Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 267. Taboo and Sisters



Nemesia telah berubah dalam bentuk Grand Form untuk menghadapi Chyrra yang mentransformasi dirinya menjadi lebih kuat dengan kutukan Iblis.


Dengan wujudnya saat ini, ia hendak menyelesaikan pertarungan secepatnya, sebelum risiko dari perubahnnya tersebut berdampak.


“Cih! Aku merasakan akal sehatku yang hampir hilang! Apa mungkin karena Grand Form yang banyak kugunakan ketika berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper?!”


Pikirnya dengan cemas.


“Glaaahlahlahla!!!”


“???”


Ia merasa heran dengan Chyrra yang tiba-tiba tertawa.


“Emangnya berubah kayak gitu bikin gue takut?! Bahkan serangga air biasa juga bisa bunuh lo ka—”


“(Hmph! Terlalu banyak bicara! Apakah itu yang bisa kau lakukan dengan wujud anehmu saat ini?! Dasar mahluk hina!)”


“!!!”


Pernyataan Nemesia membuat Chyrra menjadi marah besar. Dengan amarah yang meluap, ia pun memulai serangan dengan sangat agresif.


“*SWUSH!!!”


“MATI LO, IKAN SIALAN!!!”


Teriak Chyrra yang melompat dengan sangat kencang ke arah Nemesia.


“*Tap!”


“Urgh!”


Nemesia dengan mudah menangkap kepala Chyrra dan menghentikan lompatannya.


“*Chranggg…”


Chyrra mengeluarkan cakarnya untuk mencabik-cabik lengan dari Siren yang ia hadapi. Namun, Nemesia


mengetahui hal tersebut.


“*BRUK!!!”


“Kuogh!”


Ia langsung membanting kepala Chyrra ke tanah, hingga darah keluar dari mulutnya.


“D-Dasar pela—”


“*BRUK, BRUK, BRUK…”


Mendengar Chyrra yang masih bisa berbicara dan menghina dirinya, dengan tanpa ampun Nemesia membanting kepalanya berkali-kali ke tanah, hingga tanah tersebut memipih.


Dengan serangan dari Nemesia yang sangat brutal, Chyrra berusaha untuk melepas dirinya menggunakan cakar miliknya.


Tetapi Nemesia juga mengetahui hal itu.


“*SWUSH!!!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Ia langsung melempar Chyrra dengan begitu keras, hingga menembus beberapa bangunan yang berada di Brichaudry Point.


Walaupun menerima serangan yang sangat berbahaya dari Nemesia, Chyrra justru hanya tertawa.


“H-Hahaha! Dasar bego! Dia lupa ya, kalo air liur gue beracun?! Mati aja tuh orang, karena gue udah keluarin


air liur gue waktu dia pegang keras wajah gue!”


Seru Chyrra, yang masih terbaring karena lemparan keras Nemesia, sambil memulihkan dirinya dengan regenerasi miliknya.


Walaupun dirinya merasa berhasil telah meracuni Siren yang ia hadapi, namun pada kenyataannya ia justru terkejut dengan Nemesia yang terlihat baik-baik saja, yang sedang berjalan menuju kepadanya.


“N-Nggak mungkin! Kenapa lo masih baik-baik aja?! Harusnya lo udah nggak bisa bergerak!”


Kembali seru Chyrra yang terkejut.


“(Hmph! Bahkan racunmu tidak mengandung Curse Magic sama sekali! Yang bisa kau lakukan hanyalah melipat gandakan kekuatan fisikmu menggunakan amarah dan kebencianmu saja!)”


Balas Nemesia, dengan tangan yang berasap akibat mengeluarkan racun dari Chyrra.


Dan lagi, Chyrra dibuat semakin kesal karena kata-kata darinya.


“Lo mau tau kekuatan gue?! Nih! Biar gue tunjukkin!”


Seru Chyrra sambil merapalkan sihirnya.


((Hatred Curse: Gorgon Fist))


““*Siiisss””


Dengan kutukan yang ia gunakan, seketika terlihat adanya ular mungil yang sangat banyak dari kepalan tangannya.


“*SWUSH!!!”


Ia langsung berdiri dan melompat ke arah Nemesia untuk menyerangnya.


“*SWUSH, SWUSH, SWUSH…”


Nemesia terus menghindari ayunan pukulan yang sangat cepat dari Chyrra. Oleh karena itu, mereka berdua bergerak dengan sangat cepat untuk menyerang maupun menghindari serangan.


“Ada apa?! Lo takut sama serangan gue?! Kenapa menghindar terus?! Bahkan tangkis serangan gue aja lo nggak bera—”


“(Percuma saja jika engkau hanya ingin memprovokasiku, Insectant! Walaupun aku memakluminya karena engkau berasal dari lingkungan hina seperti penyembah berhala itu!)”


“Cih! Dasar Siren sialan!”


Seru Chyrra dengan kesal karena ia terprovokasi oleh Nemesia, yang sebelumnya hendak ia provokasi.


Di tengah pertarungan mereka berdua, ada sesuatu yang datang mengganggu mereka.


““Graaaww!””


Beberapa Ghoul datang.


“(Mengapa masih ada mereka di sekitar wilayah ini?!)”


Sahut Nemesia setelah melihat kedatangan Ghoul tersebut.


((Sirena: Ola))


“*Bwush…”


Dengan Sihir Siren miliknya, Nemesia menciptakan ombak kecil yang mampu menghempaskan para Ghoul.


““Graaaww!””


“(Masih ada lagi?!)”


Tanya Nemesia, setelah melihat beberapa Ghoul yang hendak menghampirinya.


Sebagai salah satu wanita yang berada di pihak Aliansi, Nemesia merasa khawatir jika serangannya dapat


membunuh Ghoul tersebut.


Terkait fakta tersebut, Chyrra mengetahuinya.


((Sirena—


“*Haurp!”


“Grrr…”


“!!!”


Nemesia dikejutkan dengan Chyrra yang melahap beberapa Ghoul yang ia hendak lempar jauh menggunakan Sihir Siren.


“*Haurrp, haurrp, haurrp…”


Tanpa memperdulikan Siren yang sedang ia hadapi, Chyrra justru melahap semua Ghoul yang ada di hadapannya hingga tidak tersisa.


“Nah! Udah nggak ada yang ganggu kita, kan?! Kalo gitu, ayo kita lanjutin lagi!”


Seru Chyrra, sambil tersenyum dengan rasa puas.


“Fufufu… Ayo marah! Keluarin amarah lo, Siren! Karena amarah lo bisa jadi kekuatan buat gue juga!”


Pikirnya dengan harapan agar amarah Nemesia menjadi sumber kekuatan bagi kutukan Iblis miliknya.


“*SWUSH!!!”


Nemesia pun bergerak dengan cepat dan hendak menyerang Chyrra.


((Hatred Magic: Gorgon Grip))


“*Hup!”


Chyrra menangkap kepalan tangan yang digunakan Nemesia untuk memukulnya. Setelah itu, ular-ular kecil di sekitar tangannya mengigit lengan Nemesia.


“*BHUK!!!”


“Keuk!”


“(I-Ini…)”


“Ya! Lo tanya kekuatan kutukan gue?! Tuh gue buktiin! Karena tangan lo digigit ular-ular mungil ini, jadinya tangan lo perlahan-lahan jadi batu!”


Jelas Chyrra tentang kutukannya kepada Nemesia, yang menyaksikan efek dari gigitan ular-ular tersebut. Secara perlahan, efek tersebut mulai menjalar ke lengannya.


“Glaahlahlahla! Bahkan Mahluk Abadi kayak lo nggak akan bisa selamat dari kutukan itu! Sebentar lagi lo jadi


batu! Makanya jangan remehin—”


“*Chraat!”


“Keuk!”


“!!!”


Chyrra terkejut ketika melihat Nemesia yang menarik paksa lengannya hingga terputus.


“…”


Dengan sangat cepat, lengannya tumbuh kembali. Namun efek tersebut berpengaruh kepada dirinya yang kembali dalam wujudnya yang normal.


“Glaahlaahlaahlaa! Gue kira wujud lo tadi lebih serem daripada Iblis! Ternyata cuma begitu a—”


((Sirena: Aumento))


“*BWUSH!!!”


“Urrgh…”


Dengan sihir miliknya, Nemesia membuat arus air yang sangat deras, yang terbentang ke atas udara untuk menghempaskan Chyrra.


“*Blurp, blurp, blurp…”


Efek arus air tersebut membuat Chyrra kesulitan bernafas.


“*Bwush…”


Nemesia pun menghampirinya menggunakan arus air yang lebih tenang, yang juga terbentang ke atas udara.


“Dengar ini, penyembah berhala! Mulai saat ini, aku akan memastikan keberadaanmu tidak terlihat di dunia ini!”


Seru Nemesia, yang berada di atas udara, sebelum ia merapal sihir miliknya.


((Agua Magia: Destrucción))


“*BOOOOMMM!!!!!!”


Ia menggunakan sihir jitu miliknya, yang sebelumnya ia gunakan untuk menghancurkan Chamber of Ancient Armament.


“*Bruk…”


Ia pun mendarat dan memandang ke atas langit.


“*Pluk, pluk, pluk…”


Di hadapannya, datanglah beberapa keping organ milik Chyrra yang ia kalahkan.


Walaupun tubuhnya sudah hancur, namun kepala dan jantungnya masih tersambung, sehingga ia masih bisa berbicara.


“S-S-Sialan lo… Siren…”


“…”


Nemesia hanya memandang Chyrra yang berada tepat di depan kakinya.


“K-Kalo lo bisa bunuh gue kayak gini…  kenapa… kenapa lo nggak selesain gue… secepetnya…?”


Tanya Chyrra, sebelum ia menemui ajalnya.


“Karena aku telah melanggar dua dari 5 pantangan Siren. Sebagai Siren, aku pantang untuk merubah diriku menjadi Grand Form, ketika aku berada di luar Hidden Dungeon of Whisper. Sebagai Siren—Tidak, khusus untukku, aku dilarang menggunakan sihir tadi, karena bisa membahayakan para Siren.”


Jelas Nemesia kepadanya.


“J-Jangan bercanda lo…! Bahkan lawan penyembah Iblis kayak gue… lo masih mikirin pantangan…?”


“Tidak. Aku sangat ingin membunuhmu dengan cara seperti itu. Hanya saja, aku tidak mau memberi contoh yang buruk sebagai kakak di depan adik-adikku.”


“…”


Tidak ada jawaban dari Chyrra yang sudah hilang kesadarannya dan meninggal dunia.


“Sepertinya sudah berakhir. Aku harus menyusul—”


“*Bruk…”


“S-Sial… Ternyata aku pun… juga sudah tidak sanggup untuk bertarung…”


Bisik Nemesia, yang terjatuh dan tidak sadarkan diri karena terlalu lelah.


Sementara itu, Delolliah dan Jennania yang sedang berusaha untuk menyerang puluhan Undead Dragon yang berada di seluruh tepi Gazomatron.


“*Vwumm…”


“K-Keterlaluan! Mereka… bahkan mempersiapkan para Undead Dragon… agar tidak bisa diserang…!”


Bisik Delolliah yang bersama Jennania, di mana Tubuh mereka berdua mengalami luka bakar yang sangat sulit


disembuhkan.


“Kakak… Biarkan aku menyerangnya… (dengan wujud ini!)”


“T-Tunggu…! Jangan gegabah, Jennania…!”


Seru Delolliah kepada Jennania yang berubah dalam wujud Grand Form.


((Sirena: Aumento))


“*Bwushh…”


Jennania menggunakan arus air besar yang membawanya mendekati seekor Undead Dragon yang berada di atas udara.


“(Hraaaagh!)”


“*Vwumm…!”


“(Aaaargh!)”


Namun tangannya justru terbakar ketika menyentuh Undead Dragon tersebut.


“*Bruk, bruk, BRUK!!!”


““Aagh!””


Ia terlontar dengan kencang dan menabrak Delolliah, hingga mereka berdua menabrak sebuah Gazobile.


“*Tring, tring, tring…”


“Cih! Maafkan aku, Kakak Delolliah! Bahkan dalam Grand Form, aku tidak bisa menghentikannya!”


“…”


Delolliah tidak menanggap perkataan adiknya karena berusaha mengambil sesuatu yang terjatuh dari Gazobile yang mereka tabrak.


“Kakak Delolliah, apa yang sedang kau lakukan?! Mari kita usahakan diri kita untuk menghentikan mereka semua!”


“Y-Ya. Kau benar, adikku.”


Jawab Delolliah, sambil teringat teriakan Djinn yang mengamuk sebelumnya.


“DELOLLIAH! JANGAN!!! JANGAN MAKAN GAZO STONE ITU!!! JANGAN JADI SEA SERPENT!!!”


Karena ingatan tersebut…


“Apa mungkin… itu adalah satu-satunya cara… untuk menghentikan semua Undead Dragon ini…?”


…ia mulai berniat untuk memakan Gazo Stone yang ia pungut dari Gazobile yang ia tabrak.


“Djinn, jika aku kembali menjadi monster dan kembali menanggalkan identitasku, aku harap kau yang menghentikanku. Maafkan aku, temanku.”


Pikir Delolliah sambil mengikuti Jennania yang masih berusaha untuk menghancurkan Undead Dragon.


……………


Namun di Gazo Mount.


“*Bruk…”


“*Crat, crat, crat…”


“Hmph! Ternyata kau tidak sekuat itu, Djinn Dracorion!”


Djinn sudah terluka parah dan sudah tidak sadarkan diri, sambil menunggu waktunya untuk dibunuh oleh Master.