Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 245. Pre-Advent of Disaster



Children of Purgatory.


Sebuah perkumpulan yang berisi orang-orang yang berusaha membawa Iblis ke tengah-tengah Geoterra.


Dunia tidak mengetahui kapan terbentuknya sekte penyembah Iblis tersebut.


Satu hal yang pasti, kehadiran mereka selalu membawa petaka bagi warga Geoterra, khususnya bagi seorang Pahlawan. Korban mereka yang paling terakhir adalah Sylvia Starfell, yang dunia yakini telah mati setelah berperang di Hell’s Gate War melawan Children of Purgatory.


Dan kali ini…


““*FWUP…””


…mereka akan tiba di Gazomatron Federation.


Dengan jumlah 21 Undead Dragon yang mereka tunggangi, tidak ada hambatan bagi mereka untuk menghampiri negara tersebut.


Dari antara 20 Undead Dragon, terdapat 25 anggota yang berada di atas setiap Undead Dragon.


Dengan begitu, jumlah dari anggota yang ikut menuju Gazomatron Federation terdiri dari 500 anggota.


Sementara di salah satu Undead Dragon, terdapat 5 orang yang berada di atasnya.


4 dari antara mereka dikenal sebagai bagian dari 13 Acolytes.


Seperti Ghibrion Oraglor, mereka juga memiliki posisi yang tinggi di Children of Purgatory. Namun, satu dari


antara mereka semua adalah pemimpin dari Children of Purgatory, yang dikenal sebagai Master, pria bertopeng yang identitasnya tidak diketahui oleh warga Geoterra pada umumnya.


“Wahai anak-anakku, buka telinga kalian dan dengarkan aku.”


Kata Master kepada para Acolyte.


“Sickus, Chyrra, Zoe, Ganon. Kalian adalah kebanggaan dari Children of Acolyte. Dengarlah aku, sebelum kita—”


“Haaaah… Langsung ke intinya aja kali, Master!”


Sahut Chyrra, yang merupakan seorang Insectant wanita, dengan pangkat Tenth Acolyte.


“*Bhuk!”


“Urgh…”


“Sopan dikit, capung!”


Seru Ērukuma Ganon, seorang Beastman yang memiliki pangkat Seventh Acolyte.


“Woy! Kok lo gebuk gue?!”


“Lo nggak sopan sama Master, capung!”


“Lo manggil gue apa?! Tau diri lo, beruang!”


“Seenggaknya gue bisa makan lo, capung!”


Mereka terus berdebat.


Sementara salah seorang Acolyte lainnya hanya bisa menatap mereka dengan menghela nafas.


“Haaaaah… Lagi-lagi mereka ribut…”


Bisik Sickus, yang merupakan seorang Thirteenth Acolyte.


Sambil menatap perdebatan antara kedua rekannya, Sickus pun memanggil rekannya yang bernama Zoe Tindrel, seorang Eighth Acolyte.


“Zoe, mending lo—”


“M-M-Master…? M-Mohon bersabar melihat—”


“*ZHUMMM……”


““!!!””


Karena aura yang mengerikan dari Master, mereka pun tertunduk.


Tidak hanya mereka saja, bahkan 500 anggota yang ikut bersama mereka juga merasakan aura besar darinya.


“Apakah kalian sudah selesai bermain bersama?”


““U-Udah, Master…””


Balas Chyrra dan Ganon dengan perasaan takut.


“Dengarlah, wahai anak-anakku. Sekarang sudah tidak ada yang menghalangi jalan kita menuju negara yang akan kita kunjungi. Namun, aku sebagai guru kalian semua, hendak mengingatkan tugas-tugas yang akan kalian emban, serta bahaya yang akan menjadi hambatan besar bagi kita semua.”


““…””


Keempat Acolyte diam untuk menyimak, sambil menundukkan kepala mereka.


“Pertama, buatlah kekacauan sebesar mungkin. Walaupun terlihat mustahil bagi kita semua untuk kehilangan nyawa kita, setidaknya kematian satu dari antara kita adalah untuk kebaikan ribuan saudara-saudara kalian yang ikut bersama dengan kalian.”


Jelas Master kepada keempat Acolyte.


“Kedua. Sesuai dengan informasi dari mendiang saudara kalian, Ghibr Doldrah.”


“Maksud Master tuh…”


“Terkait Klan Mistyx, ya?”


Tanya Zoe dan Sickus dengan bergantian.


“Ya. Jangan sampai dari antara mereka ada yang kalian sakiti.”


““Baik, Master.””


Jawab Chyrra, Zoe, dan Sickus bersama-sama.


Sedangkan Ganon…


“…”


…hanya menatapnya dengan tajam.


“Ada apa, anakku Ganon? Apakah ada masalah bagimu?”


“Nggak. Cuma penasaran aja.”


“Penasaran? Tanyalah diriku, anakku.”


“…”


Ganon hanya diam dan menatap Master.


Walaupun penasaran, ia enggan untuk bertanya kepada pemimpinnya.


“Lupain aja, Master.”


“Baiklah.”


Master pun melanjutkan penjelasannya terkait yang harus mereka semua lakukan di Gazomatron.


“Jadi kita harus bawa mereka semua, ya?”


“Kau benar, anakku Zoe. Namun, jika terlihat mustahil untuk membawa mereka, maka kita harus…”


“Ya. Kami paham, Master.”


Balas Zoe yang mengerti tentang penjelasan Master.


“Ketiga. Terkait Wadah untuk Demon Lord yang diciptakan oleh Ghibr.”


““…””


Keempat Acolyte mulai terlihat bingung ketika mendengar tugas berikutnya.


“Ada apa, anak-anakku? Mengapa kalian diselimuti dengan kekeliruan?”


“Masalahnya, kami nggak ada yang tau wujud Wadah itu gimana, Master.”


Jawab Zoe kepada Master.


“Kalo empat murid utama dari Master, mungkin—”


“*Shringgg…”


“…”


“Jangan sebut nama mereka di depan muka gue, Sickus!”


Seru Ganon, sambil mengarahkan cakarnya yang panjang tepat di leher Sickus.


“Ada apa, Ganon? Gue cuma sampain fakta aja. Kalo lo tiba-tiba begini, bisa gue bilang lo iri sama mere—”


“*Zhum!”


“Lo mau ngerendahin gue, Sickus?!”


Kembali seru Ganon, yang kali ini dengan aura menakutkan untuk mengintimidasi Sickus.


“Hentikan, Ganon.”


“…”


“Ganon?”


“Cih!”


Karena peringatan Master, Ganon menarik kembali cakarnya yang ada di leher Sickus dan kembali duduk.


“Apakah kau membenci kelima saudaramu, Ganon?”


“…”


Master menatap Ganon dengan rasa penasaran.


“Apa mungkin semua karena ulah murid pertamaku?”


“…”


Ganon terdiam karena apa yang dikatakan Master adalah benar.


“Kau boleh membenci pengkhianat itu, tetapi janganlah membenci dua saudaramu, anakku.”


“Ya, Mas—”


“Dan satu lagi…”


“*Krrrttt!”


Master yang menghampiri Ganon seketika mengangkatnya dengan cara mencekik lehernya.


“Hukh…”


“Janganlah kau berani-beraninya mengeluarkan Aura Iblis di depan wajahku.”


“I-I-Iya, Master—”


“*Bruk…”


Ganon dilepaskan begitu saja oleh Master, ketika ia sedang terangkat oleh cekikannya.


“Itulah tugas yang harus kalian emban, anak-anak—”


“Master, saya hendak bertanya.”


Kata Zoe yang memotong Master.


“Tanyalah kepadaku, anakku.”


“Bagaimana dengan Si Kembar yang ikut bersama dengan kita?”


Tanyanya kepada Master tentang dua orang yang ia ketahui.


“Tenang saja, anakku. Mereka sebagai kandidat terkuat saat ini, akan menjalani ujian mereka di negara itu.”


Jawab Master kepada Zoe.


“Mungkin itu tugas yang akan kalian emban, anak-anakku. Namun, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku juga memperingatkan kepada kalian bahaya macam apa yang akan menjadi hambatan bagi kita semua.”


Potong Master ketika keempat Acolyte menjawabnya.


“Dari yang paling tidak berbahaya, adalah Gazomatron Federation. Mereka memiliki teknologi asing yang tidak diketahui oleh dunia. Waspadalah terhadap mere—”


“Master, saya mau tanya.”


Sahut Chyrra ketika Master hendak menutup peringatan pertamanya.


“Teknologi asing? Emangnya kita bisa dibunuh pake teknologi asing? Jangankan kita berempat, bahkan anggota lain pun bisa regenerasi gitu aja, kan?”


“…”


Dari balik topengnya, Master hanya bisa tersenyum kecil.


“Anakku, Chyrra. Aku berkata bahwa teknologi mereka bisa menghambat kita, bukan mencelakakan kita. Kau paham?”


“O-Ooh! Siap, Master!”


Balas Chyrra kepada Master.


“Selanjutnya adalah Mantan Scholar dari Chemia Guild, yang merupakan kerabat lama dari Ghibr Doldrah. Mereka tidak kuat, tetapi mereka adalah orang-orang cerdas. Namun, waspadalah terhadap dua dari antara mereka.”


“Memang ada apa dengan dua orang itu, Master?”


“Yang satu adalah seorang Witch, sementara yang satu lagi adalah seorang Giant.”


““!!!””


Keempat Acolyte terkejut ketika Master berbicara tentang Angela dan Eìmgrotr, yang menurutnya sangat berbahaya, khususnya…


“Giant, ya?!”


“Cih! Ternyata ada Mahluk Abadi di antara mereka!”


…Eìmgrotr.


“Sial…!”


“Kenapa dari antara mereka… harus ada…”


“Orang yang satu ras sama pengkhianat itu?!”


Bisik Ganon, Chyrra, dan Sickus.


“Master, apa ada lagi yang harus kami waspadai?”


“Ya. Mereka adalah kedua paling berbahaya, yang bahkan bisa merenggut nyawa kita semua.”


““!!!””


Kembali mereka dikejutkan dengan pernyataan Master.


“M-Mereka yang kedua?!”


“Bahkan kedua pun bisa bunuh kita?!”


“S-Siapakah yang Master maksud?”


Tanya Sickus, Ganon, dan Zoe dengan bergantian.


“Aquilla Party.”


“Aquilla Party?! Bukannya mereka udah gugur lima tahun yang la—”


“Tunggu, Ganon! Mungkin yang Master maksud adalah Aquilla Party yang baru!”


Potong Zoe ketika Ganon sedang berbicara.


“Yang baru?!”


“Ya. Nama mereka sedang naik daun karena pencapaian mereka yang membunuh ratusan Kaum Naga di Erviga Kingdom!”


“Cih! Kenapa tiba-tiba ada mereka?!”


“S-Saya juga tidak tahu tentang itu!”


Balas Zoe kepada Sickus.


Namun, Master memiliki informasi lain tentang mereka.


“Dengarkan aku, wahai anak-anakku.”


““…””


“Aku yakin salah satu dari antara mereka, ada yang berhasil membunuh Calon Acolyte yang baru, beberapa bulan terdahulu.”


Jelas Master yang kembali mengejutkan mereka semua.


“M-Maksud Master, Galziq, kandidat terkuat Fourteenth Acolyte?!”


“Kau benar, Sickus. Ketika mendengar kematiannya, aku sempat merasakan kekuatan yang besar, yang berada di dekat kerajaan tersebut. Beberapa bulan kemudian, nama mereka seketika tersohor. Dan lagi, aku benar-benar mengenali pemimpin mereka! Ia merupakan seseorang yang sangat berbahaya, yang berhasil melepaskan dirinya dari genggamanku 11 tahun silam!”


Lanjut Master terkait Aquilla, sambil mengepalkan tangan dengan sangat keras.


“Oleh karena itu aku sangat yakin, bahwa dari antara mereka, ada seseorang yang…”


““Mm?””


Semua merasa heran dengan Master yang menghentikan penjelasannya.


“Lupakan saja. Lebih baik kalian fokus terhadap yang paling berbahaya dari antara mereka semua.”


“S-Siapa, Master?”


“Serpentis Guild, yang bahkan pemimpinnya tidak diketahui dunia. Tambah lagi…”


““…””


“Aku sangat yakin, bahwa salah satu dari antara mereka sedang ada yang mengintai kita semua.”


Jelas Master, sambil menatap ke arah yang sangat jauh, yang berada di atas Postriard Island, di mana terdapat Maleviel yang terbang di atas udara dan menatap mereka semua dari jarak jauh.


“Mereka mengetahuiku, kah?”


Pikir Maleviel dengan sedikit ragu.


“Snake, sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaanku.”


Jelas Maleviel dengan telepati kepada Snake.


“Baiklah, kawan. Kembalilah kepada kami.”


“Bagaimana dengan—”


“Tenang saja. Karena pahlawan selalu datang terlambat.”


“…”


Maleviel hanya tersenyum karena mengerti maksud Snake, lalu pergi dan membiarkan Children of Purgatory menyerang Gazomatron.