duh, gue jadi serba salah
nanya-nanya lagi ke dia.
Keliatannya gue udah nggak perlu
tanya-tanya la—
“Apa? Mau nanya-nanya lagi?”
Loh…
Gimana gue mau nanya kalo lo
sejutek itu?!
“Ada sih—”
“Buruan tanya! Karena gue risih
sama orang yang bunuh temen-temen gue!”
“Haaaaah?!”
Temen-temen dia?!
…
OH!
Dia ini komplotan bandit yang
nyerang gue sama Joint Party gue juga, ya?!
Haduuuh…
Kalo nggak karena kita lagi mau
pergi secepetnya dari sini, mungkin udah gue udah cek-cok kali sama cewek ini!
“Jadi, apa yang mau lo tanya?!”
“Nggak sih, cuma mau ngasih tau
aja kalo dia percaya kalo lo masih hidup. Makanya itu dia masih nungguin lo.”
“…”
Dia diem aja waktu gue—
“Tahan dulu, semuanya!”
““…””
Kenapa Lupherius nyuruh kita
berhenti bergerak?
““*Drap, drap, drap… (suara
langkah pasukan ksatria)””
Oh, ada yang dateng ya?
“Hehe! Mereka cuma ada sepuluh!
Sedangkan kita ada ratusan!”
“Ayo lawan mere—”
“Tunggu—”
“*SWUSH! (suara ayunan pedang)”
“Semua! Hati-ha—”
““*Shrak! (suara banyak korban
tertebas)””
““Aaaargh!””
Gi…Gila kali!
Salah satu ksatria itu ayunin
pedang, sampe muncul bilah gitu! Bahkan sekali ayunan pun, udah puluhan orang
yang kena!
Untung aja gue berhasil hindarin
duluan!
“Royal Knights, ya?”
Royal Knights?
Apaan itu?
“Mereka Royal Knights?!”
“Artinya…kita serasa ngelawan 10 Petualang Kasta Merah, dong?!”
HAH?!
Gila! Mereka sekuat itu?!
“Djinn, lo yang bawa mereka?”
“Hah?! Terus lo—”
“Biar gue yang tahan beberapa di
sini.”
“OK.”
Akhirnya, Lupherius nggak ikut
kita karena harus ngelawan mereka semua di sini.
Walaupun gitu, tetep ada yang
ngejar kita!
Kalo pun cuma ada 5 Royal Knights
yang ngejar, gue nggak boleh ngeremehin mereka!
““*Swush! (suara berlari cepat)””
Kita harus cepet-cepet keluar
dari tempat ini!
“*Shrak! (suara tebasan)”
“Argh!”
““*Shrak! (suara banyak
tebasan)””
““Aaargh!””
Brengsek!
Tahanan yang ada di belakang jadi
pada kena tebas sama para Royal Knight itu—
“*Swush! (suara gerakan cepat)”
Wah, anjing!
Kaget gue tiba-tiba ada yang di
depan gue!
duluan, sebelum diserang orang ini!
“*Prang! (suara besi terpukul)”
“Aw!”
Buset! Kok helm yang dipake
Ksatria itu keras banget?!
“Cih! Bener ya!”
“Apaan?!”
“Baju zirah yang dipake Royal
Knights itu setara Kulit Naga!”
Kulit Naga?!
Emang sih tangan gue juga sakit,
waktu gue pukul Rakhzar.
Tapi dibandingin baju zirah Royal
Knights ini, bahkan Kulit Naga pun nggak ada apa-apanya!
“Menyerahlah kalian semua! Atau
kalian semua lebih memilih mati?!”
Menyerah atau mati?
“Kalo kita nyerah, ujung-ujungnya
juga mati, kan?!”
“…”
Ya, pastinya.
Makanya itu, bukan waktunya
sekarang untuk nyerah—
“*Swush! (suara gerakan cepat)”
Cepet banget gerakannya!
“*Prang! (suara memukul besi)”
Sakit banget tangan gu—
“*Swung! (suara ayunan pedang)”
“…”
Untung gue berhasil hindarin
pedangnya!
Kalo gitu…
“Judgment!”
“*Jgrum! (suara pukulan petir)”
“…”
Cih! Petir gue juga nggak
mempan?!
“Menyerahlah, Petualang!”
“Hah?! Kenapa gue harus nye—”
“Lihatlah yang berada di belakang
anda!”
Belakang gue?!
“*Shrak! (suara tebasan)”
“Akh!”
“Si…Sialan! Gue nggak bisa—”
“*Shruk! (suara tusukan pedang)”
“…”
Gila.
Dari 138 tahanan yang gue bawa,
sekarang cuma sisa 29 aja?
“*Dhum! (suara tekanan aura)”
Brengsek!
Gue kesel banget!
“*Swush! (suara gerakan cepat)”
“A…Anda harus mati—”
“*Prang! (suara memukul besi)”
Kalo emang nggak bisa dipukul
sekali, artinya mereka harus dipukul berkali-kali!
“*Prangprangprangprang… (suara
memukul besi tanpa henti)”
Bener, kan?!
Ternyata mereka harus digepengin!
“Bu…Bunuh pria itu!”
“…”
Ayo!
Semua ke gue!
Karena semua Royal Knight ini
udah fokus ke gue, kira-kira semuanya udah aman!
“Lo semua! Bawa cewek ini
(Yssalq)! Pergi dari tempat ini!”
““Ya!””
Semua tahanan yang sisa udah
lari.
“Sa…Saya akan mengejar mereka!”
“Saya ju—”
“*Dhum! (suara tekanan aura)”
“LO PADA MAU KABUR?! KSATRIA
DOANG TAPI BANCI!”
““…””
OK. Mereka sekarang bener-bener
fokus ke gue!
“Hraaa—”
“*Hup! (suara mengangkap tangan)”
Bagus! Gue tangkep tangan dia!
“*Crrrat! (suara menarik lengan
hingga lepas)”
Tangan dia udah putus.
Kalo gitu, gue cuma perlu…
“*Shrak! (suara memenggal
kepala)”
“…”
…ambil pedangnya untuk tebas
lehernya!
““…””
Ngalahin dua di antara mereka aja
udah bikin mereka gemeteran?!
“Ayo! Maju lawan gue!”
““…””
Kenapa mereka diem aja—
“*Vwumm… (suara kobaran api)”
“!!!”
Mereka bertiga tiba-tiba ada
sayap sama tanduk?!
Brengsek! Mereka juga bahan
eksperimennya Siegfried, ya?!
“*Vwumm! (suara ayunan pedang
berapi)”
“!!!”
Padahal tadi gerakan mereka aja
udah cepet!
Sekarang jadi lebih cepet!
Tapi…
“Judgement: Multi-Charge!”
““*Jgrumm! (suara banyak kilatan
petir)””
““*Boom! (suara banyak ledakan)””
““Urgh…””
…karena pedang mereka yang
berapi, gue jadi punya kesempatan untuk bikin ledakan pake petir gue!
OK! Waktunya maksimalin
kesempatan!
“Hraaagh!”
“*PRANG! (suara memukul besi
dengan keras)”
“Akh…”
“*PRANG! (suara menendang besi
dengan keras)”
“…”
OK, udah dua yang—
“*Shrum! (suara tertusuk pedang
berapi)”
“Argh!”
Panas banget pedang api ini!
“*Tap… (suara memegang helm)”
Bahkan helmnya panas banget!
“Urgh…huff…”
Ayo, lo harus bisa, Djinn!
“HEAAAAGH!!!”
“*Krang! (suara besi menjadi
pipih)”
“*Crat…”
Huh!
Untungnya gue masih bisa gepengin
kepala Royal Knight yang terakhir!
“…”
Untungnya api di badan sama
tangan gue ilang.
Lobang di badan gue yang ketusuk
pedang api tadi juga udah ketutup.
Yang pasti, untungnya gue belom
ngantuk.
“…”
Mana gue masih ada sisa separoh.
Kalo gitu, waktunya gue balik ke
tahanan-tahanan tadi!
……………
Waktu gue sampe nyusul mereka
semua…
“Huff…Huff…”
“Cih!”
Ternyata masih ada Royal Knight
di depan mereka!
Bahkan Zorlyan sama Alethra pun
luka-luka!
Apa gue harus turun tangan la—
“*Brrr…”
Hm? Kok atapnya—
“*Bruk! (suara atap terjatuh)”
“!!!”
Tunggu! Mereka itu kan—
“Siapa kalian berdu—”
“*Chruk! (suara tertusuk
cakaran)”
“Akh…akh…”
Ya. Cakarnya itu cakar Naga.
“Göhran!”
“Djinn?!"
Tuh kan, pasti dia Göhran.
Tapi dia sama siapa tuh?