Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 213. Different Person



“*Brak!”


“Hey, bartender… Berikan aku satu gelas rum… hicc!”


Gue masih nggak nyangka orang ini Melchizedek…


Oh ya, kok gue nggak liat temen-temen—


“Bagaimana penampilanku, Pria Terjanji…?”


“!!!”


“Tragis, bukan…?! Hicc!”


Di-Dia beneran ngomong sama gue?!


“Ka-Ka-Kasian sih gue li—”


“Ah, benar juga… Kau masih belum datang ya…? Ahahaha! Aku sudah sangat gila…! Menunggu orang yang tidak jelas kapan kedatangannya… hicc!”


“…”


Jadi dia cuma ngebayangin ada gue aja?!


“Haaaaah… Sialan kau, Alpha!”


Eh…?


“Karena permintaanmu, aku menjadi terlihat seperti orang bodoh… hicc… seperti sekarang!”


Eh?!?!


Alpha tuh bukannya pencipta dunia ini?! Loh kok dia malah disalahin?! Padahal sama dewa-dewa lainnya aja dia sujud!


“Ah, kau sudah menemukan Dungeon apa saja, Pria Terjanji…?”


“*Gluk, gluk, gluk, gluk…”


“Pwaaaahhh…”


Waduh, gimana gue jawabnya, ya?


“Berhati-hati, Pria Terjanji…”


Mm?


“Apa yang ada di dalam Hidden Dungeon of Whisper… sangatlah berbahaya…”


Bahaya?


Eh, kalo nggak salah gue juga pernah denger tentang ini deh.


Tapi di mana, ya?


“Tanpa memiliki kekuatan… dari Hidden Dungeon of Command… kau tidak akan bisa… mengendalikan kekuatan… yang berasal dari Hidden Dungeon yang kau masuki saat ini… Pria Terjanji…”


O-Oooh gitu…


Nah loh, terus gimana, dong?


Andai gue bisa tanya langsung ke dia tentang lokasi Dungeon of Command…


“Dan satu lagi…”


Hah? Masih ada apaan lagi?


“Perhatikan juga…”


Ke-Kenapa ada jeda sih ngomong—


“Huueeeekkk…”


“!!!”


Najis! Jorok banget sih nih orang?!


“Haaaah… Lagi-lagi dia berulah lagi…”


“Yaudah deh, angkut aja ke luar!”


“Bawa di tempat itu lagi?!”


“Ya iyalah! Lagian nanti juga ada orang lain yang bawa dia, kok!”


Orang-orang ini mau bawa Melchizedek ke mana, sih?


Kok gue jadi penasaran?


……………


“*Trash…”


“Semoga aja dia nggak balik lagi ke kedai kita!”


“Eh! Jangan, dong! Dia salah satu sumber penghasilan di kedai ini!”


“Ya elah! Dasar mata duitan!”


““Hahaha!””


Serius dia di lempar ke tumpukan sampah ini?


“…”


Gila, miris banget…


Padahal orang-orang selalu puja-puja nama dia sebagai Pahlawan Pertama. Tapi dia diperlakuin kayak gini…


Entah kenapa, gue sedih sendiri liatnya.


Eh, tunggu! Bukannya harusnya orang-orang pada tau siapa dia?!


Atau mungkin, nggak ada satupun orang yang tau kalo orang di depan mata gue ini sebenernya Pahlawan Pertama yang sering mereka bangga-banggain?!


“Pria Terjanji… Kau itu…memiliki teman, bukan?”


Pu-Punya temen…?


“Haaaaah… Sepertinya…lebih dari 4,000 tahun aku hidup sendirian… dan sekarang… aku kembali merindukan sahabat-sahabatku…”


Di-Dia udah hidup selama itu?!


Artinya… ada kemungkinan siaran yang sekarang ini tuh udah jauh sebelum Hari Penghakiman, dong?!


“Ofgurn… Walaupun kau dikenal dengan kecerdasanmu, namun aku merindukan aksi konyolmu, kawan…”


Ofgurn…?


Oh, yang sebelumnya gue liat dia selalu bawa buku terbang itu, ya? Kalo nggak salah, dia tadi juga ada di Laguna Empire, kan?


“Grugorim… Kau selalu… membuat kami tersenyum… dengan jenaka dan kejahilanmu…”


Itu yang mana, ya?


Kayaknya dia nggak terlalu gue perhatiin, deh. Makanya gue nggak tau siapa dia.


“Flamiza… Mungkin kau selalu menegurku… Namun… tanpa semua teguranmu itu… mungkin aku tidak akan bisa… memimpin kalian semua…”


Di-Dia sering ditegur Flamiza…?


“Feyroq… Terima kasih… karena masih mau… mendampingiku setelah Hari Penghakiman… bahkan dengan keterbatasanmu…”


Feyroq…


Dia itu yang pake pedang yang mirip kayak pedangnya Gia, kan?


“Ayasaki…  Kau berhak…membenciku…”


Hah?! Kok dibenci—


“Aku tahu… bahwa kau… merasa terkhianati… atas apa yang menimpa Flamiza dan Syllia…”


Eh?! Kenapa mereka berdua?!


“Andai waktu bisa berputar kembali… mungkin aku masih bisa bercanda gurau bersamamu… serta…”


Oh, gue baru inget! Dia cewek satu lagi di grupnya Melchizedek, ya?


Tapi gue masih penasaran sama—


“Syllia… Bahkan sampai sekarang… aku tidak menduga… bahwa kau ikut bersamaku dengan semudah itu…”


Maksud dia tuh, waktu dia pertama kali ajak Syllia untuk ikut petualangan, ya?


“Ma-Maafkan aku sebesar-besarnya… sahabatku…”


Gue juga masih nggak percaya sama yang gue liat sebelum—


“Khususnya kau… sahabat pertamaku… hiks… hiks…”


Dia udah mulai nangis…


“Maafkan aku… atas apa yang menimpamu… sahabatku…”


Sebenernya ada apa sih sama Alfgorth…


Mungkin gue mau tanya soal itu kalo penasaran.


Tapi, ngeliat dia di kondisi kayak gini, gue kayaknya lebih khawatir sama kondisi dia daripada pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala gue.


“Pria Terjanji…”


Dia manggil gue terus.


Andai aja dia bisa denger gue bicara…


“Jika kau… hidup dilingkupi orang-orang terdekatmu…”


“…”


“Alangkah baiknya… jika kau… menikmati setiap momen indah… bersama dengan sahabat-sahabatmu… daripada… mengejar kekuatan yang tersedia di dunia ini…”


Nikmatin setiap momen, ya?


“Ya! Semoga banyak kenangan manis yang gue dapet bareng sahabat gue, Melchizedek!”


“…”


Gue tau dia nggak akan denger jawaban gue.


Tapi nggak tau kenapa gue mau jawab permintaan dia.


“Haaaaah… Bahkan aku sudah gila karena ramalan sialanmu, Alpha!”


Ra-Ramalan?! Artinya bukan dia yang bikin ramalannya?!


“Alpha! Berapa lama lagi aku harus menderita?! Izinkan aku untuk hidup tanpa beban, Alpha!”


“…”


Cih! Keterlaluan!


Siapa sih pencipta dunia ini?! Kenapa dia malah bebanin semuanya ke orang ini?!


“…”


Dia keliatannya udah nggak sadar karena terlalu mabok.


Kalo dipikirin baik-baik lagi, agak miris juga kalo hidup abadi kayak orang ini, tapi nggak bisa nikmatin semua waktunya bareng sahabat-sahabatnya.


Sekarang yang jadi pertanyaan gue itu…


“…”


…apa nggak ada orang yang mau angkatin dia?


Padahal tadi katanya ada yang mau angkut dia, ternyata cuma—


“Hah? Siapa pria itu?”


“…”


Ada cewek yang dateng?


“!!!”


Eh! Cewek ini rambutnya warna ungu?!


Artinya cewek ini… Mistyx, dong?!


Kalo gitu…


“…”


…gue lagi ada di Kronovik?!


“Hmm… Kasian juga ya pria ini.”


“…”


Di-Dia mau bawa Melchizedek ke mana?


Eh, daripada pikirin itu… Nih cewek nggak takut nyium bau busuk dari orang ini? Kan dia dari tumpukan sampah…


“Umph! Bau banget!”


O-Oh…ternyata dia juga kebauan, ya…


……………


Gue ikutin terus Melchizedek yang diangkut sama cewek ini.


Sekarang, gue ada di rumah cewek Mistyx ini.


Dan di sini…


“…”


…ada banyak banget Mistyx!


Artinya, tempat ini tuh khusus Klan Mistyx?


“Haaaah… Capek juga, ya!”


Pa-Pastinya capek sih.


Apalagi ngangkut orang ini dari tempat yang jauh…


Masalahnya, gue yakin ada jalur yang lebih cepet. Tapi kenapa dia bawa orang ini muter-muter?


Apa mungkin karena—


“*Tok, tok, tok…”


Eh? Ada yang dateng udah semalem ini?


“*Krieeek…”


Eh?! Itu kan Dragonewt!


“…”


Oh iya, ya! Kan Dragonewt juga hidup di Kronovik!


Tapi bukannya mereka harusnya—


“Permisi, ada yang bisa saya bantu?”


“Maaf jika saya datang ke rumah anda saat sudah larut malam. Nama saya Charzorl Bumvay. Saya hendak menemui pria yang anda bawa masuk ke rumah anda.”


“O-Oooh, silakan. Padahal tadi saya mau bersihin badannya yang bau. Tapi keliatannya… agak nggak etis deh kalo saya buka kostum dia. Hehe…”


Serius dia mau bersihin orang itu?!


“Ini orang yang anda hampiri.”


“Terima kasih banyak, nyonya…”


“Velltrish Mistyx.”


Velltrish ya namanya?


“Baik, Nyonya Velltrish. Jika boleh, izinkan saya membersihkan pria ini di sini.”


“Ya, nggak apa-apa. Saya ambilin air hangat dulu, ya?”


“Baik. Terima kasih sebelumnya, Nyonya Velltrish.”


Ujung-ujungnya Velltrish ngambilin air hanget supaya Dragonewt ini bisa bersihin badannya Melchizedek yang udah kumel.


“Terima kasih sebesar-besarnya, Nyonya Velltrish.”


“Ya. Tapi kalo boleh tau…”


“Hm?”


“Anda siapa, ya? Terus orang ini siapanya anda, ya?”


“Ia adalah… rekan saya, Nyonya Velltrish.”


Rekan?


“…”


Kok keliatannya kayak bukan rekan, ya?


“Yaudah. Saya tinggal dulu, ya.”


“*Krieeekk…”


Velltrish pergi ninggalin mereka berdu—


((Absolute Soundproof))


“…”


Dia ngerapal sihir?


Kalo nggak salah… sihir itu bisa buat ruangan jadi kedap suara kan, ya?


“*Druk…”


Eh! Kok tiba-tiba berlutut?!


“Maafkan saya karena tidak datang secepatnya, Guru Besar. Saya adalah Sage Charzorl Bumvay, murid dari Guru Bivomüne.”


Hah?! Di-Dia ternyata Sage?!


Tambah lagi, dia itu murid dari kakeknya Djinnardio?!


Artinya ada kemungkinan kalo kakeknya Djinnardio itu… Sage juga, dong…?


“…”


Dia basuh-basuh Melchizedek, terus mau dibawa pergi dari rumahnya Belltrish.


Masalahnya…


“Humph!”


…nggak tau kenapa Dragonewt yang namanya Charzorl ini nggak bisa angkat Malchizedek.


“Haha! Nyatanya seperti itu, kah?”


Hm? Maksud orang ini tuh apa?


“Baiklah, Guru Besar. Saya akan menghormati keputusan Anda.”


Hah?! Maksudnya apaan, sih?!


“Tanpa sadar, anda merasa tertarik dengan perempuan ini, kah?”


Ta-Tanpa sadar? Dia bisa tau maksud orang yang lagi teler ini?!


“Haha. Saya bersyukur akan hal itu, Guru Besar. Anda telah berkelana selama ribuan tahun. Dan sekarang, ada lagi seseorang yang menghargai Anda.”


Oh gitu…


Jadi, orang ini mau diapain?


“Permisi, Nyonya Velltrish. Saya sudah membersihkan rekan saya. Namun, mohon maaf sebelumnya. Sepertinya beliau sedang beristirahat dengan tenang. Oleh karena itu, bisakah nyonya mengizinkan beliau untuk beristirahat di tempat ini?”


“Oh, nggak masalah sih.”


Nggak masalah…?


Dia kan tinggal sendirian, bukan?  Emangnya nggak masalah ada cowok yang tidur di tempatnya?


“Baiklah, terima kasih sebesar-besarnya. Saya hendak pergi terlebih dahu—”


“Eh, tunggu! Maaf, saya mau tanya!”


“Hm?”


“Kalo boleh tau, siapa ya orang ini?”


Nah loh, jawabnya apaan tuh?


Nggak mungkin dia sebut nama Melchizedek, kan?


“Anda boleh memanggilnya dengan sesuka hati anda, karena ia tidak lebih dari seorang Pengelana.”


“Eh! Tung—”


“*Fwup…”


“Ah… Dia udah pergi…”


Sage tadi bilang apa?!


Dia… Seorang Pengelana…?


Apa mungkin dia itu Pengelana yang sama kayak yang ada di Mistyx Town?!


Kalo sama, artinya Melchizedek masih hidup, dong?!


Tunggu.


Keliatannya nggak mungkin!


Kalo emang gue bener, artinya Pengelana yang ada di Mistyx Town tuh bukan Melchizedek!


Terus, siapa dong Pengelana yang ada di kota itu?!