
278 tahun yang lalu.
“*Cplash!”
“Cepat angkat semua benda itu! Jangan sampai ada tersisa!”
““…””
Perbudakan di Vamulran Kingdom sedang berlangsung. Semua budak menerima cambukan keras dari personil kerajaan tersebut.
Di tengah semua budak yang berada di kerajaan itu, seorang Dark Elf kecil harus hidup menderita karena keseharian yang harus ia jalani.
“Hey kalian, para budak! Inilah makanan kalian semua!”
“Ma-Makanan—”
“*Bruk…”
“Tunggu! Itu makanan saya!”
“Ja-Jangan kau ambil makanan saya!”
Ia harus memperebutkan makanan yang dilempar secara cuma-cuma, bersama para budak lainnya.
“*Shrak!”
“Lihatlah budak ini! Jika kalian ingin memaksakan kehendak kalian untuk keluar dari Vamulran Kingdom, inilah yang konsekuensi yang harus kalian tanggung!”
“…”
Setiap hari ia harus melihat adanya budak yang dibunuh.
Begitulah keseharian yang harus dijalani oleh Ghibrion Oraglor, Dark Elf yang hidup menderita sebagai budak di kerajaan High Elf itu.
Namun, di kala itu, Ghibrion kecil belum memiliki nama.
“Hey, siapa anak kecil itu?”
“Tentu saja saya tidak tahu! Ibunya telah mati ketika ia lahir! Ayahnya telah mati ketika ia masih sangat belia! Beruntung dirinya bisa bertahan sejauh ini!”
“…”
Ia bahkan tidak memiliki siapa-siapa.
Dengan instingnya untuk bertahan hidup, ia berusaha untuk melakukan apapun.
Namun, bukan berarti ia hidup tanpa harapan.
“Aku ingin menjadi lebih dari sekedar budak!”
Hanya itulah yang memotivasinya.
Hingga pada akhirnya, langkah awalnya untuk menggapai mimpinya, datang menghampirinya.
“*Boom!”
“Ada ledakan?!”
“Apakah ada Arschtein Empire yang menyerang?!”
Seru beberapa budak di Vamulran Kingdom, dengan perasaan khawatir.
Dengan adanya suara ledakan tersebut, beberapa penjaga para budak bergesa-gesa menghampiri suara tersebut.
Akan tetapi, suara ledakan itu tidak lebih dari sekedar pengecoh. Di tengah-tengah kelengahan para penjaga yang meninggalkan para budak untuk menghampiri suara ledakan tersebut, datanglah beberapa orang yang hendak membebaskan para budak.
“Cepat keluar dari tempat ini, tanpa suara!”
Seru salah seorang yang membebaskan mereka semua.
Oleh karena aksi mereka, sebagian besar budak terbebas.
“Te-Terima kasih banyak!”
“Saya bersyukur kepada anda!”
“A-Akhirnya kita bebas!”
Seru beberapa budak yang dibebaskan oleh mereka.
“Pergilah! Anda semua sudah terbebas!”
“Jangan sampai satupun dari anda yang menampakkan diri kembali di kerajaan busuk ini!”
“Semoga anda sekalian tidak mengalami hal tersebut!”
Balas beberapa anggota yang membebaskan mereka.
Dengan begitu, para budak pergi melarikan diri dari Vamulran Kingdom.
Kecuali…
“Hey, Dark Elf kecil! Mengapa anda tidak ikut pergi bersama mereka?!”
…seorang Dark Elf kecil.
Melihat dirinya yang ditinggal sendirian oleh para budak yang melarikan diri, seseorang dari antara kelompok pembebas itu mengerti situasi anak tersebut.
“Hey, apakah anda tidak memiliki satupun kerabat di tempat ini?”
“…”
Dark Elf itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Baiklah, ikutlah dengan kami.”
“…”
Dark Elf kecil itu menganggukkan kepalanya, sembari mengikuti kelompok itu.
“Jika saya boleh tahu, bisakah anda menyebutkan nama anda?”
“Ti-Ti-Ti…”
“Haha! Tenang saja! Anda tidak perlu khawatir dengan saya!”
Balas pria itu kepadanya.
“Sa-Saya nggak punya nama.”
Balas Dark Elf itu kepadanya.
“Tidak punya nama, kah? Hmm… Bagaimana jika saya memanggil anda dengan nama Ghibrion Oraglor?”
“???”
Dark Elf kecil itu heran dengan maksud pria tersebut.
“Haha… Ghibrion itu diambil dari nama saya, sementara Oraglor adalah nama klan dari leluhur mendiang istri saya.”
“…”
“Ah, maaf saya lupa! Nama saya adalah Ghibr Doldrah, satu-satunya anggota yang tersisa dari Klan Doldrah!”
Jelas seorang High Elf yang bernama Ghibr Doldrah itu kepada Ghibrion kecil.
Mendengar penjelasan High Elf tersebut, Ghibrion teringat akan 5 Dewa Elf yang terdiri dari Vamulran, Faeriona, Vlerion, Moirlynn, dan Doldrah.
Oleh karena itu, ia pun dengan antusias menjadi pengikut dari pria yang bernama Ghibr Doldrah tersebut.
……………
10 tahun setelah menjadi Faksi Pemberontak yang dipimpin oleh Ghibr Doldrah, Ghibrion menjadi saksi akan perkembangan pesat dari Faksi tersebut. Dengan anggota yang semakin banyak, yang beranggotakan dari setiap ras yang menjadi korban perbudakan Vamulran Kingdom, maka Vamulran Kingdom menjadi lebih waspada akan pemberontakan tersebut.
Dalam kurun waktu tersebut, Ghibrion sudah menjadi salah satu anggota yang paling menonjol dari puluhan
anggota faksi tersebut.
Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan.
Salah satu faktor besar yang mempengaruhi hal tersebut adalah fakta bahwa dirinya menjadi satu-satunya orang yang menjadi murid dari Ghibr Doldrah dalam ilmu Alchemy.
Walaupun pencapaiannya lebih tinggi dari hampir seluruh anggota Faksi Pemberontak, nyatanya hal tersebut tidak dirasakan oleh Ghibrion.
“Anda tidak termasuk dalam jajaran pimpinan Faksi Pemberontak, Ghibrion! Saya menempatkan anda sebagai anggota biasa, agar anda bisa menolong para budak tanpa menumpahkan darah anda!”
“Gu-Guru Ghibr! Tapi saya kuat! Saya bisa—”
“Anda bukan siapa-siapa, Ghibrion!”
“…”
Sakit hati.
Itulah yang dirasakan oleh Ghibrion ketika mendengar perkataan gurunya, Ghibr Doldrah.
Namun ia tidak menyadari…
“Saya berharap anda mengerti, Ghibrion. Jika anda mengikuti jalan yang sudah saya tempuh, anda hanya akan kehilangan hati nurani anda, walaupun bertujuan baik.”
…bahwa gurunya itu memiliki rencana yang lebih baik daripada yang dirinya ketahui.
Oleh karena apa yang diucapkan gurunya, ia pun memulai rencana balas dendam kepadanya.
Dan ketika Faksi Pemberontak melancarkan aksinya…
“Ghi-Ghi-Ghibrion! Apa yang telah anda lakukan…?!”
“…”
…Ghibrion berhasil menjual seluruh anggota Faksi Pemberontak kepada salah satu Pangeran di Vamulran Kingdom.
“Jadi, anda seharusnya tepatin janji antara kita berdua, kan?”
“Ya. Senang bisa kerja sama bareng anda, Medhral Vamulran.”
Balas Ghibrion kepada Medhral Vamulran, Anak Kelima dari Raja Bivomüne, yang menjadi satu-satunya anak dari Raja Bivomüne, yang netral dari Pihak Luscika maupun Pihak Aranual.
Dengan kerja sama antara mereka berdua, Ghibrion melarikan diri.
“Baiklah. Sepertinya Luscika akan datang kemari. Alangkah baiknya jika saya meninggalkan mereka semua kepadanya.”
Bisik Medhral, sambil pergi meninggalkan Faksi Pemberontak yang terjebak.
Sementara Ghibrion, ia pergi secepatnya melarikan diri dari Vamulran Kingdom.
Namun, tanpa mereka berdua ketahui…
“Kemanakah perginya anggota terakhir anda, Ghibr Doldrah?”
“Hmph! Tidak mungkin saya menjual murid saya kepada anda! Khususnya Luscika atau Aranual, yang cacat mental karena melihat ibu anda ma—”
“*Shrak!”
“Haha… Bahkan ia masih berani menghina Kakak Luscika, kah?”
…bahwa Ghibr Doldrah tidak mati di tangan Luscika, melainkan seorang Pangeran lainnya yang menggunakan identitas sebagai Snake.
……………
Ratusan tahun hidup terdampar di dunia yang berada di luar Vamulran Kingdom, Ghibrion yang hidup bukan sebagai siapa-siapa, tetap berlari dan bersembunyi kemana pun dirinya berada.
“Ke mana Dark Elf tadi?!”
“Cih! Sialan! Dia curi makanan kita lagi!”
“…”
Dengan berkelana dari satu negara ke negara lainnya, ia hidup bermodalkan kepiawaiannya dalam mencuri, serta ilmu Alchemy miliknya untuk bertahan hidup.
Hingga akhirnya, ia pun memutuskan…
“Kayaknya saya bisa hidup di negara ini. Walaupun pada akhirnya ini aja cara hidup yang saya jalanin.”
…untuk menetap di suatu negara selama puluhan tahun.
Akan tetapi, keputusannya tersebut tidak berlangsung selama satu minggu.
“Berius, sepertinya Dark Elf itu pencuri yang dikatakan oleh—”
“Wuoaaaah!!! Liat tuh! Itu kan Alchemy!”
““A-Alchemy?!””
“…”
Ia tertangkap oleh sekelompok Petualang yang mendapatkan Quest untuk menangkapnya.
Walaupun ia diliputi dengan rasa takut dan khawatir karena mendapati dirinya tertangkap, namun hal yang ia rasakan berubah menjadi suatu harapan besar baginya.
“Lo mau jadi Petualang, nggak?! Bisa aja Alchemy lo berguna untuk orang lain!”
“…”
Dengan tawaran dari pria bernama Berius itu, Ghibrion pun menerimanya.
Ia bahkan…
“Ngomong-ngomong nama lo siapa?! Dua orang ini namanya Angela sama Eìmgrotr!”
“Nama saya…”
“Hm?”
“Ghibr Doldrah!”
…merubah identitas dengan menggunakan nama gurunya yang ia khianati, dengan harapan bahwa ia bisa menjadi Ghibr Doldrah yang lebih baik dibandingkan pemilik nama aslinya.
……………
8 tahun berselang.
Ghibr sudah menjadi Rounder Kasta Merah di dalam Guild yang diberi nama dengan Chemia.
Penemuannya bersama Chemia berhasil menjadikan Guild tersebut dikenal oleh seluruh warga dunia.
Namun, insting Ghibr kembali merangsang pikirannya.
“*Saya ingin menjadilebih darisekedar penemu*!”
Oleh karena itu, ia pun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih besar daripada semua penemuannya yang berhasil.
Dan lagi, ia merasa diremehkan.
“Hah? Bikin senjata? Buat apaan, Ghibr?”
“Ya pastinya untuk buktiin penemuan kita yang lebih maju, Berius!”
“Ya elah! Nggak usah, kali! Lagian kan Alchemy bagusnya cuma untuk bikin Artifact doang!”
“…”
Merasa diremehkan oleh Berius, Ghibrion pun mulai menjalankan eksperimen berbahayanya, seperti Chimera dan Homunculus, dengan harapan ia menjadi sesuatu yang lebih dari yang ia rasakan saat itu.
……………
Dan saat ini, ketika Ghibrion mendengar pertanyaan Snake.
“Mengapa anda begitu membenci Mahluk Abadi? Mengapa anda begitu terobsesi dengan evolusi Mahluk Fana?
Kekuatan macam apa yang sebenarnya anda cari?”
“(…)”
Mendengar pertanyaan itu, Ghibrion pun menjawab.
“(Saya… cuma mau… buktiin… kalo Mahluk Fana… bisa jadi lebih…dari…)”
“…”
Snake hanya menatap Ghibrion yang sudah tidak bisa berkata-kata.
Dengan meyakini bahwa pria tersebut masih bisa mendengar, Snake pun berbisik di telinganya.
“Anda hanya menginginkan pengakuan saja bukan, Ghibrion Oraglor?”
“(…)”
Ghibrion hanya merespon pertanyaan Snake dengan tetesan air mata.
“Walaupun ini adalah pertama kalinya kita bertemu, saya yakin bahwa anda telah mendapatkan banyak pengakuan dari orang-orang yang anda hormati. Hanya saja, pengakuan mereka tertutup oleh kata-kata yang tidak bisa anda terima. Bukankah begitu, Berius Schrauder?”
“…”
Berius yang menampakkan dirinya hanya terdiam sambil menatap mantan rekannya.
“Maafkan saya jika saya berkata seperti ini, Ghibrion.”
“(…)”
“Andai saja anda tidak terlahir sebagai budak, yang selalu berusaha untuk keluar dari dalam tanah dan hendak mencapai puncak tertinggi, mungkin saja anda bisa menyadari hal-hal kecil, seperti dalam hal pengakuan dari orang lain.”
“(…)”
Walaupun tidak bisa berkata-kata, Ghibrion pun setuju dengan apa yang dikatakan Snake.
Perlahan-lahan, kesadarannya mulai hilang dan ia meninggal dunia.
“Sepertinya urusan saya telah selesai di tempat ini, Berius Schrauder. Jadi, apa yang akan anda lakukan?”
Tanya Snake kepada Berius.
“Gue… nggak tau…”
“Seperti itu kah? Baiklah.”
“*Tap…”
“Pelan-pelan saja. Yang pasti, saya berani menjamin bahwa rekan-rekan anda yang berada di dalam Hidden Dungeon selamat.”
Balas Snake sambil menepuk pundak Berius, lalu meninggalkannya bersama dengan jasad Ghibrion.
Sambil berjalan meninggalkan mereka, Snake pun menggunakan sihirnya untuk memantau rekan-rekannya.
((Shared Vision))
“…”
Dengan sihirnya, Snake melihat dari sudut pandang rekan-rekannya yang berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper, dengan harapan bahwa semuanya berjalan dengan lancar.
Namun…
“!!!”
…ekspektasinya hancur.
“…”
Ia melihat adanya sesosok Iblis dengan tanduk yang keluar dari dahinya, serta sayap berwarna hitam yang besar.
“Tidak saya sangka bahwa anda telah diambil alih, Djinnardio!”
Pikir Snake, sambil berusaha untuk pergi menyusul rekan-rekannya menuju Hidden Dungeon of Whisper.