
Peperangan besar antara Bakufu dan Perlawanan sudah dimulai, setelah seluruh anggota Perlawanan memasuki
Tenshujū.
““*Chring, chring, chring…””
Suara senjata beradu telah menggema di setiap sudut Tenshujū.
“Cepat keluar dari tempat ini! Saat ini Tenshujū sudah tidak aman!”
“Alangkah baiknya jika kalian bersembunyi di Chūbo Town! Di sana jauh dari peperangan!”
“B-Baiklah! Kami akan pergi secepatnya!”
““…””
Proses evakuasi pun dimulai. Para anggota Komisi yang tidak bisa bertarung terpaksa meninggalkan Tenshujū.
“*Chring, chring, chring…”
““…””
Deru pedang yang beradu juga terdengar oleh para warga Chūbo Town.
“K-Kok tiba-tiba… ada perang di dalam Tenshujū…?”
“K-Kalo wilayah kekuasaan Kaum Kitsune aja bisa diserang… gimana nasib kita, warga Chūbo Town…?”
“D-D-Duh…! S-Semoga aja… kita nggak kena dampak apa-apa deh…!”
Para warga Kumotochi menjadi resah dengan adanya perang yang terdapat di Tenshujū.
Sedangkan di dalam Tenshujū, di mana Myllo, Gia, Winona, dan Royce, sedang bertarung dengan empat Kitsune.
“Humph!”
““*PRANG…!!!””
“Keuk…!”
Gia menahan serangan dari dua orang Kitsune. Getaran yang ia rasakan dari World Quaker masih terasa di
lengannya.
“K-Kekuatan ini… beda banget…! Kalo mereka serang lagi… mungkin aku nggak akan sanggup tahan serangannya…!”
Pikir Gia, yang mengkhawatirkan serangan dari para Kitsune.
“*Blub, blub, blub…”
“Tenang, Gia! Aku ada di sini!”
Sahut Winona, yang menggunakan sihirnya pada sekujur lengan Gia, sehingga lengannya menjadi lebih kuat.
Namun ketika menyaksikan sihir Winona, Gia justru terkejut.
“W-Winona…! Ini kan…”
“{((Bubble Zona: Part Reinforcement))}. Ini kekuatan Union yang aku latih di bawah pimpinan Nakatoki-sensei!”
Seru Winona dengan semangat.
“♫La la laaaa…!”
Royce bersenandung dengan merdu.
Dengan senandungnya itu…
“Myllo! Dua Kitsune akan menyerang anda dari atas dan belakang!”
“*Tuk! Tuk! Tuk!”
…Royce mengetahui arah serangan dua Kitsune lainnya, yang serangannya ditahan oleh Myllo.
“Hehe! Makasih banyak, Royce! Kalo nggak karena lo, mungkin gue udah luka-luka karena mereka!”
“…”
Royce hanya tersenyum ketika mendapat pujian dari Myllo.
“Cih! Dasar sialan Manusia itu!”
Seru salah seorang Kitsune, setelah ia gagal menyerang Myllo.
“Perempuan itu…! Pasti dia juga punya Union Zona…!”
Pikir Kitsune lainnya dengan kesal karena adanya Royce, yang menjadi penghambat terbesarnya.
“*Brrrr…!”
““*Swush…””
Dua orang Kitsune menghindari tembok berlian yang hendak menyerang mereka.
“Cih! Aku kira kekuatan aku bisa efektif untuk serang mereka! Ternyata sejauh ini aku cuma bisa pakai berlian aku untuk bertahan aja!”
Bisik Gia dengan kesal, setelah gagal menyerang dua Kitsune tersebut.
““…””
Keempat Kitsune tersebut mulai dilanda kecemasan, karena gagal untuk menyerang Myllo dan rekan-rekannya.
Karena itu…
“Cih! Mana dia sih bala bantuannya?! Katanya mau pada dateng!”
…salah seorang Kitsune mulai mengharapkan pertolongan dari Klan Kazedori.
……………
Di sisi lain Tenshujū, di mana terdapat kediaman khusus Klan Kazedori.
“*Bruk…”
“Fyuh! Banyak juga, ya!”
Kazedori Miyako, salah seorang Leluhur Klan Kazedori, duduk di depan sebuah gerbang besar.
Di hadapannya…
““…””
…terdapat puluhan Kitsune yang ia kalahkan.
“Apa maksudmu ini, Leluhur Klan Miyako?!”
“…”
Miyako terdiam dengan tenang ketika menyaksikan kedatangan para Leluhur Klan lainnya, yang datang bersama Kitsune lainnya.
“Araaa…! Makin banyak ya yang mau tantang aku!”
Sapa Miyako kepada para Leluhur Klan lainnya.
“Minggirlah! Kita harus membunuh seluruh anggota Perlawanan yang berada di luar sa—”
“Terus, kalo kita bunuh, gimana? Langsung selesai?”
““…””
Para Leluhur Klan lainnya hanya terdiam. Mereka yakin bahwa apa yang disampaikan oleh Miyako bukanlah suatu pertanyaan, melainkan sebuah sindiran.
“Pastinya nggak, kan? Nanti, kalo kita berhasil bunuh mereka semua, kalian pasti mulai bunuh Kepala Komisi secara diam-diam. Nantinya kamu juga paksa Tetsuo-kun untuk kawin, supaya keabadiannya hilang.”
“Tentu saja! Itu adalah aturan yang diberlakukan dari leluhur kita! Karena itu—”
“Mau nggak taruhan sama aku?”
Miyako kembali menantang para Leluhur Klan lainnya.
“Aku yakin, kalau Saint dari Zegin-sama pasti menang lawan Tetsuo-kun. Kalau sampai Tetsuo-kun menang, aku rela untuk terjun ke dalam Eien Jigoku. Karena di dalam jurang itu cuma ada keputusasaan aja. Nggak ada satupun mahluk yang bisa keluar dari sana. Tapi kalau aku menang…”
““…””
“…Jangan kalian ganggu kepemimpinan Tetsuo-kun!”
Jelas Miyako terkait tantangannya, sembari menatap para Leluhur Klan dengan tajam.
“Hmph! Baiklah jika itu mau-Mu, Leluhur Miyako!”
“Kami dengan senang hati menerima tantangan-Mu!”
“Bahkan jika pria tersebut adalah Saint pilihan seorang Dewi yang melupakan umat-Nya, kami tidak takut!”
“…”
Miyako tersenyum karena mendapati persetujuan dari para Leluhur Klan.
Tetapi di balik senyumnya…
“Saint-kun. Kamu harus menang lawan Tetsuo-kun.”
…terdapat kekhawatirannya akan Myllo.