Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 109. Bandits



Pada malam sebelum Yssalq


mengamuk di hutan yang dihuni oleh para Monster, sesuatu kejadian terjadi di


kediaman House of Siegfried.


“Sial! Kita gagal!”


“Ayo kita mundur!”


“Nggak nyangka ada orang itu!”


Di kediaman tersebut, terjadi


pertarungan yang besar antara para bandit melawan beberapa orang yang ada di


kediaman tersebut.


“Tu…Tunggu, Bos ada di mana?!”


“Di…Dia ada di—”


“Ayo pergi! Bos nuntut kita


pergi! Jangan sia-siain usaha Bos!”


““Ya!””


Para bandit melarikan diri


setelah mereka menyerang kediaman bangsawan tersebut.


Namun, cerita ini dimulai sehari


sebelumnya, ketika para bandit merencanakan penyerangan tersebut.


……………


Di suatu tempat tersembunyi di


Erviga, terdapat kumpulan para bandit yang bersatu untuk menggulingkan kerajaan


tersebut.


Nama perkumpulan ini adalah Bandit


Brothers of Erviga, atau lebih dikenal dengan BBE.


Perkumpulan ini dikenal dengan


berbagai macam ras, mulai dari Manusia, Dwarf, berbagai macem Elf, hingga


Dragonewt dan berbagai macam Monster Intelektual, serta beberapa Ras Langka.


Nama mereka terdengar seakan


kriminal di mata Erviga. Semua itu karena pemerasan yang selalu mereka lakukan


kepada para bangsawan.


Namun pada kenyataannya, mereka


justru dianggap sebagai pejuang kebebasan dan keadilan oleh beberapa warga.


Itu semua karena bangsawan yang


jadi target mereka adalah bangsawan kotor. Oleh karena itu, mereka tidak pernah


mengincar bangsawan baik seperti Bismont maupun Verdian.


Karena kemampuan mereka dalam


pengumpulan informasi, maka mereka mengetahui siapa saja bangsawan baik dan


bangsawan kotor.


Oleh karena itu, target terbesar


mereka saat ini hanya satu.


Menjatuhkan House of Siegfried.


Saat ini, mereka sedang berkumpul


untuk membahas informasi yang mereka dapatkan.


“OK, kalian semua! Kita semua


disini untuk bahas cara nyerang House of Siegfried, terget kita semua!”


““Siap, Bos!””


Seru semua anggota BBE yang hadir


pada tempat itu kepada pimpinan yang mereka sebut dengan Bos.


“Yaudah! Kumpulin dulu apa yang


kita semua tau tentang Siegfried!”


Perintah Bos kepada anggotanya.


Mendengar perintah itu, setiap


anggota menyampaikan informasi yang mereka dapatkan.


“Bos! Gue liat ada anggota


bangsawan yang nyamperin rumah itu!”


“Valid, nggak?!”


“Valid, Bos! Gue sendiri


saksinya!”


Jawab salah satu anggota, yang


merupakan seorang Dwarf.


“Bos…ini mungkin nggak valid karena


ini berdasarkan kepercayaan ras gue.”


“Artinya cuma rumor, ya?”


“Terserah Bos kalo mau percaya


atau nggak, tapi gue rasa gue tau raungan yang kita semua denger, bos.”


“Hm?”


“I…Itu raungan dari Fire Dragon


King Tarzyn!”


““Wuooohh!!!””


Semua yang berada di tempat itu


terkejut ketika mendengar penjelasan dari salah satu anggota yang merupakan


seorang Dragonewt.


Karena respon itu, beberapa


anggota Dragonewt lainnya ikut mendukung laporan itu.


“Terus, Raja Naga itu ke mana?”


“Nah, itu dia yang nggak kita tau,


Bos. Dia tiba-tiba ilang begitu aja.”


Jawab salah seorang anggota


Dragonewt.


“Aneh. Apa mungkin karena Raja


Naga itu mati, makanya semua kaum Naga yang ada di negara ini jadi pada ganas


semua?”


Pikir Bos dengan penasaran.


Setelah lama berpikir, ia tiba-tiba


teringat akan sesuatu.


“Woy, kalian semua! Coba ralat


gue kalo salah!”


““Hm?””


“Kaum Naga mulai beringas…dua


hari setelah kalian nyerang beberapa anggota Petualang, kan?!”


“I…Iya, Bos.”


“Bener, Bos.”


Balas beberapa anggota.


“Apa mungkin anggota Petualang


itu yang bunuh Raja Naga itu?”


“Bi…Bisa jadi sih, Bos.”


Balas seorang Orc kepada Bos itu.


Merasa rapat ini menjadi tidak


terarah, seseorang yang berdiri disampingnya mempertanyakan tujuan rapat ini.


“Bos, maaf sebelumnya. Kita ini


kan lagi bahas Siegfried, kenapa malah jadi bahas serangan kaum Naga?”


“…”


Bos terdiam sejenak mendengar


pertanyaan itu.


“Kalian…pernah denger cerita


rakyat Erviga tentang Dracorion?”


Mendengar pertanyaan dari Bos,


ada sebagian yang tahu tentang cerita tersebut, ada juga yang tidak


mengetahuinya.


Karena ada ketidaktahuan, Bos pun


menceritakan tentang legenda Dracorion kepada mereka semua.


“Makanya itu, gue juga butuh


informasi tentang kaum Naga. Karena Siegfried itu punya sejarah yang panjang


“Iya, Bos.”


Jawab wanita itu kepada Bos.


Mereka pun melanjutkan pembahasan


terkait House of Seigfried., hingga akhirnya menemukan beberapa konklusi.


Beberapa anggota merasa gugup


untuk mendengar hasil dari rapat mereka.


“Karena gue percaya tentang


cerita Dracorion, makanya gue ngerasa kalo ada kemungkinan Sebastian Siegfried


yang kontrol semua kaum Naga.”


““!!!””


Semua terkejut mendengar


perkataan Bos.


“Kalian semua, khususnya kaum


Non-Manusia! Kalian tau sendiri kan House of Siegfried itu sejahat apa?!”


““…””


“Mulai dari ditangkepnya Elf yang lari dari Vamulran!”


““…””


“Disiksanya kaum Dragonewt!”


““…””


“Diintimidasinya Monster


Intelektual!”


““…””


“Sama kejahatan-kejahatan


lainnya!”


““…””


Semua tertunduk ketika mendengar


kata-kata dari Bos dengan perasaan bercampur aduk.


“Waktunya kita lawan Erviga!


Walaupun kita nggak lebih daripada bandit, sekarang waktunya kita buktiin kalo


kita itu lebih dari sekedar bandit!”


““Ya!””


“WAKTUNYA KITA SERANG SIEGFRIED!”


““YA!””


Semua pun berseru dengan penuh


semangat.


Dengan jumlah kurang dari 100


orang, mereka bersama-sama menyiapkan mental untuk menyerang kediaman bangsawan


tersebut.


Bos pun merancang strategi kepada


mereka semua.


“Pokoknya gitu kira-kira rencana


kita! Paham kan lo semua?!”


““Paham, Bos!””


“Untuk yang pimpin Tim Bawah


Tanah, Thratol Lowsoil! Tim Utara, Bura! Tim Barat, Tayshar Sillout! Tim


Selatan, Gindres Zagi! Tim Timur, Zrimush! Terakhir, Tim Udara, Chethosh


Hemorn!”


““Siap, Bos!””


Setelah membagi tim beserta


pimpinannya, semua bandit pun bersiap-siap untuk menyerang kediaman Siegfried


di keesokan harinya.


Namun ketika semua bandit


meninggalkan ruangan itu, wanita yang berdiri di samping Bos masih belum pergi


meninggalkannya.


“Alethra, kok lo belom


pergi?”


“Gue nggak mungkin ninggalin lo


dong, Bos. Kan, lo yang selamatin gue dari bandit, sebelum gue hampir


dijual ke Goldiggia.”


“Aaaaah! Lo bahas itu lagi! Jadi


malu sendiri gu—”


“Bos, nggak usah salah tingkah


gitu. Gue jijik kalo kelakuan lo kayak cewek—”


“Tuh, kan! Pasti lo ngomong gitu


lagi! Padahal gue sendiri malu kalo dipuji!”


Seru Bos kepada Alethra, adik


dari Miraela, yang sekarang menjabat sebagai Guildmaster di Riverfall.


Mereka pun menghabiskan waktu


dengan berbincang, sebelum pergi dari tempat itu.


Ketika Bos hendak pergi dari


ruangan itu, Alethra menanyakan sesuatu kepada Bos terkait tujuan ia


sebenarnya.


“Bos, jujur sama gue.”


“Jujur sama lo? Apa maksud lo—”


“Apa tujuan lo bikin serangan


dadakan kayak gitu?”


“…”


Bos terdiam sejenak mendengar


pertanyaannya.


“Lo pasti tau jawabannya, kan?”


“Untuk nyari denah tempat****itu?”


“Iya, kan—”


“Kenapa juga kita mulai perang?


Kenapa nggak nyelinap diem-diem aja untuk masuk ke sa—”


“Kenapa lo mulai pertanyain


strategi gue, Alethra?!”


Tanya Bos dengan nada yang tegas.


“Karena…gue orang yang paling


kenal lo dibanding anggota yang lainnya, Bos. Makanya itu, gue tau kalo lo


sembunyiin sesuatu.”


“…”


“Gue tau kok, sebenernya lo nggak


butuh serangan besar-besaran kayak gini, kan? Karena lo itu kan… Hm, maaf. Gue


nggak mau kelewat batas—”


“Ya. Karena gue anaknya Darius


Dalrio, Mantan Kepala dari Riorio Merchant, kelompok Saudagar


yang paling sering berurusan sama Siegfried.”


Mendengar pernyataannya, Alethra


pun memegang pundaknya dengan tujuan untuk menenangkannya.


“Berarti tujuan lo itu…mau incer


langsung orang itu kan, Dalbert?”


“Ya. Karena orang itu…bapak


gue mati! Dan sekarang…dia peralat kakak gue!”


“*Bruk! (suara memukul tembok)”


Alethra pun tetap berusaha


menenangkan Bos, yang tidak lain adalah Dalbert Dalrio, adik dari Dahlia yang


menghilang 10 tahun yang lalu.


Mereka pun bersama-sama


meninggalkan tempat itu dan bersiap-siap sebelum BBE menyerang Siegfried.


Namun, mereka tidak menyangka ada


hal di luar dugaan ketika mereka menyerang tempat tersebut.