
Serangan Leo Guild masih belum berhenti. Ketiga Executioners telah menunjukkan kemampuan asli mereka, dengan aksi yang dilakukan oleh Bastheus dan kegilaan yang diperlihatkan oleh Passio.
Oleh karena itu, kini tiga Kepala Komisi juga maju bersama untuk menunjukkan kekuatan asli mereka.
Kali ini adalah pertarungan antara Uchiyoshi dan Bastheus.
“Muahahaha! Sekarang muncul juga lo, binatang!”
“Graugraugrau! Apakah kau terlalu bodoh, sampai tidak bisa membedakan binatang dengan Beastfolk!”
“Hah?! Apa bedanya kalian sama binatang?!”
“Graugraugrau! Tidakkah kau mendengar hal bodoh yang kau tanyakan itu kepada kami?!”
Balas Uchiyoshi, yang hendak melawan provokasi dari Bastheus, dengan provokasinya.
“Muahahaha! Gue akuin lo punya nyali, karena berani ngeledek gue! Padahal lo sendiri juga tau, kalo lo bakal
mati di tangan gue!”
“Graugraugrau! Lagi-lagi kau menyampaikan pernyataan bodoh! Bukan seharusnya kau gemetar ketakutan, jika mengetahui bahwa kau sedang dimangsa oleh seekor harimau?!”
“Muahahaha! Harimau?! Apa maksud lo—”
“…”
Seketika Uchiyoshi berubah wujud, dengan ukuran Tubuh yang lebih besar, serta rambut bercorak loreng di sekujur Tubuh-nya.
“Muahahaha! Itu ya Beast Form lo?!”
“*Swush…”
“Lo pikir gue takut sama kucing berloreng kayak lo?!”
Seru Bastheus, sambil melompat tinggi untuk menyerang Uchiyoshi.
Akan tetapi…
“Gruaaaagh—”
“*Tap…”
“Eh…?”
“*Swush, swush, swush…”
“*BRUK!!!”
…Uchiyoshi mampu menangkap tangan yang Bastheus gunakan untuk memukulnya, lalu memutar dan membanting dirinya.
“(Graugraugrau! Lucu sekali ketika mendengar kebodohanmu, yang tidak bisa membedakan antara kucing dengan harimau!)”
Cemooh Uchiyoshi sambil tertawa lepas.
“Dasar sialan—”
“*Tap…”
“*Swush…”
Kali ini Uchiyoshi menggenggam kepala Bastheus, lalu melemparnya ke atas udara.
“Keuk! Lo lempar gue ke atas?! Jangan lo pikir gue masih nggak bisa—”
“(Menyerangku, maksudmu?!)”
“!!!”
Bastheus terkejut ketika ia tidak menyadari, bahwa Uchiyoshi ada di samping dirinya, yang masih terlempar di atas udara.
{Shiawasena Tora Ken}
“*BHUK!!!”
“Urgh…”
“*SWUSH!!!”
Dengan teknik bela diri miliknya, Uchiyoshi memukul Bastheus dengan sangat keras ke tanah.
“*BRUK!!!”
“Ahagh!”
Karena serangan dari Uchiyoshi, Bastheus pun mengeluarkan darah dari mulutnya.
Tetapi Uchiyoshi belum selesai.
“*Tap…”
“*Swush…”
Sebelum dirinya menyentuh tanah, Uchiyoshi kembali menggenggam kepala Bastheus, lalu ia melemparnya kembali ke atas udara.
“Uaaaargh! D-Dasar kucing bajingan—”
“(Graugraugrau! Mengapa orang bodoh selalu berteriak?! Bisakah kau jelaskan kepadaku, orang bodoh?!)”
Cemooh Uchiyoshi, yang sudah kembali di hadapan Bastheus, yang berada di atas udara.
“D-Dasar brengsek—”
“(Ah, aku lupa! Aku harus mengalahkanmu sesegera mungkin! Oleh karena itu, kau tidak akan ada waktu untuk menjelaskannya kepadaku, wahai orang bodoh! Graugraugrau!)”
Seru Uchiyoshi dengan tawa, sebelum ia menghabisi pria yang sedang ia lawan.
{((Butsuri mahō: Egao no Ken))}
“*BHUKBHUKBHUKBHUKBHUKBHUK……”
“Aaaaarggghhh!!!”
“(Oraaaa!!!)”
“*BHUK!!!”
“*Swush…”
“*BRUK!!!”
Dengan Union Utuh, Uchiyoshi mengalirkan Mana pada tangannya, sebelum ia memukul Bastheus dengan tanpa henti, yang kemudian ia pukul ke bawah dengan sangat keras, hingga tanah memipih karenanya.
“Graugraugrau! Sudah lama sekali aku tidak menggunakan wujudku itu!”
Seru Uchiyoshi, setelah ia kembali dari atas udara dan menanggalkan Beast Form miliknya.
Melihat aksinya, Nagamichi pun gelisah, walaupun sesama Daimyo tersebut memenangkan pertarungan.
“Inikah kekuatan dari Klan Warauneko, yang ratusan tahun yang lalu memegang Komisi Pertahanan?! Berarti ketika bertarung denganku, ia tidak menunjukkan kekuatan aslinya!”
Pikir Nagamichi dengan gelisah.
Sementara itu, pertarungan antara Katanaka dengan Passio.
“*Shring, shring, shring…”
Ratusan sabit darah yang diciptakan oleh Passio terus menyerang Katanaka. Semua sabit darah itu melayang-layang di udara, tanpa digenggam oleh Passio.
((Wakizashi no Tengu))
“*Chring, chring, chring…”
Sementara Katanaka, dengan Beast Form miliknya, terus menghalau sabit darah yang hendak menyerangnya.
Walaupun sudah sangat banyak sabit darah yang ia halau, Katanaka menemukan keanehan dari serangan tersebut.
“Aneh. Mengapa sabit darah ini tidak kunjung hancur?”
Pikir Katanaka dengan heran.
Tetapi lawannya, Passio, justru bersikap seperti tidak memperdulikannya.
“Sayang! Liat deh! Ada mahluk aneh yang masih berani lawan kamu, tuh!”
Sahut Passio kepada Harvestia, tanpa memperdulikan Katanaka yang hendak membunuhnya.
“Katanaka-san! Biarkan aku membantumu—”
“(Belum giliran anda, Toshiko-chan!)”
Seru Katanaka, yang terus menghalau sabit darah ciptaan Passio.
Sambil berusaha bertahan dari sabit darah yang menyerangnya, Katanaka pun memikirkan cara untuk menghancurkan seluruh sabit darah itu.
“Jika semua sabit darah ini tercipta dengan Spirit Armament, sepertinya saya juga terpaksa menggunakan pusaka leluhur saya!”
Pikir Katanaka, sebelum mengeluarkan senjata khusus miliknya dari dalam bayangan.
“*Shringgg…”
“*Shrrrppp…”
“!!!”
Passio sangat terkejut, ketika mendapati seluruh sabit darah ciptaannya yang terhisap oleh pusaka yang Katanaka keluarkan.
“W-Woy! Kok bisa pedang lo itu hisap sabit darah—"
“(Jubokko no Tachi. Pusaka ini adalah pedang yang diciptakan dari batang Jubokko, yang merupakan sesosok Yōkai yang menghisap darah. Dengan kata lain, tidak hanya anda saja yang memiliki Spirit Armament, pengacau!)”
“Y-Yōkai?! Nama apaan, tuh?!”
“(Hmph! Buat apa saya menjelaskannya kepada pendatang yang mengacaukan Kumotochi seperti—)”
“*Crat…”
“Urgh…”
Ketika sedang berbicara, tiba-tiba Katanaka terjatuh. Pedang yang ia genggam juga terlepas darinya.
Melihat dirinya yang terjatuh, Passio kembali meremehkannya, walaupun sebelumnya merasa khawatir karena aksinya.
“Sayang! Liat deh tuh! Ternyata binatang itu banyak omong doang! Sekarang dia justru—”
“(Sekarang! Toshiko-chan!)”
{Ōkami Kenshi: Yoru Ōkamigari}
“*SHRAK!!!”
Ketika Passio sedang lengah, Toshiko bergerak dengan sangat cepat dan menebasnya secara diagonal.
“*CRAAATTT!!!”
“Aaaargh…”
Passio pun terkalahkan, setelah terdapat muncrat darah dari ujung kanan perutnya hingga ke ujung kiri pundaknya.
Akan tetapi, semuanya belum berakhir.
“Toshiko-chan! Tolong hancurkan pedang ini!”
“Menghancurkannya?! Tetapi pedang itu adalah pusaka leluhur—”
“Jika tidak dihancurkan segera… energi kehidupan saya akan terus diserapnya…!”
Jelas Katanaka kepada Toshiko, setelah ia terpaksa menanggalkan Beast Form miliknya.
“Haaaargh!”
“*Krakkk…”
Dengan mudah Toshiko menghancurkan pusaka tersebut.
“Katanaka-san! Apakah kau baik-baik saja?!”
“Ya. Terima kasih karena telah membantu saya.”
“*Tap!”
Balas Katanaka, sembari menerima tangan dari Toshiko, yang hendak membantunya untuk berdiri.
Sedangkan di pertarungan lainnya, di mana Nakatoki sedang menghadapi Marwell.
“*BRUK, BRUK, BRUK…”
“Cih! Nggak disangka dia bisa berubah kayak gitu!”
Seru Marwell dengan kesal, ketika mendapati Nakatoki yang berubah dalam rupa beruang raksasa, yang terbuat dari kayu.
“I-Itu… ((Summon Magic))?”
“Sepertinya bukan Winona. Itu adalah perwujudan dari gabungan antara Union Zona dan Union Utuh miliknya.”
Jelas Royce kepada Winona, sembari menyaksikan antara dua raksasa yang sedang bertarung.
“*BRUK, BRUK, BRUK…”
Beruang kayu raksasa ciptaan Nakatoki terus beradu pukulan dengan mahluk tulang raksasa ciptaan Marwell.
Hal tersebut membuat Marwell semakin gusar.
“Cih! Daripada nggak ada abisnya kalo kayak gini terus…”
“*Krrrrkkk…”
“…mending lo coba pukul tulang ini!”
Seru Marwell, yang mempertebal tulang raksasa miliknya, hingga dirinya tidak terlihat.
Karena tantangan darinya, Nakatoki pun menyerangnya.
Akan tetapi…
“*BRUK!!!”
“Krrrtakk!”
…tangan beruang kayu raksasa ciptaannya justru hancur.
“*Truk, tuk, tuk…”
Kayu-kayu yang hancur itu berguguran. Tetapi Nakatoki terus menyerang dengan beruang kayu raksasa ciptaannya.
“BRUK, BRUK, BRUK…”
““*Truk, tuk, tuk…””
Ia terus menyerang, hingga beruang kayu raksasa ciptaannya tidak tersisa.
“Hmph! Dasar beruang tolol! Padahal lo tau kalo tulang ciptaan gue ini udah sempurna! Tapi masih berani lo
serang—”
“Sempurna, katamu?!”
“Hah?! Lo masih nanya soal itu—”
“Bodoh! Tidak ada yang sempurna di dunia ini! Apalagi dirimu!”
Seru Nakatoki, sebelum ia menyerang Marwell.
{((Surudoi Ki Jū))}
“*Shrrrsshh…”
““*Shrak!””
“Arrrgh!”
Dengan kayu-kayu dari beruang kayu raksasa yang telah berguguran, seketika tumbuh kayu yang sangat tajam, yang menembak Marwell dari bawah.
“*Bruk, bruk, bruk…”
Karena dirinya yang terluka, seketika mahluk tulang raksasa ciptaannya jatuh berguguran.
“Hmph! Mungkin kau berpikir, bahwa kau telah aman karena tulang ciptaanmu, yang melindungimu dari seluruh bagian. Tetapi kau lupa dengan tanah yang kau pijak! Karena tanah dan tumbuhan adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan, maka aku dengan mudah menyerangmu dari tanah!”
Jelas Nakatoki, terkait alasan kekalahan Marwell.
“T-Terus… kenapa lo nggak langsung serang gue aja…?! Kenapa malah adu kuat sama tulang raksasa ciptaan
gue…?!”
“Hmm… kau ada benarnya. Mungkin saja karena sifat alamiku sebagai guru, yang selalu ingin menguji kekuatan muridnya.”
Jawab Nakatoki, sambil menatap Winona dan Royce. Sementara mereka berdua membalas dengan senyuman.
Dengan terkalahkannya Marwell, ketiga Kepala Komisi berhasil mengalahkan The Executioners.
Tetapi, bukan berarti pertarungan selesai.
“*Chring, chring, chring…”
“*Boom!”
“*Fwush…”
Beberapa prajurit masih menghadapi para anggota Leo.
Melihat hal tersebut, Royce pun hendak menghentikan seluruh pertarungan.
“♫La la la lala la…”
Senandung Royce, yang didengar oleh seluruh anggota Leo.
Karena senandungnya itu…
““*Trang, tang, tang…””
““♫Prokprokprok, prokprokprok…””
““Wuhuuuu!!!””
…seketika seluruh anggota Leo melepas senjata mereka masing-masing, lalu menari bersama sambil bertepuk tangan.
“Royce-kun! Apa yang kau lakukan—”
“S-Selama tiga orang itu telah dikalahkan… saya sanggup untuk memanipulasi pikiran… mereka semua… Sensei…!”
Jelas Royce kepada Nakatoki, dengan wajah yang semakin memucat, serta keringat yang berkucuran di dahinya.
“Tunggu apa lagi! Cepat tangkap mereka semua!”
““Baik! Ērukuma-sama!””
Seru seluruh prajurit, yang langsung bergegas untuk menangkap seluruh anggota Leo yang tersisa, yang terus menari-nari tanpa memperdulikan lawan mereka.
……………
Sementara itu, di kediaman khusus Klan Kazedori, di dalam Tenshujū.
“Hmph! Ternyata gini doang semua Kitsune yang ada di sini!”
Seru Leonard, dengan…
“*Crat, crat, crat…”
…lumuran darah semua Kitsune yang berada di kediaman Klan Kazedori.