Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 172. Unavoided Battle



Keadaan Joint Party menjadi genting.


Djinn yang telah mendengar cerita tentang Ocean Witch menjadi meragukan tentang wanita itu, walaupun ia tidak bisa menghapus fakta bahwa wanita itu baru saja mencelakai Joint Party dengan Runecraft yang ia pasang pada beberapa Sea Serpent.


“Minggirlah kau, Myllo The Wind! Tentu saja kau sadar, jika wanita itu yang memasang Runecraft pada beberapa Sea Serpent dan hampir membunuh kita semua, bukan?!”


Tanya Jenna kepada Myllo.


Di sisi lain, Djinn hendak mempertahankan wanita itu.


“Mil! Dia nggak tau siapa dia, Mil!”


“…”


Myllo hanya terdiam ketika mendengar penjelasan Djinn.


“Oi, cewek. Nama lo siapa?”


“A-Aku tidak tahu siapa a—”


“Yang benar saja! Kau hanya ingin merahasiakan—”


“Diem lo, Jenna! Gue lagi ngomong sama dia!”


“Te-Tetapi—”


“Gue bilang diem! Jangan ganggu gue!”


Seru Myllo kepada Jenna yang menginterupsi percakapan mereka berdua.


“Lo nggak tau ya siapa lo sebenernya?”


“Ya.”


“Terus tentang Sea Serpent yang meledak. Itu semua juga ulah lo?”


“Y-Ya. Akan tetapi, aku melakukan itu dengan tujuan untuk membunuh pria ini.”


Balas Ocean Witch kepada Myllo dengan perasaan bersalah.


“Kau dengar sendiri, bukan?! Ia hendak mencelakai rekanmu dan hampir membunuh kita semua! Seharusnya wanita itu harus dihentikan!”


Seru Jenna kepada Myllo yang masih bimbang.


Keadaan pun semakin parah ketika Lynx ikut terlibat.


“Waw, kalo gitu cewek itu harus dibunuh, dong?”


Tanya Ollie yang berjalan bersama Party miliknya.


Dengan Virgo dan Lynx yang setuju untuk membunuh Ocean Witch, hanya Djinn saja yang berbeda pendapat dengan mereka semua.


Namun, Myllo masih merasa heran.


“Kalo emang dia mau bunuh Djinn, kenapa Djinn malah jagain dia?”


Melihat Saint-nya yang bimbang, Zegin pun terpaksa untuk terlibat.


“Myllo.”


“Ada apa, Zegin?”


“Gue mau ngasih sesuatu ke lo.”


“Apa?”


“Dari yang gue liat lewat mata lo, cewek itu… punya Jiwa yang hampir sebesar Fire Dragon King yang lo lawan waktu itu.”


“!!!”


Myllo begitu terkejut dengan penjelasan Zegin.


“Artinya… dia bahaya, ya?!”


“Nggak juga.”


“Haaaaah?!”


Myllo pun semakin bingung dengan Zegin.


“Inget baik-baik. Fire Dragon King yang lo lawan itu bergerak tanpa akal sehat. Sedangkan cewek itu keliatannya masih punya akal sehat, walaupun nggak inget apa-apa.”


Balas Zegin kepada Myllo.


Setelah mendengar penjelasannya, Myllo akhirnya mengetahui apa yang harus ia lakukan.


“OK, semuanya! Denger gue baik-baik!”


““…””


Semua anggota Joint Party menunggu keputusan Myllo.


“Sebelumnya, gue mau nanya dulu ke lo!”


“…”


Ocean Witch menunggu pertanyaan Myllo.


“Di mata gue, lo udah nggak ada niatan untuk bunuh Djinn. Bener, kan?”


“Y-Ya. Kau benar.”


Jawab Ocean Witch kepada Myllo.


“Hehe! OK kalo gitu! Artinya, kita ajak cewek ini ke Clamista untuk kita tanya-tanyain!”


““!!!””


Anggota Virgo dan Lynx begitu terkejut dengan pernyataan Myllo.


Sedangkan Myllo, Djinn, dan Garry…


“Hihihi!”


“Ya. Gue setuju.”


“Horeeee! Teteh geulis baru!”


…merasa lega karena tidak terjadi apa-apa.


Akan tetapi, hal tersebut hanya angan-angan mereka saja.


“*Swush!”


“!!!”


Djinn dengan sigap menangkap dari lemparan tombak air dari Kaili, salah satu anggota Virgo, yang mengarah ke Ocean Witch.


“Woy, brengsek! Apa-apaan maksud lo?!”


Seru Djinn dengan kesal.


Akan tetapi…


“*Shrak!”


“Cih! Anak anjing!”


…tombak air itu seketika mengeluarkan air tajam yang menusuk tangan Djinn.


“Bahkan ia rela menumpahkan darah bagiku?”


Pikir Ocean Witch yang terkesan dengan aksi heroik Djinn.


Karena aksi Kaili, Myllo pun kesal.


“Woy, Kaili! Apa-apaan maksud—”


“Ji-Jika kalian hendak melindungi wanita itu, artinya kalian adalah musuh di mata kami, Myllo The Wind!”


Merasa dipandang musuh olehnya, Myllo pun bertanya kepadanya.


“Piedda, inget nggak pertanyaan gue?”


“Pertanyaan?”


“Ya. Gue tanya ke lo waktu di kedai, kalo lo ngajak kita Quest karena cuma sekedar dendam doang, kan?”


“…”


Piedda hanya terdiam ketika ditanya Myllo.


“Artinya gue bener, kan? Kalo lo pimpin Party lo ini cuma karena dendam—”


“Nggak, Mil.”


Kata Djinn yang memotong pertanyaan Myllo.


“Perhatiin baik-baik. Cewek itu (Piedda) bukan pemimpinnya.”


“Dia bukan pemimpinnya?!”


“Ya. Cewek itu (Jenna) pemimpinnya yang asli!”


Jelas Djinn kepada Myllo.


Ia pun melanjutkan penjelasannya.


“Dari di kedai kemarin malem, gue udah curiga. Kenapa cewek Kasta Biru kayak dia punya aura yang lebih dominan dari anggota lainnya? Walaupun nggak dia keluarin secara terang-terangan, gue yakin Mata gue nggak salah liat.”


Lanjut Djinn akan penjelasannya.


Mendengar penjelasannya membuat hati Garry gentar.


“Teh Jenna?! Yang dibilang Djinn teh bohong, kan?!”


“…”


Jenna hanya terdiam ketika ditanya Garry.


“Teh Jenna, teteh**teh bukan orang ja—”


“Kalaupun benar, apakah itu merubah situasi sekarang?”


Tanya Jenna, dengan seluruh anggota Virgo dan Lynx di sekelilingnya, yang mengartikan bahwa mereka semua bersiap untuk menghadapi ketiga anggota Aquilla itu.


“Oi, Myllo. Serius lo itu Leader? Kalo emang lo Leader hebat kayak yang disebut di GT News, kenapa lo korbanin Joint Party ini demi perempuan misterius itu?”


Tanya Ollie kepada Myllo.


“…”


Myllo hanya tersenyum.


Senyumannya itu membuat Garry heran.


“Ijinin gue untuk egois sekali lagi, Djinn.”


Pikir Myllo, sambil mengingat pertengkarannya dengan Djinn.Namun beda halnya dengan Djinn.


“…”


Dari balik topengnya, ia hanya tersenyum melihat Myllo yang hendak menjawab pertanyaan Ollie.


“Karena gue itu yakin kalo gue ini orang yang paling bener di dunia ini! Waktu gue liat cewek ini, gue ngerasa dia nggak bahaya! Artinya yang gue bilang itu bener!”


““???””


Semua yang berada di sana heran dengan pernyataan Myllo.


“Kalian semua itu temen-temen gue! Orang yang dianggap temen sama temen gue itu juga temen gue juga! Kalo ada salah paham di antara temen-temen gue, artinya gue harus ketok kepala kalian sekeras-kerasnya, sampai nggak ada salah paham di antara kalian!”


Jelas Myllo kepada mereka semua.


“Makanya itu, mau nggak mau gue harus ketok kepala kalian semua, sampai nggak ada salah paham lagi!”


Seru Myllo, sambil mengarahkan tongkatnya kepada mereka semua.


“Djinn! Garry! Sekarang kita harus jagain cewek itu! Paham?!”


““Ya!””


Seru Djinn dan Garry atas permintaan Myllo.


Melihat tindakannya, Ollie…


“Raahahaha!”


…tertawa terbahak-bahak.


““Bos?””


Tanya anggota Lynx lainnya.


“Woy, kalian semua! Menurut kalian, harusnya kita ada di pihak mana?!”


Tanya Ollie kepada anggotanya.


Namun, semua anggotanya memiliki jawaban yang berbeda-beda.


“Menurut saya, seharusnya kita melawan Aquilla!”


“Ya, bos! Kalo nggak karena cewek itu, harusnya gue nggak kena ledakan!”


“Gue setuju!”


Seru Vizrox, Awva, dan Kristotte, yang setuju untuk menyerang Aquilla.


“Kalo gue pribadi sih harusnya kita lawan Party ini (Virgo), bos!”


“Ya. Menurut gue ada yang aneh dari mereka, bos!”


Seru Molly dan Evri.


Namun, ada jawaban yang sangat berbeda dari mereka semua.


“Bos, lo sendiri pilih mana?”


Tanya Paul kepada Ollie.


“Gue? Kalo gue kayaknya nonton aja. Keliatannya seruan nonton daripada ikut.”


“Hehe!”


Paul hanya tersenyum ketika mendengar jawaban Ollie.


“Kalo gitu, gue ikut Aquilla lawan Virgo!”


“Kenapa emangnya?”


“Kalo sampe bocah topeng itu mati, bisa-bisa gue nggak sempet berantem lawan dia!”


Jawab Paul dengan senyuman bengis.


“Cih! Dasar psikopat!”


Pikir Djinn dengan kesal akan Paul.


“OK kalo gitu. Artinya kita ada Party Brawl, kan?”


Tanya Ollie kepada kedua Leader dari Aquilla dan Virgo.


“Nih, gue kasih anggota gue ke kalian berdua. Selamat Party Brawl ya, kalian berdua. Semoga nggak ada anggota gue yang mati dibunuh.”


Kata Ollie, sambil duduk untuk menyaksikan pertarungan antara Aquilla melawan Virgo.


Dengan begitu, pihak Aquilla dengan jumlah 7 orang, akan bertarung melawan Virgo yang berjumlahkan 8 orang.