
Myllo dan beberapa anggota Aquilla baru saja mempelajari tentang sejarah kelam Dreaded Borderland. Selain itu, Djinn sedang mengejar Dalbert yang baru saja dikalahkan oleh dua kembar Chester yang identitasnya belum jelas.
Sementara di Beckbuck Post, di suatu pemakaman.
“Hiks! Hiks! Hiks!”
“Bapa Stepahanus…”
“Terima kasih untuk semua yang Bapa berikan kepada kami…”
““…””
Sebagian besar warga Beckbuck sedang menghadiri ibadah pemakaman Stephanus Silverspoon.
Sebagai catatan, ia meninggal pada usia yang ke-129 tahun. Ia menjadi salah satu warga Dreaded Borderland yang menerima tawaran dari Sheriff Walt Malt untuk masuk ke dalam Beckbuck yang ia dirikan, 36 tahun yang lalu.
Ya. Hanya itu saja yang diketahui oleh warga yang mengenalnya, termasuk para pelayan kapel yang menjadi kediamannya.
Apakah ia kelahiran asli Dreaded Borderland?
Dari manakah asal pria tersebut?
Bagaimana ia tiba di pulau tersebut?
Selain yang ia khotbahkan, kehidupan macam apa yang telah ia jalani?
Jika bukan karena perbuatan mulia yang ia lakukan kepada warga Beckbuck, mungkin saja ia dicurigai oleh warga sekitar karena kemisteriusannya.
Walaupun begitu, hanya satu orang di antara seluruh warga Beckbuck yang mengenal siapa ia sebenarnya.
“Kalo boleh tau, barang-barang milik Bapa Stephanus ada di mana ya?”
“Terkait itu, Bapa Stephanus menitipkan segala kekayaannya kepada jemaat dan kapel. Sementara catatan-catatan pribadinya telah kami bakar. Hanya itu saja permintaan terakhir dari beliau.”
“Begitu ya? Makasih banyak ya.”
“Sama-sama, Sheriff Malt.”
Balas salah seorang biarawati kepada Sheriff Malt.
Kemudian Sheriff Malt pergi kembali ke dalam kediamannya.
Namun ketika ia kembali…
“*Chrang! Chrang!”
“*Brak!”
…ia membantingkan botol-botol kosong yang ia pajang, serta membanting meja miliknya.
“Sialan lo, Stephanus! Ternyata dari awal lo udah curiga sama gue, ya?!”
Bisiknya dengan kesal karena gagal mendapatkan sesuatu yang ia inginkan dari Bapa Stephanus.
“*Gluk, gluk, gluk…”
Sambil meminum alkohol yang ada, ia pun teringat akan dirinya yang menawarkan tempat tinggal kepada Bapa Stephanus di dalam Beckbuck Post.
……………
“Apakah ada kebusukan hati dan pikiran yang perlu dibersihkan?”
“P-Pastinya ada, Bapa Stephanus. Mungkin mereka lebih baik daripada orang-orang yang berada di luar Beckbuck Post. Tapi sebagai penduduk asli Dreaded Borderland, pastinya mereka—”
“Tidak, saya tidak bertanya mengenai keadaan mereka.”
“Hm?”
“Saya bertanya kepada anda, Sheriff Malt. Apakah ada kebusukan hati dan pikiran anda yang perlu saya bersihkan?”
……………
“Cih! Kalo dia tau gue bakal tuang racun di minuman yang selalu gue bawain, kenapa dia masih mau masuk ke wilayah ini?!”
Kembali bisik Sheriff Malt, setelah ia teringat akan kenangan itu, sambil menatap botol racun yang selama ini ia tuangkan kepada Bapa Stephanus.
“Udah dua puluh tahun gue tuang racun itu, setiap kali gue ketemu dia! Tapi dia baru mati sekarang?! Emang susah ya bunuh orang kayak di…”
“…”
“Hm?”
Sheriff Malt menatap sebuah Orb Call yang berkedap-kedip.
“Orb Call ini… kalo nggak salah gue terima benda ini 5 tahun yang lalu dari orang itu.”
Bisiknya, sebelum mengangkat Orb Call tersebut.
“Senang berbicara kembali dengan anda, Tuan Malt. Bagaimana kondisi tentang pria itu?”
“Dia udah meninggal, Tuan Druettus Dustream. Masalahnya, catatan yang dia simpan hangus dibakar semua suster.”
Jawab Sheriff Malt kepada Druettus Dustream, yang merupakan Kepala Unit dari Control Unit, yang merupakan sebuah unit dari Centra Geoterra.
“Baiklah, tidak apa-apa. Selama ia sudah mati, sepertinya tidak ada hambatan bagi kita untuk menyucikan tanah yang sudah busuk selama ratusan tahun.”
Kata Druettus, yang saat ini sedang berlayar menuju Dreaded Borderland bersama kelompok yang ia pimpin.
……………
Di sisi lain Dreaded Borderland, yang berada di timur.
“Keliatannya kita harus pergi sekarang.”
“Hm? Ada apa?”
“Anggota Aquilla yang paling bahaya mau ke tempat ini.”
Jawab salah satu kembar dari Chester kepada kembar yang satu lagi.
“Terus, kapan kita mulai rencana terakhir kita?”
“Kalo sekarang, gimana?”
“…”
Kembar lainnya hanya tersenyum, karena rencana berbahaya yang mereka susun akan dimulai.