
Pada malam sebelum Yssalq
mengamuk di hutan yang dihuni oleh para Monster, sesuatu kejadian terjadi di
kediaman House of Siegfried.
“Sial! Kita gagal!”
“Ayo kita mundur!”
“Nggak nyangka ada orang itu!”
Di kediaman tersebut, terjadi
pertarungan yang besar antara para bandit melawan beberapa orang yang ada di
kediaman tersebut.
“Tu…Tunggu, Bos ada di mana?!”
“Di…Dia ada di—”
“Ayo pergi! Bos nuntut kita
pergi! Jangan sia-siain usaha Bos!”
““Ya!””
Para bandit melarikan diri
setelah mereka menyerang kediaman bangsawan tersebut.
Namun, cerita ini dimulai sehari
sebelumnya, ketika para bandit merencanakan penyerangan tersebut.
……………
Di suatu tempat tersembunyi di
Erviga, terdapat kumpulan para bandit yang bersatu untuk menggulingkan kerajaan
tersebut.
Nama perkumpulan ini adalah Bandit
Brothers of Erviga, atau lebih dikenal dengan BBE.
Perkumpulan ini dikenal dengan
berbagai macam ras, mulai dari Manusia, Dwarf, berbagai macem Elf, hingga
Dragonewt dan berbagai macam Monster Intelektual, serta beberapa Ras Langka.
Nama mereka terdengar seakan
kriminal di mata Erviga. Semua itu karena pemerasan yang selalu mereka lakukan
kepada para bangsawan.
Namun pada kenyataannya, mereka
justru dianggap sebagai pejuang kebebasan dan keadilan oleh beberapa warga.
Itu semua karena bangsawan yang
jadi target mereka adalah bangsawan kotor. Oleh karena itu, mereka tidak pernah
mengincar bangsawan baik seperti Bismont maupun Verdian.
Karena kemampuan mereka dalam
pengumpulan informasi, maka mereka mengetahui siapa saja bangsawan baik dan
bangsawan kotor.
Oleh karena itu, target terbesar
mereka saat ini hanya satu.
Menjatuhkan House of Siegfried.
Saat ini, mereka sedang berkumpul
untuk membahas informasi yang mereka dapatkan.
“OK, kalian semua! Kita semua
disini untuk bahas cara nyerang House of Siegfried, terget kita semua!”
““Siap, Bos!””
Seru semua anggota BBE yang hadir
pada tempat itu kepada pimpinan yang mereka sebut dengan Bos.
“Yaudah! Kumpulin dulu apa yang
kita semua tau tentang Siegfried!”
Perintah Bos kepada anggotanya.
Mendengar perintah itu, setiap
anggota menyampaikan informasi yang mereka dapatkan.
“Bos! Gue liat ada anggota
bangsawan yang nyamperin rumah itu!”
“Valid, nggak?!”
“Valid, Bos! Gue sendiri
saksinya!”
Jawab salah satu anggota, yang
merupakan seorang Dwarf.
“Bos…ini mungkin nggak valid karena
ini berdasarkan kepercayaan ras gue.”
“Artinya cuma rumor, ya?”
“Terserah Bos kalo mau percaya
atau nggak, tapi gue rasa gue tau raungan yang kita semua denger, bos.”
“Hm?”
“I…Itu raungan dari Fire Dragon
King Tarzyn!”
““Wuooohh!!!””
Semua yang berada di tempat itu
terkejut ketika mendengar penjelasan dari salah satu anggota yang merupakan
seorang Dragonewt.
Karena respon itu, beberapa
anggota Dragonewt lainnya ikut mendukung laporan itu.
“Terus, Raja Naga itu ke mana?”
“Nah, itu dia yang nggak kita tau,
Bos. Dia tiba-tiba ilang begitu aja.”
Jawab salah seorang anggota
Dragonewt.
“Aneh. Apa mungkin karena Raja
Naga itu mati, makanya semua kaum Naga yang ada di negara ini jadi pada ganas
semua?”
Pikir Bos dengan penasaran.
Setelah lama berpikir, ia tiba-tiba
teringat akan sesuatu.
“Woy, kalian semua! Coba ralat
gue kalo salah!”
““Hm?””
“Kaum Naga mulai beringas…dua
hari setelah kalian nyerang beberapa anggota Petualang, kan?!”
“I…Iya, Bos.”
“Bener, Bos.”
Balas beberapa anggota.
“Apa mungkin anggota Petualang
itu yang bunuh Raja Naga itu?”
“Bi…Bisa jadi sih, Bos.”
Balas seorang Orc kepada Bos itu.
Merasa rapat ini menjadi tidak
terarah, seseorang yang berdiri disampingnya mempertanyakan tujuan rapat ini.
“Bos, maaf sebelumnya. Kita ini
kan lagi bahas Siegfried, kenapa malah jadi bahas serangan kaum Naga?”
“…”
Bos terdiam sejenak mendengar
pertanyaan itu.
“Kalian…pernah denger cerita
rakyat Erviga tentang Dracorion?”
Mendengar pertanyaan dari Bos,
ada sebagian yang tahu tentang cerita tersebut, ada juga yang tidak
mengetahuinya.
Karena ada ketidaktahuan, Bos pun
menceritakan tentang legenda Dracorion kepada mereka semua.
“Makanya itu, gue juga butuh
informasi tentang kaum Naga. Karena Siegfried itu punya sejarah yang panjang
“Iya, Bos.”
Jawab wanita itu kepada Bos.
Mereka pun melanjutkan pembahasan
terkait House of Seigfried., hingga akhirnya menemukan beberapa konklusi.
Beberapa anggota merasa gugup
untuk mendengar hasil dari rapat mereka.
“Karena gue percaya tentang
cerita Dracorion, makanya gue ngerasa kalo ada kemungkinan Sebastian Siegfried
yang kontrol semua kaum Naga.”
““!!!””
Semua terkejut mendengar
perkataan Bos.
“Kalian semua, khususnya kaum
Non-Manusia! Kalian tau sendiri kan House of Siegfried itu sejahat apa?!”
““…””
“Mulai dari ditangkepnya Elf yang lari dari Vamulran!”
““…””
“Disiksanya kaum Dragonewt!”
““…””
“Diintimidasinya Monster
Intelektual!”
““…””
“Sama kejahatan-kejahatan
lainnya!”
““…””
Semua tertunduk ketika mendengar
kata-kata dari Bos dengan perasaan bercampur aduk.
“Waktunya kita lawan Erviga!
Walaupun kita nggak lebih daripada bandit, sekarang waktunya kita buktiin kalo
kita itu lebih dari sekedar bandit!”
““Ya!””
“WAKTUNYA KITA SERANG SIEGFRIED!”
““YA!””
Semua pun berseru dengan penuh
semangat.
Dengan jumlah kurang dari 100
orang, mereka bersama-sama menyiapkan mental untuk menyerang kediaman bangsawan
tersebut.
Bos pun merancang strategi kepada
mereka semua.
“Pokoknya gitu kira-kira rencana
kita! Paham kan lo semua?!”
““Paham, Bos!””
“Untuk yang pimpin Tim Bawah
Tanah, Thratol Lowsoil! Tim Utara, Bura! Tim Barat, Tayshar Sillout! Tim
Selatan, Gindres Zagi! Tim Timur, Zrimush! Terakhir, Tim Udara, Chethosh
Hemorn!”
““Siap, Bos!””
Setelah membagi tim beserta
pimpinannya, semua bandit pun bersiap-siap untuk menyerang kediaman Siegfried
di keesokan harinya.
Namun ketika semua bandit
meninggalkan ruangan itu, wanita yang berdiri di samping Bos masih belum pergi
meninggalkannya.
“Alethra, kok lo belom
pergi?”
“Gue nggak mungkin ninggalin lo
dong, Bos. Kan, lo yang selamatin gue dari bandit, sebelum gue hampir
dijual ke Goldiggia.”
“Aaaaah! Lo bahas itu lagi! Jadi
malu sendiri gu—”
“Bos, nggak usah salah tingkah
gitu. Gue jijik kalo kelakuan lo kayak cewek—”
“Tuh, kan! Pasti lo ngomong gitu
lagi! Padahal gue sendiri malu kalo dipuji!”
Seru Bos kepada Alethra, adik
dari Miraela, yang sekarang menjabat sebagai Guildmaster di Riverfall.
Mereka pun menghabiskan waktu
dengan berbincang, sebelum pergi dari tempat itu.
Ketika Bos hendak pergi dari
ruangan itu, Alethra menanyakan sesuatu kepada Bos terkait tujuan ia
sebenarnya.
“Bos, jujur sama gue.”
“Jujur sama lo? Apa maksud lo—”
“Apa tujuan lo bikin serangan
dadakan kayak gitu?”
“…”
Bos terdiam sejenak mendengar
pertanyaannya.
“Lo pasti tau jawabannya, kan?”
“Untuk nyari denah tempat****itu?”
“Iya, kan—”
“Kenapa juga kita mulai perang?
Kenapa nggak nyelinap diem-diem aja untuk masuk ke sa—”
“Kenapa lo mulai pertanyain
strategi gue, Alethra?!”
Tanya Bos dengan nada yang tegas.
“Karena…gue orang yang paling
kenal lo dibanding anggota yang lainnya, Bos. Makanya itu, gue tau kalo lo
sembunyiin sesuatu.”
“…”
“Gue tau kok, sebenernya lo nggak
butuh serangan besar-besaran kayak gini, kan? Karena lo itu kan… Hm, maaf. Gue
nggak mau kelewat batas—”
“Ya. Karena gue anaknya Darius
Dalrio, Mantan Kepala dari Riorio Merchant, kelompok Saudagar
yang paling sering berurusan sama Siegfried.”
Mendengar pernyataannya, Alethra
pun memegang pundaknya dengan tujuan untuk menenangkannya.
“Berarti tujuan lo itu…mau incer
langsung orang itu kan, Dalbert?”
“Ya. Karena orang itu…bapak
gue mati! Dan sekarang…dia peralat kakak gue!”
“*Bruk! (suara memukul tembok)”
Alethra pun tetap berusaha
menenangkan Bos, yang tidak lain adalah Dalbert Dalrio, adik dari Dahlia yang
menghilang 10 tahun yang lalu.
Mereka pun bersama-sama
meninggalkan tempat itu dan bersiap-siap sebelum BBE menyerang Siegfried.
Namun, mereka tidak menyangka ada
hal di luar dugaan ketika mereka menyerang tempat tersebut.