Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 149. Our Achievements



Sekarang udah pagi.


Tapi beda sama hari kemarin,


sekarang gue bangunnya lebih pagi.


Untungnya gue bangun lebih pagi,


karena…


“*Swush, swush, swush… (suara


ayunan pukulan dan tendangan)”


…gue mau latihan dulu.


Karena kita di dalem kota,


makanya gue cuma bisa latihan di dalem gang kecil ini.


Tadinya sih gue pengen latian di


atas genteng, tapi keliatannya lebih aman di sini deh.


“*Swush, swush, swush… (suara


ayunan pukulan dan tendangan)”


Nggak tau kenapa, gue bawaannya agak


nggak tenang.


“Sa…Saudara-saudaraku…tidak


akan tinggal diam…!”


Entah kenapa, gue jadi yakin kalo


dia tuh nggak lebih dari sekedar coro doang di antara Malaikat lainnya.


Bahkan ngalahin dia pun harus


pake kekuatan dia sendiri yang secara nggak langsung gue curi.


Ya kan?


“*Swush, swush, swush… (suara


ayunan pukulan dan tendangan)”


Nggak cuma Malaikat aja yang


harus gue lawan.


Bahkan bisa aja gue ketemu


Petualang yang jauh lebih kuat daripada Lupherius.


Karena nggak semua Petualang itu


baik. Buktinya aja masih ada Petualang yang jadi pengacau di Xia, yang


rampas-rampas Buah Xia.


Apalagi, kalo sampe bener orang


yang namanya Snake itu ada di urutan ketiga, artinya tantangan yang harus kita


lewatin tuh berat banget.


Jangankan Petualang, bisa aja gue


ketemu Naga lain yang lebih kuat daripada Tarzyn.


Atau mungkin…Iblis?


Bahkan mungkin aja…gue ketemu


anggota Vamulran lagi!


*“Kenapa lo nggak terus berkembang untuksemakin kuataja, supaya lo bisajagaindia dari semua resiko yang dia


pilih? Tanpa gue bilang kayak gini pun, sebenernya ini udah jadi tanggung jawab


untuk semua anggota Party sih.”*


Bener kata Lupherius.


Gue harus semakin kuat!


Gue nggak masalah kalo gue dibebanin


temen-temen gue!


Yang pasti, gue harus bisa jagain


mereka!


“Huuuuhhh…”


Mungkin hari ini segitu dulu aja


latihannya.


Seenggaknya pikiran gue udah


tenang.


Paling sisanya cuma siap-siap ke


tengah kota, sesuai permintaan dari raja kemarin.


Eh iya siap-siap!


Mending bangunin bocah-bocah


sialan itu dulu deh!


……………


Sekarang gue udah jalan


keliling-keliling Vigrias.


Tapi ajaib, ya.


Tempat ini sempet rusak karena


berantemnya Lupherius lawan Sebastian. Tapi cepet banget proses benerinnya.


Ya semua karena sihir.


“Oh iya! Nanti kita jangan lupa


ke Guild Petualang, ya?!”


“Mau ngapain, Myl?”


“Sianying! *Sia*teh lupa


kalo aing belom resmi jadi Petualang?!”


Oh iya, ya!


Gue lupa kalo kita belom sempet


ke Guild Petualang untuk Garry!


“Myllo! Djinn!”


“Wuoaah! Zorlyan bareng


Andromeda!”


Kita ternyata ketemu di tempat


ini.


“Kalian lagi ngapin di sini?!”


“Oh! Kita lagi mau


keliling-keliling aja! Sambil nunggu Raja Glennhard dateng, kita juga mau


cari-cari keperluan untuk Garry dulu!”


“Oh, begi—Hm? Kok dia mimisan?”


Mimisan?


“Ng…Nggak atuh! *Aing*teh cuma seneng aja karena Myllo punya kawan teteh geu—”


“Garry….?!”


“Hieeekh! Ng…Nggak, atuh! Aing


teh nggak akan lupa sama Teh Gia!”


Haaaah…ternyata Si Mesum yang


mimisan.


“Hooo…”


Eh? Maha ngapain jalan ke arah


Ga—


“*Toel… (suara mencolek)”


“Halo, Garry…”


“AGHW%!@^&%#!*%!!!”


“*Bruk… (suara tergeletak)”


Lah! Dicolek aja tumbang!


“Bwahahahaa! Garryyyy! Garry!”


“Maha! Kamu ngapain Garry?!”


“Nggak, kok. Cuma keinget aja


sama orang yang agak mirip sama dia. Maaf ya, Gia.”


““Oooh…””


Urlant, ya?


Bahkan semua jadi pada nggak


berani komentar apa-apa.


“Ah, udah lah! Kok jadi pada


murung gitu, sih?! Zorlyan! Ayo kita ke Guild Petualang!”


“I…Iya…”


Mereka juga mau ke Guild


Petualang?


“Myllo! Kita ke Guild Petualang


dulu, ya?!”


“OK! Sampe ketemu di sana!”


Keliatannya Myllo juga udah tau


kalo mereka bakal ke Guild Petualang.


Kayaknya nggak cuma untuk resmiin


Garry jadi Petualang, deh.


Kok gue mulai curiga, ya?


“Myl, sebenernya ada apa sih di


Guild Petualang?!”


“Tenang ajaaa! Nanti kalian juga


bakal kaget, kok!”


““…””


Kita bertiga cuma diem doang


waktu dia bilang kayak gitu—


“*Ngunggg… (suara gema


pengeras suara)”


Eh! Microphone siapa tuh?!


“Hadirin sekalian, selamat


datang di Festiva Erviga!”


““Wuooaaahh!””


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


Ada apaan tuh di sa—


“Djinn! Gia! Garry! Ayo kita ke


sana!”


“Sianying teh main lari wae!”


Tau tuh Si Dongo!


Yah, mau nggak mau kita kejar


Myllo ke tengah-tengah festival.


Waktu udah sampe sana, ternyata


ada banyak banget orang di sini! Bahkan ada Naga-Naga, bangsawan, Petualang,


bahkan bandit yang gue kenal!


“Baiklah! Sebelum kita mulai,


mari kita sambut raja dari negara Erviga Kingdom, Raja Glennhard!”


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


Selesai pembawa acara itu


ngomong, giliran Raja Glennhard yang bicara.


Dia ngasih kata-kata sambutan


dulu. Abis itu, dia ngomong sesuai sama apa yang dia bilang kemarin.


Terakhir…


“Wargaku sekalian, maukah anda


sekalian membuka hati dan pikiran kalian terhadap setiap ras intelektual yang


berada di negara ini?”


…dia nanya begitu ke warga


negaranya sendiri.


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


“Saya setuju, Yang Mulia!”


“Saya juga setuju!”


“Saya juga!”


Untungnya warganya pada buka


tangan mereka lebar-lebar untuk ras lain.


Ya omongannya sih nggak menjamin


tindakan mereka kedepannya.


Tapi…biar itu semua jadi urusan


mereka aja, deh.


“Baiklah. Terima kasih, warga


yang saya kasihi.”


“Semangat terus Yang Mulia!”


“Semoga nggak ada yang manfaatin


kita lagi!”


Dia terus dapet pujian dari


warganya.


“Dan terakhir. Saya akan


memanggil beberapa nama ke atas panggung ini. Semoga nama yang terpanggil dapat


naik ke atas panggung ini.”


Dipanggil nama—


“Lupherius Nighteeth.”


“…”


Lupherius naik ke panggung.


“Anda adalah salah satu


Petualang. Terima kasih karena telah melindungi warga dan membebaskan tahanan


dari dikurung oleh Sebastian Siegfried. Terimalah ini.”


“Saya siap terima ini, Yang


Mulia.”


Dia dikasih apaan, tuh?


“Dalbert Dalrio.”


“…”


Abis itu ada Dalbert.


“Terima kasih karena anda telah


membebaskan Kaum Non-Manusia, serta telah melindungi warga dari serangan Kaum


Naga. Oleh karena itu, terimalah ini.”


“Terima kasih, Yang Mulia.”


Dia…dikasih semacam jubah


bertudung…?


“Garry Geri.”


“I…Iya!”


Pfftt…malu-malu dia!


“Terima kasih karena anda telah


menjaga Kaum Monster selama lebih dari sepuluh tahun, serta telah melindungi


warga dari serangan Kaum Naga. Terimalah ini, Garry Geri.”


“Nu…Nuhun!”


Garry dikasih tongkat kecil sama


raja itu.


“Margia ‘Gia’ Maevin.”


“Baik, Yang Mulia.”


Abis Garry, Gia yang naik.


Kayaknya abis Gia tuh gue deh.


“Terima kasih karena telah


menjaga Xia Village dari serangan para Ghoul, serta melindungi warga dari


serangan Kaum Naga. Terimalah ini, Gia.”


“Terima kasih, Yang Mulia!”


Gia dikasih sarung tangan.


Lumayan berguna sih buat dia,


yang terus pegang pedang.


“Djinn.”


“…”


Gue naik ke atas panggung.


“Terima kasih sebesar-besarnya


untuk anda.”


“!!!”


Loh! Kok gue beda?!


“Tidak hanya mengalahkan ratusan


Kaum Naga saja, anda bahkan telah menghukum dalang dibalik semua


kejadian ini.”


“…”


Gue…dapet apa, ya?


“Karena usaha dan upaya anda,


maka anda berhak menerima nama yang kami, warga Erviga, sangat banggakan!”


Di…Dikasih nama—


“Mulai hari ini, anda akan


dikenal oleh warga Erviga sebagai Dracorion, Sang Pemburu Naga!”


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


“Keren banget!”


“Mantap, Djinn!”


Dapet nama?!


Tapi kalo dipikir-pikir lagi sih,


nama Djinn juga kependekan.


Ya, lumayan lah!


“Dengan nama itu, anda memiliki


hak penuh untuk memakai nama tersebut kapanpun dan dimanapun yang anda mau.


Bersediakah anda menerimanya?”


“Ya. Saya bersedia, Yang Mulia.”


Abis dapet nama itu, gue turun


tangga.


Selanjutnya…


“Dan terakhir, Myllo Olfret.”


“Hehe! Giliran gue!”


Myllo keliatannya seneng banget


untuk naik ke atas panggung.


“Terima kasih karena telah


menjadi pemimpin dari orang-orang hebat ini, yang tidak hanya menghentikan Kaum


Naga saja, namun juga menghentikan kejadian-kejadian buruk di negara ini. Atas


pencapaian anda…”


“Hm?”


“Mulai saat ini, Myllo Olfret memiliki hak


istimewa untuk seluruh fasilitas di Erviga Kingdom!”


““*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan bersama)””


“Wuhuuu!”


“Mantap Myllo!”


Seriusan?! Gila juga!


“Hihihi! Makasih, Raja Kumis!”


““Ahahaaha!!!””


Haha! Gila kali ya tuh orang?!


Walaupun dikatain, raja itu juga


ikut ketawa sama ejekannya.


Emang Myllo doang yang bisa


begitu.