
Kondisi di Gazomatron saat ini.
“*Griii—”
“*Bwush!”
“*Graaa—”
“*Shruk…”
“Cepat bawa mereka! Kita tidak akan sanggup menjaga warga kota ini!”
“Tenang saja! Semenjak kedatangan Mistyx, kita jadi sangat terbantu!”
Beberapa Siren mendapatkan bantuan dari Klan Mistyx, walaupun kesulitan menghadapi beberapa Ghoul yang
tidak akan mereka bunuh.
Mereka berupaya untuk secepatnya membawa warga dari Brichaudry Point menuju pusat evakuasi yang terdapat di Snellsham Point.
“*SWUSH! SWUSH! SWUSH!”
“*BWUSH! BWUSH! BWUSH!”
Para Permaisuri dari Siren dibuat kewalahan oleh Chyrra yang melompat ke sana dan kemari dengan sangat cepat.
Sementar di Duskmere Point.
““*BHUK! BHUK! BHUK!””
Lephta masih berkutat dalam pertarungannya melawan Ganon, yang berubah dalam Wujud Iblis miliknya.
“HRAAAAA—”
“*Bwung…”
“Cih! Dasar mahluk sialan!”
Seru Ganon kepada Machinno, yang menggunakan sihirnya untuk melindungi Lephta dari serangannya. Oleh karena itu, ia hendak menyerang Machinno, yang ia anggap mengganggu pertarungannya.
Namun…
“*PRANGGG…”
“Keuk…”
…Gia berhasil melindungi Machinno dari serangannya.
“Cih! Ternyata repot juga ya lawan mereka!”
Pikir Ganon dengan kesal.
Di Voxhaben Point, di mana terdapat Ghoul paling banyak.
“*Uhuk, uhuk, uhuk…”
Dalbert yang demam akibat serangan sihir Sickus terus berlari menghindarinya yang ia buat marah besar.
“Cih, sialan! Gue harus gima—”
“*Koaaak! Koaaak!”
Dalbert yang sedang kesal tiba-tiba melihat adanya burung gagak yang terbang di atasnya.
“Ternyata di sana, kah?”
Bisik Angela, yang melihat Dalbert yang terpojokkan oleh Sickus.
Sementara di hadapannya…
““Graaaaww!””
““Griiiiiww!””
…sudah ada banyak Ghoul dan Ghoul-Trigger yang ia jebak.
Dan kali ini, di Snellsham Point.
“Ayo semuanya! Kita sebentar lagi sampe!”
““Ya!””
Myllo memimpin beberapa warga yang masih hidup menuju pusat evakuasi.
Bersama beberapa Mistyx dan pasukan unit Gazobot, Myllo berusaha melindungi warga yang dievakuasi menuju titik evakuasi dari serangan Ghoul yang sedang menyerang mereka semua.
“Gawat! Di depan kita ada sangat banyak Ghoul!”
“S-Sepertinya mereka hendak memasuki titik evakuasi!”
Seru pihak Gazomatron, sambil berlari dan mengawal rakyat Snellsham.
“B-Bagaimana kita—”
“Hyaaattt!”
“*TUK!”
““Graaaaw!””
Myllo menarik Ghoul yang menghadang jalannya warga menuju titik evakuasi ke satu titik.
“Sialan! Ternyata Angela nggak bisa “panggil” semua Ghoul ke lokasinya!”
Seru Styx dengan kesal, sambil menghadapi beberapa Ghoul.
“Cepet bawa masuk! Biar gue sama Klan Mistyx yang tahan Ghoul di sini!”
“Baiklah! Terima kasih banyak, Myllo The Wind!”
Balas seorang pengendara Gazobot kepada Myllo.
Bersama dengan Klan Mistyx, Myllo berusaha mengalahkan semua Ghoul yang mengejar, tanpa membunuh mereka.
““*Vwumm…””
““Grrrr…””
Sebagian besar Ghoul mendapati langkah mereka tertahan karena dihadang tembok api besar dari beberapa Mistyx.
Namun dari antara mereka semua, Styx merasa ada yang mengherankan dari Myllo.
“Aneh. Kok daritadi dia nggak keliatan pakai kekuatan dewi dia, ya?”
Pikirnya dengan heran, sembari menyerang anggota Children of Purgatory.
“Langkah mereka udah kita tahan!”
“Myllo! Cepet hajar mereka!”
“OK!”
Myllo pun langsung melompat ke atas untuk melewati tembok api hitam.
“*Tuk! Tuk! Tuk!”
““Graaaw!””
Lalu ia mengayunkan tongkatnya dan mengalahkan beberapa Ghoul.
“Cih! Ternyata rencana Ghoul kita digagalin mereka, ya?!”
“Sialan! Mau nggak mau kita harus turun tangan lagi!”
Seru beberapa anggota Children of Purgatory yang mendarat dari Undead Dragon.
Melihat kedatangan mereka, Myllo pun mengerti harus berbuat apa.
“Styx.”
“Hm?”
“Kalo mereka doang, pasti lo bisa tanganin bareng klan lo, kan?!”
“Hmph! Nggak tau kenapa, lo kesannya kayak ngeremehin gue!”
Balas Styx dengan meninggikan dagunya.
“Bella!”
“Ya! Kita lawan Children of Purgatory! Biar orang sialan ini aja yang lawan Ghoul!”
“Woy! Gue denger lo! Styx!”
Seru Myllo dengan kesal, sambil melihat Styx berjalan bersama Klan Mistyx untuk menghadapi Children of
Purgatory.
“Cih! Kita harus lawan Klan Mistyx, ya?!”
“T-Terus kita—”
“Jangan banyak ngomong!”
“*Vwumm!”
““Aaaargh!””
Styx bergerak dengan cepat dan mengalahkan dua anggota Children of Purgatory dengan api hitamnya.
“S-Semuanya! Kita—”
““*Vwumm!””
““Aaargh!””
Mistyx lainnya ikut menyerang anggota dari sekte penyembah Iblis tersebut.
Sementara Klan Mistyx sedang menyerang beberapa anggota Children of Purgatory yang tersisa, Myllo hampir berhasil mengalahkan seluruh Ghoul yang hendak menyerang titik kumpul evakuasi.
“Graaa—”
“*Tuk!”
“Maafin gue. Semoga aja kalian bisa normal lagi.”
Bisik Myllo dengan perasaan bersalah, karena ia tahu bahwa mahluk yang ia kalahkan adalah warga dari Gazomatron.
“Mereka nggak berani ngelawan! Kayaknya mereka nggak berani serang “properti” mereka!”
Jawab Styx sambil menghadapi anggota Children of Purgatory.
Namun tidak lama kemudian, dua orang pria datang mendarat dari atas Undead Dragon.
“*Bruk…”
“S-Siapa yang da—”
“*Zhum!”
““!!!””
Styx dan Mistyx lainnya, bahkan anggota Children of Purgatory dibuat takut akan aura mengerikan dari salah satu pria yang baru saja tiba.
“W-Woy! Kenapa kalian berdua—”
“Diem lo! Kita ini dapet tugas yang lebih penting dai Master!”
Sahut pria yang satu lagi kepada seorang anggota Children of Purgatory.
“J-Jangan-jangan kalian itu… Si Kembar, Beelzraul dan Baalzraul!”
““…””
Sepasang kembar yang bernama Beelzraul dan Baalzraul hanya tersenyum ketika mendengar nama mereka disebut oleh salah satu rekannya.
“S-Siapa mereka?!”
“Mereka berdua… kandidat Acolyte baru, yang gantiin Galziq!”
“!!!”
Styx terkejut ketika nama pria yang hendak membawanya disebut.
“Cih! Ternyata mereka berdua yang gantiin orang itu, ya?!”
Pikir Styx dengan khawatir.
Merasa khawatir akan kedatangannya, Klan Mistyx yang berada bersama Myllo dan Styx mencoba melakukan serangan terlebih dahulu.
“Keliatannya mereka berdua bahaya!”
“Mending kita serang aja, sebelum dia—”
((Nightmare Claw))
“*Chrak!”
“…”
Myllo melihat Beelzraul yang terlihat seperti mencakar udara.
Namun, ia merasa adanya
kejanggalan yang terjadi.
““*Bruk…””
“K-Kenapa mereka tiba-tiba jatoh?!”
Tanya Myllo dengan heran.
“Perhatiin baik-baik, Myllo! Udara yang dia cakar itu, udah terkontaminasi Curse Magic!”
“!!!”
Myllo terkejut dengan apa yang dikatakan Zegin, yang melihat serangan Beelzraul dari dalam pikirannya.
“Baalzraul.”
“Ya, ya, ya. Gue coba “tarik” cewek itu, Beelzraul .”
Jawab Baalzraul kepada kembarannya, sambil berjalan menuju Styx.
Namun untuk menghadapi Myllo sebagai lawannya, Beelzraul memiliki
keresahan tersendiri.
“Saint dari Zegin, ya? Kalo kata Master, Zegin itu dewi yang nggak mau disembah karena filosofinya tentang
kebebasan. Tapi karena nggak ada catatan tentang Saint dari dia selama ribuan tahun, makanya nggak ada informasi tentang dia!”
Pikir Beelzraul sambil menatap Myllo.
“Kalo gitu…”
“*ZHUM!!!”
“…mending gue serius dari awal!”
“…”
Myllo hanya menatap Beelzraul yang berubah wujud, dengan tanduk seperti mahkota, yang disertai dengan ekor yang panjang dan lengan seperti Iblis.
“Be-Beelzraul ! Kenapa lo tiba-tiba berubah sekarang?!”
“Perhatiin, Baalzraul! Lawan gue itu Saint! Makanya itu…”
“*SWUSH!!!”
“…nggak ada salahnya kalo gue serius dari awal!”
Jawab Beelzraul , sambil terbang dengan cepat menuju Myllo.
Sementara Myllo…
“…”
…hanya berdiri dengan sikap bela diri tongkat miliknya.
{Kazedoryū…
“Hraaaagh!”
…Haku}
“*TUK!!!”
“Urrrrgh…”
Myllo memukul Beelzraul dengan sangat keras…
“*Swush…”
“*Bruk, bruk, bruk…”
…hingga ia terlontar sangat jauh dan menembus bangunan-bangunan yang berada di Snellsham.
“G-G-Gila! Itu—”
“Cih! Dia bahkan nggak pake kekuatan dewinya?!”
Sahut Styx dan Baalzraul, sebelum mereka bertarung.
“Aduh, duh, duh… Keras juga, ya…”
“*Cuh!”
Bisik Beelzraul , sambil meludahi darah dari mulutnya.
Teknik serangan tongkat yang digunakan Myllo bahkan membuat lawannya takjub.
Akan tetapi, ada juga yang begitu kesal dengannya.
“*Tung!”
“Aduh! Kenapa lo pukul kepala gue, Zegin?!”
Seru Myllo di dalam pikirannya, ketika Zegin memukul kepalanya.
“Lo gila kali, ya?! Lawan lo tuh Iblis, tau! Kenapa nggak pake kekuatan Gue?! Nggak! Bahkan semenjak sekte sesat itu dateng, harusnya lo udah pake kekuatan Gue! Tapi lo nggak pake sama sekali!”
“Hehe…”
“!!!”
Melihat Saint-nya yang tersenyum membuatnya semakin kesal.
“Kenapa lo malah keta—”
“Maafin gue, Zegin…”
“Hm?!”
“Untuk lawan orang yang jauh lebih rendah derajatnya daripada mahluk apapun yang ada di dunia ini, gue
cuma perlu tongkat gue!”
Jawab Myllo, sambil keluar dari dalam pikirannya untuk menghadapi Beelzraul.
“Wah… ternyata tanpa kekuatan Zegin, lo bisa serang gue kayak gitu—”
“Gue nggak butuh kekuatan Zegin!”
“*Swush, swush, swush…”
Teriak Myllo, sambil memutarkan tongkatnya.
“Mulai sekarang juga, gue lewatin batas diri gue untuk kuasain teknik tongkat gue!”
“*Tuk!”
Kembali teriaknya, sambil menghentakkan tongkatnya ke tanah.
Dengan tekadnya yang bulat, Myllo hendak menyelesaikan pertarungan tanpa menggunakan kekuatan Zegin.
Namun, Zegin yang mengerti perasaannya juga mengkhawatirkan tekadnya tersebut.
“T-Tapi kan… teknik lo itu butuh Jiwa, Myllo! Sedangkan Jiwa lo aja nggak aktif!”
Pikir Zegin dengan waswas.