
Selesai kita denger penjelasan dari Virgo, sekarang giliran Delolliah yang jelasin waktu pertama kali dia sampe di Geoterra.
“Oh ya, Delolliah. Gue mau tanya, dong.”
“Ya? Ada apa, Myllo?”
“Waktu lo sampe di Geoterra, yang pertama kali lo liat tuh apa?!”
“Te-Tentang itu…”
Hm?
Kenapa dia keliatannya ragu-ragu?
“Saat itu, aku seketika tersadar dan kehilangan memoriku. Namun, aku merasa begitu takut.”
“Takut? Emangnya ada apa?”
“Ada beberapa orang yang mengelilingiku. Namun, aku yakin mereka semua bukan Manusia!”
Hah?! Bukan Manusia?!
“Kalo bukan Manusia, terus mereka itu apa, dong?!”
“Mereka… Iblis!”
““!!!””
Iblis?!
Tapi kalo ngomong soal Iblis…
“*Bruk!”
“Brengsek! Ternyata mereka udah ada di sini selama ratusan tahun, ya?! Jangankan gue! Bahkan Kak Sylv pun belom lahir!”
“Anying! Aing teh kesel pisan denger nama ras itu!”
…pastinya nggak ada yang lebih kesel daripada Myllo sama Garry.
“Beruntung mereka tidak mengejarku. Namun, puluhan tahun kemudian, aku bertemu dengan seorang wanita.”
““Wanita?””
“Ia adalah orang yang sangat baik, yang hendak mengembalikan ingatanku. Walaupun gagal, ia mengajariku
dengan sihir ini.”
“…”
Runecraft, ya?
Artinya…
“Lo ketemu Witch, ya?”
“Sepertinya begitu. Saat itu, aku tidak mengetahui siapa mereka sebenarnya. Namun semenjak ada saksi yang melihat percakapanku dengan Jörnarr, maka nama Ocean Witch semakin melekat denganku.”
Ada benernya juga sih.
Udah karena cerita dongeng itu, tambah lagi dia yang bisa Runecraft, makanya sebutan Witch jadi nempel banget
buat dia.
“Myllo, mengapa kau menanyakan tentang bagaimana kedatanganku?”
“I-I-Itu karena…”
Aduh! Ketauan ya kita mau masuk ke Hidden Dungeon?!
“Tenang saja. Kita tidak akan menahan kalian yang hendak memasuki Hidden Dungeon, Aquilla.”
“Ka-Kakak Delolliah! Bagaimana jika—”
“Tenang saja. Kakak Nemesia adalah pribadi yang—”
“Seratus tahun pun cukup untuk merubah pola pikirnya, Kakak Delolliah!”
Hah? Maksudnya apa?
“Atas kematian Kakak Euphonia, maka ia menjadi gila! Ia bahkan membuat seluruh Siren di dalam sana untuk bertarung dan dijadikan sebagai prajurit! Semua itu hanya untuk membunuh Pria Terjanji yang akan datang!”
Cih! Karena ramalan lagi, ya?!
“Hehe! Tenang aja!”
““Hah?!””
“Walaupun galak kalo lagi gonggong, tapi Djinn orangnya baik! Kakak kalian pasti ngerti, kok!”
Sialan nih Si Dongo!
Maksudnya gue ini anjing atau gimana?!
“Oi, oi, oi. Maaf nih kalo gue ganggu momen kita semua.”
Hm?
Ollie ada yang mau disampein?
“Karena yang ada di sini udah selesai, terus kita ngapain nih selanjutnya?”
Oh iya! Kan Quest Joint Party kita udah selesai!
Terus masalah tentang “Ocean Witch” juga udah selesai.
Artinya semua yang di sini udah selesai semua, kan?
“Ahahaha! OK kalo gitu!”
Ngeliat dari reaksinya, gue tau nih Si Dongo mau ngapain…
“Semuanya! Ayo kita rayain selesainya Quest ini pake pesta besar-besaran di kedai minum!”
Tuh kan! Gue udah yakin nggak jauh-jauh dari minum!
Tapi…
““Wuoaaaah!””
““Syik, asyik, asyiiik!””
…keliatannya anggota Lynx pada semangat.
Terus kalo semua Siren ini gimana?
“Apakah kita harus ikut?”
“Sepertinya… hanya sia-sia saja.”
“Andai kita bisa mabuk karena minuman beralkohol, mungkin saja kita antusias untuk ikut.”
Mereka nggak bisa mabok?!
“Walaupun kita tidak bisa mabuk, apa salahnya jika kita ikut?! Benarkah begitu, Kakak Delolliah?!”
“Haha! Tentu saja! Waktunya kita merayakan…”
““Hm?””
Kenapa Delolliah tiba-tiba diem? Kesannya ada yang a—
“Aaaargh!”
Eh?! Delolliah kenapa?! Kok tiba-tiba teriak kayak gitu?!
“Ka-Kakak Delolliah?! Mengapa kakak—”
“Ba-Bahaya!”
Bahaya?
“Myllo! Ada bahaya di hutan!”
Hah? Bahaya di hutan?
Terus kenapa panggil Myllo kalo ada bahaya di hutan?
“Emangnya ada apa di hutan?”
“Dua kakak beradik yang disebut sebagai Pemburu, seseorang yang menggunakan jubah, serta seorang wanita berpedang besar! Mereka sedang bertarung di tengah hutan!”
““!!!””
Tunggu!
Kalo kakak-beradik yang dia maksud, mungkin Berius sama Dreschya! Tapi kalo dua orang terakhir yang dia deskripsiin…
Nggak salah lagi! Itu Dalbert sama Gia!
“Woy, Delolliah! Apa maksudnya rekan-rekan gue?!
“Mereka… Mereka sedang bertarung dengan beberapa orang! Tunggu! Sepertinya mahluk itu juga berada di sana!”
Mahluk itu?
“Maksudnya mahluk itu a—”
“Delolliah! Kok lo bisa tau?!”
“Aku mengukir Sajak di sekitar pohon. Jika ada sesuatu yang terjadi, aku bisa merasakannya!”
Bisa ngerasain yang ada di hutan?!
Gila banget! Kok bawaannya gue makin pengen belajar Runecraft, ya?!
“Cih! Terus gimana cara kita ke sana?! Kita aja lagi ada di dasar laut!”
“Aku telah membuat teleportasi dengan Runecraft, Myllo!”
Oh! Untung deh!
Jadinya kita semua bisa—
“Namun, maafkan aku sebelumnya. Sepertinya kapasitas teleportasiku hanya bisa menampung 5 orang saja.”
Duh! Nggak bisa semua, ya?!
“Selain gue, Djinn, sama Garry, artinya cuma bisa bawa 2 orang lagi, ya?”
“Duh, Teh Gia…”
Kira-kira Myllo bakal bawa siapa aja—
“Maafin gue, Aquilla. Tapi itu semua urusan kalian.”
“Ollie?”
“Lynx di sini untuk Joint Party aja. Kalo anggota lo lainnya lagi ada masalah, Lynx nggak mau ikut campur.”
Maksudnya dia nggak peduli, ya?
“Yaudah! Nggak apa-apa!”
“…”
“Makasih untuk kerja sama kalian, Lynx!”
“*Tap!”
“Ya. Semoga lo berhasil jadi Petualang Nomor Satu, Myllo.”
“Hehe! Semoga juga lo bisa penuhin mimpi lo!”
Ternyata mereka nggak ikut. Pake bantuan beberapa Siren yang ada di sini, mereka mau pergi.
“Nanti untuk bayarannya bisa gue titip ke Dyewien ya. Mungkin kelar ini gue mau istirahat dulu.”
““ISTIRAHAT MULU, BOS!!!””
Bener banget! Bahkan anggotanya aja pada protes!
“Ahahaha! OK kalo gitu, Ollie!”
Karena Lynx nggak ikut, artinya ada 2 dari 6 orang lagi ya yang bisa ikut?
“Nyonya Jennania, Nyonya Delolliah.”
“Ada apa, Pielloda?”
“Kami para subjek anda berharap agar sekiranya anda sekalian bisa membantu Aquilla.”
“Ya. Izinkan kami untuk kembali bersama Lynx menuju Clamista.”
“Baiklah.”
Selain Jennania, Virgo juga nggak ikut.
Kalo gitu, Delolliah sama Jennania yang ikut, ya? Sebenernya sih gue juga udah ada feeling kalo mereka yang ikut.
“Jennania, bagaimana denganmu?”
“Tentu saja aku ikut, Kakak Delolliah.”
Kalo gitu, artinya ada gue, Myllo, Garry, Delolliah, sama Jennania yang ikut.
“Mari ikuti aku, Aquilla.”
Kita ikutin Delolliah ke tempat yang ada Rune yang gede.
“Bersiaplah kalian. Akan ada rasa mual yang luar biasa ketika kalian masuk.”
““Ya!””
Kita berlima pun siap untuk berangkat.
……………
“*Vrung…”
Gila! Ternyata kita semua berhasil sampe di—
“Hueeeekk!!!”
Dari semua orang, gue nggak nyangka kalo Delolliah sendiri yang muntah.
Padahal dia yang bilang kalo teleportasinya bakal bikin mual…
“Ka-Kakak Delolliah! Apa kakak baik-baik saja?”
“A-Aku baik-baik saja. Tetapi… mengapa kalian tidak ada yang mual?! K-Keterlaluan kalian semua!”
Kenapa malah ngomel-ngomel ke kita…?
“Ahahaha! Dia yang ingetin, dia yang muntah!”
“M-Myllo Olfret! Berani-beraninya kau menertawakan Kakak Delolliah!”
Kenapa malah jadi protektif?!
Padahal tadi aja mau bunuh kakaknya sendiri!
Tapi nggak mungkin dong gue ngomong gitu…
“Ahahaha! Ma-Maafin gue yang ketawa karena ngeliat—Hueeeekk!”
KENAPA DIA JUGA IKUTAN MUNTAH?!?!
“Sianying! Jorok pisan!”
“Haaaah?! Kan Delolliah juga mun—”
“Nggak! Teteh geulis teh nggak pernah jorok!”
“Haaaaaah?! Kok lo pilih ka—”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Hah?! Kok tiba-tiba bocah brengsek ini kepental?!
“Woy, Berius! Siapa yang pukul
lo?!”
“Hah?! Kok ada kali—”
“Tuh orangnya—”
“*Jgrum!”
““Aaargh!””
Tiba-tiba ada orang-orang yang mau coba nyerang, ya?! Untung aja gue langsung serang mereka!
“Mil! Kita nggak bisa buang-buang waktu lagi! Ayo kita bantu Gia sama Dalbert!”
“OK! Ayo kita ke sana!”
Akhirnya kita pergi untuk bantu Gia sama Dalbert.
“Mereka ada di sana!”
“*Dor! Dor! Dor!”
“Hraaaagh!”
“*Prang!”
““Aaargh!””
Untung aja mereka masih kuat untuk—
“Gia! Hati-hati belakang lo!”
“Hyaaaat!”
“*Tuk!”
“Akh!”
Huuuh… Kalo nggak ada Myllo, mungkin Gia udah diserang!
“Myllo?! Djinn?! Garry?!”
“Hehe! Bala bantuan dateng untuk kalian!”
Ya.
Untung aja kita nggak te…lat…
“Grugh…”
Itu… apaan…?
“Tenang aja, Machinno. Mereka baik—”
“Grugh! Gruuugh… Grugh!”
“Ka… Kamu takut sama Djinn, ya? Maklumin aja ya! Soalnya dia galak!”
Sialan nih Si Genit!
“Hey, apakah kau ingat denganku?”
“Gruuugh!”
“*Phuk!”
“Kau dipanggil Machinno, kah? Jika kau punya nama panggilan, aku pun juga. Namaku Delolliah.”
“Grruuggh!”
Mahluk itu keliatannya seneng banget ketemu Delolliah.
“Myllo! Djinn! Kalian berdua kencan sama dua cewek ini, ya?!”
Hah?! Kencan?!
“Nggak, Teh Gia! Dua teteh geulis ini teh kencan sama a—”
“Ah, nggak mungkin.”
“HAAAAH?!”
Emang enak digituin cewek genit?!
“Itu mereka!”
“Cih! Mereka nambah orang, ya?!”
Mereka masih banyak, ya?
“Woy, Myllo. Gue tau lo abis jalanin Quest. Tapi lo masih bisa lawan mereka ini, kan?”
“Hehe! Lo ngeremehin Kapten lo sendiri, Dalbert?!”
“Yah, seenggaknya kita udah berlima, deh.”
“Apalagi kita semua teh dapet bantuan dari dua teteh geulis!”
“Haaaaah… dasar bocah-bocah aneh! Udah tau ada banyak orang, masih sempetnya ngomong—”
““NGACA SENDIRI, ANEH!!!””
Sialan! Gue dibilang aneh!
Yaudah lah! Intinya, kita semua udah ngumpul…
“OK, Aquilla! Waktunya kita tunjukkin siapa kita sebenernya!”
““Ya!””
…untuk lawan salah satu tantangan besar kita sebagai satu Party.