Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 97. The Ninth



Sebelum rapat mulai, Dahlia


kenalin dulu para Petualang yang ambil Quest ini.


Dari total 23 Petualang, ada 3


yang masih Kasta Biru, 8 Kasta Hijau, 8 Kasta Kuning, sama 4 Kasta Jingga.


Awalnya gue kira ini Joint Party,


tapi kalo kata Gia…


“Ini bukan Joint Party.”


“Bukan Joint Party?”


“Iya! Semua Petualang yang ada


di sini ditunjuk langsung, bukan resmi dari Guild. Kamu bisa liat sendiri, kan?


Ada yang Kasta Biru, bahkan ada yang Kasta Jingga.”


“Iya sih, keliatannya nggak


mungkin juga ada Kasta Biru yang satu Joint Party sama Kasta Jingga. Artinya


ini asal direkrut aja, ya?”


“Dibilang asal sih juga nggak.


Lebih tepatnya kita semua itu karena kenalannya Dahlia. Ya anggep aja ini Joint


Party nggak resmi.”


…kita ini orang direkrut karena


kenal Dahlia, makanya ini bukan Joint Party resmi.


Untuk peran dari Petualang yang


ambil Quest ini, ada 3 Petualang yang udah jadi Leader. Tapi untuk total


keseluruhan, ada 3 Observer, 5 Keeper, 4 Frontliner, sama ada 10 Striker.


Kalo Rounder?


Ya, lagi-lagi cuma gue sendiri.


Haaaaah…jadi babu lagi deh.


Abis perkenalan, kita mulai


rapatnya.


Dari yang gue tangkep, bangsawan


yang namanya Bronski ini diminta pemerintah Erviga untuk bawa alat yang katanya


penting untuk nanggulangin serangan Naga di negara ini.


Katanya, alat itu harus dipasang


di wilayah paling ujung Erviga. Makanya itu dia butuh banyak Petualang yang


jagain.


Awalnya gue heran alesannya harus


dijagain banyak-banyak, tapi gue sendiri baru inget alesannya.


“Karena serangan Kaum Naga sedang


lagi memuncak di Erviga. Maka dari itu, saya harap para Petualang sekalian bisa


menjaga saya dari ancaman para Kaum Naga.”


““Ya.””


Ya, karena Kaum Naga lagi


liar-liarnya di negara ini.


“Baiklah, sepertinya udah cukup.


Sebelum kita tutup, ada yang mau nanya?”


“Nyonya Dahlia Dalrio, apakah


hanya ini saja Petualang yang anda rekrut?”


“Oh, ya! Saya lupa bilang kalo


ada satu Petualang lagi! Dia yang berhalangan hadir karena lagi nyelesain


Quest! Tapi dia janji untuk dateng besok pagi.”


“Hm?”


“Tenang aja, dia bisa saya


percaya.”


“Nyonya Dahlia Dalrio, akan


tetapi—”


“Dia itu teman ayah saya!


Saya berani sumpah atas nama bapak saya, Darius Dalrio, kalo dia itu orang yang


bisa dipercaya!”


Buset! Sampe sumpah gitu Dahlia!


“Ba…Baiklah. Saya percaya dengan


anda.”


“…”


Dahlia ngangguk doang.


“Apakah ada lagi yang mau


bertanya—”


“Dahlia, Dahlia, Dahlia!”


Myllo mau nanya?!


Sumpah, perasaan gue nggak enak!


“Hm?”


“Kalo kita besok jalan, malem ini


kita ada pesta-pesta nggak?!”


Tuh kan!


Gue udah yakin pasti arahnya ke


sana!


“Woy, goblok! Kita berangkat


besok pagi! Masa kita malah pesta-pesta?!”


“Iya! Yang namanya pesta itu


mending di akhir! Bukan di awal!”


“Tau nih! Aneh-aneh aja idenya!”


Nah kan, diprotes hampir semua


yang ada di sini kan jadinya!


“Dasar nggak tau diri! Malah—”


“OK! Saya yang traktir!”


““HAAAAAHHHH?!?!””


Kok…Dahlia malah mau traktirin?!


“Ngaaahahahaha! OK, Dahlia!


Makasih sebelumnya!”


“Ya, Myllo. Ayo kita semua ke


kedai!”


““Yaaa!””


Akhirnya gue balik lagi ke kedai


bareng Dahlia sama beberapa Petualang yang lain.


Kalo bangsawan itu…


“Hmph. Jangan samakan saya dengan


mereka semua.”


…ya…nggak perlu ditanyain lah.


Kayak biasa, kita mulai duduk


satu meja, terus Myllo mulai mabok, abis itu dia cerita-cerita tentang


kakaknya, terakhir dia muntah dulu sebelum kita balik ke kamar kita.


……………


Besoknya, kita udah siap untuk


jalan.


Masalahnya…


“Kemanakah Petualang yang anda


maksud, Nyonya Dahlia Dalrio?!”


“Cih! Kenapa dia datengnya lama,


sih?!”


…Petualang terakhir yang dibilang


Dahlia nggak dateng-dateng.


“Baiklah, sepertinya tidak perlu


menunggu lebih lama lagi. Alangkah baiknya kita jalan saja terlebih dahu—”


“*Tring, tring, tring… (suara


lonceng berbunyi)”


“WASPADA KEPADA SEMUA YANG ADA DI


KASKAR CITY! ADA KAWANAN KAUM NAGA YANG MENYERANG!”


““Hwaaaaah!””


Duh! Belom jalan udah ada yang


mulai dateng Dragonkin!


“Saya butuh laporan tentang


Dragonkin yang menyerang!”


“La…Lapor! Total ada 13 Wyvern, 14


Drake, 11 Wyrm, dan a…ada…”


“Cepat berikan laporan yang—”


“2 Naga!”


““!!!””


Kayaknya ini baru pertama kalinya


gue denger ada Naga yang nyerang!


Sejauh ini, cuma empat Naga,


termasuk Rakhzar yang pernah gue lawan.


Kalo Tarzyn kayaknya beda kelas,


nggak perlu disebutin.


Tapi waktu lawan Rakhzar sama


tiga Naga lainnya, gue yakin banget kalo dia nahan kekuatan penuhnya. Gue yakin


itu semua karena dia emang anggep remeh gue.


Kalo emang bener 2 Naga yang mau


dateng ke kota ini hilang akal sehatnya, bisa-bisa mereka jadi versi mini-nya


Tarzyn!


“Hehe! Mungkin kita bisa latian


dulu kali, ya?!”


Hah?! Latian?!


Nih orang lupa ya kalo badannya


belom 100% sembuh?!


“Hmph! Lo mungkin adeknya Pahlawan


Sylvia, tapi apa lo sanggup lawan Dragonkin?!”


“Huahaha! Lo nggak perlu jawab


orang itu, Myllo Olfret! Mending lo buktiin aja pake kekuatan lo!”


“Bawel kalian bertiga! Jangan


pernah anggap remeh keadaan!”


“Ya, ya, ya! Mending kita


berempat buktiin aja siapa yang bisa kalahin mereka paling banyak!”


““Hah?!””


Serius dia nantangin 3 orang yang


Kasta Jingga?


Ya emang bukan Myllo sih kalo


nggak keras kepala.


“Heh! Lo masih Kasta Kuning aja


udah sombong!”


“Dasar nggak tau diri!


Mentang-mentang lo itu—”


“Jangan banyak bicara kalian semua!


Cepat serang para Naga dan Dragonkin sebelum mereka menyentuh kota ini!”


““Y…Ya…””


“Para prajurit! Cepat evakuasi


para warga!”


““Baik, Tuan Bronski!””


Ujung-ujungnya kita yang harus


dibiarin lawan semua kaum Naga itu.


“Ka…Kalian, tolong jaga satu sama


lain! Semoga aja kalian nggak ada yang terluka sebelum pergi ekspedisi!”


“Hehe! Tenang aja, Dahlia! Gue


yakin semua Petualang yang lo rekrut ini kuat!”


Myllo keliatan pede banget


ngomong kayak gitu, padahal…


““…””


…ada banyak juga dari kita yang


ketakutan.


Keliatan banget dari tangan


mereka yang gemeteran.


“Ayo tunggu apa lagi?! Ayo kita


maju!”


““Ya!””


Mau nggak mau, kita semua maju


“Zegin! Gue butuh kekuatan lo!”


“*Fwush! (suara tiupan angin)”


“Myllo! Jangan main terbang aja,


dong!”


Myllo langsung terbang ke satu


Wyvern pake kekuatan dewa-nya.


Dasar dongo, lagi-lagi dia lupa


soal kondisi badannya.


Nggak, dibanding lupa, kayaknya


lebih nggak peduli soal kondisi badannya, deh.


Yaudah lah, gue nggak perlu


peduliin lagi.


Tinggal urusan dia aja i—


“Rooooaaar—”


“*Bhuk! (suara pukulan)”


“Rrrr…”


Huh! Untung gue sadar ada Drake


yang mau serang gue!


“Rooaargh!”


“*Prang! (suara pedang besar


menahan serangan)”


“Haha! Untung aku makin kuat


tahan serangan Drake—”


“*Prang, prang, prang… (suara


pedang besar menahan banyak serangan)”


“Urgh! Aku masih kuat!


Hraaaargh!”


“*Prang! (suara serangan pedang


besar)”


Untung Gia masih kuat untuk tahan


serangan—


“Rooaargh!”


Drake itu mau coba serang Gia


pake bola api.


Kalo gitu…


“Judgment: Charge!”


“*Jgrumm! (suara petir)”


“*Boom! (suara ledakan)”


…gue cuma perlu tembak bola pai


itu pake petir gue, sebelum Drake itu nembak Gia.


“Sekarang, Gia!”


“Iron Crusher!”


“*PRANG! (suara keras serangan


pedang besar)”


“Rrrr…”


Gia masih bisa kalahin Drake itu.


“Djinn! Makasih udah cover cewek cantik kayak a—”


“Fokus dulu! Semuanya belom


selesai!”


“Cih!”


Nih orang masih sempet-sempetnya


genit, ya?!


……………


Sejauh ini, udah ada beberapa


Drake sama Wyvern yang dikalahin.


Kalo dibilang semua ikut turun


tangan untuk ngalahin kaum Naga yang gue sebut tadi, sebenernya nggak.


“*Boom! (suara ledakan)”


“Raaaargh!”


““Aaargh!””


“Jangan takut! Kita masih punya


Keeper yang bisa sembuhin kalian!”


Masih ada beberapa Petualang yang


kesusahan untuk bahkan lawan satu Drake aja.


Ada juga yang ngalahin 5 Drake


sama 3 Wyvern. Yang ngalahin itu ada…


“Canon Arrow!”


“*Boom! (suara ledakan)”


“Rrrr…”


…Padomus, dia itu Centaur,


Manusia Setengah Kuda.


Dia Striker Tingkat Jingga yang


jadi Kapten dari Equos. Senjata dia itu busur sama panah.


Selanjutnya ada…


“*Shrak, shrak, shrak… (suara banyak


tebasan dua pedang)”


“Hrrr…”


…Nelzei Klevnier, Dark Elf yang


juga Striker yang jadi Kapten. Nama Party dia itu Ferrum. Dia punya gerakan


yang cepet banget, bahkan badannya aja hampir mirip kayak bayangan saking


cepetnya.


Abis itu, yang menurut gue paling


nonjol dari semua Kasta Jingga di sini…


“Blizzard Strike!”


“*Swush! (suara ayunan pedang)”


““*Shrak! (suara tertusuk es


besar)””


“Roaaa—”


“Rising Rock!”


“*Shruk! (suara tertusuk batu


tajam)”


“Rrrr…”


August Adverso.


Dia itu Swordsmage, kayak Luvast.


Artinya dia jago pake pedang, terus jago pake sihir juga.


Kalo nggak salah dia itu Kapten


dari Tigris. Dia juga Striker Kasta Jingga kayak dua orang sebelumnya.


Terakhir ada…


“Zegin Vacuum!”


““Rrrr!””


“Wuryaaa!”


“*Tuk! (suara pukulan tongkat)”


…Myllo, satu-satunya Striker


Kasta Kuning yang ikut di depan bareng mereka bertiga.


Ya, bisa dibilang yang lain cuma


jadi beban, sih.


Makanya itu gue atau Gia nggak


bisa ikut terjun bantu mereka berempat, karena fokus bantuin yang lain.


“*Bhuk! (suara pukulan)”


“Makasih ya udah bantuin kita,


uhm…siapa nama—”


“Djinn.”


“Ya, Djinn! Makasih udah—”


“Rooaaaaarrr!”


Ada Naga yang ngeraung.


Perasaan gue jadi nggak enak—


“*Shringgg! (suara sinar terang)”


““Akh!””


Naga itu tiba-tiba ngeluarin


sinar dari badannya, makanya semua jadi pada sakit mata.


Kecuali…gue.


“Ah! Mata aku sakit—”


“Roaaar!”


Gawat! Gia mau dimakan!


“Heaaa—”


“Haurp!”


“Urgh!”


Dasar kadal brengsek!


Dia gigit gue, terus gue dibawa


terbang!


“Judgement!”


“*Jgrum! (suara pukulan petir)”


“Rooaaarr!”


Cih! Nggak mempan, ya?!


“Jgrum! Jgrum! Jgrum! (suara


banyak pukulan petir)”


“Rrrr…”


“*Bruk! (suara terjatuh)”


Huh! Untung aja dia nggak sekuat


Rakhzar!


“Djinn, kamu nggak apa-apa?!”


“Tenang aja, gue nggak—”


“Woy, Keeper! Tolong sembuhin


temen gue!”


Karena panggilan Myllo, beberapa


Keeper ada yang samperin gue.


Tapi ada yang aneh.


Katanya ada 2 Naga, tapi yang


satu lagi ke ma—


“Rooaaarr—”


“*CHRAK! (suara keras cakaran)”


“*Bruk! (suara terjatuh)”


Gila! Siapa yang bisa cakar


kepala Naga sampe putus kayak gitu?!


“Haaaah…ternyata Naga ini masih


muda, ya.”


““…””


Siapa dia?


Orangnya udah agak tua, mungkin


umurnya udah kepala lima.


Tapi badannya keker banget!


“Djinn…kamu inget Petualang yang


kamu tanyain itu, kan?”


“Yang gue tanyain? Yang mana?”


“Yang namanya Lupherius


Nighteeth.”


Kalo nggak salah dia yang


Petualang Solo itu kan, ya?


“Inget. Kenapa emangnya?”


“Itu orangnya!”


“!!!”


Ternyata dia Petualang urutan 9


di dunia?!


Gila! Ternyata sekuat itu ya


Petualang urutan ke-9!


Gimana kalo yang urutan pertama,


ya?!


Apalagi kakaknya Myllo, yang


bahkan disanjung-sanjung kayak gitu?!