Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 386. One-Man Army



Para petinggi Bakufu telah bertemu dengan Leonard Rochdale, seorang Penakluk yang menginginkan orang-orang yang kuat, untuk dibawa ke arena pertarungan miliknya, Chaoseum. Ia juga menginginkan Myllo Olfret, pria yang merubah pandangan Tetsuo tentang kebebasan.


Karena merasakan bahaya yang besar dari Leonard yang menginginkan Myllo, maka Tetsuo pun hendak menghadapinya bersama para Kepala Komisi.


Tetapi sebelum bertarung dengan mereka semua…


“*Fwush…”


“…”


…Leonard merasakan hembusan angin kecil yang berderik di telinganya.


“Hraaaagh!”


“*Swush!”


“…”


Toshiko mengambil inisiasi serangan terlebih dahulu. Tetapi dengan mudah Leonard menghindari serangannya,


{Ōkami no Bito}


“*Shringshringshringshring…”


“…”


Dengan teknik pedang miliknya, Toshiko terus mengayunkan pedangnya dengan tanpa henti. Namun Leonard hanya perlu mengangkat lengan kirinya untuk menahan semua serangan pedang darinya.


“Keuk! Bagaimana bisa kau menahan seranganku semudah itu?! Bahkan hanya ada luka kecil di sekujur lenganmu!”


Seru Toshiko dengan kesal, setelah ia berhenti menyerangnya.


“Oh! Dari teknik pedang lo, pasti lo anggota Klan Yorukiba! Tunggu, lo bukan sekedar anggota aja! Pasti lo Kepala Klan juga, kan?!”


“!!!”


Toshiko terkejut ketika pria yang ia hadapi mengetahui tentang seni pedang khusus klan yang ia pimpin.


“*SWUSH!!!”


“Hmph!”


“*Bhukbhukbhukbhuk…”


Nagamichi datang dan memukul Leonard. Tetapi Leonard kembali menahan serangannya dengan tangannya.


“Kalo lo pasti Kepala Klan dari Klan Nagaimimi! Keliatan banget dari kekuatan fisik lo yang keras kayak gini!”


“Hmph! Sepertinya klan yang kupimpin sangat terkenal di Dunia Bawah!”


“Kalo terkenal sih, gue nggak tau! Gue cuma terlalu berwawasan aja, sampe tau tentang seluk beluk negara


ini!”


“*SWUSH!!!”


“!!!”


Nagamichi berhasil menghindari ayunan pukulan Leonard. Tetapi ia merasa heran dengan apa yang dikatakan pria


yang ia hadapi.


“Mengapa ia sebelumnya berbicara, seakan ia pernah ke tempat ini?”


Pikir Nagamichi dengan heran.


“Graugraugrau!”


“*Swush!”


“Sekarang giliranku, bukan?!”


Seru Uchiyoshi, sambil berlari menuju Leonard.


“Hey, Penakluk! Ayo serang aku!”


“Hoo! Gue suka kalo ditantangin kayak gini!”


Seru Leonard, yang menjawab tantangan dari Uchiyoshi.


“*SWUSH!!!”


Ia mengayunkan pukulan yang sangat kencang menuju wajah Uchiyoshi.


Tetapi…


“*Swush…”


…Uchiyoshi mampu menangkap tangannya dan memutar Tubuh-nya, dengan maksud untuk membantingnya.


Namun semua tidak sesuai dengan apa yang Uchiyoshi harapkan.


“*Drap…”


“Ini ya teknik khusus dari Klan Warauneko, yang selalu bahagia di segala kondisi?!”


“!!!”


Uchiyoshi terkejut ketika mendapati Leonard yang tetap berdiri dengan kokoh, walaupun telah ia putar.


“(Menyingkirlah, Warauneko-dono!)”


“*Swush!”


((Naginata no Tengu))


“*Chringgg…!”


“!!!”


Katanaka datang untuk menyerang Leonard, dengan menggunakan Beast Form miliknya. Tetapi ia dikejutkan dengan adanya Leonard yang menahan ayunan pedangnya, tanpa menggunakan senjata apapun.


“Oh! Union Utuh, ya?! Tambah lagi, lo itu Tengu dari Klan Tanzō, kan?! Kalo gitu, lo pasti Kepala Klan yang jauh


lebih kuat daripada mereka bertiga!”


Seru Leonard dengan semangat.


Walaupun ia berhasil menahan serangan Katanaka, Daimyo lainnya berusaha untuk menyerang dirinya.


{((Shizen Ikari))}


“*BRUK!!!”


Nakatoki juga ikut menyerang Leonard dengan sihirnya, yang berupa pohon berbentuk kaki beruang raksasa, yang menginjak Leonard.


“Serang sekarang! Ishisaru-dono!”


{((Kyodaina Iwa no Saiseki))}


“*BRUK!!!”


Yasukata menciptakan batu raksasa untuk meniban kaki beruang raksasa, yang sedang menginjak Leonard.


Karena serangan mereka berdua, Leonard pun tertimpa oleh kayu raksasa dan batu raksasa. Serangan mereka juga menghasilkan abu yang tebal, yang menutupi pandangan mereka terhadap Leonard.


Mungkin itu yang seharusnya terjadi. Tetapi kenyataan yang terjadi justru mengejutkan mereka semua.


“A-Apakah kita telah mengalahkan dirinya—”


“*Prok, prok, prok…”


“Grahahaha! Bagus, bagus, bagus! Ternyata kalian kuat juga ya!”


““!!!””


Mereka semua terkejut ketika melihat adanya Leonard yang duduk di atas bongkahan batu besar, setelah abu


dari serangan Nakatoki dan Yasukata memudar.


“Artinya ada dua orang yang punya kekuatan fisik yang di atas rata-rata, ada juga tiga orang yang punya Union!


Gue harus akuin, kalo kalian itu kuat! Tapi…”


““…””


“…apa kalian cukup kuat, untuk hadapin dominasi dari gue?!”


“*Chringgg!!!”


““!!!””


Mereka semua terkejut ketika mendapati sekujur Tubuh Leonard yang bersinar sangat terang. Dengan spontan


mereka menutup mata mereka.


“T-Tubuh pria itu… apakah itu adalah… perwujudan dari Union Utuh yang sempurna…?”


“Lo bener banget! Ini Union Utuh gue! Makanya itu gue disebut Mahluk Bintang!”


Seru Leonard, ketika mendengar bisikan dari Nakatoki.


Karena itu, Nakatoki pun berpikir.


“Bahkan ia mendengar bisikanku?! Artinya ia sudah menandakan wilayah ini sebagai zona kekuasaannya!


Dengan kata lain… pria ini menguasai Tiga Prinsip Union!”


““…””


Sementara Nakatoki dan yang lainnya masih dibuat heran oleh Leonard, Tetsuo justru penasaran dengan apa yang ia katakan sebelumnya.


“A-Apa yang kau maksud… dengan dominasi?!”


“…”


Leonard hanya tersenyum, sebelum ia…


“*DHUUUMMMMMMMMM………!!!”


““!!!””


…mengeluarkan aura yang sangat besar.


““*Bruk…””


Karena aura tersebut, Winona, Royce, beserta seluruh Kepala Komisi, terjatuh dengan gemetar ketakutan.


“…”


Bahkan tangan Tetsuo pun gemetar karenanya.


“Grahahaha! Ternyata kalian baru pertama kali ngerasain yang namanya Union Domi, ya?!”


Seru Leonard, dengan maksud memamerkan Union Domi miliknya.


“Haaaaah… sayang banget! Gue kira kalian sekuat yang gue kira! Tapi tenang aja! Hampir nggak ada Petarung yang sekuat kalian, yang dibawa anak buah gue! Kalo kalian bisa hibur gue, pastinya gue bawa kalian, daripada bunuh kalian!!”


“A-Apa maksudmu… Pengacau?!”


“Maksud gue?! Udah jelas kan, kalo gue mau bawa beberapa dari antara mereka! Tapi yang lemah dan nggak bisa bertarung…”


“…”


“…mending mati aja di tangan gue!”


Seru Leonard, sambil berjalan menuju Hirosuke, Winona, dan Royce.


Tetapi sebelum ia menghampiri mereka…


“*Swush…”


“*Chring…”


…Tetsuo berlari menuju Leonard dan menyerangnya.


“Grahahaha! Akhirnya lo nyerang gue, Shogun!”


Seru Leonard dengan lebih semangat, karena ia yakin bahwa yang paling kuat di antara, mulai menghadapinya.


“Union Domi, kah?! Mungkin Aku tidak mampu menggunakan kekuatan Mahluk Fana sepertimu! Tetapi…”


“*DHUMMMMMM…”


“…jangan kau pikir Mahluk Fana sepertimu berani-beraninya mendominasiku, Pengacau!”


Seru Tetsuo, sambil mengeluarkan aura yang sangat besar.


{Kazedoryū: Haku}


“*SHRAK!!!”


“!!!”


Leonard sangat terkejut, ketika dadanya terkoyak oleh seni bersenjata milik Kitsune yang ia gunakan.


Namun…


“Grahahaha! Padahal gue masih jadi Star-Man! Tapi lo berhasil bikin gue luka kayak gini!”


…Leonard menjadi lebih semangat lagi, ketika mendapati dirinya yang terluka oleh Tetsuo.


“Aku belum selesai, Pengacau!”


“Grahahaha! Ayo tunjukkin ke gue—”


{Kazedoryū: Seishi}


Walaupun struktur Tubuh-nya masih dalam wujud bintang berkat Union Utuh yang ia gunakan, Leonard justru dengan mudah diserang oleh Tetsuo.


“…”


Karena serangan Tetsuo, Tubuh-nya menjadi kesulitan untuk digerakkan.


Tetapi Tetsuo belum selesai. Ia hendak menggunakan serangan jitu milik Kaum Kitsune.


Mungkin itu yang Tetsuo harapkan.


Namun yang sebenarnya terjadi…


{Kazedoryū: Hansha}


“*SWUSH!”             “*CYUT!”


“!!!”


…justru sia-sia, karena Leonard menghindarinya dengan sangat cepat, berkat Tubuh-nya yang berupa bintang.


“Grahahaha! Mungkin gue masih berani untuk tahan {Haku} sama {Seishi} yang biasa kalian, Kaum Kitsune, pake! Tapi gue masih butuh Jiwa gue! Makanya itu gue nggak boleh diserang pake {Hansha} lo, Shogun!”


Seru Leonard, setelah ia menghindari serangan Tetsuo.


“Tapi gue tetep beruntung karena bisa liat lo yang bisa pake {Hansha}, Shogun! Lo jauh lebih kuat daripada


anggota Klan Kazedori yang tadi gue lawan! Mereka terlalu lemah! Makanya itu—”


“*SWUSH!!!”


“KETERLALUAAAANN!!!”


Teriak Miyako, yang langsung menyerang Leonard.


“Miyako-san! Jangan—”


{((Star Zona: Shooting Star))}


“*Cyut!”


““!!!””


Miyako dan Tetsuo sangat terkejut, ketika ada sinar bintang yang menembaknya dari belakang, hingga dadanya berlubang.


“*Bruk, bruk, bruk…”


“MIYAKO-SAAAANNN!!!”


Teriak Tetsuo dengan khawatir, sebelum ia meluapkan amarahnya kepada Leonard.


“*SWUSH!!!”


“Matilah kau, Pengacau!”


“*SWUSHSWUSHSWUSH…”


“Mungkin Aku tidak peduli dengan para leluhur di Klan Kazedori yang kau bunuh! Tetapi Miyako-san adalah orang yang penting bagi-Ku!”


Seru Tetsuo dengan marah besar, sambil mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan tanpa henti.


{((Star Zona: Shooting Star))}


“*Cyut!”


{Kazedoryū: Haku}


“*SWUSH!!!”


Dengan teknik yang ia gunakan, Tetsuo mampu menghancurkan bintang yang melaju cepat dari arah belakangnya.


Tetapi tembakan bintang itu hanyalah pengecoh baginya.


“*BHUK!!!”


“Akh!”


“*BRUK!!!”


“…”


Leonard memukul Tetsuo dengan sangat keras, lalu ia membanting kepalanya ke tanah dengan sama kerasnya, hingga tanah memipih.


“Mending lo diem dan ikut gue, Shogun! Daripada semua yang ada di sini jadi kacau—”


“Tidak akan kami biarkan engkau membawa Shogun-sama!”


“…”


Leonard menatap para Kepala Komisi, yang berdiri dengan menggenggam senjata mereka masing-masing.


“Serang dia!”


““HRUAAAAAGGGHH!!!””


Kemudian mereka semua bersama-sama menyerang Leonard.


“Cih! Kalian itu lebih lemah


daripada Shogun!”


“*CYUT!!!”


“!!!”


Nagamichi sangat terkejut, ketika Leonard bergerak dengan sangat cepat menuju dirinya dan memukulnya dengan lengannya yang terbentuk dari bintang.


“Akh…”


Karena pukulan bintang dari Leonard, perut Nagamichi pun berlubang.


“NAGAMICHI-SAAANN!!!”


Seru Yasukata, sebelum…


“Berisik lo, Monyet Batu!”


“*CYUT!!!”


“*Bruk…”


…Leonard mengayunkan lengannya yang terbentuk dari bintang dan menghancurkan kaki batu dari Yasukata.


“Keuk! Keterlaluan—”


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


““*Bruk…””


Dengan Union Domi, Leonard kembali membuat seluruh Kepala Komisi menjadi gemetar ketakutan, hingga mereka terjatuh karena dominasinya.


“Udah lebih lemah daripada Shogun, kalian masih berani ngomong! Dasar Kepala Klan sialan! Udah mulai


hilang rasa hormat gue untuk kalian!”


Seru Leonard, dengan maksud membunuh seluruh Daimyo, di mulai dari Nakatoki.


Tetapi sebelum ia membunuhnya…


“*Swush…”


“!!!”


…Hirosuke datang dari belakang dan mengayunkan pedangnya, walaupun ia sudah tidak memiliki Jiwa.


Namun Leonard sudah mengetahui dirinya yang hendak menyerangnya. Tetapi ia tidak ada niat sama sekali untuk menghindari serangannya, karena tahu bahwa usahanya sia-sia.


“Hmph! Yakin pedang kayak gitu nggak bisa lukain Tubuh gue yang jadi bintang ini?!”


“…”


Hirosuke diam dengan gemetar ketakutan.


“Udah nggak punya Jiwa…”


“*CYUT!!!”


“…masih berani-beraninya mau lukain gue?! Lo bercanda, kan?!”


Seru Leonard dengan kesal, sambil menembakkan kepala Hirosuke dengan Sihir Bintang miliknya, hingga kepalanya hancur dan mati karenanya.


“HIBOSHINO-DONO—”


“Bawel!”


“*CYUT!!!”


“…”


Kali ini Uchiyoshi yang menjadi korban selanjutnya, yang ia tembakkan perutnya dengan kekuatan bintang


miliknya.


“D-Dasar… Dasar Iblis—”


“*CYUT!!!”


“Udah nggak berani tampilin kekuatannya, masih berani lo ngomong! Dasar Tengu sialan! Padahal gue hampir


mau bawa lo! Tapi lo lebih layak mati!”


Seru Leonard, setelah ia menembakkan pundak kiri Katanaka hingga berlubang, sebelum ia membunuhnya.


“…”


Tetsuo menyaksikan kematian Uchiyoshi dan Hirosuke di depan matanya. Ia juga melihat Katanaka yang akan


dibunuh oleh Leonard.


““…””


“…”


Leonard menatap Toshiko dan Nakatoki dengan tajam, setelah mereka berdua menghadangnya yang hendak


menghampiri Katanaka dan Tetsuo.


“Kalian berdua nggak takut mati? Liat tuh dua orang sesama Kepala Klan kayak kalian! Mereka mati sia-sia—”


“A-Apapun alasannya…”


“K-Kami merelakan nyawa kami… daripada harus kehilangan Shogun-sama…!


Seru Toshiko dan Nakatoki, walaupun mereka berdua terluka dan gemetar ketakutan.


Akan tetapi…


“Hentikan! Jangan halangi dirinya!”


““!!!””


…mereka berdua dikejutkan dengan seruan Tetsuo.


“Sh-Shogun-sama! Apa yang—”


“Kau mau diri-Ku?! Baiklah! Bawalah diri-Ku! Tetapi kau harus keluar dari Kumotochi, setelah kau membawa-Ku—”


“*CYUT!!!”


“*Bruk…”


Leonard tiba-tiba menembak kepala Tetsuo dengan kekuatan bintang miliknya.


““SHOGUN-SAMA—””


“Tenang aja! Dia nggak akan mati! Karena bukan Jiwa-nya yang gue hancurin!”


Jelas Leonard kepada seluruh Kepala Komisi yang masih hidup, yang mengkhawatirkan Tetsuo.


“*Tap…”


Leonard pun mengangkat Tetsuo, lalu berbisik di telinganya.


“Lo mungkin jauh lebih kuat dari Kitsune lainnya. Tapi kalo liat mental lo yang masih peduli sama orang-orang di sekitar lo, mending lo gue bawa sebagai Petarung aja. Karena lo masih belom layak untuk jadi Tantangan.”


“…”


Tidak ada balasan dari Tetsuo, yang sudah tidak sadarkan diri.


Dengan Tetsuo yang terkalahkan dan akan dibawa oleh Leonard, maka peperangan antara Bakufu dan Leo Guild telah menemukan konklusinya.


Berikut adalahy konklusi peperangan antara mereka.


Bakufu.


Dengan jumlah awal 45,000 prajurit, kini hanya terdapat 100 prajurit yang masih hidup, dengan 48 di antaranya terluka berat dan dalam keadaan koma.


Dari 7 Kepala Komisi, kini tersisa 5.


Sementara 35 Kaum Kitsune dari Klan Kazedori, 33 di antaranya telah meninggal dunia, sementara Shogun Kazedori Tetsuo, kalah dan akan meninggalkan Kumotochi.


Leo Guild.


Dari antara 100 anggota yang datang, 99 anggota berhasil dikalahkan dan menyisakan Guildmaster dari Guild, Leonard Rochdale, yang masih bertahan hingga sampai saat ini.


Dengan kata lain, Leonard Rochdale telah memenangkan peperangannya melawan Bakufu, hanya dengan dirinya sendiri.