Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 164. Kill The Promised Man



Kita semua baru aja selesai selesain Quest Kuning ini.


“Lynx! Gimana kalian?! Aman semua?!”


“Aman, walaupun ada beberapa korban luka.”


Ya. Korban luka dari mereka termasuk banyak. Tambah lagi, jumlah mereka sekarang emang paling banyak dari


antara semua yang terlibat di Joint Party ini.


“Virgo! Kalian gimana?!”


“Sebagian dari kami baik-baik saja, namun Aely masih dalam kondisi kritis.”


“OK! Tolong sembuhin mereka, Gar—”


“Tidak usah. Biarkan Jenna yang menyembuhkannya.”


“O-OK…”


“…”


Gue jadi ngerasa bersalah. Karena rencana gue, dia jadi kena serang Sea Serpent itu.


“Tenang aja, Djinn. Lo nggak perlu ngerasa bersalah.”


“Mm?”


“Itu emang resiko jadi Frontliner. Selain untuk pertahanin Party, mereka juga harus cari cara supaya jadi perhatian musuh. Makanya itu, tindakan lo nggak salah kok kalo emang pancing Sea Serpent untuk jauh dari kita.”


Iya sih, dia bener juga.


Karena omongan Myllo, gue jadi sedikit lega.


“Thanks, Mil.”


“Hehe! Tenang aja!”


Selesai pastiin kondisi semua anggota yang ada di sini, kita langsung investigasi semua bangkai Sea Serpent yang meledak.


Walaupun…


“Nih serius kita harus cek bangkai-bangkai uler ini?!”


“Iyuh! Geli sendiri, gue!”


…ada beberapa kendala dari mereka semua.


“Woy, bocah topeng!”


Hah?! Kenapa sih nih orang?!


“Ayo kita lomba! Siapa yang paling cepet investigasi, dia menang!”


Hah?! Investigasi aja dilombain?!


“*Tung!”


“Aduh!”


“Kalo investigasi ya investigasi aja. Nggak usah lomba-lomba segala.”


“O-OK, bos!”


Sukurin loh! Ditempeleng bos-nya sendiri kan, jadinya!


“Hmm? Ada yang aneh?”


“Ada apa?! Vizrox?!”


“Dari beberapa Sea Serpent yang berwarna merah, mengapa ada ukiran di sekitar tubuh mereka?”


“…”


Bener juga.


Kenapa ada ukiran di badan semua uler merah ini?


“Tunggu! Gue tau ukiran-ukiran ini!”


Myllo tau sesuatu tuh kayaknya.


“Ukiran-ukiran ini…”


“Ya. Dari pola ukirannya, sepertinya ini semua adalah Runecraft.”


Runecraft?


“Biar kujelaskan tentang Runecraft.”


“…”


Abis itu Piedda jelasin ke gue tentang Runecraft.


Runecraft itu sihir sajak yang dirapal mantra supaya bisa diaktifin kapan aja, sesuai keinginan penulis sajaknya.


“Bahkan beberapa benda sihir, kayak Orb Call, Teleporter, atau berita-berita GT News juga pada pake Runecraft.”


Oalah! Keren banget!


Gue jadi pengen belajar sihir kayak gitu!


Tapi…


“Kok lo tau, Mil? Kan lo nggak pake sihir…”


“Ya tau lah! Kan salah satunya yang bisa pake sihir itu—”


“Ocean Witch!”


Hah?! Ocean—


“Artinya…”


“Ya. Ini semua adalah ulah dari—”


“Tunggu! Lo nggak bisa ambil kesimpulan kayak gitu, Piedda!”


Hah? Maksud Myllo apaan?


“Nggak cuma Witch doang yang bisa pake Runecraft! Dwarf atau Wizard pun juga pada pake Runecraft!”


“Tidak! Coba kau pikir baik-baik, Myllo The Wind! Tidak ada Dwarf ataupun Wizard yang berada di antara kita!”


“Tapi bukan artinya ini semua ulah Ocean Witch yang kayak lo bilang!”


Waduh, kok jadi debat mereka berdua?


“Oi, oi, oi. Ada apa nih ribut-ribut?”


“Tidak ada. Lupakan saja, Ollie Remington.”


“…”


Dia pergi dari Myllo karena—


“Ingat ini baik-baik, Myllo The Wind.”


“…”


“Jika sampai ada Ocean Witch di sekeliling kita, artinya kau telah mencelakakan Joint Party ini karena kenaifanmu!”


Kalo Myllo dibilang celakain Joint Party ini?!


“Woy! Maksud lo apa—”


“Biarin aja, Djinn.”


“Hah?! Kok dibiarin aja?!”


“Kalo pun kita ketemu Witch yang kayak dia bilang, pasti Witch itu nggak bahaya.”


“Iya sih, tapi nggak apa-apa lo biarin dia kayak gitu?”


“Nggak apa-apa! Insting gue bilang kita semua bakal baik-baik aja, kok! Hihihi!”


Haaaaah… Lagi-lagi insting dia ya?


“Yaudah deh kalo gitu.”


“Tambah lagi…”


““…””


Kenapa Myllo tiba-tiba narik gue sama Garry?


“Sianying! Sia teh kenapa—”


“Mumpung tempat ini agak langka, mungkin aja di tempat ini ada…”


Oh!


“Ya! Ada Hidden Dungeon! Hihihi!”


Bener juga ya?!


Eh, tapi kan waktu kita terakhir kali ke Hidden Dungeon, tempatnya keliatan normal-normal aja. Nggak ada yang bisa dicurigain.


“Djinn! Coba cari petunjuk tentang Hidden Dungeon!”


“Yaudah, gue usahain!”


Emang sih, sebenernya bukan waktu yang tepat untuk cari Hidden Dungeon. Tapi gue harus cari itu, supaya gue


semakin kuat demi temen-temen gue!


“OK kalian berdua! Ayo kita lanjut cari—”


“Hey, apakah ada yang melihat Jenna?”


“Jenna? Maksudnya Keeper kalian?”


“Ya! Ia tiba-tiba tidak terlihat!”


Hah?! Kok tiba-tiba ilang?!


“Biar aing yang carikeun Teh Jenna!”


“Tidak! Biarlah aku yang mencarikan! Pria sepertimu tidak pantas—”


“Et! Si teteh ini teh bawel pisan!”


Eh! Ternyata Si Mesum bisa galak sama cewek, ya!


“Teh Jenna teh baik sama aing! Pokoknya aing—”


“Tidak! Ia tidak hanya baik kepadamu saja! Ia terlalu baik kepada semua orang! Aku adalah Observer! Alangkah baiknya jika aku—”


“Sabodo teuing! Pokoknya aing mau—”


“BAWEL BANGET, KALIAN BERDUA!”


““!!!””


Nih lagi Si Dongo satu ini! Kenapa juga harus teriak di deket kuping gue?!


“Daripada kalian berdua debat, kenapa nggak kalian berdua cari Jenna aja?!”


“Myllo! Akan tetapi—”


“Nggak apa-apa! Kalo Garry pengen cari orang yang dia anggep temen, artinya orang yang dia anggep temen itu temen gue juga! Makanya itu, gue percayain Garry untuk cari temennya yang juga temen gue juga!”


“Ba-Baiklah.”


Ujung-ujungnya Garry jalan bareng Piedda untuk cari Jenna.


Haaaah… Lagian kenapa bisa ilang sih tuh orang?!


“Djinn! Kalo gitu…”


Gue cari sendiri, ya?


“Yaudah gue cariin.”


“Hihihi! Mantap, Djinn!”


Akhirnya gue keliling-keliling goa ini untuk cari Hidden Dungeon.


……………


Masalahnya…


“*Krrruk…”


“Haaaaaah…”


…gue udah berjam-jam keliling-keliling goa ini, tapi nggak ada tanda-tanda Hidden Dungeon di sekitar goa ini!


“…”


Kalung yang gue pake ini juga nggak nunjukkin tanda-tanda adanya Hidden Dungeon!


“Cih! Di sini juga nggak ada, ya?!”


Yaudah lah, mending balik aja ke—


“!!!”


Tunggu! Kayak ada bayangan yang lewat di belakang gue!


Tapi kira-kira bayangan siapa, ya?! Apa mungkin ada yang ngikutin gue?!


Kalo ada yang ngikutin gue, bisa jadi…


“Ayo kita lomba, bocah topeng!”


…Si Tolol satu itu!


Tapi kayaknya nggak mungkin deh.


Sebelum gue pergi pun…


“Woy, bocah topeng! Lo mau ke ma—”


“Bawel! Mending lo fokus aja investigasiin Sea Serpent ini!”


“O-OK, bos…”


…dia ditahan bos-nya untuk cek uler-uler itu.


Tunggu, bisa aja tadi bayangannya…


Jenna!


Tapi bisa juga nggak!


Yang lebih parah lagi, bisa jadi bayangan tadi tuh punya Ocean Witch yang daritadi ditakutin Piedda!


“…”


Mending gue ikutin aja dulu, deh! Daripada Ocean Witch itu kacauin Joint Party, bisa-bisa Myllo yang harus tanggung semuanya!


Tapi ke mana ya bayangan i—


“*Krrk…”


Ada suara batu yang gerak?!


Nggak salah lagi, pasti itu suara dari bayangan tadi!


……………


Gue ikutin arah bayangan itu.


Waktu gue ikutin dia…


“*Syush!”


“!!!”


…tiba-tiba ada yang nembak gue dari belakang!


“…”


Bener! Cewek ini tuh yang gue liat semalem waktu gue lagi ngerokok!


“Siapa lo sebenernya?! Kenapa lo—”


“Sudah kubilang, bukan? Jalanmu adalah kehancuran. Langkahmu adalah kematian. Tujuan akhirmu adalah malapetaka bagi dunia ini.”


“Apa maksud lo?! Kenapa lo bisa ada di sini?!”


“…”


Yang ada di belakang dia itu…


“Ada Runecraft? Jangan bilang lo yang pasang Runecraft di sekitar Sea Serpent?!”


“Ya. Akulah yang memasangnya. Tujuanku hanya satu, yakni—”


“Untuk bunuh gue, bukan?”


“…”


Dia diem aja.  Artinya yang gue bilang bener.


Cih! Lagi-lagi gue secara nggak langsung libatin orang lain dalem bahaya!


“…”


Mending gue siapin dulu kuda-kuda gue, karena gue nggak tau dia bisa apa aja!