Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 252. The Hater



Di Brichaudry Point, di mana para Siren berjuang menghadapi Children of Purgatory.


“S-Sialan! Mahluk macem apa mereka?!”


“Kenapa mereka bisa sekuat itu?!”


“Cih! Dasar cewek-cewek sialan!”


Para anggota Children of Purgatory, yang tidak mengetahui identitas asli dari para Siren, hanya bisa menghina mereka yang sulit mereka lawan.


“Jangan menyerah saudari-saudariku! Mereka tidak mengetahui siapa kita yang sebenarnya! Mari kita pojokkan mereka semua, demi kedamaian negara ini!”


““Ya!””


Nemesia yang kembali memimpin para Siren merasa yakin, bahwa Children of Purgatory tidak akan bisa menandingi kemampuan mereka semua.


Sementara para pasukan unit Gazobot hanya bisa menatap pertarungan para Siren dengan tidak berdaya akan kelemahan mereka.


“Jadi… Sepertinya semua sudah terlihat baik-baik saja dengan mereka.”


“Ya. Anda benar.”


“Jika memang seperti itu… Apakah kita masih dibutuh—”


“Tentu saja!”


Sahut Delolliah kepada para pengendara unit Gazobot.


“Alangkah baiknya jika kalian membantu proses evakuasi para warga menuju pusat Gazomatron! Biarkan kami yang menghadapi para penyembah Iblis ini!”


“Baiklah! Kami akan membantu mereka!”


“Semoga Para Dewa dan Dewi menyertai pertarungan anda sekalian!”


Balas beberapa pengendara unit Gazobot, sambil menuju evakuasi warga Brichaudry.


“Cih! Mereka mau pergi bawa war—”


“*Bwush!”


““Uaaargh!””


Beberapa anggota Children of Purgatory dihempaskan menggunakan Sihir Air.


Walaupun anggota sekte tersebut terus diserang oleh mereka, namun beberapa dari mereka memiliki dipulihkan dengan kemampuan regenerasi yang mereka gunakan.


“Cih! Se-Seharusnya mereka sudah mati!”


“Apa ini semua berkat kutukan Iblis yang ada di dalam Jiwa mereka?!”


“Lantas bagaimana cara kita mengalahkan mereka semua?!”


Seru beberapa Siren dalam Wujud Manusia.


Melihat beberapa anggota Children of Purgatory yang tidak bisa dibunuh, Nemesia pun memikirkan cara mengalahkan mereka semua.


Namun ia teringat beberapa hal yang disampaikan oleh Snake, sebelum ia dan semua yang masih bisa hidup


melarikan diri dari Hidden Dungeon of Whisper.


……………


“Ingatlah ini, Permaisuri Nemesia.”


“Hm?”


“Saat ini Geoterra sudah tidak aman untuk dihuni Mahluk Abadi.”


“Tidak aman? Apakah kau mengancamku?”


“Tentu saja tidak. Hanya saja, ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan seluruh Mahluk Intelektual untuk membawa kembali zaman sebelum Hari Penghakiman. Tidak, bahkan mungkin jauh sebelum Hari Penghakiman terjadi.”


“S-Sebelum Hari Penghakiman?! Apa maksudmu?! Apakah saja yang kau ketahui sebelum Hari Penghakiman?!”


“…”


Snake hanya tersenyum saja, sebelum meninggalkan Dungeon of Whisper bersama Guild yang ia pimpin.


……………


“Jika ia mengetahui betapa mengerikannya zaman sebelum Hari Penghakiman, maka mau tidak mau aku harus percaya dengan kata-katanya!”


Pikir Nemesia yang teringat akan diskusinya bersama Snake.


“Kakak Nemesia, mau tidak mau kita harus menyerang mereka menggunakan ((Sirena))!”


“Aku setuju dengan Kakak Delolliah! Sihir khusus milik Mahluk Abadi adalah lawan dari Curse Magic milik


Iblis, seperti ribuan tahun yang lalu, Kakak Nemesia!”


Usul Delolliah dan Jennania kepada Nemesia.


“Tidak. Jangan sekarang.”


“Kakak Nemesia! Tetapi—”


“Kita tidak tahu monster macam apa yang kita lawan saat ini! Jika kita menunjukkan siapa kita yang sebenarnya, kita tidak akan tahu lawan macam apa yang akan kita hadapi selanjutnya!”


Seru Nemesia kepada kedua adiknya.


“Andaikan kita bersama dengan Saint atau Pria Terjanji, mungkin saja kita tidak akan bersusah payah melawan


mereka semua!”


Pikir Nemesia yang membutuhkan Myllo dan Djinn yang ia percaya sebagai dua orang yang bisa mengalahkan semua anggota Children of Purgatory, tanpa menggunakan sihir spesial dari Siren.


Di tengah pertarungan antara para Siren dan Children of Purgatory, seseorang datang dan memecah kebuntuan dari antara mereka berdua.


“*Bruk…”


““…””


Para Siren maupun anggota Children of Purgatory melihat kedatangan Chyrra yang mendarat di antara mereka semua.


“Hah? Kok masih hidup semua?”


Tanya Chyrra kepada rekan-rekannya dengan perasaan marah dan kecewa.


““Hiiieekh!””


“T-T-Tenang dulu, Chyrra! K-Kita sebentar lagi bisa bunuh mereka, kok!”


Balas salah satu anggota Children of Purgatory di tengah ketakutan rekan-rekannya.


“*Slurp…”


““???””


Semua yang berada di sana merasa heran dengan Chyrra yang hanya menjilat ujung kukunya.


“Sepertinya mereka sedang tidak fokus.”


“Apakah ini waktu yang baik untuk menyerang mere—”


“Tunggu! Tahan gerakan kalian semua!”


Seru Nemesia, dengan perasaan gugup hingga berkucuran keringat di dahinya.


“M-Mengapa aku merasakan ada sesuatu yang sangat berbahaya dari Insectant tersebut?!”


Pikirnya ketika melihat Chyrra.


“*Slurp…”


Namun, ada seorang anggota Children of Purgatory yang mengetahui maksud dari tindakan Chyrra, lalu ia


melarikan diri.


“Hiiekh!”


“Woy! Lo mau ke mana?!”


“K-Kita ada dalam bahaya!”


Seru pria tersebut yang melarikan diri.


“Haaah! Dasar sampah! Padahal kita masih bisa lawan cewek-cewek i—”


“*Shruk…”


Chyrra tiba-tiba menusuk anggota Children of Purgatory yang sedang berbicara kepada rekannya yang sedang


berlari, menggunakan kukunya yang ia jilati sebelumnya.


“C-C-Chyrra… K-Kenapa lo tusuk


gu—”


“NGACA, BIADAB! LO YANG SAMPAH! JANGAN BERLAGAK BISA BUNUH MEREKA SEMUA!”


Teriak Chyrra dengan amarah yang meluap-luap.


“*SWUSH.”


“Hiekh!”


Ia juga melompat dengan sangat cepat dan menghampiri anggota Children of Purgatory yang sebelumnya berlari, sambil memegang anggota yang sebelumnya ia bunuh.


Lalu…


“*Shruk…”


“…”


…ia juga melakukan hal yang sama, seperti pada anggota sebelumnya.


Setelah itu…


“*Haurpp! Haurp! Haurp!”


…ia memakan kedua rekannya.


“Huaaaargh! Dia makan mereka!”


“G-G-Gila! Apa mungkin mereka semua—”


“*Zhum!”


““!!!””


Semua anggota Children of Purgatory dikejutkan dengan aura mengerikan dari Chyrra.


“DIEM LO SEMUA! DARIPADA DI SINI NGGAK BERGUNA, MENDING KALIAN KEJAR WARGA NEGARA INI!”


Teriak Chyrra kepada semua rekannya.


Tidak lama kemudian…


((Sirena: Ráfaga))


“*BWUSH…”


“*Bruk, bruk, bruk…”


…Nemesia menggunakan Sihir Siren miliknya untuk menyerang Chyrra, yang ia anggap lebih berbahaya dibandingkan anggota Children of Purgatory yang sedang ia hadapi.


“K-Kakak Nemesia! Apa yang kau lakukan?!”


“Bukankah kau berkata, bahwa kita tidak boleh menggunakan sihir kita agar kita tidak diketahui siapa kita yang sebenarnya!”


Tanya Delolliah dan Jennania dengan khawatir.


“Tidak. Lihat itu.”


““!!!””


Delolliah, Jennania, dan seluruh Siren dikejutkan dengan Chyrra yang masih bernafas dengan serangan Siren.


Namun, kali ini ada perbedaan darinya.


“Haaaah… Untung aja gue udah berubah duluan, sebelum diserang sihir dari Mahluk Abadi…”


Bisik Chyrra yang merasa lega, dengan dua tanduk Iblis yang muncul dari dahinya.


“C-C-Chyrra! Lo nggak apa-a—”


“*Shruk…”


Chyrra menusuk salah satu rekannya yang datang mengkhawatirkannya.


“BUAT APA LAGI KALIAN DI SINI?! GUE BILANG KEJAR WARGA NEGARA INI!”


““Y-Ya!””


Seru beberapa anggota Children of Purgatory, yang langsung berlari mengejar warga Brichaudry yang telah pergi menuju Snellsham.


“Saudari-saudariku! Cegah mereka semua! Biarkan aku yang menghadapi wanita ini!”


““Baik!””


Bersama-sama, semua Siren berlari untuk menjaga proses evakuasi warga Brichaudry.


Tetapi tidak semua dari Siren yang mengikuti perintahnya.


“Kakak Nemesia…”


“Biarkan kami bersama kakak!”


“…”


Nemesia menatap determinasi yang ditunjukkan dari mata adik-adiknya.


Sementara Chyrra…


“…”


…hanya tersenyum.


“Master bilang ada mahluk yang harusnya udah punah di sekitar sini! Nggak gue sangka kalo yang Master rasain itu Siren!”


““…””


Tidak ada reaksi dari ketiga mantan Permaisuri Laguna Empire.


Namun, pada akhirnya mereka harus merasa takut akan Insectant yang hendak mereka hadapi.


“Kalian pernah denger nggak…”


“*ZHUMMM…”


“…kalo ada serangga yang suka banget makan ikan?”


Tanya Chyrra dengan nada pelan dan dingin, bersama dengan aura yang begitu mengerikan yang ia keluarkan.