
Sekarang udah pagi.
Tapi beda sama hari kemarin,
sekarang gue bangunnya lebih pagi.
Untungnya gue bangun lebih pagi,
karena…
“*Swush, swush, swush… (suara
ayunan pukulan dan tendangan)”
…gue mau latihan dulu.
Karena kita di dalem kota,
makanya gue cuma bisa latihan di dalem gang kecil ini.
Tadinya sih gue pengen latian di
atas genteng, tapi keliatannya lebih aman di sini deh.
“*Swush, swush, swush… (suara
ayunan pukulan dan tendangan)”
Nggak tau kenapa, gue bawaannya agak
nggak tenang.
“Sa…Saudara-saudaraku…tidak
akan tinggal diam…!”
Entah kenapa, gue jadi yakin kalo
dia tuh nggak lebih dari sekedar coro doang di antara Malaikat lainnya.
Bahkan ngalahin dia pun harus
pake kekuatan dia sendiri yang secara nggak langsung gue curi.
Ya kan?
“*Swush, swush, swush… (suara
ayunan pukulan dan tendangan)”
Nggak cuma Malaikat aja yang
harus gue lawan.
Bahkan bisa aja gue ketemu
Petualang yang jauh lebih kuat daripada Lupherius.
Karena nggak semua Petualang itu
baik. Buktinya aja masih ada Petualang yang jadi pengacau di Xia, yang
rampas-rampas Buah Xia.
Apalagi, kalo sampe bener orang
yang namanya Snake itu ada di urutan ketiga, artinya tantangan yang harus kita
lewatin tuh berat banget.
Jangankan Petualang, bisa aja gue
ketemu Naga lain yang lebih kuat daripada Tarzyn.
Atau mungkin…Iblis?
Bahkan mungkin aja…gue ketemu
anggota Vamulran lagi!
*“Kenapa lo nggak terus berkembang untuksemakin kuataja, supaya lo bisajagaindia dari semua resiko yang dia
pilih? Tanpa gue bilang kayak gini pun, sebenernya ini udah jadi tanggung jawab
untuk semua anggota Party sih.”*
Bener kata Lupherius.
Gue harus semakin kuat!
Gue nggak masalah kalo gue dibebanin
temen-temen gue!
Yang pasti, gue harus bisa jagain
mereka!
“Huuuuhhh…”
Mungkin hari ini segitu dulu aja
latihannya.
Seenggaknya pikiran gue udah
tenang.
Paling sisanya cuma siap-siap ke
tengah kota, sesuai permintaan dari raja kemarin.
Eh iya siap-siap!
Mending bangunin bocah-bocah
sialan itu dulu deh!
……………
Sekarang gue udah jalan
keliling-keliling Vigrias.
Tapi ajaib, ya.
Tempat ini sempet rusak karena
berantemnya Lupherius lawan Sebastian. Tapi cepet banget proses benerinnya.
Ya semua karena sihir.
“Oh iya! Nanti kita jangan lupa
ke Guild Petualang, ya?!”
“Mau ngapain, Myl?”
“Sianying! *Sia*teh lupa
kalo aing belom resmi jadi Petualang?!”
Oh iya, ya!
Gue lupa kalo kita belom sempet
ke Guild Petualang untuk Garry!
“Myllo! Djinn!”
“Wuoaah! Zorlyan bareng
Andromeda!”
Kita ternyata ketemu di tempat
ini.
“Kalian lagi ngapin di sini?!”
“Oh! Kita lagi mau
keliling-keliling aja! Sambil nunggu Raja Glennhard dateng, kita juga mau
cari-cari keperluan untuk Garry dulu!”
“Oh, begi—Hm? Kok dia mimisan?”
Mimisan?
“Ng…Nggak atuh! *Aing*teh cuma seneng aja karena Myllo punya kawan teteh geu—”
“Garry….?!”
“Hieeekh! Ng…Nggak, atuh! Aing
teh nggak akan lupa sama Teh Gia!”
Haaaah…ternyata Si Mesum yang
mimisan.
“Hooo…”
Eh? Maha ngapain jalan ke arah
Ga—
“*Toel… (suara mencolek)”
“Halo, Garry…”
“AGHW%!@^&%#!*%!!!”
“*Bruk… (suara tergeletak)”
Lah! Dicolek aja tumbang!
“Bwahahahaa! Garryyyy! Garry!”
“Maha! Kamu ngapain Garry?!”
“Nggak, kok. Cuma keinget aja
sama orang yang agak mirip sama dia. Maaf ya, Gia.”
““Oooh…””
Urlant, ya?
Bahkan semua jadi pada nggak
berani komentar apa-apa.
“Ah, udah lah! Kok jadi pada
murung gitu, sih?! Zorlyan! Ayo kita ke Guild Petualang!”
“I…Iya…”
Mereka juga mau ke Guild
Petualang?
“Myllo! Kita ke Guild Petualang
dulu, ya?!”
“OK! Sampe ketemu di sana!”
Keliatannya Myllo juga udah tau
kalo mereka bakal ke Guild Petualang.
Kayaknya nggak cuma untuk resmiin
Garry jadi Petualang, deh.
Kok gue mulai curiga, ya?
“Myl, sebenernya ada apa sih di
Guild Petualang?!”
“Tenang ajaaa! Nanti kalian juga
bakal kaget, kok!”
““…””
Kita bertiga cuma diem doang
waktu dia bilang kayak gitu—
“*Ngunggg… (suara gema
pengeras suara)”
Eh! Microphone siapa tuh?!
“Hadirin sekalian, selamat
datang di Festiva Erviga!”
““Wuooaaahh!””
““*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan bersama)””
Ada apaan tuh di sa—
“Djinn! Gia! Garry! Ayo kita ke
sana!”
“Sianying teh main lari wae!”
Tau tuh Si Dongo!
Yah, mau nggak mau kita kejar
Myllo ke tengah-tengah festival.
Waktu udah sampe sana, ternyata
ada banyak banget orang di sini! Bahkan ada Naga-Naga, bangsawan, Petualang,
bahkan bandit yang gue kenal!
“Baiklah! Sebelum kita mulai,
mari kita sambut raja dari negara Erviga Kingdom, Raja Glennhard!”
““*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan bersama)””
Selesai pembawa acara itu
ngomong, giliran Raja Glennhard yang bicara.
Dia ngasih kata-kata sambutan
dulu. Abis itu, dia ngomong sesuai sama apa yang dia bilang kemarin.
Terakhir…
“Wargaku sekalian, maukah anda
sekalian membuka hati dan pikiran kalian terhadap setiap ras intelektual yang
berada di negara ini?”
…dia nanya begitu ke warga
negaranya sendiri.
““*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan bersama)””
“Saya setuju, Yang Mulia!”
“Saya juga setuju!”
“Saya juga!”
Untungnya warganya pada buka
tangan mereka lebar-lebar untuk ras lain.
Ya omongannya sih nggak menjamin
tindakan mereka kedepannya.
Tapi…biar itu semua jadi urusan
mereka aja, deh.
“Baiklah. Terima kasih, warga
yang saya kasihi.”
“Semangat terus Yang Mulia!”
“Semoga nggak ada yang manfaatin
kita lagi!”
Dia terus dapet pujian dari
warganya.
“Dan terakhir. Saya akan
memanggil beberapa nama ke atas panggung ini. Semoga nama yang terpanggil dapat
naik ke atas panggung ini.”
Dipanggil nama—
“Lupherius Nighteeth.”
“…”
Lupherius naik ke panggung.
“Anda adalah salah satu
Petualang. Terima kasih karena telah melindungi warga dan membebaskan tahanan
dari dikurung oleh Sebastian Siegfried. Terimalah ini.”
“Saya siap terima ini, Yang
Mulia.”
Dia dikasih apaan, tuh?
“Dalbert Dalrio.”
“…”
Abis itu ada Dalbert.
“Terima kasih karena anda telah
membebaskan Kaum Non-Manusia, serta telah melindungi warga dari serangan Kaum
Naga. Oleh karena itu, terimalah ini.”
“Terima kasih, Yang Mulia.”
Dia…dikasih semacam jubah
bertudung…?
“Garry Geri.”
“I…Iya!”
Pfftt…malu-malu dia!
“Terima kasih karena anda telah
menjaga Kaum Monster selama lebih dari sepuluh tahun, serta telah melindungi
warga dari serangan Kaum Naga. Terimalah ini, Garry Geri.”
“Nu…Nuhun!”
Garry dikasih tongkat kecil sama
raja itu.
“Margia ‘Gia’ Maevin.”
“Baik, Yang Mulia.”
Abis Garry, Gia yang naik.
Kayaknya abis Gia tuh gue deh.
“Terima kasih karena telah
menjaga Xia Village dari serangan para Ghoul, serta melindungi warga dari
serangan Kaum Naga. Terimalah ini, Gia.”
“Terima kasih, Yang Mulia!”
Gia dikasih sarung tangan.
Lumayan berguna sih buat dia,
yang terus pegang pedang.
“Djinn.”
“…”
Gue naik ke atas panggung.
“Terima kasih sebesar-besarnya
untuk anda.”
“!!!”
Loh! Kok gue beda?!
“Tidak hanya mengalahkan ratusan
Kaum Naga saja, anda bahkan telah menghukum dalang dibalik semua
kejadian ini.”
“…”
Gue…dapet apa, ya?
“Karena usaha dan upaya anda,
maka anda berhak menerima nama yang kami, warga Erviga, sangat banggakan!”
Di…Dikasih nama—
“Mulai hari ini, anda akan
dikenal oleh warga Erviga sebagai Dracorion, Sang Pemburu Naga!”
““*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan bersama)””
“Keren banget!”
“Mantap, Djinn!”
Dapet nama?!
Tapi kalo dipikir-pikir lagi sih,
nama Djinn juga kependekan.
Ya, lumayan lah!
“Dengan nama itu, anda memiliki
hak penuh untuk memakai nama tersebut kapanpun dan dimanapun yang anda mau.
Bersediakah anda menerimanya?”
“Ya. Saya bersedia, Yang Mulia.”
Abis dapet nama itu, gue turun
tangga.
Selanjutnya…
“Dan terakhir, Myllo Olfret.”
“Hehe! Giliran gue!”
Myllo keliatannya seneng banget
untuk naik ke atas panggung.
“Terima kasih karena telah
menjadi pemimpin dari orang-orang hebat ini, yang tidak hanya menghentikan Kaum
Naga saja, namun juga menghentikan kejadian-kejadian buruk di negara ini. Atas
pencapaian anda…”
“Hm?”
“Mulai saat ini, Myllo Olfret memiliki hak
istimewa untuk seluruh fasilitas di Erviga Kingdom!”
““*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan bersama)””
“Wuhuuu!”
“Mantap Myllo!”
Seriusan?! Gila juga!
“Hihihi! Makasih, Raja Kumis!”
““Ahahaaha!!!””
Haha! Gila kali ya tuh orang?!
Walaupun dikatain, raja itu juga
ikut ketawa sama ejekannya.
Emang Myllo doang yang bisa
begitu.