Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 192. Reunion



Lawan gue ternyata Mistyx, ya?


Sialan. Kalo sampe Styx tau, bisa-bisa dia makin benci sama gue!


“…”


Cih! Cewek itu udah mau nyerang gue la—


“*Vwumm!”


Dia bisa lempar bola api hitem dari jarak sejauh itu?!


“*Vwumm! Vwumm! Vwumm!”


Gue nggak ada pilihan lain selain hindarin lemparan dia!


Tapi kalo dia emang mau main jarak jauh, gue juga bisa lawan!


“*Jgrum!”


“…”


Kenceng banget reflek cewek itu! Segampang itu dia hindarin tembakan Sihir Petir gue!


“*Swush!”


“…”


Dia lari sekenceng-kencengnya, abis itu lompat dari jarak yang agak jauh untuk nendang gue.


“…”


Untungnya sih bisa gue hindarin. Karena itu dia…


“*Bruk…”


…nabrak salah satu bangunan sampe jebol temboknya. Karena ini, gue jadi ada kesempetan untuk—


“*Vwumm…”


Sialan! Dia masih gerak sekenceng itu walaupun kakinya luka karena nabrak bangunan?!


“*Swush!”


Dia kira gue bakal biarin dia serang gue terus?!


“*Dhuk!”


“*Bruk!”


“Ahakh!”


Karena tendangan gue, dia jadi jatoh sekenceng-kencengnya ke tanah.


“…”


Pingsan, ya?


Artinya tantangan besarnya udah berhasil gue lewatin, kan?


Kalo gitu, sisanya cuma…


“Kapten Be—”


“*Dhum!”


…anggotanya aja!


“*Chrrrkkk…”


((Thunder Burst))


“*Chhrrkkk…”


““Akkh!””


Bagus, deh.


Kayaknya udah nggak ada lagi Mistyx yang ada di sekitar sini.


Tapi…


“…”


…kok cewek ini masih familiar banget ya buat gue? Bahkan Mistyx lainnya bilang dia apa? Kapten?


Apa mungkin—


((River Splash))


“…”


Cih! Orang Chemia yang tadi masih bangun, ya?!


“A-A-Anda keterlaluan! Anda telah membunuh adik dan kakak sa—”


((Volt Shot))


“*Jgrum!”


“…”


Bawel banget!


Orang lagi—


“Itu dia anggota Aquilla!”


“Serang dia, Chemia!”


Haaaaah!


Kenapa tiba-tiba ada orang-orang Chemia?!


((Judgement: Thun—


“*Boom! Boom! Boom!”


““Aaaargh!””


Eh! Gila ya pasukan robot ini?!


Mereka mau nyerang gue tapi nggak mikirin anggota Chemia lainnya?!


Bukannya mereka itu—


“Laporan terbaru! Serang siapapun yang ada di depan mata kalian! Baik itu Aquilla, komplotan penyerang, maupun Chemia!”


Nggak gue sangka! Ternyata mereka jadi musuhan!


“Lihatlah pria itu! Serang di—”


“*Vwumm!”


“Aaaa—”


“*Boom!”


Cih! Cewek ini tiba-tiba bangun!


Walaupun dia nyerang Gazobot yang mau tembak gue…


“*Vwumm…”


…pasti dia mau langsung nyerang gue!


“*Jgrum!”


“Aaargh!”


Daripada gue harus ngutang nyawa sama cewek ini, mending gue serang anggota Chemia yang mau nyerang dia!


“Itu dia!”


“Hati-hatilah! Wanita bertopeng itu adalah pemimpin kelompok yang menyerang Voxhaben!”


Pasukan Gazobot udah pada dateng lagi, ya?


“…”


Total dari mereka ada 10 unit. Harusnya gue sanggup lawan mereka semua!


“Semuanya! Kalian juga harus waspada terhadap pasukan unit Gazobot! Mereka berusaha menyerang kita juga!”


“Kali ini tidak ada kawan atau sekutu! Siapapun adalah musuh Chemia!”


Kira-kira ada sekitar 10 Petualang Kasta Hijau sama 3 Petualang Kasta Kuning yang nunggang monster aneh buatannya Ghibr.


“Kapten?”


“Kalian urus Chemia sama Gazobot. Sedangkan orang itu, biar gue yang urus.”


Pihak Mistyx juga ada sekitar 14 orang lagi.


Sedangkan pihak Aquilla…


“…”


…cuma gue doang.


“Tembak mereka semua dengan Gazobot kita!”


“Pasang pelindung dengan Artifact buatan kita!”


“Serang Gazobot sama Chemia! Sekarang!”


““*Swush!””


Di tengah kekacauan ini, gue harus lawan cewek ini!


“*Vwumm,, wumm, wumm…”


Sekarang pukulan dia dilapisin api hitem.


Kalo dia bisa gitu…


((Judgement))


“*Chrrkchrrkk…”


…artinya gue juga bisa lapisin tangan gue pake petir, kan?!


“*Boom! Boom! Boom!”


Cih!


Walaupun ada efek ledakan, tapi dia bisa jaga keseimbangan badannya supaya nggak jatoh, ya?!


Kalo kayak gini, gue nggak bi—


“*Krrrgk…”


Sialan! Gue ditangkep Gazobot!


“Matilah kau, Djin—”


“Heaaargh!”


“*Prang, tang, tang…”


Untung aja gue masih bisa hancurin Gazobot ini!


Kalo gitu…


“*Swung…”


…mending gue lempar aja Gazobot ini ke cewek itu!


“*Vwumm!”


“*Boom!”


“…”


Ya emang nggak segampang itu sih untuk jatohin dia.


((Metal Buster))


((Kinetic Blast))


Elah! Ngapain sih dua Petualang ini?! Mereka mau—


“*Zhum!”


“Akk—”


“*Vwumm!”


Cewek itu ngeluarin aura serem kayak gitu! Karena auranya tadi, dua Petualang itu jadi ketakutan, terus dia pake kesempatan itu untuk bakar mereka!


Cih! Artinya dia yang paling kuat dari semua Mistyx! Pantes aja dia jadi Kapten mereka!


“*Vwumm! Vwumm! Vwumm!”


“*Swush! Swush! Swush!”


Gue nggak ada pilihan lain, selain menghindar!


“Haaaargh!”


“*Swush!”


Dia mau main jarak deket tanpa adanya sihir lagi, ya?


Bagus!


“*Swush! Swush! Swush!”


Kita cuma bisa adu serangan jarak deket, sambil saling hindarin serangan satu sama lain aja!


Tapi, gue bisa liat ada banyak kelemahan dari serangan dia!


“*Swush, swush—”


“*Bhuk!”


“Urgh…”


Gue berhasil pukul di—


“*Dhuk!”


“!!!”


Cepet juga reaksinya nih cewek!


Nggak gue sangka dia bisa langsung serang balik gue pake tendangannya!


“*Boom!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Ada Petualang yang jatoh di depan kita?


“Serang mereka berdu—”


“*Jgrum!” “*Vwumm!”


“*Boom!”


Gue tadinya mau hancurin Gazobot itu pake petir gue, tapi dia juga ikut hancurin pake api hitem dia.


Entah kenapa rasanya fami—


“*Bhuk!”


Si-Sial—


“*Bhuk! Dhuk!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Kurang ajar nih cewek!


Mending gue fokus lawan dia aja, daripada mikirin yang lain!


“*Swush!”


Hindarin tendangannya!


“*Bhuk! Bhuk! Bhuk!”


Abis itu hajar terus cewek ini!


“Cih!”


Kalo dia marah…


“Haaaargh!”


“*Swush, swush, swush…”


…serangannya jadi ngasal!


Karena serangannya yang ngasal, artinya dia udah mulai gampang diprediksi!


Intinya…


“*BHUK!!!”


“*Swush…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


…gue udah pasti menang.


“*Ohok! Ohok! Ohok!”


“…”


Jangan salahin gue kalo gue kasar sama cewek.


Ini cuma salah satu bukti kalo gue nggak ngebeda-bedain tindakan gue ke cewek atau cowok. Anggep aja ini salah satu upaya gue untuk berlaku adil, mau ke cewek atau ke cowok.


“…”


Helm yang dia pake udah makin kebuka.


Dari sini, rambutnya yang warna ungu makin keliatan.


“…”


Dia masih bisa diri?! Padahal gue mau dia tumbang secepetnya!


Nggak, bukan artinya gue mau dia mati! Justru, gue nggak tega untuk lawan dia lagi!


“…”


Kenapa gue nggak mau lawan dia lagi?


“…”


Karena…


“*Shringgg…”


…gue sebenernya tau siapa cewek ini.


Dari dua pisau yang dia keluarin, gue makin yakin sama apa yang gue pikirin.


Masalahnya, gue nggak mau percaya sama isi pikiran gue!


“*Swung…”


Dia lempar pisaunya?!


“*Vwumm…”


Eh?! Kok bisa gi—


“*Vwumm!”


“!!!”


Gila! Sihir macem apaan, tuh?!


Dia lempar pisaunya ke gue, tapi dia bisa nangkep pisaunya pake api hitem yang bentuknya kayak tali?!


“*Vwumm!”


“…”


“*Vwumm!”


“…”


Sekarang kayak gini ya cara dia main jarak jauh?!


((Charge))


“*Jgrum!”


“…”


Dia masih bisa hindarin kekatan petir gue?!


Sialan!


Cuma modal cambuk api hitem yang ujungnya ada pisau doang, dia bisa bikin gue bingung!


“*Vwumm!”


“…”


Cih!


Dia bahkan nggak ngasih gue kesempatan sama sekali untuk nulis Sajak supaya bisa pake Runecraft! Mau nggak mau, gue harus pangkas jarak gue dari dia!


“*Vwumm!”


“…”


Hindarin, hindarin, hindarin!


“…”


Gue pasti bisa hinda—


“*Vwumm!”


Sialan! Gue ketusuk!


Tapi nggak apa-apa!


Karena…


“*Krrrttt…”


“!!!”


…jarak gue udah deket sama dia!


Makanya itu gue bisa cekek dia!


“…”


Maafin gue kalo ngelakuin ini!


“*Bruk!”


“…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Karena gue nggak tau harus gimana, gue banting muka dia ke tanah.


Tapi gue yakin aman-aman aja.


Karena dia pake helm—


“*Chrang…”


Ah…


Helmnya hancur…


“!!!”


Cih! Sialan!


Kenapa dugaan gue harus bener?!


“*Swush!”


“*Tap!”


Dia bahkan masih pengen nusuk gue pake pisau dia yang satu lagi?


Haaaah…


Kayaknya gue harus buka topeng, deh…


“…”


“!!!”


Gue buka topeng gue di depan dia, sebelum gue sapa dia di “reuni” kita berdua.


“Apa kabar, Styx?”