Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 368. Dealing Back With Powers



Beberapa hari setelah Myllo selesai lawan Shogun yang namanya Tetsuo itu, semuanya jadi berubah banget.


Dekret untuk kejar Ryūhime mulai dihilangin. Sekarang Bocil Naga itu balik lagi jadi semacam pendeta wanita di


kuil besar yang sebelumnya jadi markas Perlawanan.


Tiga Kepala Perlawanan sama-sama balik lagi ke Bakufu. Sekarang mereka sama-sama pimpin beberapa Komisi yang dibentuk sama Shogun.


Tapi dari semua Kepala Komisi, beberapa anggota Klan Atsutaka sama Klan Yorukiba dianggap bersekongkol sama Bushimaru. Karena itu mereka terpaksa dihukum. Begitu juga anggota Klan Yorukiba yang tau rencana busuk Bushimaru. Makanya mereka sama-sama ngejalanin hukuman.


Tadinya sih Klan Atsutaka mau dihukum mati. Tapi karena ada Katanaka, jadinya mereka cuma dihukum di dalam Tsumibito no ori.


Sedangkan beberapa anggota Klan Yorukiba sama Klan Hiboshino justru dapet tanggung jawab baru dari Shogun.


“A-Apa?! Shogun-sama… masih membutuhkan kami… Klan Yorukiba…?!”


“T-Tetapi hamba-Mu ini telah kehilangan Jiwa-nya, Shogun-sama! Tidakkah—”


“Bagaimanapun juga, Aku masih membutuhkanmu, Hiboshino-dono. Begitu juga denganmu, Yorukiba Toshiko-dono. Karena kalian adalah dua klan penting untuk rencana-Ku kedepannya.”


““…””


“Aku hendak menguasai seluruh Kumotochi! Bukan dengan darah rakyat yang hidup di tanah berawan ini! Melainkan dengan usaha dan keringat kita dalam membangun dan melayani 7 desa yang ada!”


““!!!””


“Oleh karena itu, Aku mohon agar kiranya kalian—”


““Hamba siap, Shogun-sama!””


Makanya itu mereka masih berdiri sebagai Kepala Komisi.


Untuk rencananya sendiri sih, Shogun itu mau tempatin semua Kepala Klan di tiap desa, sekaligus pimpin Komisi mereka. Tapi bukan berarti semua anggota klan mereka tinggal di desa itu. Bisa dibilang mereka cuma pindah markas aja.


Yang pasti, tembok besar yang namanya Kemono Kai mau dihancurin. Terus Shogun juga mau buat jembatan yang tutup jurang yang namanya Eien Jigoku, walaupun udah ada beberapa jalan yang udah ketutup karena Garry.


Intinya, itu rancangan yang dia mau sebagai pemimpin teritori ini. Tapi bukan berarti rencana dia bisa disetujuin gitu aja.


“Hmph! Keterlaluan! Berani-beraninya Kau menghancurkan Kemono Kai, yang telah berdiri kokoh selama ribuan ta—”


“Jangan banyak ngomong! Masih untuk Tetsuo-kun mau biarin kalian tinggal di dalam Tenshujū!”


“M-Miyako-san, jangan Kau—”


“Denger ya, kalian semua! Tetsuo-kun buat ini semua demi Klan Kazedori! Bukan buat kalian, Leluhur Klan!


Paham?!”


“Hmph! Jangan salahkan kami, jika rencana yang Ia buat membawa bencana besar bagi Tenshujū!”


Ya untungnya Kitsune yang namanya Miyako itu lebih vokal. Karena dia, Leluhur Klan udah nggak bisa ngelakuin banyak hal.


Sekarang Shogun punya kendali penuh. Karena dia, sekarang Klan Kazedori, yang isinya itu Kitsune, udah nggak lebih dari sekedar warga yang tinggal di Kumotochi.


Kira-kira gitu semua yang bakal berubah di pulau di atas awan ini.


Kalo kita sendiri sih, mungkin lebih banyak bantuin anggota Bakufu untuk jalanin proyek Shogun itu. Nggak, lebih tepatnya cuma gue, Winona, sama Royce.


Mungkin kemarin Garry baru aja istirahat, sehabis sembuhin semua yang luka-luka, termasuk Gia sama Machinno.


Sedangkan Dalbert, dia terus ada di markas Klan Tanzō yang ada di Kitakaze Village. Dia ada di sana untuk


benerin Artifact-nya yang rusak, waktu dia lawan Kepala Klan Atsutaka.


Tapi satu orang yang bikin mau ketawa itu…


“Haaaaah…! Gue bosen, Bocil Naga—”


“Hey! Tidak sopan! Mereka semua hendak berbicara dengan Dewi Zegin! Hormatilah Dewi Zegin dan warga yang hendak berdoa kepada-Nya!”


…Myllo yang wajib temenin Bocil Naga sama Shinikichi, sebagai “perwakilannya” Zegin!


“Pfftttt!!!”


“Woy, Djinn! Kurang ajar lo! Kenapa lo malah ketawain gu—”


“M-Myllo-san! T-Tolong bersabarlah! Sebentar lagi hari mau petang!”


Kalo nemenin doang sih nggak apa-apa!


Masalahnya dia pake pakaian yang nggak cocok banget sama image-nya yang berantakan!


……………


Sehabis Myllo beres-beres dari kuil, kita pergi ke Chūbo Town, di mana diadain festival di kota itu.


Di sini bener-bener ada banyak banget jajanan!


“Silakan permen apelnya!”


“Makasih banyak!”


Mmm! Ternyata gini ya rasanya permen apel?!


Ya bisa dibilang festival ini bener-bener mirip sama festival kembang api yang ada di Jepang. Tapi karena gue taunya cuma dari buku di perpustakaan aja, jadinya gue bener-bener berasa kayak liburan di Jepang!


“Graugraugrau! Akhirnya kami mengadakan festival seperti ini lagi! Betul tidak, kalian semua!”


“Betul sekali, Warauneko-sama! Anda sangatlah hebat sebagai seorang Kepala Komisi Kebudayaan!”


Mungkin gue belom pernah ke festival yang ada di kota ini. Tapi kalo dari Uchiyoshi, festival kali ini pasti jadi festival yang paling besar di sejarah Bakufu.


Eh, jangankan festival kota ini! Bahkan gue nggak pernah ke festival apa-apa di dunia lama gue!


Mungkin karena dulu gue ngerasa ke tempat ginian cuma buang-buang waktu. Tapi sekarang ada—


“Oi, Djinn! Dalbert! Ayo lomba tangkap ikan-ikan ini lawan gue!”


“Hmph! Siapa takut?!”


“Lo berani nggak, Djinn?!”


“Oh, nantangin?! Ayo sini!”


“Hehe! Asik nih! Kalo gue menang, beliin gue minum!”


Ya. Sekarang ada temen-temen gue. Jadinya gue nggak ngerasa buang-buang waktu di sini.


“Aaaaargh! Sialan! Gue kalah!”


“Hmph! Nangkep bangsawan kotor di Erviga aja bisa, masa gue nangkep ikan segampang ini aja nggak bisa?!”


“Bawel lo, bego! Menang beruntung aja belagu, lo!”


“Apa lo bilang?! Ngaku aja kalo kalah, brengsek!”


“Ayo kita lomba antara kita, bego—”


“Heeeyyyy!!! Kalian ternyata di sini, ya?!”


Oh, Gia baru balik bareng yang lainnya.


“Liat deh! Aku lebih cantik, kan?!”


“Cantik pisan, Teh Gi—”


“Myllo?! Djinn?! Dalbert?!”


“Et! Aing dilupakeun!”


“…”


Nih cewek berulah lagi.


“Gimana, Machinno?! Enak, kan?!”


“Machinno… suka.”


“Hihi! Kami juga menyukainya, Machinno!”


“…”


Kok tiba-tiba Machinno jadi akrab banget ya sama mereka berdua (Winona-Royce)?


“Oh ya, kita tadi dicariin Pak Katanaka!”


“Ya! Katanya kita diundang Shogun ke—”


“OK, semuanya! Ayo kita ke sana! Pasti ada banyak minuman di sana!”


“”Ayooo!””


Woy! Padahal diundang pemimpin negara ini sendiri! Tapi yang diincer tetep minumannya!


……………


Akhirnya kita sama-sama ke Kazedori Castle untuk ketemu Shogun di negara ini.


Karena kita dianggap tamu khusus…


“Silakan makanan dan minumannya, Saint-sama dan rekan-rekannya!”


…kita dikasih makanan lagi!


“Haurphaurphaurp…”


“Gyahahaha! Kau lahap sekali makannya, Djinn-kun!”


Duh, maafin gue ya yang agak kampungan kalo ketemu makanan!


Oh ya, ternyata di sini ada semua Kepala Klan bareng Bocil Naga, Ryūtaro, Kokume, Nekomi, sama Fusamoto.


“J-Jadi kalian pernah bertemu dengan anggota Klan Nagaimimi juga sebelumnya?!”


“Ya. Tapi dia…”


“Ah. Aku paham. Maafkan aku sebagai Kepala Klan Nagaimimi, jika ia ada kesalahan.”


“Ng-Nggak! Justru aku yang minta maaf! K-Karena aku, dia…”


“Baiklah. Aku paham, Gia-dono. Semoga engkau tidak menyalahkan dirimu terus.”


Gia sih bilang, kalo Lephta punya cara berantem yang persis banget kayak anggota Klan Nagaimimi. Nggak disangka kalo dia beneran anggota klan itu.


“T-Tetapi aku tidak menyangka… jika ada anggota klan-ku… menjadi petinggi dari sekte penyembah Iblis…!”


Gia juga jelasin tentang adanya Beastman dari Children of Purgatory yang dia lawan di Gazomatron, di mana Beastman itu dendam sama Lephta[1].


“Lagi-lagi aku harus meminta maaf atas tindakan kami yang menyerang klanmu, Ērukuma-dono.”


“Tidak. Klanku juga bersalah, Nagaimimi-dono. Andai leluhur-ku tidak bersekutu dengan mereka yang


memperkenalkan Iblis, mungkin keturunan leluhur-ku tidak harus menanggung kesalahan mereka!”


Ternyata klan-nya Nakatoki nggak beda jauh ya sama Klan Mistyx.


“Haaaaahh…! Melihat kalian yang menjadi Petualang, membuatku ingin menjadi Petualang juga!”


Oh iya, Toshiko sebelumnya bilang kalo juga pengen jadi Petualang. Tapi sesuai sama janjinya, kalo dia harus bangun reputasi Klan Yorukiba dulu di negara ini.


“Oh ya, mungkin ini tidak penting untuk dibahas. Tetapi sebelumnya, kakakmu datang ke tempat ini, Toshiko-chan.”


“Wuaaahh! Apakah benar, Katanaka-kun?!”


“Warauneko-dono! Jangan dibahas lebih dalam! Itu semua sudah lewat! Jangan sampai hubungan kita dengan Kepala Klan lainnya menjadi keruh!”


“Graugraugrau! Baiklah, Hiboshino-dono!”


“…”


Pokoknya abangnya Toshiko bener-bener ke sini, tapi sisanya gue nggak tau tentang apa yang mereka omongin.


“Gyahahaha! Aaaah! Aku rindu sekali dengan Shikami-nīsama!”


“Maaf sebelumnya, Toshiko. Tetapi jika engkau bertemu dengannya, jangan sampai kau sebut nama itu.”


“Haaaaah?! Mengapa aku tidak boleh menyebutnya?!”


“Ia berkata, bahwa ia telah mengganti namanya.”


“Graugraugrau! Tanzō-dono benar! Jika tidak salah namanya…”


““…””


Loh? Kok pada diem—


“Ah ya! Namanya Lupherius Nighteeth—”


““HAAAAAAAAAAHHH?!?!””


““!!!””


Gila! Gue kira gue doang yang kaget! Ternyata bocah-bocah sialan ini juga pada kaget!


Bahkan Winona sama Royce juga kaget banget!


“A-Ada apa—”


“D-Dia itu… Petualang Nomor Tiga di dunia!”


“WUAAAAHHH!!! BENARKAH?!?!”


“Nggak cuma itu doang! Dia itu juga salah satu orang yang ikut kita lawan Kaum Naga di Erviga!”


“Hehe! Dia bahkan dulu juga rival kakak gue, loh!”


“Gyahahaha! Hebat sekali! Aku senang sekali mendengar ceritanya!”


Wajar aja dia seneng banget. Udah bertahun-tahun nggak denger kabar abangnya, tiba-tiba dia baru tau kalo abang yang dia banggain itu jadi orang yang hebat.


Oh ya, ada dua hal yang mau gue sampein ke mereka!


“Ko!”


“Hm?! Ada apa, Djinn-kun?!”


“Ngomong-ngomong, dia yang ngajarin gue Wulfrag Arts! Ilmu bela diri khas kalian!”


“Wulfrag Arts?! Oh! Mungkin yang kau maksud adalah Kitsujutsu, kah?! Pantas saja aku mengenal sikap bertarungmu! Gyahahaha!”


“Ya. Makanya gue—”


“Tapi, ada apa dengan teknik itu? Tidakkah ia seharusnya itu teknik bela diri dari Kaum Kitsune?”


Hah?! Kok—


“Kau benar, Yorukiba-dono. Karena apa yang dikatakan oleh Dracorion-dono, Aku menjadi sama penasaran dengannya.”


“O-Oh, gitu? Gue… juga nggak tau soal itu…”


Sialan lo, Lupherius!


Gue kira itu teknik bela diri Yorukiba! Ternyata teknik bela diri Kitsune! Bahkan namanya lo gonta-ganti!


Yaudah, deh. Seenggaknya satu hal yang harus disampein udah selesai.


Tinggal satu hal lagi nih yang sebenernya agak ngeri juga kalo dikasih tau.


“Ngomong-ngomong…”


“Hm?”


“D-Dia nitip pesen ke gue, kalo dia punya anak namanya Luphius Nighteeth.”


“Oh! Ternyata ia sudah memiliki a—APA?! IA MEMILIKI SEORANG ANAK?!?!”


Makanya denger dulu kalo gue lagi ngomong! Dasar cewek satu ini!


“T-Terkait itu…”


““Mm?””


“A-Aku akan menjelaskannya kepada kali—”


“Tunggu sebentar, Tanzō-dono.”


“Ya, Shogun-sama.”


Ada apaan, nih? Kok tiba-tiba Shogun itu—


“Djinn-san?”


“Y-Ya? Ada apa, Shogun… sama?”


“Ada apa dengan benda yang berkedap-kedip, yang ada pada kalungmu itu?”


““!!!””


K-Kalung ini kedap-kedip?!


Artinya—


“WUOAAAAAHHH!!! ADA HIDDEN DUNGEON DI SEKITAR SINI!!!”


““!!!””


Duh! Nggak usah teriak di kuping gue dong!


“T-Tunggu!”


“Artinya engkau adalah…”


“…”


Cih! Mau nggak mau gue harus ngakuin diri gue, sesuai yang dibilang Callum, ya?!


“Gue ketemu orang yang disebut Sage di Erviga Kingdom. Dia bilang gue ini… Pria Terjanji…”


““!!!””


W-Wajar aja kalo mereka semua—


“*Druk…”


Aaaargh…! Lagi-lagi pada yang sujud di depan gue! Bahkan Ryūhime juga sujud di depan gue!


“A-Akhirnya…!”


“Akhirnya janji-Nya kepada Shogun Satoshi-sama akan tergenapi setelah 1,000 tahun!”


Hah?! 1,000 tahun?!


“K-K-Kalian bisa nggak, untuk berdiri dulu?!”


“B-Baiklah…”


““…””


Mereka duduk lagi. Karena itu gue mulai tanya-tanya ke mereka.


“Bukannya harusnya 5,000 tahun?!”


“Tidak. Karena hubungan baik dengan ayah-Ku, Melchizedek-sama menghampiri-Nya dan mengajak-Nya menjadi seorang Sage, setelah beliau membangun Sage Council beberapa bulan sebelumnya.”


“Sage Council? Apa tuh?”


“Sage Council adalah ikatan dari semua Sage yang tersebar di dunia ini. Tetapi identitas mereka sangatlah rahasia, bahkan dunia menganggap keberadaan mereka tidak lebih dari sekedar mitos.”


B-Buset! Kok bisa—


“Tapi bukannya Great Sage Melchizedek udah meninggal dunia? Terus kalo nggak ada dia, siapa yang pimpin ikatan itu? Atau mungkin mereka nggak punya pemimpin?”


“Mungkin ini hanyalah spekulasi-Ku saja, Dalbert-san.”


“Spekulasi?”


“Ya. Sekitar 30 tahun yang lalu, Aku mendapati ayah-Ku sedang berbicara sendiri. Namun Aku mendengar bahwa Ayah memanggil seseorang dengan sebutan Great Sage.”


“Great Sage?! Artinya Pahlawan Melchizedek masih hi—”


“Tidak, Gia-san. Mungkin sama-sama Great Sage, tapi bukanlah Great Sage Melchizedek. Jika Ku-ingat kembali, Ia menyebutnya dengan nama…”


““…””


“…Great Sage Bivomüne.”


Apa?! Bivomüne?! Bukannya dia itu kakeknya Djinnardio?!


“Jika memang engkau adalah Dewa yang kami tunggu…”


Eh! Apaan maksud Shogun i—


“…maka Aku akan memimpin kalian semua menuju ruangan rahasia milik ayah-Ku, yang bahkan kami pun tidak mengetahui isi di dalam ruangan tersebut.”


“…”


Tempatnya ada di belakang ruangan ini, ya?


“Wuaaaaahhh!!! Kita masuk Hidden Dungeon lagi!”


“Hahaha! Padahal belom ada setahun jadi Petualang! Tapi kita udah berhasil temuin 3 Hidden Dungeon!”


“Muehehehe! Semoga wae banyak teteh geulis, kayak yang ada di Mistyx Town!”


“Haaaah…! Nggak di mana-mana, isi otaknya cuma cewek doang!”


“Et! Sianying! Suka-suka aing, gobloug!”


““Hahahaha!””


“…”


Mungkin mereka ketawa-ketawa.


Tapi entah kenapa…


“…”


…gue jadi gelisah sendiri, kalo ujung-ujungnya gue harus punya kekuatan itu lagi!


_______________


[1]Ērukuma Ganon, Seventh Acolyte dari Children of Purgatory, yang bertarung dengan Gia dan membunuh Lephta (Chapter 245; Chapter 265).