Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 313. Sacrificial For Supernatural



“Djinn, hampura atuh! Tadi teh aing terlalu kaget!”


“I-Iya, nggak apa-apa…”


Mungkin gue bilang begitu, tapi gue masih sakit hati waktu Garry sebut gue Manusia Jamur. Walaupun gue tau Garry nggak ada maksud untuk ngeledek gue.


“Woy! Di mana tempat Kepala Desa sini!”


“S-Se-Sebentar lagi kita sampe, kok.”


“Bagus! Biar gue hajar orang i—”


“Tunggu, Mil. Ada yang harus gue sampein ke kalian semua.”


““Hah?””


“…”


Gue jelasin ke mereka tentang Kades sialan itu.


“Ahahaha! Oh iya bener juga! Kan suaranya kayak anak kecil ya?!”


“Suaranya kayak anak kecil?”


“Maksud kamua apa, Djinn?”


“U-Untuk itu… nanti kalian liat aja sendiri. Gue cuma ingetin aja, karena bisa-bisa gue senasib kayak Kades itu.”


Selesai gue jelasin tentang Kades itu, kita semua sampe di tempatnya, yang letaknya ada di ujung desa ini.


Dan sesuai dugaan gue…


“Kenalin, nama saya Sashruu Mushmush. Saya Kepala Desa dari—”


““Pfffttt… Hahahaha!!!””


…mereka semua ketawa-ketawa.


Bahkan kalo pun gue jadi kayak Kades ini, gue juga ikut ketawa.


“Haha! Ahahaha! Tinggi banget suaranya! Badan segede itu tapi tinggi banget suaranya!”


“Aku kira dia pake sihir yang aneh, yang bikin kita semua ketawa! Ternyata karena suaranya kayak anak kecil!”


“Badan segede itu… suaranya kayak anak kecil?! Hahaha! Kapan lagi gue ketawa sepuas ini?!”


“Aduh, anying! Perut aing teh sakit pisan karena banyak ketawa!”


“Suara Machinno… lebih berat. Haha. Haha.”


“…”


Mereka terus-terusan ngetwain Kades sialan itu. Kira-kira dia berani nggak lawan mereka semua? Sama gue yang kekuatannya disegel aja, dia kalah.


“Oi, oi! Pak Kepala Desa… tumben banget diem doang kayak gitu! Kan biasanya dia marah kalo suaranya diledekin!”


“Nah iya! Kalo kata nenek saya sih, terakhir kali dia diem kayak gini tuh ratusan tahun yang lalu! Katanya sih dia juga dikalahin Petualang!”


“…”


“…”


Gue yakin banget Kades ini diem juga denger warga desa yang bisik-bisik di belakangnya. Buktinya gue juga denger dari seberang mereka berdua.


“Udah puas ketawanya?”


“Hahaha! Haha! Haha… Huuuh! Udah, udah, udah! Maafin gue sama temen-temen gue yang nggak nyangka sama suara ketawa lo, Pak Jamur!”


“Yaudah. Sebelumnya, saya mau pastiin dulu.”


“Pastiin? Apa yang mau lo pastiin?”


“Kalian itu… bener-bener Aquilla Party, bukan?”


“Hehe! Lo bener banget! Gue Myllo Olfret! Kapten dari Aquilla Party! Calon Petualang Nomor Satu di Dunia!”


“…”


“Terus, kenapa kalo tau kita ini dari Aquilla Party, Pak Jamur—”


“Saya ngggak ngerasain… adanya kebohongan dari kata-kata anda.”


“Ya iyalah! Lo kira bohong tuh gampang?! Sekalinya gue bohong, gue langsung ketauan! Ya kan, semuanya?!”


““Hm, hm, hm.””


E-Emang bener sih kalo Si Dongo ini nggak bisa bohong.


Tapi kok… dia keliatannya bangga banget ya kalo tau nggak bisa bohong…?


“Yaudah. Kalo gitu…”


“*Brak!”


“Saya selaku Kepala Desa di Mushmush Village, mau minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahpahaman ini!”


Salah paham dia bilang. Bahkan Kades ini tundukkin kepala sekeras itu ke meja—


“*Brak!”


Eh buset! Kenapa Myllo sampe pukul meja kayak gitu?!


“Woy, Pak Jamur! Ngapain lo nundukkin kepala di atas meja kayak gitu?! Apa maksud lo salah paham?!”


“K-Kayak yang saya bilang! Saya nggak ada maksud untuk—”


“Salah paham macem apa yang sampe ngancam nyawa orang?! Lo udah nggak percaya sama kita, paksa kita untuk kasih jawaban yang sesuai sama yang lo mau, tambah lagi lo bikin penampilan Wakil Kapten gue jadi jelek kayak gitu!”


J-Jangan dibilang jelek dong…


“M-Maafin saya sebesar-besarnya!”


“Hah?!”


“Saya… terlalu putus asa tentang warga saya yang hilang!”


“…”


“S-Sekitar 5 bulan yang lalu, warga mulai hilang satu per satu. Mereka mulai hilang semenjak kedatangan orang-orang yang ngaku sebagai Petualang.”


“Maksud lo tuh orang-orang yang deskripsinya kayak gini?”


“Benar. Mereka masuk sini secara bergantian. Biasanya ada satu sampai lima orang yang masuk sini. Mungkin aja jumlah mereka lebih banyak daripada deskripsi dari 6 orang yang ada di deskripsi Quest itu.”


Dia bilang orang-orang itu ngaku-ngaku sebagai Petualang. Tapi, bisa aja orang-orang itu emang beneran Petualang, kan?


“Aku mau nanya, dong. Kok Pak Sashruu yakin banget, kalo mereka itu tersangka penculiknya?”


“Karena dari kesaksian warga, yang jelasin kalo dari antara mereka ada yang tanya-tanya tentang legenda di Hazhroom Forest, yang ada di pulau ini.”


Hah? Legenda?


“Maksudnya legenda…?”


“…”


“Woy, Pak Jamur! Kenapa diem a—”


“Legenda tentang Kaum Jamur, penduduk asli di pulau ini, yang bisa kasih kekuatan supernatural dengan bayaran tumbal.”


““Hah…?””


M-Maksudnya… orang-orang yang ditumbalin itu tuh—


“HAAAAHHH?!?! JADI LO ITU PENDUDUK ASLI—”


““BUKAN, MYLLO!!!””


“APA?!?!”


Jelas-jelas dia ini tuh Manusia! Cuma ada jamur-jamur aja di badannya!


“S-Saya ini Manusia. 145 tahun yang lalu, saya sakit keras. Bapak saya obatin saya pake satu jamur yang agak unik. Jamur itu bisa perpanjang hidup saya, kasih saya kekuatan sihir yang unik, dan juga kasih saya kekuatan fisik yang lebih keras daripada orang normal. Tapi efek sampingnya bisa kalian liat sendiri. Badan saya jadi penuh jamur kayak gini, terus suara saya jadi tinggi kayak gini.”


“Terus… gue ada kemungkinan kayak lo nggak?”


“Untuk suara mungkin nggak. Tapi kalo anda coba pake sihir lain selain kekuatan jamur, ada kemungkinan jamur-jamur di badan anda jadi lebih besar lagi.”


“Terus gimana cara sembuhinnya?”


“Saya… nggak tau. Karena sebelumnya saya langsung bunuh siapapun yang lawan saya. Cuma ada satu Petualang aja yang dulu bisa kalahin saya lewat satu serangan aja. Bahkan Petualang itu nggak bisa saya sentuh sama sekali.”


“Wuooohhh! Keliatannya Petualang itu kuat!”


Kalo gitu gue orang kedua yang kalahin dia dong?!


“Djinn, kalo gitu kamu nggak bisa normal lagi—”


“Fokus aja dulu, Gia. Gue masih penasaran sama komplotan penculik yang dia bilang tadi! Karena secara nggak langsung, orang-orang itu yang bikin gue jadi kayak gini!”


Ya. Kalo nggak karena tuduhan-tuduhan tadi, mungkin aja gue nggak harus lawan Kades itu, yang bikin penampilan gue jadi kayak gini.


“Terus, apa kaitannya Kaum Jamur sama orang-orang yang culik warga desa?”


“Bisa jadi… mereka culik warga di desa ini… untuk dijadiin tumbal ke Kaum Jamur… supaya mereka bisa dapat kekuatan supernatural…!”


Ya. Gue udah tau arahnya.


Tapi…


Apa kekuatan supernatural yang dimaksud Kades ini?


Bukannya ilmu sihir di dunia ini juga kekuatan supernatural?


“Makanya itu… saya mau minta tolong ke kalian, Aquilla Party!”


“Minta tolong?”


“Saya minta tolong kalian untuk cari warga desa yang ada di sini! Apapun kondisi mereka, saya butuh kepastian tentang mereka yang masih hidup atau nggak!”


Udah gue duga. Pasti ujung-ujungnya Kades ini nawarin Quest Jingga ini ke kita.


Apalagi sekarang gue sama Myllo udah jadi Petualang Kasta Jingga. Jadi nggak ada salahnya untuk—


“Djinn.”


“Hm?”


“Kalo kita ngerjain Quest ini, lo gimana?”


Dia nanyain gue karena Kades ini yang bikin penampilan gue jadi kayak gini, ya?


Jujur aja, gue pribadi nggak ada masalah. Lagian kan ini pertama kalinya kita dapet Quest Jingga, kan?


Apapun kondisinya, di dunia sihir kayak gini pasti ada aja jalannya untuk sembuhin orang.


Termasuk badan gue yang berjamur ini.


“Nggak masalah.”


“Hehe! OK kalo gitu! Aquilla! Besok kita pergi untuk jalanin Quest ini!”


““Ya!””


Udah gitu pasti ujung-ujungnya kita ngerjain Quest ini.


“Hihihi! Yaudah! Kalo gitu—”


“*Gruuuulll…”


“Et! Ada suara Naga, anying!”


““PERUT LO BUNYI!!!””


Bener juga! Kan kita belom ada yang makan!


Bahkan ikan yang tadi ditangkep Gia sama Dalbert belom kita masak!


“Ahahaha! Kebetulan banget gue mau ngajak kalian untuk makan! Ayo kita sama-sama ke kedai!”


““Ya!””


Yaudah deh, mending kita makan aja dulu.