Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 433. Soul Manifestation



Beberapa bulan yang lalu, di Clamista Village, ketika Aquilla menunggu kondisi Djinn yang tidak stabil karena kekuatannya.


“Oh gitu ya? Jadi Giant itu sebenernya bukan raksasa yang disebut orang-orang?”


“Ya. Semakin cerdas seorang Giant, maka semakin besar juga Giant Form miliknya. Karena kami adalah kaum


intelektual yang selalu terdorong dengan rasa ingin tahu yang tinggi.”


Di dalam sebuah kedai di Clamista Village, Dalbert sedang bercengkerama bersama Eìmgrotr[1] terkait Kaum Giant.


“Terus gimana Giant yang lo cari, sebelum ketemu Berius?”


“Belum ada. Mungkin saja karena mereka menyembunyikan diri mereka sepertiku. Karena itu bisa saja aku pernah


bertemu Kaum Giant secara tidak sadar.”


“T-Tapi bisa juga nggak sih… kalo udah pada mati?”


“Bisa saja. Jika kau tahu, sepasang Mahluk Abadi akan kehilangan keabadiannya, jika mereka memproduksi


seorang anak, seperti kedua orang tuaku.”


“Orang tua lo? Ada apa sama mereka?”


“Kedua orang tuaku telah hidup puluhan ribu tahun dari sebelum Hari Penghakiman. Tetapi mereka bertemu untuk


pertama kalinya sejak 107 tahun yang lalu. Satu tahun setelah pertemuan mereka, aku lahir. Setelah aku cukup dewasa, mereka menyerahkan pengetahuan dan energi kehidupan mereka kepadaku. Karena itu, sesuai permintaan mereka, aku juga mencari Kaum Giant yang masih bersembunyi.”


“S-Serahin pengetahuan dan energi kehidupan…?”


“Mungkin mereka terdengar seperti mati di telingamu. Tetapi bagiku, mereka hidup di dalam Roh dan Tubuh-ku.”


Jelas Eìmgrotr kepada Dalbert, terkait Giant dan masa lalunya.


““…””


Dalbert terus bertanya kepada Eìmgrotr tentang Kaum Giant. Hingga akhirnya tersirat satu pertanyaan berbahaya


di pikirannya.


“Eìmgrotr, sebelumnya maaf kalo gue tanya ini.”


“Hm?”


“Kalo misalkan gue harus lawan Giant, kira-kira gimana cara gue kalahinnya?”


Tanya Dalbert, sedikit perasaan bersalah.


“M-Maaf sebelumnya! Karena yang gue denger dari cerita lo, keliatannya Giant itu kuat banget! Gue nanya gitu


untuk jaga-jaga aja! Barangkali gue ketemu Giant—”


“Tenang saja, Dalbert. Aku mengerti dengan apa yang kau rasakan. Hanya saja…”


“…”


“…sama sepertimu, aku juga tidak memiliki pengetahuan akan cara membunuh Giant.”


“O-Oh gitu—”


“Mungkin satu jawaban yang tersirat di pikiranku hanya satu. Yakni dengan cara menaklukan Jiwa mereka,


karena Mahluk Abadi tidak bisa hidup tanpa Jiwa mereka. Namun aku yakin, bahwa masih ada cara lainnya.”


Jelas Eìmgrotr terkait pertanyaan yang diajukan Dalbert, sebelum ia teringat dengan sesuatu yang seharusnya


dijelaskan kepadanya.


“Ah ya. Mungkin ini bukanlah cara mengalahkannya. Tetapi apa yang akan kukatakan kepadamu adalah cara


menghadapinya dengan tepat.”


……………


Kembali ke pertarungan antara para Petualang yang tersisa, yang hendak membantu Tetsuo dan Ryūtaro, untuk


menghadapi Ryūhime dan Giant yang dikendalikan oleh Zophiel.


{Kazedoryū: Haku}


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


Dengan teknik senjata Kitsune, Tetsuo mampu menjatuhkan Giant tersebut hingga terjatuh pada kursi penonton di


Chaoseum yang sudah kosong.


Akan tetapi serangannya tersebut kurang efektif, semenjak Giant tersebut masih bisa bangkit berdiri.


“…”


Dalbert diam sejenak karena berusaha untuk mengingat apa yang dikatakan oleh Eìmgrotr, sebelum ia hendak


memberikan saran kepada Tetsuo.


“Shogun! Kita harus cari Jiwa Giant itu! Mungkin itu aja satu-satunya cara untuk—”


“Apakah kau pikir Aku mau membunuh Jutin ini?!”


“T-Tapi—”


“Ia sama-sama berada di bawah kendali Malaikat itu, seperti Ryūhime-chan! Jika Aku membunuhnya, artinya Aku


juga membunuh rival-Ku! Tidak akan Aku membunuh rival-Ku, selama ia belum bertemu dengan Oba-sama!”


Seru Tetsuo dengan maksud menolak saran Dalbert.


“Cih! Keras kepala banget sih Kitsune satu i—”


“Yaudah, Dalbert. Kalo gitu, sekarang yang bisa kita lakuin cuma tahan Giant itu aja, supaya Kitsune itu bisa bantuin Naga itu.”


Seru Ollie, sambil menunjuk ke arah…


“*FWUSSSHHH!!!”


“Ruoaaaarr…”


…Ryūtaro yang sedang diserang oleh Ryūhime.


“Shogun! Biarin kita yang lawan Giant itu! Mending lo bantu Ryūtaro!”


“Baiklah, Dalbert-san! Aku menghargai bantuanmu!”


Balas Tetsuo, sambil pergi meninggalkan Giant yang ia hadapi kepada Dalbert dan Petualang lainnya.


“…”


Namun Giant tersebut hendak menangkap Tetsuo.


“*CHRING…!!!”


“Keuk…!”


Beruntung ada Ollie yang menahan tangan Giant tersebut, sebelum menyentuh Tetsuo.


“Daphine! Kita harus tembak matanya!”


“OK, Dalbert!”


““*Dor, dor, dor, dor, dor…””


“(MMMMM…)”


Giant tersebut bergumam karena menahan sakitnya, setelah Dalbert dan Daphine terus menembakkan kedua matanya. Ia perlahan-lahan menutup matanya dengan satu tangannya.


“*SWUSH…”


““Arrgh…””


Kemudian Giant tersebut mengayunkan tangannya, walaupun sedang ditahan oleh Ollie. Karena itu para Petualang terhempas.


“*BRUK!!!”


“N-Nama gue… Kornell…! I-Ijinin gue… bantuin lo—”


“B-Bawel…! Bantu… tinggal bantu…! Nggak usah minta ijin…!”


Seru Ollie kepada Kornell, sementara mereka berdua hendak menahan tangan Giant tersebut.


“*SWUSH…”


Paul melompat setinggi-tingginya dengan maksud memukul Giant tersebut.


“Gyeaaaagh!”


“*SWUSH!!!”


“!!!”


Tetapi ayunan pukulannya tidak mengenai dirinya, seakan Giant tersebut tidak lebih dari sekedar bayangan saja.


“Woy! Kok gue nggak bisa pukul—”


“*BRUK!!!”


“Cih! Apa-apaan nih Giant?!”


Seru Paul dengan kesal, setelah Giant tersebut hendak menginjak dirinya.


“…”


“Mungkin semua orang mengira bahwa kami, Kaum Giant, berubah menjadi sesosok raksasa yang berukuran sangat besar. Tetapi itu semua tidak lebih dari sekedar Manifestasi Jiwa kami.”


“Manifestasi Jiwa? Maksudnya gimana ya?”


“Anggap saja seperti ini, Dalbert. Seperti Jiwa yang berada di dalam Tubuh. Namun dengan Manifestasi Jiwa, kami mengeluarkan perwujudan Jiwa kami dari dalam Tubuh kami.”


“Hah?! E-Emangnya nggak apa-apa?!”


“Haha. Tentu saja itu hanya sekedar perwujudan, Dalbert. Karena Jiwa kami tetap berada di dalam Tubuh kami.


Oleh karena itu, jika kau hendak menghadapi seorang Giant, satu-satunya yang bisa kau lakukan adalah menyerang dengan aliran Mana dari dalam Tubuh-mu.”


“…”


Karena teringat saran Eìmgrotr, Dalbert merasa heran. Ia kemudian menanyakan sesuatu kepada Daphine.


“Daphine. Senapan lo itu harus pake Mana kan ya?”


“Ya iyalah! Kalo nggak pake Mana, mau dateng darimana peluru-peluru gue?! Kan sama aja kayak Artifact yang lo


pake!”


Jelas Daphine kepada Dalbert.


Oleh karena itu, Dalbert, di tengah kebingungannya, memberikan saran kepada Petualang lainnya.


“Semuanya! Denger gue!”


““…””


“Giant yang kita lawan ini cuma Manifestasi Jiwa-nya aja! Karena itu, serangan apapun nggak akan mempan kalo


nggak pake Mana!”


Jelas Dalbert kepada Petualang lainnya.


Karena itu…


“OK! Kalo gitu gue bisa serang Giant ini!”


“Haha! Gue harusnya juga bisa sih!”


…Awva dan Gravanghar maju untuk menghadapi Giant tersebut.


“Woy…! Kalo mau serang… buruan! G-Gue udah nggak sanggu tahan monster ini…!”


“G-Gue juga…!”


Seru Ollie dan Kornell yang protes kepada mereka.


((Water Magic: Razory Shark Fin))


““*Shrakshrakshrak…””


Dengan kedua pedangnya, Awva menciptakan dua pedang yang menyerupai sirip ikan hiu. Kemudian ia terus


menyayat Giant tersebut.


((Fire Breath))


“*Vwummm…”


Gravanghar juga menyerang Giant tersebut dengan hembusan nafas berapi dari mulutnya.


“*Jlub…”


“Eh? Kok—”


“Sana serang Giant itu! Selama ada duri gue, harusnya ada Mana di setiap serangan lo!”


Perintah Zorlyan kepada Alethra, yang sebelumnya merasa tidak berdaya karena kondisi fisiknya saat ini.


“Hraaaaagh!”


“*PRANG!!!”


Berkat aliran Mana dari duri Zorlyan, maka Alethra mampu menyerang Giant tersebut.


“*Crat…”


“(MMMMM…!!!)”


Giant tersebut merasa kesakitan karena serangan dari mereka semua.


“Eh…?! Bukannya itu Manifestasi Jiwa-nya aja?! Kok Giant itu berdarah…?!”


“Gue juga nggak tau! Yang pasti kita berhasil serang Giant itu! Makanya itu, jangan berhenti serang Giant itu!”


Jelas Dalbert kepada Zorlyan.


Karena mendapati Giant tersebut yang terluka, mereka bersama-sama terus menyerang Giant tersebut dengan tanpa henti.


Akan tetapi…


“…”


…Giant tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda terkalahkan. Ia masih berdiri dengan kokoh.


Bahkan lukanya yang sembuh dengan instan, walaupun mereka sudah menyerangnya tanpa henti.


““Huff, huff, huff…””


Sementara mereka semua lelah ketika harus menghadapi Giant itu.


“W-Woy…! Kita nggak akan bisa nyerang Giant itu terus-terusan kayak gini…!”


“G-Gue juga tau… Ollie…! Gue butuh waktu sedikit… untuk—”


“Kita harus cari badannya… yang asli…!”


“…”


Dalbert terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan Zorlyan.


“M-Maksud lo apa, Zorlyan…?”


“Lo bilang… Giant ini… cuma Manifestasi Jiwa-nya aja kan…?! Kalo gitu… harusnya ada Tubuh-nya… disekitar


tempat ini…! Bukannya… begitu…?!”


“!!!”


Dalbert terkejut, setelah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zorlyan.


“Duh! Bego banget gue! Kenapa gue nggak kepikiran, kalo Giant ini Tubuh-nya bisa terpisah dari Manifestasi


Jiwa-nya?! Nggak gue sangka, kalo salah persepsi dikit bisa se-fatal ini!”


Pikir Dalbert sambil menyalahkan dirinya sendiri.


“Bener juga! Kalo gitu, harusnya yang aslinya ada di—”


“*BRUK!!!”


“Cih!”


Dalbert terpaksa harus menghindari serangan Giant itu, ketika sedang berbicara.


“Kalo emang ad di sekitar sini, pasti ada di Lapisan Bawah! Sedangkan di bawah sana ada Myllo sama Garry!


Tapi gimana cara gue hubungin mereka?!”


Pikir Dalbert dengan kesal karena menemui kebuntuan.


……………


Sementara itu, perjalanan Myllo dan Garry dalam mencari Zophiel.


“*BRUK!!!”


Myllo merubuhkan suatu tembok dengan tongkatnya.


“Woy! Kok gelap ba—”


“Et! Sianying! Kenapa harus hancurkeun tembok, gobloug!”


“Bawel banget! Turun lo dari punggung gue!”


“Et! Kapten sialan sia teh, anying! Tega pisan sama anggotanya sendiri!”


Myllo dan Garry terus berdebat sambil mencari keberadaan Zophiel.


Hingga akhirnya, di tengah suatu ruangan yang gelap gulita…


“*Drap…”


“Hm? Apaan nih yang gue injek? Kok berasa kayak—”


“ET!!! SIGOBLOUG!!! SIA TEH INJEK ORANG, ANYING!!!”


“APA?!?!”


…Myllo tidak sadar menginjak seseorang, yang terlihat sedang seperti sedang terlelap.


_______________


[1]Seorang Giant yang merupakan anggota Lepus Party, yang sebelumnya merupakan salah satu Scholar dari Chemia Guild (Chapter 194).