Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 240. Our Promises and Dreams



Snake telah kembali.


Walaupun ia terluka berat, namun ia merasa puas.


“Pe-Perkembangan anda sangatlah luar biasa, Djinnardio…”


Bisik Snake dengan senyum yang dipenuhi dengan darah di sekujur mulutnya.


“Snake!”


““…””


Klavak datang bersama dengan petinggi Serpentis Guild lainnya. Ketika mereka tiba, ia langsung menyembuhkan Guildmaster yang ia layani.


“T-Tidakkah anda lebih baik membunuh saya, supaya saya bisa pulih secepatnya menggunakan—”


“Jangan berani-beraninya pake ((Divine Art)) itu! Paham?!”


“Y-Ya… Maafkan saya…”


Balas Snake dengan sedikit takut karena teguran Keeper miliknya.


Sementara Aquilla, mereka langsung menghampiri Djinn yang masih belum siuman.


“Woy, Djinn!”


“Djinn, kamu udah Djinn, kan?! Semoga kamu cepet sadar, ya!”


Seru Myllo dan Gia yang mengkhawatirkan Wakil Kapten mereka.


“Garry, gimana sekarang kondisi dia?”


“I-Ieu sianying teh energi kehidupannya hampir habis! Harus pelan-pelan ini mah sembuhkeunnya!”


Jelas Garry yang menjawab pertanyaan Dalbert.


“Djinn, lo nggak akan jadi Iblis la—”


“Tenang saja… Myllo Olfret…”


“…”


Myllo langsung menatap tajam Snake yang masih disembuhkan oleh Klavak.


“Iblis di dalamnya… sudah saya segel.”


““…””


Gia dan Garry merasa lega ketika mendengar penjelasan Snake.


Namun, kelegaan mereka seketika terhenti.


“Karena saya yang menghentikan kegilaannya maka saya berhak membawa Wakil Kapten anda beserta saya, Myllo Olfret.”


““!!!””


Aquilla terkejut mendengar permintaan Snake.


Oleh karena itu…


““…””


…mereka berempat secara spontan mengelilingi Djinn agar dirinya tidak diculik begitu saja seperti sebelumnya.


Melihat anggota Aquilla yang begitu bersikeras untuk menjaga pria yang diinginkan oleh Snake, para petinggi


Serpentis pun langsung siap menyerang mereka.


Akan tetapi…


“Tenanglah kawan-kawan. “


““…””


…Guildmaster mereka mengurungkan niat mereka semua.


“Jelaskan kepada saya Myllo Olfret.”


“…”


“Mengapa anda sangat bersikeras untuk menjaga dirinya? Bukankah anda sangat membenci Iblis yang membunuh kakak anda?”


Tanya Snake dengan maksud mempengaruhi Myllo.


“Lagipula, Wakil Kapten hanyalah sebuah jabatan. Bisa saja murid dari Lorvah Hardrock yang menggantikannya.”


“Cih!”


Gia merasa kesal dengan Snake yang menyebut nama dari wanita yang ia hormati.


“Atau mungkin murid dari Apostle itu?”


“S-S-Sianying…!”


Bisik Garry dengan khawatir karena ia merasa bahwa Snake mengetahui tentang gurunya, Wilfred Witherose.


“Atau mungkin mantan kepala BBE?”


“…”


Dalbert berusaha setenang mungkin ketika Snake menyebut siapa dirinya.


“Atau mungkin… Putri Vamulran yang bernama Luvast Vamulran.”


““!!!””


Gia, Garry, dan Dalbert terkejut ketika Snake menyebut nama Luvast. Mereka merasa bahwa pria tersebut adalah salah satu pihak yang mengintai rekan mereka yang sedang terpisah.


Namun, Myllo berbeda.


“Jadi sebenernya apa yang lo mau, Snake?!”


“…”


Ia bertanya kepada Snake dengan tetap tenang.


“Saya telah membantu anda dan rekan-rekan anda. Oleh karena itu, tidakkah adil jika anda membayar imbalan dengan memenuhi keinginan sa—”


“Imbalan, ya?”


Potong Myllo ketika Snake berbicara.


“Kalo lo ngomong soal imbalan, ada satu orang yang harus gue bayar sebelumnya!”


“Apa maksud anda, Myllo Olfret?”


Tanya Snake dengan penasaran.


“Gue masih harus bayar janji untuk bawa dia keliling dunia! Lagian, dia ini sama anggota gue lainnya belum bayar janji mereka untuk bantu gue jadi Petualang Nomor Satu di dunia! Gue nggak akan biarin satu pun dari mereka pergi, sebelum kita semua bantu satu sama lain untuk wujudin mimpi kita!”


““…””


Gia, Garry, dan Dalbert tersenyum mendengar perkataan Myllo.


“…”


Sementara Snake hanya terdiam.


Ia merasa bahwa bernegosiasi dengan Kapten Aquilla itu hanyalah sebuah kesia-siaan, setelah ia merasakan


tekadnya yang kuat.


Oleh karena itu, ia pun memulai rencana lainnya.


“Haaaah… Ternyata harus seperti ini, kah?”


Kata Snake sambil menghela nafas.


“Kawan-kawan, waktunya kita menghancurkan mereka dan membawa Djinnardio Vamulran.”


Perintah Snake dengan tenang.


Namun, pihak lain datang dan menghentikan rencananya.


“Tunggu!”


““…””


Aquilla dan Serpentis menatap Nemesia yang berjalan bersama adik-adiknya, beserta mantan anggota Chemia, Styx, dan Machinno.


“Ji-Jika kau membahas tentang imbalan, maka terimalah ini!”


““!!!””


“Apakah anda salah satu Permaisuri di Hidden Dungeon ini?”


Tanya Snake kepada Nemesia.


“Salah satu, katamu? Artinya kau sudah mengetahui tentang kami, Topeng Ular. Bagaimana kau bisa—”


“Tenang saja, Permaisuri Nemesia. Saya hanya mendapatkan suatu informasi dari seseorang yang sudah berkelana di tempat ini.”


Jelas Snake kepada Nemesia.


“Jadi, mengapa anda memberikan senjata tersebut kepada kami? Bukankah anda melarang siapapun untuk mengambil—”


“Sudah. Aku sudah muak dengan pertumpahan darah di tempat ini!”


Potong Nemesia, sambil…


“*Brrrrruk…”


“*Boom!”


…menyaksikan Hidden Dungeon of Whisper yang perlahan-lahan mulai hancur.


“Baiklah, Permaisuri Nemesia. Saya dengan kerendahan hati, siap menerima Ancient Armament yang pernah digunakan oleh Ocean Witch, Syllia Laguna.”


“…”


Nemesia pun memberikan Wavebringer kepada Snake.


“Kakak Nemesia? Apakah—”


“Sudahlah. Dengan ini, nubuat dari Melchizedek telah tergenapi. Hidden Dungeon akan hancur ketika Pria Terjanji datang. Tugas kita untuk menjaga Ancient Armamaent telah berakhir. Kita akan keluar dan kembali ke Geoterra.”


Jelas Nemesia dengan putus asa dan berlinang air mata.


“Sebelum kita pergi, saya hendak menyampaikan sesuatu kepada anda, Permaisuri Nemesia.”


“Apa yang hendak kau sampaikan, Snake?”


“Untuk itu, sepertinya kita harus memastikan tidak ada telinga yang mendengar.”


“…”


Karena permintaan Snake, Nemesia mengikuti Snake dan anggota Serpentis lainnya untuk berbicara secara diam-diam.


“Delolliah, Jennania, maafin keegoisan gu—”


“Tidak apa-apa, Myllo. Hanya saja, kami berharap bahwa Djinn masih menjadi pria yang sama, kelak ia terbangun kembali.”


Potong Delolliah ketika Myllo hendak meminta maaf.


“…”


Jennania menatap Myllo dengan cemas, sebelum ia menanyakan sesuatu kepadanya.


“Ada apa, Jenna?”


“T-T-Tidak, My—”


“Nggak apa-apa! Tanya aja kalo ada mau tau sesuatu! Kita ini temen, kan?! Hehe!”


Kata Myllo dengan tawa.


“Mungkin aku melewati batas jika hanya ingin memenuhi rasa penasaranku.”


“Mm?”


“Mengapa sebelumnya kau terlihat sangat marah ketika mendengar hubungan antara Dox dan Kakak Euphonia?”


Tanya Jennania kepada Myllo.


“Apakah kau tidak bisa menerima, bahwa kakakmu bukanlah cinta pertama bagi—”


“Nggak. Gue nggak kesel karena itu.”


“…”


“Gue cuma benci sama dia, yang nggak cuma berani biarin kakak kalian mati aja, tapi juga biarin Kak Sylv


jadi Pahlawan. Karena dia… Kak Sylv yang harus berjuang mati-matian sebagai Pahlawan.”


Jawab Myllo kepada Jennania.


“Myllo…”


Pikir Styx yang merasakan apa yang dirasakan oleh sahabat masa kecilnya itu.


“Myllo, selanjutnya kita harus ngapa—”


“*BOOM!!!”


““!!!””


Semua dikejutkan dengan adanya ledakan dahsyat di dalam Hidden Dungeon.


“Delolliah! Jennania! Kita harus segera keluar dari tempat ini!”


Seru Nemesia yang kembali kepada mereka.


“Kakak Nemesia?! Bagaimana dengan Petualang yang—”


“Mereka sudah pergi terlebih dahulu! Sementara kita sudah tidak memiliki waktu lagi! Lihat ini!”


““…””


Mereka semua menatap Dungeon Heart yang berada di genggaman Nemesia.


“Dungeon Heart sudah tidak aktif! Artinya Dungeon ini sudah tidak akan bertahan lebih lama lagi!”


Kembali jelas Nemesia kepada mereka semua.


“Zhivreeg?! Bagaimana dengan anggota Chemia lainnya?!”


“…”


Zhivreeg hanya menggeleng-gelengkan kepala, dengan arti bahwa tidak ada satupun anggota Chemia yang selamat.


“Nemesia! Bagaimana dengan—”


“Kita keluar, wahai saudara-saudaraku!”


Balas Nemesia kepada salah seorang Siren, yang datang bersama beberapa Siren lainnya.


“Kalian sudah siap?!”


““Ya!””


“*Vwrung…”


“Cepat! Masuklah ke dalam portal ini!”


Seru Nemesia kepada semua yang hendak keluar dari dalam Hidden Dungeon of Whisper yang akan hancur.


Dengan kepergian mereka, Guild War antara Chemia Guild melawan Serpentis Guild telah berakhir, diikuti dengan kehancuran Hidden Dungeon of Whisper yang menjadi arena peperangan mereka.


Konklusi dari Guild War, beserta pihak-pihak yang terlibat.


Chemia Guild.


Dengan jumlah 275 Petualang yang memasuki Hidden Dungeon of Whisper, semuanya mati terbunuh. Sementara Guildmaster Chemia Guild, Ghibr Doldrah, alias Ghibrion Oraglor, mati terbunuh di luar Hidden Dungeon of  Whisper.


Serpentis Guild.


Dengan jumlah 200 Petualang yang memasuki Hidden Dungeon of Whisper, hanya 4 orang yang tersisa. Selain itu, Guildmaster mereka, Snake, masih hidup dalam keadaan sehat.


Kaum Siren, yang berstatus sebagai penjaga Hidden Dungeon of Whisper.


Dari total 455 orang, hanya tersisa 35 yang masih hidup, dengan 15 orang di antara mereka masih dalam keadaan koma.


Sementara pihak lainnya, Aquilla, Styx, Machinno, serta mantan anggota Chemia Guild.


Dari total 12 orang di antara mereka, hanya 1 dari antara mereka yang masih dalam keadaan koma.


Dengan kata lain…


Guild War di dalam Hidden Dungeon of Whisper dimenangkan oleh Serpentis Guild.