
Di Snellsham Point, Myllo dan Styx hampir berhasil mengalahkan seluruh anggota Children of Purgatory yang datang menyerang.
“*Tuk!”
“Haaaaah… Udah selesai, kan?! Kalo pun masih lanjut, jangan sampe bahayain warga sini, deh!”
Seru Myllo dengan menghentakkan tongkat miliknya ke tanah.
Melihat aksinya, seluruh warga hanya bisa memujinya.
“Wuoaaah! Keren banget!”
“Kok bisa dia kalahin mereka semua?!”
“Ternyata ini ya kualitasnya Kapten dari Aquilla yang lawan Kaum Naga!”
“Jika ia memang benar mengalahkan Kaum Naga, maka tidak heran juga jika ia sanggup mengalahkan Mahluk Fana yang menggunakan kekuatan pinjaman dari Iblis!”
Seru para warga yang menyaksikan pertarungannya melawan Children of Purgatory.
Aksinya tersebut tidak hanya mendapat pujian dari warga Snellsham saja. Bahkan pengendara unit Gazobot pun juga dipujinya.
“L-Luar biasa!”
“Jika tidak ada dia, mungkin kita semua tidak bisa berbuat apa-apa!”
“Tetapi dengan adanya dia, maka apa fungsi kita sebenarnya di tempat ini?”
““Kau benar…””
Balas beberapa pengendara Gazobot dengan sedikit canggung.
Tetapi, dari antara mereka semua, hanya ada satu orang saja yang tidak suka dengan pujian yang dilontarkan kepadanya.
“Cih! Lagi-lagi orang ini dapet pujian!”
Pikir Styx yang iri dengan Kapten Aquilla saat ini.
Walaupun ia mendapatkan banyak pujian, namun Myllo merasa sangat kesal.
“Woy, berisik! Daripada nontonin gue doang, mending kalian pergi dari sini! Kan di sini nggak aman!”
Seru Myllo dengan kesal kepada seluruh warga Snellsham yang memujinya.
Karena seruannya, beberapa anggota Gazomatron yang ditugaskan untuk mengevakuasi warga menjadi tersadarkan olehnya.
“Ah! I-Ia benar!”
“Mari kita lanjutkan proses evakuasi!”
“Hey, kalian! Mari ikut kami menuju titik kumpul evakuasi!”
Seru beberapa anggota Gazomatron yang kembali menjalankan tugasnya.
“Yah! Padahal kita mau lanjut nontonin dia lagi!”
“Emangnya kenapa sih?! Kan pasti aman-aman aja!”
“Tau nih! Dia pasti bisa ngalahin mereka semua!”
Ujar beberapa warga Snellsham yang tidak terima dengan adanya evakuasi tersebut.
Mendengar mereka semua, Styx merasa sangat kesal.
“Dasar orang-orang sinting! Dia kira semuanya bakal selesai gitu aja?!”
Pikir Styx, sambil menatap…
““*Fwup…””
…adanya beberapa Undead Dragon yang masih terbang di udara, dengan begitu banyak anggota Children of Purgatory di atasnya.
Hingga pada akhirnya, kekhawatirannya menjadi kenyataan.
““*FWUSH…””
Beberapa Undead Dragon terbang melewati Gazomatron dari atas udara.
Dari atas mahluk bangkai hidup tersebut, beberapa anggota Children of Purgatory melemparkan sesuatu ke sekitar Snellsham.
““*Crat, crat, crat…””
Benda yang mereka lempar itu menempel ke tanah, dinding gedung, benda-benda yang berada di sekitar Gazomatron.
“Ada apa itu? Mengapa benda hitam tersebut menempel?”
“Saya juga tidak tahu.”
Kata beberapa warga yang saling bersahut-sahutan.
Melihat benda-benda tersebut…
“…”
“Woy, Myllo! Lo mau ke mana?!”
…Myllo langsung pergi berlari mengejar warga yang baru saja dievakuasi.
“Myllo! Bukannya itu…”
“Nggak salah lagi! Itu mahluk mungil yang bisa bikin orang jadi Ghoul!”
Seru Myllo, sambil berlari mengejar warga yang dievakuasi.
Melihat sahabat kecilnya yang berlari, Styx pun ikut mengejarnya.
“Myllo! Kenapa lo la—”
“JANGAN SAMPE MAHLUK MUNGIL ITU NYENTUH LO, STYX!!!”
Teriak Myllo dengna maksud memperingatkannya.
“M-Mahluk mungil?! Emangnya mahluk—”
“Griiiiiw!”
“*Tuk!”
“!!!”
Styx begitu terkejut ketika benda yang baru ia lihat tersebut dipukul oleh Myllo.
“T-Ternyata ini semua hidup?!”
“Ya! Karena mahluk mungil ini yang hancurin desa Gia!”
Jelas Myllo kepada Styx.
Sambil berlari mengejar warga Snellsham, Myllo dan Styx menyaksikan adanya Ghoul di hadapan mereka.
“M-Myllo! Jangan-jangan…”
“Ya. Beberapa warga kota ini udah jadi Ghoul!”
Seru Myllo dengan kesal.
““Griiiww…””
“M-Mahluk apa i—”
“Aaaaargh! T-T-Tolong…sa… Grrrr…”
“G-G-Gawat! Mengapa mereka semua sudah menja—”
“Graaaa—”
“*TUK!!!”
Myllo langsung memukul seorang warga yang telah menjadi Ghoul dengan keras.
“Graaaw!”
“Aaaaaargh! A-A-Anak sayaaa!”
Seru seorang ibu yang menatap anaknya telah menjadi seekor Ghoul.
“Semuanya! Lari dari sini! Jangan sampe mahluk mungil ini nyentuh kali—”
“*Bruk!”
“Woy, bu! Jangan—”
“Jangan! Jangan bawa pergi anak saya!”
Seru ibu tersebut yang menabrak Myllo untuk menghampiri anaknya yang sudah berubah.
“A-A-Anakku sayang, ini i—”
“*Haurp!”
““…””
Beberapa warga yang belum tersentuh Ghoul-Trigger menatap ibu tersebut yang dimakan oleh anaknya yang
berubah menjadi seekor Ghoul.
“Woy! Bawa semua warga dari sini! Cepetan!”
“T-T-Tetapi rekan saya…”
“!!!”
Myllo terkejut dengan seekor Ghoul-Trigger yang melahap beberapa pengendara unit Gazobot beserta Gazobot yang mereka kendarai.
Karena itu, tampilan dari Ghoul tersebut sangat berbeda dari Ghoul pada umumnya.
“SEMUANYA MINGGIR—”
“*Boom!”
“Graaaaww!”
Myllo melindungi warga dari tembakan Ghoul yang menyatu dengan Gazobot.
“*Nginggg…”
Myllo masih selamat berkat kekuatan Zegin, namun mata yang berkunang-kunang yang disertai dengan telinga yang berdengung kencang dirasakannya akibat suara ledakan tersebut.
“M-Myllo!”
“…”
Suara Styx hanya terdengar samar-samar di telinga Myllo.
“*Vwumm!”
“Graaaww…”
Myllo melihat Styx membunuh beberapa Ghoul dengan matanya yang masih berkunang-kunang.
“Myllo…”
“…”
“Myllo…”
“…”
Perlahan-lahan Myllo dapat melihat dan mendengar kembali dengan jelas.
Saat indera miliknya pulih sepenuhnya, ia dikejutkan dengan peringatan dari Styx yang masih bersikeras melawan beberapa Ghoul.
“Myllo! Liat warga di belakang!”
“!!!”
Myllo dikejutkan dengan seluruh warga yang melakukan evakuasi, yang akan dilahap oleh beberapa Ghoul-Trigger.
Dengan putus asa, ia hanya bisa berteriak.
“JANGAN MAKAN MEREKAAA!!!”
““Griiiwww…””
Myllo berusaha berlari sekencang mungkin untuk mengejar para warga, sambil mengaktifkan kekuatan Zegin.
Akan tetapi, ditengah ketidakberdayaannya…
““*Vwumm!””
““Griiiiwww!””
…beberapa Mistyx lainnya datang membantu mereka semua.
“Huh! Untung ktia datengnya lebih cepet!”
Seru Devania yang datang bersama para Mistyx.
Mendapat bantuan dari rekan satu Klan miliknya, Styx marah besar.
“Devania! Kalian semua! Kenapa kalian malah keluar dari Duskmere?!”
Seru Styx dengan maksud menegur rekan-rekannya.
“Kalian tau kan, kalo kita semua bisa jadi incaran—”
“Tunggu dulu, Bella.”
“…”
Styx menatap Devania dengan khawatir.
“*Koaaak! Koaaak!”
Terlihat dua ekor gagak yang muncul dari punggungnya.
“I-Itu…”
“Gagak dari Angela. Katanya kalian harus dikasih ini.”
Jawab Devania, sambil memberikan dua gagak kepada Myllo dan Styx.
Ketika mereka menerima gagak tersebut, Angela memberikan laporan kepada mereka semua.
“Maafkan saya karena tidak bisa menerbangkan gagak milik saya, Myllo, Nyonya Styx. Berhubung saya berada di Duskmere Point, saya menghampiri Klan Mistyx.”
“Hah?! Ke Klan Mistyx?! Emangnya ada a—”
“Saya hendak menyampaikan sesuatu kepada anda sekalian!”
Balas Angela, sebelum memberikan penjelasannya.
“Saya menemukan solusi terkait Ghoul-Trigger, baik cara mencegah maupun cara mengobati.”
““!!!””
Myllo dan Styx terkejut dengan pernyataan Angela.
“Karena seorang Witch dan Mistyx memiliki kutukan Iblis di dalam Tubuh-nya, maka kami semua kebal terhadap Ghoul-Trigger. Sementara anda, Myllo, sebagai seorang Saint pastinya anda juga kebal dengan Ghoul-Trigger. Dengan kata lain, kalian adalah orang-orang yang mampu menghancurkan Ghoul-Trigger, sebelum menyentuh warga lainnya.”
“Jadi itu yang lo maksud mencegah?!”
“Anda benar, Myllo.”
Balas Angela lewat burung gagak di pundak Myllo.
“T-Tunggu dulu! Bukannya Klan Mistyx harusnya—”
“Maafkan saya, Nyonya Styx. Saya hanya memberikan solusi, namun terkait pilihan untuk terlibat atau tidak, saya menyerahkan kepada setiap Mistyx secara pribadi.”
“…”
Styx hanya terdiam, sambil menatap Devania dan rekan-rekannya.
“Lo tenang aja, Bella! Biar kita yang bantu mereka semua!”
Seru Devania kepada Styx.
“Oh ya, Angela. Itu cara pencegahannya, kan?! Terus gimana cara ngobatinnya?!”
Tanya Myllo terkait penjelasan Angela yang belum selesai.
“Mungkin membunuhnya adalah cara yang mudah. Namun, karena menciptakan seekor Ghoul memerlukan Ghoul-Trigger untuk menjebak Roh dari sebuah Tubuh, maka yang perlu kita lakukan adalah membebaskan Roh yang terjebak.”
Jelas Angela.
“Jika anda mengerti yang saya maksud, tentu saja anda mengetahui siapa satu-satunya yang kita butuhkan untuk mengobati mereka. Bukankah seperti itu, Myllo?”
“…”
Dengan ragu, Myllo pun menjawab.
“Garry. Bener, kan?”
“Tepat sekali, Myllo. Karena praktik Shamanism pada dasarnya berinteraksi dengan Roh, maka kita membutuhkannya.”
Jawab Angela kepada Myllo.
“Sekarang dia ada di mana?!”
“Tenang saja, Myllo. Saya sudah menemukannya yang sedang dievakuasi karena Mana-Burnout. Tetapi, tenang saja. Berkat seseorang yang datang di negara ini, kita sudah siap.”
Jelas Angela kepada Myllo.
Bersama Garry, Angela pun mempersiapkan sihirnya, sambil memberikan Potion yang diciptakan oleh Berius
untuk Garry.
“Semua, maafkan saya jika ini terdengar sangat bising.”
““Hm?””
Semua yang memiliki burung gagak di pundaknya merasa heran dengan maksud Angela.
((Witch Spell: Raven Taunt))
“*KOAAAAAK!!! KOAAAAK!!! KOAAAAK!!!”
““!!!””
Dengan sihir yang ia gunakan, seketika terdengar suara kicauan burung gagak yang sangat keras, bahkan seluruh Gazomatron mendengarnya. Namun karena suara tersebut, sebagian besar warga yang berubah menjadi Ghoul mulai menghampiri asal suara tersebut.
“Eh?! Mau pergi kemana Ghoul i—”
“Biarkan saja, Myllo. Alangkah baiknya jika anda fokus ke pertarungan anda, sementara saya dan Tuan Geri menyembuhkan mereka semua!”
Seru Angela, dengan ada sangat banyak Ghoul yang hendak menghampirinya.