Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 195. Escape with Demons



Beberapa saat sebelum Eìmgrotr mengalahkan Homunculus Ghibr.


““*Drap, drap, drap…””


“*Puink, puink, puink …”


Myllo masih berlari bersama Machinno dan para Mistyx yang ditangkap oleh Chemia.


Saat berusaha melarikan diri, mereka semua mulai was-was ketika mendengar suatu pengumuman.


“Dengerin saya baik-baik! Chemia Guild diserang dari bawah tanah! Mau gimana pun, kalian semua harus tangkap mere—”


““!!!””


Beberapa Mistyx yang tidak bisa bertarung mulai khawatir.


Namun, lagi-lagi Myllo memberikan respon yang berbeda.


“Dia bilang apa?! Kurang ajar banget!”


““???””


Semua heran dengan pernyataan Myllo.


“Dia bilang kita semua nyerang tempat ini?! Dasar brengsek! Padahal dia yang tangkap kita!”


Seru Myllo dengan kesal.


“Bener juga, sih…”


“Tapi bukannya sekarang waktunya kita harus khawatir, ya?”


“Mau dia bilang apa kek, yang pasti sekarang semua orang yang ada di sini mau tangkep kita lagi, kan?!”


Pikir beberapa Mistyx.


Tidak lama kemudian, rintangan pertama yang harus mereka lewati tiba di depan mata mereka.


“Tunggu! Stop!”


““…””


Semua berhenti ketika salah seorang Mistyx berseru.


“Oi! Ada apa, Adhurz?!”


“Gue bisa ngerasain adanya jejak Mana di depan kita.”


Jelas Adhurz itu kepada Myllo.


“Ada jejak Mana? Maksud lo apa?”


“Ya. Entah kenapa, kita harus hati-hati sama yang ada di depan kita.”


Lanjutnya.


Namun, pada akhirnya mereka mengetahui rintangan macam apa yang harus mereka hadapi.


“Myllo…”


“Ada apa, Machinno?”


“Machinno…”


“Jangan lama-lama jawabnya, Ma—”


“*Hachu!”


““*SHRUK!!!””


““!!!””


Mereka semua terkejut ketika ada sangat banyak tombak yang keluar dari dinding, yang berusaha menusuk bersin yang keluar dari hidung Machinno.


“I-I-Ini…”


“Jebakan!”


Seru beberapa Mistyx, setelah melihat adanya jebakan yang menjadi penghadang bagi mereka.


Akan tetapi, jebakan di lorong tersebut tidak hanya sampai di situ saja.


“*Shrukshrukshruk…”


““!!!””


Mereka terkejut ketika melihat adanya sangat banyak tombak dari dinding yang mengejar mereka.


“HYAAAA!!! LARI SEMUANYAAA!!!”


““HYAAAA!!!””


Karena mendengar teriakan Myllo, mereka semua menjadi panik.


Lalu mereka pun berlari dari kejaran jebakan itu.


“HYAAAAA!!!”


“Ada apa, Machinno?!”


“MACHINNO DAN MYLLO DIKEJAR TOM—”


“LO TELAT!!!”


Teriak Myllo dengan kesal karena reaksi Machinno yang terlambat.


Mereka terus berlari, akan tetapi…


“*Shrukshrukshruk…”


…ada juga tombak-tombak yang menuju mereka dari depan.


“M-Myllo! Kita harus gimana?!”


“Tetep maju!”


“Tapi—”


((Zegin Blow))


“*Fwush!”


Dengan kekuatan Zegin, Myllo menghempaskan tombak-tombak itu hingga patah.


Karena aksinya itu, beberapa Mistyx turut untuk menghancurkan tombak-tombak itu.


““*Vwumm!””


Beberapa Mistyx membakar tombak-tombak itu hingga tak bersisa.


“Oi, semuanya! Di depan kita ada lorong! Ayo masuk sana!”


““Ya!””


Sesuai dengan arahan Myllo, Machinno dan semua Mistyx ikut memasuki lorong tersebut untuk menghindari kejaran tombak-tombak itu.


Namun, rintangan yang mereka hadapi ini belum berakhir.


“Oi, ada yang aneh nggak dari lantai ini?”


““Hm?””


“Kok… kaki gue ngerasa panas, ya?”


“I-Iya juga ya.”


Balas salah seorang Mistyx yang saling bersahutan dengan Myllo.


Bersama-sama, mereka menengok ke bawah.


Lalu, mereka baru saja sadar…


““!!!””


…bahwa lantai yang mereka pijak merupakan besi panas.


“AAAARGH!!! PANAS, PANAS, PANAS! SEMUANYA! LARI DARI SINI!!!”


Teriak Myllo kepada semua tahanan.


Mereka berlari dengan tergesa-gesa karena lantai yang panas itu.


“ADUH! ADUH! ADUH!”


“PANAS, PANAS, PANAS!”


Teriak beberapa Mistyx yang berlari bersama Myllo dan Machinno, sambil merasakan telapak kaki mereka yang panas.


Tidak lama kemudian, mereka keluar dari zona itu.


Namun…


“*Cyiiiittt…”


“Adadadadaw! Licin banget!”


…mereka tiba di lantai yang dilapisi oleh es, yang mana membuat mereka tergelincir.


“Oi, oi, oi!”


“Gue nggak bisa nge-rem!”


Karena mereka baru saja berlari dengan tergesa-gesa, maka mereka semua tidak bisa menjaga keseimbangan dan tergelincir dengan cepat.


Oleh karena itu…


“A-Awas! Di depan kita…”


“A-A-Ada banyak duri di tembok!”


““!!!””


…mereka melaju dengan sangat cepat menuju tembok yang sangat tajam.


Untungnya, mereka masih bisa selamat dari duri itu.


((Barrier Magic: Large Wall))


“*Bwung!”


Dengan sihirnya, Machinno melindungi mereka dengan Barrier Magic yang besar, sehingga tembok berduri itu tidak menusuk mereka dan malah hancur karena sihir miliknya.


“Wuoaaah! Keren, Machinno! Hehehe!”


Namun kali ini, reaksi para Mistyx yang berbeda dengan Myllo.


““Kenapa nggak daritadi pake sihir itu…?””


……………


Setelah berhasil menghadapi jebakan-jebakan itu, mereka terus berusaha mencari jalan keluar dari ruang eksperimen yang jauh berada di bawah tanah Chemia Guild.


Kali ini, mereka berada di dalam ruangan yang sangat gelap.


“Duh! Nggak ada yang bisa nyalain lampu, ya?! Atau pake obor kek!”


Keluh Myllo karena tidak bisa melihat apa-apa.


“Oh ya, kalian semua! Bukannya kalian bisa pake api?!”


“Sebenernya… sihir kita ini bukan api! Ini cuma energi kutukan dari Iblis yang efeknya kayak api, tapi nggak bisa terangin jalan!”


“Oh gitu, ya? Artinya kita harus lewatin ini semua sambil gelap-gelapan.”


Sahut Myllo.


“Semuanya! Kita nggak boleh jauh-jauh dari satu sama lain!”


““Ya!””


Dengan perintahnya, Myllo berusaha untuk jalan melewati ruangan itu dengan berdempet-dempetan bersama tahanan lainnya.


“*Tap, tap, tap…”


“Machinno, ini lo kan?”


Tanya Myllo, sambil menepuk-nepuk Machinno.


“*Tap, tap, tap…”


“…”


“Haaaah… lagi-lagi jawabnya telat!”


Kembali keluh Myllo.


Namun…


“Myllo, mengapa Myllo giginya besar?”


“Hah? Giginya besar? Oh iya! Kok lo tiba-tiba badannya tinggi?!”


…ia telat menyadari, bahwa yang ia sentuh bukanlah Machinno.


“*Ngungg, ngungg, ngungg…”


“Darurat! Ada yang menyusup Ruang Chimera!”


Jelas suara pengumuman, dengan alarm menyala, serta lampu yang menerangi ruangan itu.


“Rrrrrr!!!”


“!!!”


Myllo terkejut ketika ia sadar bahwa yang ia sentuh merupakan hidung dari seekor Chimera yang berada di dalam tahanan.


Sementara Machinno…


“Ah, Myllo ada di sana, ya—”


“WOOOYYY!!! LO MAU DIMAKAN!!!!”


“Hah? HYAAAAAA!!!”


…sangat telat menyadari bahwa ia ada di antara gigi seekor Chimera.


Karena ulahnya itu, Myllo dan Mistyx lainnya hendak membebaskan Machinno dari gigi Chimera itu.


“Haaaah! Akhirnya bebas juga!”


“Myllo! Mending kita keluar dari sini secepetnya! Takutnya semua Chimera ini lepas!”


“OK! Ayo kita lanjut lagi!”


““Ya!””


Dengan begitu, semua berlari kembali untuk keluar dari ruangan itu.


……………


“*Bruk!”


“Oh?! Kita udah keluar dari bawah tanah, ya?!”


Seru Myllo dengan semangat setelah ia merubuhkan sebuah tembok dan mengetahui bahwa ia telah berada di dalam Chemia Guildbase.


Namun…


“*Boom!”


“!!!”


…ia dikejutkan dengan suara ledakan dari luar Chemia Guild.


“Eh?! Ada apaan di luar sana?!”


Tanya Myllo, sambil berusaha memeriksa seisi ruang Chemia Guild.


“Oh iya. Ngomong-ngomong, kok Guild ini sepi, ya?”


““…””


Tidak ada respon dari Mistyx yang menyerang Gazomatron dan tertangkap oleh Chemia. Dengan begitu, Myllo mengetahui bahwa ada sesuatu yang ditutupi oleh mereka semua.


“Woy, kalian! Jelasin ke gue sekarang juga!”


““…””


“*Tuk!”


“Gue ngomong sama kalian, woy!”


Seru Myllo, sambil menghentakkan tongkatnya ke lantai.


““…””


Beberapa Mistyx pun saling bertatap-tatapan dan menjelaskan semuanya kepada Myllo. Mulai dari tujuan mereka menyerang dan bertarung dengan Gazomatron dan unit Gazobot, hingga pertarungan mereka dengan Aquilla.


“Oh gitu? Kalo kalian nyerang negara ini kayak gini, artinya ada yang mimpin kalian, dong?!”


“A-Ada…”


“…”


Seketika insting Myllo merasa ada yang berbahaya.


“Kalo gue boleh tau, siapa nama pimpinan kalian?”


“Dia itu… Bellavitria Mistyx.”


“Bellavitria… Mistyx…?”


“Hm? Keliatannya lo kenal sama—”


“HAAAAAAAAH?!?! PEMIMPIN KALIAN ITU STYX?!?!”


Teriak Myllo dengan terkejut.


“Styx…?”


“Iya! Dia itu temen masa kecil gue!”


““!!!””


Kali ini, semua Mistyx yang dikejutkan dengan pernyataan Myllo.


“Myllo, Styx itu siapa?”


“Kan udah gue bilang, Machinno! Styx itu temen masa kecil gue!”


Kembali jelas Myllo kepada Machinno.


“Machinno, Machinno, Machinno! Mau temenin gue ketemu temen gue, kan?!”


“…”


“Woy! Jangan kelamaan jawab—”


“Mau!”


Seru Machinno sambil tersenyum dengan imut kepada Myllo.


“OK, Machinno! Ayo kita pergi sekarang!”


“OK!”


“Tu-Tunggu!”


““…””


Pernyataan Mistyx itu tidak dihiraukan Myllo dan Machinno yang berlari dan meninggalkan mereka.


Karena itu, salah seorang Mistyx bertanya kepadanya.


“Ada apa? Keliatannya ada masalah sama Bella.”


“Y-Ya. Karena paling terakhir kali gue liat Bella… dia justru lagi bunuh-bunuhan sama anggota Aquilla yang  bertopeng! Kalo di rekannya Myllo…”


““…””


Seluruh Mistyx pun terdiam karena tidak tahu harus bagaimana.


Sedangkan Myllo…


“Hahaha! Ternyata gue ketemu dia lagi di sini!”


…masih berlari dengan bahagia bersama dengan Machinno.


Sampai pada akhirnya…


“Djinn?!”


…ia menyaksikan Wakil Kapten darinya yang hendak membunuh teman masa kecilnya.