Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 239. Prince of Demon



Saat ini, Snake datang dan berada di hadapan Iblis yang telah mengalahkan hampir semua orang yang tersisa di dalam Hidden Dungeon of Whisper.


“Jadi, serangan macam apa yang akan anda lakukan, Iblis?”


“Cih!”


Iblis itu merasa kesal dengan Snake yang meremehkannya.


“MATI LO, ULAR SIALAN!!!”


“*SWUSH!”


Ia terbang dengan sangat cepat untuk menyerang Snake.


“*SWUNG!”


“…”


Snake menghindari pukulan Iblis itu sambil tersenyum.


Walaupun…


“*FWUSH!!!”


…terdapat hempasan angin yang sangat kencang karena ayunan pukulan dari Iblis itu.


““*BRUK!!!””


Hempasan angin dari pukulan Iblis itu bahkan meruntuhkan beberapa koral besar yang berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper.


“Hooo… Sepertinya anda sangat marah, I—”


“EMANG GUE MARAH, BAJINGAN!!!”


“*SWUNG!!!”


Teriak Iblis itu, sambil menendang ke atas dengan sangat kencang, walaupun Snake menghindarinya dengan mudah.


“*FWUSH!!!”


““Aaargh!””


Semua yang berada di dekat pertarungan antara mereka berdua merasakan hempasan angin dari tendangan Iblis itu.


“Sudah saya duga. Ternyata semakin anda marah, kekuatan anda semakin meningkat berlipat ganda. Artinya, anda adalah seorang Iblis yang berada di bawah pimpinan Demon Lord Tulkanath, bukan? Tunggu… apa mungkin… anda ada kaitannya dengan Vorromin?”


“…”


Iblis itu diam saja.


“Jika anda diam, apakah saya be—”


“JANGAN LO SEBUT NAMA MEREKA?!?!”


“*SWUNG!!!”


“*FWUSH!!!”


““*BRUK!!!””


Iblis itu kembali mengayunkan pukulannya kembali. Beberapa koral hancur karena hempasan angin dari pukulannya.


“Hmph.”


Snake pun terus menghindari serangan Iblis itu.


“*SWUNG! SWUNG! SWUNG!”


““*BRUK!!!””


Semakin banyak Snake menghindar, semakin banyak pula kehancuran yang terjadi karena Iblis itu.


Melihat bencana ini…


“*Bruk…”


…Nemesia pun terjatuh dan sedih melihat rumah yang ia jaga selama ribuan tahun hancur begitu saja.


“Delolliah… Jennania… Jelaskan kepadaku…”


““…””


“Apakah… pria yang kalian percayai itu… benar-benar membawa pengharapan bagi kita semua…?”


“…”


Jennania tidak berani menjawab.


Sementara Delolliah, ia berusaha meyakinkan kakaknya tentang Djinnardio


“Mungkin aku tidak menyangka… akan keberadaan Iblis di dalam dirinya. Namun, sebagai pria yang menganggapku sebagai temannya dan satu-satunya pria yang meluruskan jalanku, maka aku akan membalas kebaikannya suatu saat nanti. Oleh karena itu…”


“*Tap…”


“Jika kau tidak percaya kepadanya, maka—”


“Percaya kepadamu, yang percaya kepadanya. Kau ingin berkata seperti itu bukan, Delolliah?”


“…”


Delolliah terdiam.


“Jika kau ingat, ratusan tahun yang lalu, Kakak Euphonia juga berkata seperti itu, ketika ia menemukan cinta pertamanya yang bernama Dox!”


““!!!””


Styx dan anggota Aquilla lainnya terkejut ketika mendengar fakta tentang Euphonia dan Dox, yang merupakan kekasih Sylvia.


“Artinya… ada perempuan lain sebelum Kak Sylv?!”


Pikir Styx yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Namun, reaksi Myllo justru berbeda.


“Myllo… lo denger nggak… apa yang dibilang Nemesi—”


“Maaf, Styx. Gue nggak peduli soal Dox.”


Balas Myllo, sambil menatap tajam pertarungan antara Snake melawan Iblis itu.


“Gue kenal Kak Sylv, tapi gue nggak mau kenal orang yang nggak bertanggung jawab kayak Dox!”


“Myllo…”


Bisik Styx sambil menatap ekspresi kekesalan Myllo.


“Aquilla!”


““…””


“Daripada kita pikirin cerita orang lain, mending kita pikirin cara bantu Wakil Kapten kalian! Karena gue nggak mau berutang budi sama orang yang bikin kecewa anggota gue!”


Perintah Myllo kepada seluruh anggotanya.


“Myllo, gue i—”


“Jangan ikut campur urusan Party gue, Styx!”


“!!!”


Styx terkejut, sambil menyaksikan Myllo yang pergi bersama anggotanya.


Semenjak saat itu, tidak ada satupun yang bisa memahami kemarahan Myllo.


Apakah itu semua karena fakta tentang Dox bersama Euphonia atau Sylvia?


Apakah amarahnya karena ia kembali bertemu dengan Snake?


Apa mungkin karena ia melihat adanya sesosok Iblis di dalam rekannya?


Semua yang berada di sekitar Myllo hanya bisa bertanya-tanya di dalam pikiran mereka.


Termasuk…


“M-Myllo…?”


…Klavak, wanita yang bersumpah untuk membunuhnya, tanpa mengetahui fakta tentang kisah cinta Sylvia dan Dox.


Sementara pertarungan antara Snake dan Iblis itu.


((Mind Magic: Kinetic Step))


“*Drap, drap, drap…”


Dengan sihir yang ia gunakan, Snake menciptakan semacam pijakan kasat mata, seakan ia berjalan di atas udara.


Ketika ia berlari…


“Hm?!”


…ia tidak menemukan Iblis itu.


“HEAAAAHAHAHA!!!”


“*BHUKKK!!!!”


“!!!”


Snake hampir berhasil menghindari Iblis yang terbang dari bawah, namun Iblis itu menyerang dengan sangat cepat dan brutal, sehingga Snake harus kehilangan lengannya ketika ia hendak menghindar.


“HEAAAAAGH!”


“*Chringgg…”


Snake berhasil menangkal tendangan keras dari Iblis itu menggunakan pedangnya.


Namun…


“*SWUSH!!!”


“*BRUK! BRUK! BRUK!”


…tendangan Iblis itu sangatlah keras, sehingga ia mendarat dengan sangat kencang dan menabrak beberapa koral yang ada di Hidden Dungeon of Whisper.


“Uhok!”


“*Crat…”


Serangan Iblis itu membuat Snake muntah berdarah.


Akan tetapi, serangan Iblis itu tidak hanya sampai di situ saja.


“*SWUSH!!!”


Iblis itu terbang dengan sangat cepat menuju Snake.


((Heaven Piercer))


“*Shringgg…”


Snake menggunakan Sihir Pedang miliknya untuk menyerang Iblis itu, dengan mengarahkan pedangnya kepada Iblis yang sedang terbang menuju dirinya.


Dengan sihir miliknya…


“*Shruk…”


…kepala Iblis itu tertusuk dari jarak yang sangat jauh dengan sangat cepat.


“*Bruk…”


Iblis itu terjatuh ke tumpukan Petualang yang ia kalahkan.


Namun, ia belum selesai.


“*SWUSH…”


Iblis itu terbang dengan kencang ke atas udara, setelah ia mengambil pedang milik salah seorang Petualang yang ia kalahkan.


Kemudian…


((Heaven Piercer))


“*Shruk!”


“Keuk!”


…ia menggunakan Sihir Pedang yang Snake gunakan dengan kecepatan yang jauh lebih besar dibandingkan Sihir Pedang dari Snake.


“*SWUSH!!!”


Teriak Iblis itu, sambil terbang dengan sangat cepat menuju Snake.


Tetapi…


“*DOR!!!”


“Cih!”


…Dalbert berhasil menembak kedua sayapnya dengan sangat akurat, hingga Iblis itu kembali terjatuh.


“*ZHUMMM……”


“DASAR SAMPAH!!! JANGAN IKUT-IKUTAAANNN!!!”


Teriak Iblis itu, sambil berlari menuju Dalbert.


Namun…


“Hyaaaattt!”


“*TUK!!!”


“*Bruk…”


…Myllo datang dan memukul kepalanya dengan sangat keras, hingga ia terjatuh.


“Gia! Sekarang!”


“OK, Dalbert!”


“*Shruk….”


“Urgh…”


Mendengar aba-aba dari Dalbert, Gia menusuk Iblis yang terjatuh itu hingga menembus tanah.


“DASAR CEWEK BRENG—”


“*Tuk!”


Myllo menahan kedua tangan dan kepala Iblis itu dengan tongkatnya.


Melihat ditahannya Iblis itu, Garry langsung menghampirinya.


“*Tap…”


((Spirit Approach))


“!!!”


Dengan sihirnya, Garry hendak memasuki isi pikiran Djinn yang sedang dikuasai oleh Iblis itu.


Namun tanpa mereka sadari…


“*Tap…”


((Spirit Connection: Override))


““!!!””


…Snake tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka semua dan memasuki isi pikiran Djinn.


Sementara Garry…


“Hah?! K-K-Kok aing di luar, anying?!”


““!!!””


…tiba-tiba keluar dari isi pikiran Djinn dan mengejutkan rekan-rekannya.


“Sialan lo, Snake—”


“Tunggu, Myllo!”


Seru Angela yang berlari menghampiri mereka semua.


“Hah?! Ada apa, Angela?! Kenapa lo berhentiin gu—”


“Maafkan saya Myllo, jika anda terpaksa berutang budi dengannya. Namun saya rasa, alangkah baiknya jika kita mempercayakan dirinya untuk mengembalikan Djinn.”


“Cih!”


“*Bruk!”


“Brengsek!”


Ketus Myllo dengan kesal sambil memukul tanah.


……………


Sedangkan di dalam isi pikiran Djinn…


“…”


…Snake melihat adanya sesosok Iblis, dengan wujud aslinya yang begitu mengerikan.


Di belakang Iblis itu, terdapat Roh dari Djinn yang sedang melayang-layang dan perlahan-lahan wujudnya berubah menjadi gelap.


“Untung lo yang masuk di sini! Jadinya gue ada kesempatan untuk hancurin Roh lo di sini!”


Seru Iblis itu kepada Snake.


Dengan kehadiran Snake, ia pun langsung bergegas untuk membunuhnya.


Akan tetapi…


“*DHUMMMMM………”


…Iblis itu dikejutkan dengan aura yang sangat besar dari Snake, yang bahkan membuatnya tidak bisa bergerak.


“I-I-Ini bukan sekedar aura! I-Ini…”


“Hoo… Apakah anda sudah familiar dengan Union Domi?”


“!!!”


Iblis itu terkejut karena teringat sesuatu ketika mendengar nama itu.


“I-I-Itu—”


“Ya. Kemampuan ini adalah ciptaan Great Sage Melchizedek, ketika ia harus mendominasi Iblis, ribuan tahun yang lalu.”


“Ja-Ja-Jangan sebut-sebut nama i—”


“Apakah anda mengalami trauma ketika menghadapinya? Atau mungkin… anda rindu akan Mahluk Non-Iblis, yang pertama kali menjadi sahabat anda?”


“…”


Iblis itu diam saja.


Ia merasa bahwa Snake mengetahui sesuatu yang tidak orang lain ketahui.


“Ketika anda semakin marah atau membenci, semakin berlipat ganda pula kekuatan anda. Saya yakin kemampuan itu berasal dari mantan Demon Lord of Hatred, Vorromin.”


Jelas Snake kepada Iblis itu.


“L-Lo udah ngomong soal itu ta—”


“Tetapi, saya merasa bahwa ada keunikan dari anda.”


“…”


Iblis itu kembali diam.


Namun kali ini, ia diam dengan perasaan cemas akan Snake.


“Selain kemampuan yang saya sebutkan sebelumnya, anda juga memiliki kemampuan untuk meniru sihir yang menyerang anda secara langsung.”


“…”


“Saya yakin, bahwa kemampuan itu berasal dari mantan Demon Lord of Trickery, Zalghemach.”


Lanjut Snake, sambil tersenyum.


“Kesimpulan dari penjelasan saya adalah…”


“…”


“Anda adalah Zaghemin, anak haram dari Vorromin dan Zalgemach. Sebelumnya, mereka berduanya adalah Demon Lord yang menentang raja dari semua Iblis, Demon Lord of Tyranny, Sursztham. Apakah saya benar, Zaghemin?


“!!!”


Iblis yang bernama Zaghemin itu kembali terkejut dengan Snake yang mengetahui siapa dirinya, bahkan sejarah yang terjadi di Demonsia.


Walaupun tubuhnya gemetar karena merasa pria yang di hadapannya sangat berbahaya, Zaghemin juga merasa kesal karena Snake menyebuh nama seseorang yang sangat ia benci.


“J-JANGAN SEBUT NAMA BAJINGAN I—”


((Divine Art: Chamber of Seraphim))


“*Shringgg…”


“Argh!”


Dengan seni ciri khas Malaikat yang ia gunakan, seketika terlihat sinar yang sangat terang, yang berubah


menjadi semacam bait suci yang memenjarakan Zaghemin.


“…”


“Sudah berakhir, kah?”


Bisik Snake setelah berhasil menyegel Zaghemin sepenuhnya.


“…”


Snake memperhatikan seluruh isi Ruang Hampa yang berada di dalam pikiran Djinn.


“Sepertinya… anda sudah tidak ada di sini… Kakak Luscika…”


“…”


Bisik Snake dengan gemetar, yang mengetahui keberaadan Luscika di dalam pikiran Djinn.


Setelah itu, Snake perlahan-lahan menghampiri Roh dari Djinn.


Ketika berada di hadapannya…


“…”


…Snake menangis.


“Andai saja… anda tidak mencintai pria seperti Brent Fricks, Kakak Luscika…”


Bisik Snake, sebelum membangunkan Djinnardio.


“Uhm… Gue ada di…”


“!!!”


Djinn terkejut ketika melihat Snake yang berada di dalam Ruang Hampa dirinya.


“Djinnardio Vamulran. Kali ini anda berhutang nyawa dengan saya.”


“…”


“Jika tidak ada saya, maka anda—”


“*BHUK!!!”


Djinn secara spontan memukul Snake dengan sangat keras, hingga Snake keluar dari Ruang Hampa miliknya.


“Uhwuoogh!”


“*Crat…”


Snake pun terbangun, sebelum ia mendapati dirinya yang keluar dari Tubuh Djinn, dengan muntah darah.


Walaupun ia berhasil menyegel Zaghemin di dalam Djinn…


“*Crat, crat, crat…”


…dirinya seketika terluka karena menerima pukulan keras dari pria yang sebelumnya ia selamatkan.