
Cthorach berubah dalam wujud aslinya. Hal tersebut adalah pertanda bahaya bagi Aquilla dan Ivis.
“Gila! Artinya daritadi dia belom serius, ya?!”
“Kayaknya sih gitu, Dalbert…!”
Jawab Gia yang sama terkejutnya dengan Dalbert.
“Ivis! Monster itu udah pernah dikalahin, kan?!”
“Ya. Sebelumnya, Dalbert Noark pernah mengalahkannya.”
“Terus gimana cara dia ngalahinnya—”
“Akan tetapi, ada perbedaan kondisi ketika ia mengalahkannya.”
“Hm?”
Myllo merasa heran dengan jawaban Ivis.
“Ratusan tahun yang lalu, ia berhasil mengalahkan Cthorach dengan sangat kuat, bahkan sebelum Cthorach berubah dalam wujud aslinya.”
Jelas Ivis kepada Myllo, yang didengar oleh Gia dan Dalbert.
“Tapi kalo dia ngalahin monster itu sebelum ke wujud aslinya…”
“Ya. Itulah kekurangannya. Jika mengalahkan Cthorach yang berwujud seperti sebelumnya, ia hanya akan terlahir kembali.”
Kembali jelas Ivis, yang kali ini menjawab pertanyaan Dalbert.
““*Krrrrkk…””
““…””
Mereka semua menyaksikan tumbuhnya beberapa akar berukuran panjang dari bawah tanah, lengkap dengan
duri-duri yang terdapat di sekitar akarnya.
“Waspadalah, kalian semua!”
“Ada apa, Ivis—”
“Akar-akar tersebut sangatlah berbahaya! Selain beracun, akar-akar tersebut—”
“*Shrushrushrush…”
““!!!””
Myllo dan anggotanya dikejutkan dengan adanya beberapa duri-duri yang melaju dengan cepat, seperti tembakan ribuan peluru. Karena hal tersebut, mereka pun menghindarinya.
Kecuali, Gia.
“*Prangrangrang…”
“Keuk…”
Gia berusaha sekuat tenaga untuk menahan tembakan duri-duri tersebut menggunakan World Quaker.
Walaupun mampu menahannya, namun Ivis menjadi semakin khawatir dengan keadaannya.
“Waspadalah, Margia Maevin!”
“Eh?! Ada apa—”
“Duri-duri yang berhasil kau tahan hanya akan jatuh ke tanah dan melaju menujumu, Gi—”
““*Shrush!””
“!!!”
Gia terkejut dengan ratusan duri yang berada di bawahnya dan akan menusuknya. Beruntung Myllo berhasil menyelamatkan Gia, dengan bergerak dengan sangat cepat dan membawanya.
“Gia! Lo nggak apa-apa, kan?!”
“Ya. Aku nggak apa-apa, Myllo.”
Jawab Gia yang masih terkejut dengan serangan tiba-tiba dari duri-duri tersebut.
“*Chaaaak!”
Dalbert terus berlari menghindari duri-duri dari Cthorach. Sambil berlari, ia kembali menciptakan elangnya untuk mengalihkan perhatian Cthorach.
“Ivis! Kalo kita serang mawar yang ada kepalanya, kira-kira bisa nggak?!”
“Bisa! Dengan kekuatan alam, ia bisa dikalahkan dalam Wujud Asli-nya seperti sekarang!”
““!!!””
Myllo dan kawan-kawannya terkejut dengan penjelasan Ivis.
Oleh karena itu…
“Myllo!”
“Ya! Gue juga tau!”
“*Fwush…”
…Myllo langsung terbang menuju Cthorach dengan kekuatan Zegin.
“…”
“*Prang prang, prang…”
Gia menahan tembakan berduri dari Cthorach dengan World Quaker.
“*Swush, swush, swush…”
Sementara Dalbert berlari dengan cepat dan menghindari seluruh tembakan berduri dari Spirit Beast tersebut.
Ia hendak memanggil kembali elang ciptaannya. Tetapi kondisi saat ini membuat hal tersebut mustahil.
“Cih! Ganggu banget sih duri-duri i—”
“Awas! Dalbert!”
“*PRANG…”
“Urgh…”
Gia berhasil melindungi Dalbert, yang tidak menyadari akan ayunan akar menjalar Cthorach hendak menghantamnya.
“Gia! Lo nggak apa-apa?!”
“Aku nggak apa-apa! Tapi harusnya kamu harus lebih hati-hati!”
“Maaf! Gue masih mau selamatin elang gue, supaya gue bisa pake senapan gue!”
“*Chaaaak!”
Jawab Dalbert atas teguran Gia, sambil menyambut kembali kedatangan elangnya dan langsung merubah elang tersebut menjadi senapan jitu.
“*Fwush…”
Myllo masih berada di udara menuju Cthorach.
((Zegin Blow))
“*FWUSH!!!”
Kemudian ia menyerangnya dengan kekuatan Zegin.
Namun…
“Hah?! Kenapa masih nggak mempan?!
…serangannya masih tidak ampuh untuk menghancurkan mawar yang berada di kepala Cthorach.
Hal itu membuatnya kesal. Akan tetapi, ia tidak sadar bahwa ada yang lebih kesal dibandingkan dirinya.
“Cih! Sialan Lo, Gennisia! Kok bisa mahluk ciptaan Lo ini terdampar di dunia ini! Mentang-mentang Sang Kelahiran, seenggaknya tanggung jawab dikit kek sama mahluk ciptaan Lo!”
Pikir Zegin dengan sangat kesal, ketika Saint pilihannya gagal menyerang Cthorach dengan kekuatannya, sehingga ia menyuarakan kekesalannya terhadap Gennisia, Goddess of Birth.
Oleh karena itu…
“*HAAACIH!”
“*Bruk!”
“Y-Yang Mulia Raja Bivomüne[1]?!”
“M-Maafkan saya yang tiba-tiba terjatuh.”
…Genissia menjadi bersin, hingga membuat Bivomüne terjatuh.
“D-Dewi Gennisia, apakah Dewi Gennisia baik-baik saja?!”
“Maafkan Aku, anak-Ku. Entah mengapa, Aku merasa ada yang membicarakanku dengan senonoh.”
Balas Gennisia kepada Bivomüne.
……………
“*FWUSH! FWUSH! FWUSH!”
“*DOR! DOR! DOR!”
“*PRANG!!!”
Myllo, Dalbert, dan Gia, sama-sama berusaha untuk menyerang Cthorach dengan sekuat tenaga. Akan tetapi usaha mereka sia-sia.
Sementara Ivis…
“…”
…berusaha menghindari serangan Cthorach sebisa mungkin, setelah ia mengetahui bahwa fokus utama dari Spirit Beast tersebut adalah dirinya.
“Kalian semua! Selagi sebagian besar serangan Cthorach terarah kepadaku, aku mohon agar kiranya kalian mampu mengalahkannya secepat mungkin!”
“Hah?! Emangnya kenapa?!”
“Saat ini ia sedang berusaha untuk mengulur waktu dan mempersiapkan serangan paling berbahaya miliknya!”
““!!!””
Anggota Aquilla kembali dikejutkan dengan fakta yang disampaikan oleh Ivis.
Namun yang dipikirkan oleh Ivis hanya satu.
“Mungkin aku berkata seperti itu. Akan tetapi, apakah mereka sanggup untuk mengalahkan Cthorach? Tidak.
Lebih tepatnya, apakah Margia Maevin sanggup mengalahkan Cthorach sebelum dirinya mengeluarkan serangannya yang paling berbahaya?!”
Pikirnya dengan khawatir.
“*Fwush, wush, wush…”
Myllo terus terbang kesana dan kemari untuk menghindari serangan Cthorach, sambil memangkas jarak dari mawar milik Cthorach dan menyiapkan serangannya.
{Kazedoryū…
“*Fwush!”
…Haku}
“*TUK!!!”
“!!!”
Ia terkejut ketika ayunan pukulannya ditahan dengan sebuah kayu berduri, yang seketika tumbuh di sekitar kepalanya, untuk melindungi mawar tersebut.
“Myllo! Pergi sekarang!”
“*Fwush…”
Beruntung bagi Myllo yang langsung menghindari beberapa kayu berduri yang muncul dari sekitar mawar tersebut untuk menyerangnya, setelah Zegin memperingatkannya.
“*PRANG, PRANG, PRANG… PRANG!!!”
Gia yang berada di dekat Cthorach masih berusaha untuk menyerangnya. Ia terus menyerang dan juga menahan serangannya.
“…”
Melihat Myllo dan Gia, Dalbert pun merasa bingung bagaimana cara mengalahkan mahluk tersebut. Ia kemudian memikirkan hal lain, yang seharusnya menjadi tujuan utama kedatangan mereka di Dungeon of Poison.
“Kalo emang monster itu nggak bisa diserang, mending gue selamatin warga aja!”
Pikir Dalbert, yang langsung berlari menuju warga desa.
“…”
Ivis menatap Dalbert yang berlari dan mengetahui tujuannya.
“Hentikan! Dalbert Dalrio!”
“Hah?! Emangnya kenapa—”
“Jika engkau membuka belenggu dari warga desa, sama saja kau bertarung dengan mereka!”
“!!!”
Dalbert terkejut dengan penjelasan Ivis.
“Kok bisa?!”
“Dalan Wujud Asli-nya, efek dari racun milik Cthorach jauh lebih besar daripada sebelumnya! Ia lebih mudah menuntaskan proses mutasi terhadap mereka semua! Pada akhirnya ia akan lebih mudah untuk mengendalikan mereka semua! Dengan kata lain, kau hanya akan melepaskan mahluk bermutasi untuk bertarung dengan kita!”
Jelas Ivis kepada Dalbert.
Sementara Myllo dan Gia, mereka masih berkutat dengan Cthorach, yang hendak mereka kalahkan.
“*FWUSH!!!”
“*PRANG!!!”
Mereka terus menyerangnya. Akan tetapi, mereka melupakan satu hal penting.
““Huff! Huff! Huff!””
Stamina mereka sama-sama terkuras habis, semenjak Garry tidak ada untuk membantu mereka.
Sambil mereka semua terus berkutat menghadapi Cthorach, Myllo dan anggotanya merasakan suatu keanehan
yang berada di dalam Dungeon of Poison.
““…””
““Hm?!””
Mereka semua menyaksikan adanya ribuan bunga mawar yang tumbuh dengan mekar dan terang-benderang di sekitar Dungeon of Poison.
“Semuanya! Kembalilah kepadaku! Sekarang!”
““…””
Tanpa bertanya-tanya, Myllo dan anggotanya kembali kepada Ivis.
Akan tetapi, ketika mereka hendak pergi menuju Ivis…
““*Bruk…””
“Uhuk, uhuk, uhuk…”
“A-Ada apaan ini?!”
“K-Kenapa badan gue… lemes banget?!”
…mereka semua terjatuh dan tidak bisa bergerak.
““*Shrrrttt…””
““*Swush…””
Tanpa mereka sadari, Ivis menarik mereka semua dengan tumbuhan yang merambat dari tangannya.
“I-Ivis…! A-Ada apa ini…?!”
“Sepertinya dengan wujudnya saat ini, racun Cthorach jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Esensi dari
seluruh bunga mawar yang tumbuh disekitar Dungeon ini sangatlah beracun, sehingga kalian sesak napas.”
“Cih…! P-Pantes aja…!”
Sahut Dalbert dengan kesal, setelah mendengar penjelasan Ivis.
“T-Terus kita harus gimana, Ivis?!”
“…”
Ivis tidak menjawab karena ragu.
“I-Ivis—”
“Mohon maaf, Myllo Olfret. Sebenarnya aku menunggu momen ini.”
“???”
Myllo merasa heran dengan pernyataannya.
“A-Apa… maksud lo…?”
“Aku menunggu momen ini setelah ribuan tahun, di mana aku harus mengorbankan nyawaku untuk menghentikan serangannya yang paling berbahaya ini.”
“E-Emangnya… ke-kenapa harus… korbanin nyawa—”
“((Thousand Blooms of Death)). Itulah serangan paling berbahaya milik Cthorach, di mana ia tidak hanya mampu meracuni Tubuh seseorang, tetapi juga mampu meracuni Roh seseorang. Karena satu-satunya Dryad yang mampu menguasai Tiga Prinsip Union, maka hanya aku saja yang bisa membalas serangan yang akan ia gunakan.”
Jelas Ivis kepada Myllo, sambil mempersiapkan serangannya.
Tetapi, seperti seseorang yang akan mati, seketika Ivis rekaman masa lalunya berputar di pikirannya.
_______________
[1]Raja High Elf di Vamulran Kingdom (Chapter 7); Kakek dari Djinn dan Luvast (Chapter 18); Saint dari Gennisia (Chapter 31); dan Great Sage saat ini, menggantikan Melchizedek (Chapter 274).