Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 210. Prelude to War



Aquilla, Virgo, dan mantan anggota Chemia telah memasuki Dungeon of Whisper.


Sedangkan di Mistyx Town, Auqveern terus bersama para Mistyx yang bisa bertarung untuk menjaga Patung Sang Pengelana, yang menjadi pintu masuk Hidden Dungeon tersebut.


Namun mereka tidak menyangka, bahwa tantangan besar harus mereka hadapi lebih cepat dari yang mereka kira.


“*Boom!”


“A-Ada yang serang tembok kota kita!”


““!!!””


Semua Mistyx terkejut ketika mendengar peringatan dari penjaga kota.


“Wahai saudara-saudara! Siapin senjata kalian semua!”


“Siap, Pak Auqveern!”


Para Mistyx langsung menyiapkan senjata mereka untuk menghadapi pihak yang menyerang kota mereka.


Sementara itu, di dalam Mistyx Town yang berada di dekat gerbang kota.


“Hm? Kenapa cuma ada satu orang doang, ya?”


“Bener juga, ya. Emangnya ke mana ya warga kota ini?”


Tanya Kwajoe dan Thelial dengan heran.


“Thelial! Pantau kota ini!”


“*Fwup!”


“OK, Wickerd!”


Balas Thelial dengan mengepakan sayapnya dan hendak terbang ke atas untuk mengawasi seluruh kota.


Namun, sebelum ia terbang…


““*Shringgg…””


…seketika terlihat beberapa Mistyx yang menghunuskan pedangnya ke arah mereka semua.


“Siapa kalian?! Mau apa kalian di sini?!”


Tanya seorang Mistyx kepada mereka semua.


“Wickerd, jadinya gimana? Gue perlu pantau, nggak?”


“Nggak usah. Mending kita hajar mereka, sebelum kita masuk Hidden Dungeon.”


Balas Wickerd.


Dengan begitu, mereka menyerang semua Mistyx yang menghadang jalan mereka menuju Patung Sang Pengelana, yang merupakan pintu masuk Hidden Dungeon.


“Hraaaagh!”


“*Bwuk! Bwuk!”


““Aaargh!””


Kwajoe menyerang beberapa Mistyx dengan tanduknya yang besar.


{Blade Art: Quick Swing}


“*Shring!”


““*Crat!””


““Aaaargh!””


Dengan ilmu pedangnya, Brandt mengayunkan pedang dengan sangat cepat, yang tidak bisa diikuti oleh beberapa Mistyx.


“*Vwumm, vwumm, vwumm…”


“*Swush, swush, swush…”


Beberapa Mistyx menembak dengan api hitam mereka kepada Thelial yang terbang dengan sangat lincah.


Sambil menghindari serangan api hitam tersebut, ia terbang melewati para Mistyx yang menyerangnya.


((Wind Magic: Breathless Wings))


“*Swush!”


“Akh! Akhak!”


Dengan sihirnya, Thelial terbang melewati mereka dengan sangat cepat, hingga mereka tidak bisa bernafas.


“Ayo bunuh orang ini!”


““Yaaa!””


“Hmph!”


Wickerd hanya tersenyum ketika ia mendengar seruan seorang Mistyx.


“*BHUK! BHUK! DHUK!”


““…””


Dengan fisiknya yang sangat keras, ia berhasil membunuh para Mistyx.


Namun, ia merasa ada yang sesuatu yang belum terlihat.


“Katanya Hidden Dungeon itu dijaga Sage. Ke mana kira-kira Sage itu?”


Pikir Wickerd, yang menunggu kedatangan seorang Sage.


Hingga pada akhirnya, seseorang yang ia tunggu datang dengan cepat.


“*DHUMMM……”


““!!!””


Mereka berempat dikejutkan dengan tekanan aura yang hampir membuat mereka tidak bisa berdiri. Selain itu, mereka merasa ada yang aneh dengan diri mereka masing-masing.


“S-Sihir gue…”


“Kok gue nggak bisa pake sihir gue?!”


Seru Thelial dan Kwajoe yang tidak bisa menggunakan sihir mereka.


Dari antara mereka berempat, hanya Wickerd yang mengetahui apa yang telah terjadi.


“I-Ini yang namanya Union Domi, ya?! Artinya—”


“*Prok, prok, prok…”


“…”


Wickerd hanya menatap Maghroz, seorang Sage, yang datang menghampiri mereka sambil bertepuk tangan.


“Bahkan hanya dengan empat orang saja, kalian sudah bisa membuat kekacauan seperti ini, ya?”


Kata Maghorz sambil bertepuk tangan di hadapan mereka berempat yang kesulitan berdiri.


“Dari Union Domi tadi, nggak salah lagi! Orang ini pasti Sage!”


Pikir Wickerd akan Maghorz.


“Jelaskan kepada saya. Apa tujuan kedatangan kalian se—”


“Ja-Jangan lo pikir kita takut, Sage!”


Teriak Wickerd, sambil menunjukkan sebuah alat di hadapan Maghroz.


Saat Maghroz menatap alat tersebut…


““Raaaaaaawr!””


“!!!”


Seketia terlihat sangat banyak Chimera yang keluar dari alat tersebut.


“De-Demi Sang Dewa dan Sang Dewi! Mahluk macam apa ini?!”


Teriak Maghorz sambil menghadapi para Chimera tersebut.


Dengan dirinya yang menghadapi para Chimera tersebut, maka Wickerd memanfaatkan kesempatan tersebut.


“Semua anggota Chemia! Cepet masuk ke Hidden Dungeon! Sekarang!”


““Siap, Ilmuwan Wickerd!””


Seru seluruh anggota Chemia, yang terdiri dari ratusan anggota, yang berada di tepi Mistyx Town.


Dengan perintah yang ia keluarkan, Wickerd memimpin seluruh anggota Chemia ke dalam Hidden Dungeon, termasuk ketiga Ilmuwan lainnya.


“Ke-Keterlaluan! Mereka menggunakan mahluk ciptaan yang hina ini sebagai pengalih saja!”


Seru Maghroz dengan putus asa, sambil menyaksikan ratusan anggota Chemia yang memasuki Hidden Dungeon.


((Dark Flame: Extermicia))


“*Vwummm!”


““Groaaar…””


Maghroz membakar beberapa Chimera dengan api hitamnya.


Namun, ia dihadapkan dengan dilema.


“To-Tolong!”


““…””


Ia menatap warga Mistyx yang akan diterkam oleh seekor Chimera dan anggota Chemia yang memasuki Hidden Dungeon.


Karena diliputi dengan rasa cemas dan kebingungan…


“*Chrak!”


“Urgh…”


…ia tidak sadar ada seekor Chimera yang menyerangnya dari belakang.


“A-Apakah ini akhir perjalanan saya…?”


Pikir Maghroz, sebelum ia tidak sadarkan diri.


Namun, sebelum ia benar-benar pingsan, ia melihat beberapa figur misterius yang menyerang seluruh Chimera di kota itu.


“*Boom!”


“*Shrak!”


“Si-Si-Siapa… mereka…”


Bisik Maghroz, sebelum ia tidak sadarkan diri.


Di saat dirinya yang tidak sadar, seseorang datang dan menopangnya, sambil berjalan melewati Chimera yang dibantai habis, lalu menyerahkannya kepada Devania.


“Tenang saja. Kami bukan orang jahat.”


“Bu-Bukan orang jahat?!”


Tanya Devania dengan tubuh gemetar, sambil menatap seorang wanita yang tersenyum dengan begitu dingin.


“Te-Terus siapa kalian…? Pa-Pasti kalian ke desa ini bukan tanpa tujuan, kan?!”


“…”


Wanita itu tersenyum kembali dengan dingin, sebelum menjawab pertanyaan Devania.


“Kami hanya sekumpulan Petualang yang memiliki urusan pribadi dengan orang-orang yang baru saja memasuki Hidden Dungeon.”


Jelas wanita itu kepada Devania, sambil berjalan meninggalkan Devania dan Maghroz.


“Ma-Mau apa kali—”


“Hm?”


“Ng-Ng-Nggak…”


Devania tidak berani bertanya apa-apa, setelah wanita itu menengok ke arahnya dengan senyum dinginnya.


Setelah meninggalkan Devania dan Maghroz, wanita itu berjalan ke arah Patung Sang Pengelana, sambil melewati beberapa tumpukan bangkai Chimera yang dibantai oleh rekan-rekannya.


“Maleviel, apa sekarang waktunya kita masuk ke Hidden Dungeon?”


“…”


Dengan senyumnya yang dingin, Maleviel tidak menjawab pertanyaan rekannya tersebut, hingga membuat rekannya risih.


“O-Oi! Jawab, dong!”


“Fufu… Aku hanya ingin melihat responmu saja, Charvelle[1].”““…””


Tidak hanya Charvelle saja.


Anggota lainnya seperti Gadlu[2], Moalkin[3], serta Klavak[4] pun merasakan hal yang sama.


“Tenang saja, rekan-rekanku. Alangkah baiknya jika aku menghubungi Guildmaster kesayangan kita.”


Jelas Maleviel, sambil berkomunikasi secara telepati dengan Snake.


“Snake, kami sudah tiba di pintu masuk  Hidden Dungeon of Whisper.”


“Baiklah. Namun, saya menginginkan anda untuk tetap di Postriard Island, Maleviel. Biarkan saja mereka yang masuk.”


“Fufu… Baiklah, Guildmaster. Namun, jika engkau mengizinkanku, bisakah kau menjelaskan keberadaanmu saat ini?”


Tanya Maleviel lewat telepatinya.


“Saat ini saya sedang bertemu dengan seorang rekan, sebelum menemui Ghibr. Tentunya anda tahu siapa yang saya temui, bukan?”


“Tentu saja, Snake.”


“Baiklah. Saya percayakan anggota kita kepada anda, Vice Guildmaster.”


Tutup Snake.


Dengan begitu, Maleviel menjelaskan kepada seluruh anggota Serpentis tentang apa yang Snake sampaikan.


“Maleviel, tapi nanti orang itu nyusul kita, kan?!”


“Fufufu… Apakah kau meragukan Guildmaster kita, Klavak?”


“Ng-Nggak. Cuma mau pastiin a—”


“Memastikan? Bukankah itu sama saja dengan meragukan?”


“I-Iya. Maaf.”


Balas Klavak, sambil memasuki Hidden Dungeon bersama ratusan anggota Serpentis lainnya.


“Charvelle. Atas perintah Snake, aku harus berada di tempat ini, sementara Guildmaster kita sedang berurusan dengan seseorang. Oleh karena itu, ia menunjukmu sebagai Petualang yang memimpin rekan-rekan kita.”


“Cih! Yaudeh deh kalo gi—”


“Tunggu dulu, kalian berempat.”


““Hm?””


Charvelle, Gadlu, Klavak, dan Moalkin merasa heran dengan Maleviel yang menghentikan mereka, sebelum memasuki Hidden Dungeon of Whisper.


“Apakah kalian melupakan Lencana Petualang kalian? Pakailah segera, sebelum kalian memasuki Hidden Dungeon tersebut.”


““Y-Ya…””


Jawab mereka berempat, sambil mengenakan…


““…””


…lencana berwarna merah, sebelum memasuki Hidden Dungeon of Whisper bersama anggota Serpentis Guild lainnya.


Sementara itu, Snake yang tidak bersama dengan rekan-rekannya.


“Jadi, apakah anda mengizinkan saya untuk berperang melawan mantan Guild anda, Berius Schrauder?”


Tanya Snake, yang menemui Berius di Clamista Village.


Namun…


“…”


…Berius tidak memberikan respon dan terlihat khawatir di mata Snake.


Melihat gelagatnya itu, Snake mengerti apa yang ia khawatirkan.


“Tenang saja, Berius.”


“T-Tenang? Apa maksud—”


“Saya bisa jamin keselamatan mantan rekan pertama anda, yang anda rindukan.”


“Ri-Rindukan?! Emangnya gue—”


“Akan tetapi, maaf sebelumnya.”


“Hm?”


“Ghibr Doldrah adalah pengecualian.”


Potong Snake.


“Mungkin anda juga menginginkan kematian dirinya karena masalah yang ia timbulkan. Namun sebelum saya membunuhnya, saya minta izin kepada anda, karena saya akan mengambil mangsa an—”


“Bunuh aja.”


“…”


Snake tersenyum dengan sinis ketika ia mendengar kepastian dari Berius.


“Baiklah. Sepertinya cukup pertemuan kita kali ini. Nanti saya akan menemui anda kembali, Berius.”


“Te-Temuin gue lagi? Emangnya kapan?”


Tanya Berius dengan gugup.


Mendengar pertanyaan tersebut…


“…”


…sambil kembali tersenyum dengan sinis, Snake pun menjawab…


“Tentu saja, setelah Guild War.”


_______________


[1]Seorang Dragonewt yang menjadi anggota Serpentis Guild (Chapter 32).


[2]Seseorang dari ras yang bernama Bathiman, yang menjadi anggota Serpentis Guild (Chapter 32).


[3]Seorang Lizardman yang menjadi anggota Serpentis Guild (Chapter 32).


[4]Mantan anggota Aquilla (Sylvia Starfell) yang menjadi anggota Serpentis Guild (Chapter 32).