Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 227. Most Knowledgeable Race



Pada Guild War kali ini, Angela dan rekan-rekannya berhasil membawa perubahan yang signifkan bagi Chemia Guild. Karena kedatangan mereka, maka beberapa Petualang Kasta Merah dari Serpentis Guild terpaksa untuk berkumpul.


Kali ini, pertarungan antara Lephta yang saat ini sedang berubah  dalam Wujud Buas miliknya, melawan Moalkin.


“Hahaha! Tunjukkan kemampuanmu, Kelinci!”


Seru Moalkin, dengan semangat membara sambil menatap Lephta.


Akan tetapi, ketika ia baru saja selesai berbicara…


“*SWUSH!!!”


“!!!”


…Lephta sudah berada di depan matanya.


Karena sangat terkejut, secara spontan Moalkin hendak mengayunkan pedang besar miliknya.


Dan lagi, ia dikejutkan dengan aksi Lephta.


“*Krrrrttt…”


“Umph!”


Lephta menggenggam muncung kadal milik Moalkin dengan sangat keras, hingga…


“*Krrttak!”


“Uuuurrrppp!!!”


…menghancurkan gigi di dalam muncungnya.


“*Swuuussshh…”


Lephta melempar Moalkin dengan sangat jauh.


“*Shrrrrrttt…”


Moalkin mencoba berdiri dengan menancapkan pedang besarnya ke tanah, agar ia tidak lanjut terlempar lebih jauh lagi karena Lephta.


“Cih, mustahil! Tidak saya sangka Wanita Kelinci itu ternyata lebih kuat dari yang saya kira!”


Pikir Moalkin, sambil menunggu kedatangan Lephta.


“…”


Ia melihat kesana kemari, akan tetapi ia tidak menemukannya. Hingga akhirnya, ia kembali dikejutkan dengan lawannya itu, yang sudah berada di belakangnya.


“Mu-Mustahil!”


“*Swung!”


Lephta melentingkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari ayunan pedang besar Moalkin, yang secara spontan menyerangnya.


Di saat tubuhnya melenting ke belakang, Moalkin berusaha menyerangnya dengan tangannya.


“Hruaaaagh!”


“*Dhuk…”


Tanpa dugaan Moalkin, Lephta menangkal serangannya menggunakan kaki kanannya, walaupun masih dalam postur melenting.


“*DHUK!!!”


“Akh!”


Lephta memutar tubuhnya dan menendang muncung Moalkin menggunakan kaki kirinya dengan sangat keras, hingga Moalkin terlontar jauh di atas udara.


“Keuk!”


Ketika dirinya melayang di udara, Moalkin berusaha untuk tetap berkonsentrasi dan mencari kelemahan Lephta.


((Blast Magic: Dynamite Discharge))


“*Pyuh!”


Moalkin mengeluarkan suatu benda dari mulutnya dengan keras kepada Lephta.


Ketika menyentuh tanah…


“*BOOMMM!!!”


…benda tersebut meledak.


“Hah! Anda pasti tidak akan bisa menangani sihir itu, Wanita Kelinci!”


Seru Moalkin, sambil mendarat kembali ke tanah.


Namun ia kembali dikejutkan dengan Lephta, yang melompat dengan tinggi dari arah ledakan yang ia buat.


“Cih! Keterlalu—”


“*Hup!”


“Rrrrrgh!”


Lephta kembali menggenggam muncung kadal milik Moalkin.


“*Swung, wung, wung, wung…”


Ia kemudian mengayun-ayunkan Moalkin dari atas udara ke tanah.


“*BRUK!!!”


“Aaaakhh!”


Moalkin yang terlempar ke tanah mengeluarkan sangat banyak darah dari dalam mulutnya.


“*BRUK…”


“Kaaakh…”


Lephta mendarat dari atas udara dengan duduk di atas Moalkin, yang sudah tidak siuman karena Beastwoman


tersebut mendarat dengan sangat keras.


Dengan berakhirnya pertarungan antara dua Striker Kasta Merah, Lephta terbukti lebih kuat dibandingkan Moalkin.


Namun, tanpa ia sadari…


“*Fwup, fwup, fwup…”


“…”


…seekor burung gagak milik Angela telah memasangkan kembali bandana yang sempat Lephta gunakan sebelum ia mengamuk.


“E-E-Eeeh?! A-Aku ada di ma…”


“!!!”


Lephta yang kembali tersadar begitu terkejut melihat tubuhnya yang berlumuran darah, serta duduk di atas


Moalkin.


“Lephta!”


Sahut Angela yang berlari menghampirinya.


“Lephta, maafkan saya dan Eìmgrotr yang—”


“HUAAAAA!!! AKU TAKUT, ANGELAAA!!! KAMU JAHAT!!! EÌMGROTR JUGA JAHAT!!!”


Teriak Lephta yang menangis karena telah bertarung secara tidak sadar.


“Ya. Maafkan kami atas keputusasaan kami, Lephta.”


“A-Aku udah bunuh siapa aja?!”


“Ti-Tidak. Anda tidak membunuh siapa-siapa. Hanya saja, anda melukai Lizardman ini dengan sangat brutal.”


Jelas Angela kepada Lephta, sambil memeluknya.


Di tengah-tengah dirinya yang berusaha menenangkan Lephta, Angela teringat akan pesan dari seseorang kepada ia dan rekan-rekannya.


“Apapun kondisi kita, gue nggak mau kalo Lephta harus ngerasain trauma berat yang dia punya! Kalo dia


terpaksa jadi “buas” demi kita, seenggaknya gue harus ada di sampingnya! Kalian bisa janji sama gue, kan?!”


Oleh karena itu, ia pun berpikir…


……………


Sementara pertarungan antara Eìmgrotr melawan Charvelle.


((Mind Magic: Kinetic Sword))


““*Swush…””


“*Chring! Chring! Chring!”


Mereka sedang beradu pedang.


Charvelle menggunakan Frostbite miliknya, yang bisa membekukan apapun yang menyentuhnya, sementara Eìmgrotr menggunakan pedang yang dimanifestasikan oleh kekuatan pikirannya.


“Oi, oi, oi! Lo kan udah tau kalo pedang gue bisa bekuin semuanya! Kalo lo pake pedang hasil manifestasi pikiran lo, bisa-bisa pikiran lo beku, loh!”


Seru Charvelle yang memperingatkan Eìmgrotr.


“Lagi-lagi kau meremehkan kami, Ras Giant, Charvelle Bumvay!”


“Hm?!”


Gumam Charvelle dengan penasaran, sambil bertarung dengannya.


Oleh karena rasa penasaran darinya, Eìmgrotr pun memberikan suatu penjelasan kepadanya.


“Apa yang kau ketahui tentang Ras Giant, Charvelle Bumvay?”


“Hah? Yang gue tau? Dari namanya sih, pasti ukuran mereka gede—”


“Kau salah besar!”


Seru Eìmgrotr, sambil melanjutkan pertarungan mereka.


“Kami adalah ras yang memiliki pengetahuan paling besar di dunia ini, sebagaimana leluhur kami mengetahui segala perubahan yang ada di dunia ini, semenjak semesta diciptakan. Sebagai Mahluk Abadi, kami memiliki energi kehidupan yang sama besarnya dengan Fairy, Siren, dan Naga.”


Jelas Eìmgrotr, sambil menyiapkan Sihir Api untuk menyerang Charvelle.


“Oleh karena itu…”


“*Vwumm!”


“Cih!”


“…ukuran raksasa kami tidak lebih dari sekedar manifestasi dari kapasitas energi kehidupan, pengetahuan, serta Mana kami!”


Lanjut Eìmgrotr, sambil menatap


Charvelle yang terluka karena serangan api darinya.


Mendengar penjelasan Eìmgrotr, Charvelle hanya tersenyum.


“Ukuran raksasa… lo bilang…?”


“Hm?”


“Maksud lo… Jutin, kan?”


“…”


Eìmgrotr terdiam.


Ia merasa bahwa penjelasannya sia-sia karena yakin bahwa Charvelle sudah mengetahui beberapa hal tentang Giant.


“Giant, atau yang dikenal sebagai Jötunn, Gigantes, atau First Human. Itu empat nama yang selalu disebut warga dunia. Tapi, mereka nggak akan pernah tau, kalo kalian sebut Wujud Raksasa itu sebagai Jutin, bukan?”


“…”


“Lo pasti mikir… kenapa gue bisa tau, kan?”


“…”


Eìmgrotr terus terdiam, karena merasa apa yang dikatakan Charvelle adalah benar.


“Ya iya, lah! Kan Giant yang gue kenal bukan cuma lo doang, Eìmgrotr!”


“!!!”


Kali ini Eìmgrotr dikejutkan dengan pernyataan Charvelle.


“Apa maksudmu, Charvelle Bumvay?!”


“Yang kayak gue bilang, kalo lo bukan satu-satunya Giant yang gue temu—”


“Di manakah Giant yang kau sebutkan itu?!”


Tanya Eìmgrotr dengan penasaran.


“Selama hidupku, aku telah mencari-cari sesama kaumku karena permintaan kedua orang tuaku! Namun aku tidak menemukan mereka semua! Di manakah Giant yang kau temukan itu?!”


“Hmm…”


Charvelle kembali tersenyum.


“Sekarang gue yang tanya, Eìmgrotr.”


“Hm?!”


“Antara lo sama Angela, siapa yang kedudukannya lebih tinggi?”


“Apa maksudmu?”


“Maksud gue, kalo lo kedudukannya lebih tinggi, lo harus penuhin permintaan gue untuk serang Aquilla, bareng Chemia. Tapi kalo misalkan Angela yang punya kedudukannya lebih tinggi,  gue minta lo untuk serang Chemia dan Aquilla.”


“!!!”


Lagi, Eìmgrotr dikejutkan dengan apa yang diucapkan Charvelle.


“Me-Mengapa kalian hendak menyerang Aquilla?! Apakah mereka juga salah satu target dari pemimpin utama kalian?!”


Tanya Eìmgrotr yang heran.


“Hoo, lo penasaran, ya? Kalo lo lebih penasaran sama tujuan kita dibanding saudara-saudara satu ras lo…”


“*Shrak!”


“Keuk!”


“…gue bisa kasih tau sekarang, nih!”


Seru Charvelle, sambil menyerang Eìmgrotr dengan Frostbite miliknya.


Karena tawaran dari Charvelle, Eìmgrotr pun diliputi dengan dilema.


Akan tetapi, hal yang ia rasakan tidak berlangsung lama.


“Aaargh!”


“Ti-Ti-Tidaaaakkk!”


Eìmgrotr dan Charvelle dikejutkan dengan teriakan dari beberapa anggota dari kedua Guild.


“A-Ada apa di sa—”


“Semuanya! Alangkah baiknya jika kita melakukan gencatan senjarta!”


Seru Angela kepada seluruh anggota dari kedua Guild.


“A-Ada apa, Angela?!”


“Pria itu… Tidak, maksud saya, mahluk itu, sudah berada di sini! Ia hanya akan terus melahap dan tidak akan pernah kenyang!”


Jelas Angela, sambil menatap seseorang yang memakan semua orang yang ada di hadapannya.


“W-W-Wickerd! Ja—”


“*Haurp!”


“Ma-Mahluk macem apa i—”


“*Haurp!”


“Gue… Gue laper! Kalo laper… gue bisa mati! GUE LAPER!!!”


Seru Wickerd, dengan perubahan wujudnya yang mengerikan, sambil berusaha memakan seluruh orang yang berada di hadapannya.