
“*KRRRAKK!!!”
“UAAAAAARRGGGHHH—”
“Huuuuffff!!!”
T-Ternyata… semua cuma mimpi…!
Gue kira… tulang punggung gue… bener-bener dipatahin Leonard—
“*Krrrkk…”
“Argh…!”
T-Ternyata itu semua bukan mimpi…!
Leonard bener-bener… patahin tulang punggung gue…!
Patahnya punggung gue… berasa banget waktu gue mau bangun…!
Ngomong-ngomong…
“Gu-Gue… ada di mana…?”
Kalo gue liat dari tempatnya sih… kayaknya gue udah balik ke—
“D-Dalbert-dono! Tenanglah!”
“…”
A-Ada Katanaka di sini…?
“Anda belum boleh bangun—”
“T-Temen-temen gue…! Gimana keadaan temen-temen gue…?!”
“…”
Katanaka jelasin semuanya ke gue. Mulai dari dia yang nyusul ke dalem Hidden Dungeon, di mana dia bareng Kepala Komisi lainnya temuin gue sama Djinn yang udah pingsan, terus mereka diusir sama Ayasaki, sambil bawa gue keluar.
“Cih…! S-Sialan…! Ternyata—”
“Apakah anda mau semakin lebih kuat, Dalbert-dono?”
D-Dia tanyain gue… supaya lebih kuat…?
“P-Pastinya…! Gue harus… selamatin mereka…!”
Mungkin gue nggak tau gimana keadaan Djinn di dalam Hidden Dungeon. Tapi gue yakin, kalo Myllo sama yang
lainnya nggak akan dibunuh Leonard!
Tapi bukan berarti mereka aman! Selama mereka nggak dipaksa untuk bertarung lawan Tantangan yang Leonard punya, gue masih punya waktu untuk selamatin mereka!
“Baiklah. Jika itu pilihan anda, maka bersedialah menjadi murid saya, Dalbert-dono!”
J-Jadi muridnya—
“Tidak, lebih tepatnya…”
“*Srrr…duk!”
“…bersedialah menjadi murid kami, Dalbert-dono!”
“!!!”
J-Jadi murid mereka semua?!
“…”
Tunggu… emangnya itu semua Kepala Komisi…?
Harusnya… mereka ada 7 orang.
Kenapa di depan gue… cuma ada 4 orang…?
“Pak… Katanaka…”
“Ada apa, Dalbert-dono?”
“K-Ke mana Kepala Komisi… yang lainnya…? Ke mana Pak Uchiyoshi, Pak Nagamichi, sama Pak Hirosuke…?”
““…””
Ngeliat dari reaksi mereka, kayaknya gue tau ada kejadiannya apa di antara mereka—
“Itu semua… karena ulah Pengacau yang bernama Leonard itu…!”
L-Leonard…?
“Maksudnya…?”
“Kami berhasil mengalahkan ketiga pria yang disebut Executioners itu. Tetapi demi mempertahankan Shogun-sama… tiga diantara kami… terpaksa kehilangan nyawanya…!”
“!!!”
G-Gue udah yakin karena bajingan itu…! Tapi denger penjelasan Nakatoki… gue tetap kaget…!
“…”
G-Gila banget…! Kenapa ada orang sekuat dia di dunia ini?!
Apa mungkin sebenernya… masih ada orang yang jauh lebih kuat daripada dia…?
“Bagaimana, Dalbert-dono? Apakah kau mau menerima—”
“Ya! Gue mau, Pak Katanaka! Tolong gue, supaya gue lebih kuat lagi!”
Kalo sampe ada monster yang lebih gila daripada Leonard, gue harus lebih kuat lagi!
Nggak cuma Djinn aja yang ngerasa harus bantu Myllo untuk pikul beban berat yang dia bawa! Gue sebagai
anggotanya, juga harus bantu Myllo, supaya beban yang dia pikul jadi lebih ringan!
“Baiklah. Tetapi sebelum itu…”
“Mm?”
“…kami harus mempercepat proses pemulihan anda, Dalbert-dono.”
“Ya! Makasih banyak, Pak Katanaka!”
Untuk proses pemulihan gue lebih cepet, Katanaka panggil Shinikichi, yang punya teknik penyembuhan paling ampuh.
“Jangan lupa minum ini, Dalbert-san. Ramuan ini berguna untuk mempercepat rekonstruksi tulang anda. Karena dari semua luka anda, yang paling parah itu tulang anda.”
“Ya.”
Mungkin itu yang dibilang Shinikichi. Tapi dari penjelasannya, gue mulai khawatir sama Djinn. Karena dari antara semua Aquilla, dia doang yang paling nekat di mata gue!
Kalo gue aja dibuat Leonard separah ini… gimana dia…?!
……………
Besoknya, punggung gue mendingan.
Harusnya gue masih perlu istirahat. Tapi selama gue nggak ngerasa sakit di punggung gue, mending gue latihan secepetnya!
“A-Apa anda yakin untuk memulai, Dalbert-dono?”
“Emangnya kenapa?”
“Latihan yang akan kita jalankan sangatlah berat. Jika anda belum sepenuhnya pulih, maka—”
“Gue pasti bisa, Pak Katanaka!”
“Baiklah jika itu keputusan anda. Kalau begitu, izinkan saya menjelaskan tahap-tahap yang harus anda lewati pada latihan yang akan anda terima.”
“…”
Kira-kira begini penjelasan Katanaka.
Tahap Pertama, gue dilatih Nakatoki. Di tahap ini gue harus dapet panggilan alam yang diterima Jiwa gue.
Artinya…
“Tepat sekali! Walaupun kau tidak akan mampu menguasai Union Domi, setidaknya dengan Union Utuh atau Union Zona kau mampu mengantisipasi Union Domi dari Leonard, Dalbert-kun! Karena itu, kau harus sungguh-sungguh berlatih bersamaku!”
Abis itu, Tahap Kedua.
Di tahap ini gue dilatih Yasukata. Tahap ini katanya bantu gue untuk latih pertahanan gue.
“Maafkan aku jika berkata seperti ini, tetapi tidak selamanya kau bisa bertahan dengan jubahmu itu, Dalbert-san.”
“Ya. Gue juga tau itu, Pak Yasukata.”
Selanjutnya, Tahap Ketiga, di mana gue dilatih Toshiko.
Kalo gue dilatih pertahanan sama Yasukata, di tahap ini gue dilatih serangan gue, khususnya lewat ilmu pedang.
“Aku tahu jika kau sangat mahir dalam menggunakan senjata jarak jauh, tetapi kau sangatlah lemah dalam
menggunakan senjata jarak dekat, Dalbert! Beruntunglah ada aku yang akan mengajarkanmu! Gyahahaha!”
“…”
Abis itu, di tahap terakhir.
“Saya yang akan menguji anda, Dalbert-dono. Dengan saya, kita akan mengaplikasikan langsung terkait semua yang telah anda pelajari di bawah Ērukuma-dono, Yasukata-kun, serta Toshiko-chan.”
“Artinya, gue harus pakai Union gue untuk bertarung sama bertahan, ya?”
“Tepat sekali, Dalbert-dono.”
Ya, Katanaka yang ngajarin gue.
Kalo ngomongin dia di tahap akhir, mungkin alesannya karena dia itu yang paling kuat dari antara semua Kepala Komisi yang ada sekarang.
Tapi untuk gue pribadi, nggak ada yang lebih bagus daripada dia untuk ajarin gue di tahap akhir.
Itu semua karena kekuatan alam dia itu persis sama kekuatan alam yang harusnya gue punya.
Soalnya…
[1]“Panggilan Jiwa milikmu adalah bayangan yang sangat gelap. Jika kau ingin menggunakan Union, kau harus mengenali kegelapan yang berada di dalam Jiwa milikmu.”
…Ivis pernah bilang gitu ke gue!
Makanya itu, nggak ada yang lebih cocok daripada Katanaka, yang punya kekuatan bayangan, untuk ngajarin gue di tahap akhir.
“Haaaaargh! Mengapa aku tidak bisa menjadi Sensei di Tahap Akhir, Katanaka-san! Tidak ada yang lebih menarik dibandingkan Tahap Akhir! Apalagi jika Dalbert memiliki akhir yang menarik!”
“Maafkan saya, Toshiko-chan. Aku harus mengajarinya di Tahap Akhir, karena kita memiliki sesuatu kesamaan.”
Hah?! Kok dia bisa tau—
“Dalbert-dono. Saya hendak bertanya kepada anda.”
“A-Apa, Pak Katanaka?”
“Ketika saya menghadapi Atsutaka Akawashi, apakah anda mengingat sesuatu?”
I-Inget sesuatu…?
“*DOR!!!”
“*Bruk…”
“…”
Kalo nggak salah, kepalanya Akawashi tiba-tiba hancur karena ada yang tembak dia!
“Ya. Gue inget, Pak Katanaka.”
“…”
Gue jelasin ke dia tentang yang gue inget.
Tapi…
“Tidak. Anda salah besar, Dalbert-dono.”
…dia bilang gue salah?!
“Saya menyaksikannya dengan jelas, bahwa anda adalah orang yang membunuh Atsutaka Akawashi.”
“…”
“D-Dalbert-dono—”
“HAH?!”
G-Gue yang bunuh, dia bilang?!
“B-Bukannya gue udah mau pingsan?!”
“Ya. Mungkin pada saat itu, anda secara tidak sadar mengaktifkan Union Zona anda. Oleh karena itu, terciptalah semacam pistol, tepat dari bayangan saya.”
G-Gue bikin pistol dari bayangan dia?!
Haaaaah…! Mungkin yang kayak gini nggak akan didapetin dari guru yang disewa ayah!
Nggak, nggak, nggak! Yang kayak gitu bikin bosen aja! Mungkin aja guru itu nggak akan tau tentang ini![2]
Lagian kan tujuan utama gue disuruh belajar itu cuma untuk terusin bisnis ayah!
“Gyahahaha! Menarik sekali, Dalbert! Kekuatan bayangan adalah salah satu kekuatan alam yang paling langka di dunia! Bahkan orang-orang mengira, bahwa memiliki kekuatan bayangan sama artinya dengan bersekutu dengan Iblis!”
Hah?! Bersekutu—
“Tenang saja, Dalbert-dono. Jangan dengarkan apa yang telah dikatakan Toshiko-chan.”
“Hey! Katanaka-san—”
“Bayangan merupakan sebagian fenomena alam yang dapat ditemukan di dunia. Karena di mana ada cahaya, di situ terdapat bayangan. Oleh karena itu, anda tidak perlu khawatir dengan apa yang dikatakan Toshiko-chan.”
“Katanaka-san! Tega sekali kau berbicara seperti itu! Hmph!”
K-Kok dia ngambek kayak anak kecil…
“Tetapi, menemukan seseorang yang mampu memiliki kekuatan bayangan seperti saya, mengingatkanku dengan dua murid ayah selain saya, 35 tahun yang lalu.”
“M-Murid ayah lo? Maksud lo tuh… Kepala Klan dari Klan Tanzō sebelumnya?”
“Ya. Mendiang ayah saya juga memiliki kekuatan bayangan. Tetapi di sebuah momen yang tidak terduga, kami bertemu dengan satu sama lain. Entah mengapa, seakan takdir mempertemukan kami.”
Berarti dia udah ketemu empat orang yang punya kekuatan yang sama, termasuk gue.
“Emangnya siapa aja?”
“Nelzei Klevneir[3]. Ia adalah seorang Dark Elf yang juga seorang Petualang. Ia merupakan murid kedua ayah saya, sementara saya murid pertamanya. Setelah ia datang, ada seorang wanita bernama Martha Bravicka, yang datang menghampiri—”
“D-Dalbert-dono…?! M-Mengapa anda menangis?!”
“…”
Ah.
Gue nangis ya?
Karena denger satu nama yang udah nggak pernah gue denger lagi, semenjak gue kabur dari rumah gue.
“T-Tunggu! Apakah mungkin…”
“Ya. Martha Bravicka… ibu gue.”
““!!!””
Berarti… kekuatan gue ini… turunan dari ibu, ya?
_______________
[1]Dialog dari Dryad Ivis, ketika ia menjelaskan tentang Tiga Konsep Union kepada Aquilla dan juga menjelaskan panggilan alam yang diterima oleh Jiwa mereka semua (Chapter 317).
[2]Ketika masih kecil, Dalbert dipaksa untuk menjalani pendidikan khusus agar ia menjadi penerus dari bisnis ayahnya Darius yang bernama Riorio Merchant (Chapter 132).
[3]Kapten dari Ferrum Party, yang pernah menjalani Private Quest bersama Aquilla di Erviga Kingdom (Chapter 97).