Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 380. Chaos Awaits



Aquilla sedang terpisah di dalam Hidden Dungeon. Namun dua grup dari mereka hendak bersama-sama menuju Chamber of Ancient Armament. Tetapi mereka tidak menyadari, bahwa Leonard Rochdale berhasil memasuki tempat tersembunyi itu bersama Guild miliknya, Leo.


Kali ini adalah beberapa saat sebelum Leo Guild memasuki Hidden Dungeon, untuk membawa paksa Myllo ke Chaoseum.


““…””


Daphine berhasil melarikan diri dari Chūbo Town, bersama dengan beberapa anggota Leo.


“*Bruk!”


“Dasar brengsek! Ternyata mereka bener-bener berani untuk khianatin kita!”


Seru Daphine dengan kesal, sambil menendang sebuah pohon.


“Cih! Ternyata orang-orang yang disebut Kepala Komisi itu bener-bener kuat! Nggak disangka kita dikalahin


segampang ini!”


Sahut Gravanghar, sambil menatap beberapa anggota yang terluka karena para Kepala Klan Bangsawan dari Kazedori Bakufu.


“D-Daphine…”


“Kornell! Lo udah bangun—”


“K-Kita… harus cari tempat yang namanya Hidden Dungeon itu… sebelum Bastheus tau… tentang kejadian ini…!”


Jelas Kornell, yang masih dalam keadaan terluka karena pertarungannya dengan Nagamichi.


“…”


Daphine hanya terdiam. Seketika keringat dingin berkucuran di dahinya, setelah Kornell menyebut nama seseorang yang ia takuti.


“T-Tapi… gimana cara kita tau lokasi tempat itu, Kornell…?!”


“K-Kita cari aja sendiri…!”


“Cari sendiri?! Lo kira gue tau di mana—”


“K-Kali ini… biar gue yang jadi umpan…! Sedangkan kalian bertiga… masuk ke dalem sana…!”


Jelas Kornell tentang rencananya.


Karena itu…


“*Phak!”


…Daphine menamparnya.


“Lo gila kali, ya?! Terus gimana kalo lo—”


“K-Kapten kita… yang jadi pacar lo itu… minta gue untuk jagain lo… sebelum dia balik lagi untuk selamatin ki—”


“Jangan sebut nama Charlie lagi, Kornell…”


“T-Tapi—”


“Gue… udah nggak berharap dua kembar itu dateng untuk selamatin kita.”


Sahut Daphine kepada Kornell, sebagaimana mereka merupakan mantan anggota Gemini Party, yang harus


menyaksikan kematian anggota Party mereka di tangan Bastheus, setelah mereka bersama-sama berhasil membiarkan dua pimpinan Party, Charlie Klemens dan Chico Klemens, pergi melarikan diri.


“Denger gue, Kornell!”


“*Tap…”


“Lo itu satu-satunya temen gue dari Gemini…! Tolong jangan bikin rencana kayak gitu lagi…!”


Kata Daphine, sambil memegang pundak Kornell dengan lembut.


“Woy…! B-Bisa diem nggak sih—”


“Jangan banyak ngomong, Phillus! Mending lo fokus untuk sembuhin diri lo a—”


“T-Tapi gue nggak akan tenang… kalo mereka debat kayak gi—”


“Mau gimana pun, mereka itu dulunya satu Party! Lo harus hormatin apa yang mereka bicarain, Phillus!”


Tegas Gravanghar kepada Phillus, yang tangannya telah terpotong karena Katanaka.


“Lagian, lo juga tau sendiri, kan?”


“A-Apa…?”


“Kita semua yang ada di sini… nasibnya nggak beda jauh dari mereka, anggota Taurus, yang masuk ke Hidden Dungeon.”


Kata Gravanghar, sambil mengenggam tangannya dengan keras.


“Kita jadi Petualang. Abis itu kita masuk ke Party. Tapi kita ketemu bajingan yang disebut The Executioners itu! Sampe akhirnya… kita cuma punya dua pilihan….”


“Antara mati…  atau kerja untuk Leo Guild. Itu kan maksud lo…?”


Bisik Phillus, yang melanjutkan perkataan Gravanghar.


“Ya. Intinya, kita semua nggak lebih dari sekedar pengecut yang rela kehilangan kehormatannya sebagai Petualang, demi gabung ke Guild yang ancam nyawanya.”


“Lo bener… Gravanghar. Makanya… wajar aja… kalo kesetiaan kita… nggak lebih dari sekedar paksaan… supaya kita tetap selamat…!”


“Lo bener banget…!”


“*Crat…”


Balas Gravanghar dengan singkat, hingga tangannya berdarah karena kepalan tangannya yang terlalu keras.


“Daphine, jadi kita harus gimana?”


“Kasih gue waktu untuk mikir, Gravanghar. Semoga aja kita bisa mulai bergerak lagi, sehabis matahari terbit.”


“Yaudah. Maafin gue kalo kesannya maksain lo, Daphine.”


“Nggak, kok. Tenang aja.”


Jawab Daphine dengan singkat, sebelum ia hendak berjalan untuk menenangkan dirinya dan memikirkan langkah yang terbaik untuk mengejar Taurus.


“…”


Daphine pun berjalan sedikit jauh dari rekan-rekannya.


Namun…


“*Fwush…”


“Hm?”


…ia merasakan adanya hembusan angin, seakan ada seseorang yang datang menghampirinya.


“Ada siapa di sini?!”


“*Crkck…”


Pikirnya, sambil mengangkat senapan jitu miliknya.


“*Srrk, srrrk…”


“…”


Mendengar deru semak-semak, ia pun membidik semak-semak tersebut.


Hingga akhirnya…


“Meaaw…!”


…nampak seekor kucing, yang berjalan melewatinya.


“Oh, ternyata kucing aja—”


“*Boom!”


“!!!”


Seketika Daphine mendengar suara ledakan yang berasal dari dekat rekan-rekannya. Karena itu ia berlari kembali kepada mereka semua.


Ketika tiba, ia dikejutkan dengan adanya kapal yang ia gunakan bersama anggota Leo yang terbakar dan hancur.


“Cih! Siapa yang nyerang kita?!”


“Nggak disangka udah ada serangan baru dari negara Beastman i—”


“S-Se-Semuanya! Perhatiin baik-baik!


Seru Gravanghar kepada rekan-rekannya, sambil menunjukkan suatu arah kepada rekan-rekannya.


Ketika mereka semua melihat arah yang ditunjuk oleh Gravanghar…


““!!!””


…mereka semua dikejutkan dengan adanya kapal yang sangat besar, dengan patung singa pada bagian depan


kapal, serta bendera Leo Guild yang berkibar di atasnya.


“I-Itu…”


“Itu Nemelion…! Kapal kepunyaan Leonard…!”


Balas Daphine, dengan berbisik kepada Phillus.


“Bastheus! Dasar tolol! Kok lo hancurin kapal itu?!”


“Muahahaha! Sorry banget, Passio! Gue terlalu semangat karena pertama kalinya dateng ke tempat ini!”


Balas Bastheus kepada Passio, di mana mereka berdua berada di atas Nemelion.


“…”


Dengan gemetar ketakutan, Daphine menyaksikan adanya Bastheus, Passio, dan Marwell, bersama para Petualang dari Leo Guild.


“*Bruk! Bruk! Bruk!”


“…”


Daphine semakin gemetar ketakutan, setelah menyaksikan ketiga Executioners tersebut turun secara bergiliran dan mendapati adanya anggota Leo yang Daphine pimpin, yang sedang terluka.


“Haaaah…! Dasar sampah kalian!”


Seru Bastheus kepada seluruh anggota yang Daphine pimpin.


Tanya Passio kepada Daphine dan seluruh anggota Leo yang dipimpinnya.


Karena merasa takut…


“…”


…Daphine pun tidak berani untuk mengakui dirinya sebagai pemimpin.


Hingga tiba-tiba, seseorang mengangkat tangannya di hadapan mereka bertiga.


“G-Gue yang pimpin mereka semua, Passio!”


“!!!”


Daphine terkejut dengan Phillus yang mengangkatkan tangannya.


“E-Eh! Kok—”


“*Tap…”


“…”


Kornell hanya mengelengkan kepalanya, setelah ia menangkap Daphine yang hendak menghentikan Phillus.


“Lo yang mimpin mereka semua?”


“Y-Ya, Passio—”


“*Dhuk!”


“Akh!”


“Pantes aja lo jadi cacat!”


“*Dhuk!”


“Bawa 5 orang dari Aquilla Party aja…”


“*Dhuk!”


“…nggak bisa!”


Seru Passio, sambil terus menendang Phillus yang masih belum pulih sepenuhnya.


“Uhuoogh!”


“*Crat…”


Phillus pun muntah berdarah karena aksi Passio kepada dirinya.


“T-Tunggu, Passio!”


“Hah?! Apa?!”


“K-Kita dikhianatin sama mereka, Taurus Party!”


Jelas Gravanghar kepada Passio, sebelum ia menjelaskan rangakaian kejadian, ketika mereka tiba di Kumotochi.


“Muahahaha! Ternyata berani juga mereka khianatin kita!”


“Hmph! Akhirnya keliatan juga ya taring mereka!”


Seru Bastheus dan Marwell setelah mendengar penjelasan Gravanghar.


Namun Passio memiliki respon yang berbeda.


“Gravanghar!”


“…”


“Mereka beneran masuk Hidden Dungeon?!”


“K-Kita nggak tau, Passio…! Tapi mereka bilang ada tempat itu di sini…!”


Jelas Gravanghar kepada Passio, sebelum…


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


““!!!””


…mereka semua dikejutkan dengan adanya aura yang sangat besar, yang datang dari dalam Nemelion.


“A-A… Aura apa i—”


“*BRUK!!!”


““!!!””


Seluruh anggota Leo yang dipimpin oleh Daphine sangat terkejut, ketika mendapati seseorang yang datang dengan melompat dari atas Nemelion.


“N-Nggak mungkin…!”


“K-Kenapa tiba-tiba… orang ini ikut ke sini?!”


“C-Cih…! Nggak gue sangka…! Leonard ternyata ikut ke tempat ini…!”


Pikir Daphine, Kornell, dan Phillus, ketika menyaksikan Sang Guildmaster dari Leo Guild yang menampakkan


dirinya.


“B-Biasanya dia nggak pernah ikut, kan?! K-Kenapa… tiba-tiba… dia ada di si—”


“Cih! Jijik banget gue liatpemandangan orang-orang lemah kayak gini!”


“…”


Gravanghar, yang sebelumnya sedang berpikir, seketika gemetar ketakutan ketika mendengar seruan Leonard,


sambil bertatapan dengannya.


“Siapa yang bilang ada Hidden Dungeon di sini?!”


“Dia, bos.”


Jawab Marwell kepada Leonard, sambil menunjuk Gravanghar.


“…”


Leonard pun menghampiri Gravanghar.


“Jadi, di mana Hidden Dungeon?!”


“G-Gue nggak tau, Leonard…”


“Nggak tau—”


“Kita cuma dapat informasi dari anggota Taurus aja tentang itu! Tapi kalo pun ada, mungkin mereka udah masuk duluan?!”


Jawab Gravanghar dengan ketakutan, sembari menyaksikan Leonard yang mengepalkan tangannya dengan sangat keras.


“Cih! Dasar tolol—”


“T-Tunggu, Leonard!”


“Hah?! Siapa lo?!”


“G-Gue Phillus, orang yang mimpin grup ini…! G-G-Gue siap penuhin tanggung jawab gue sebagai pimpinan grup…! K-Karena terlalu naif… gue biarin me-mereka semua d-ditipu sama anggota T-Taurus—”


“*DHUK!!!”


“*Crat…”


““!!!””


Gravanghar dan Kornell begitu terkejut ketika melihat Tubuh Phillus yang hancur, setelah Leonard menginjaknya dengan sangat keras.


“…”


Sementara Daphine menutup mulutnya dengan takut karena apa yang ia saksikan.


“Lo! Siapa nama lo?!”


“G-G-Gravanghar…”


“Mumpung Roh orang ini belom masuk ke Spirit Realm, mending lo bilang makasih sebanyak-banyaknya ke dia!


Karena kalo nggak ada dia, lo hampir senasib sama sampah ini!”


“Y-Y-Ya, Leonard…”


Jawab Gravanghar, sebelum ia menundukkan kepalanya kepada jasad Phillus.


“Bos, jadinya kita gima—”


“Bastheus! Passio! Marwell! Kalian masing-masing bawa 10 anggota untuk serang tempat itu! Jangan sampe kalian ngulang kesalahan yang sama kayak orang-orang lemah ini! Paham?!”


““Paham, bos!””


Jawab ketiga Executioners, setelah mereka sama-sama mendapati arah yang ditunjuk Leonard, yang merupakan Tenshujū.


“Bagus! Kalo gitu, gue tunggu kabar baik dari kalian, di dalam Nemelion!”


Kata Leonard, sebelum ia kembali menuju Nemelion.


Sementara itu, di dalam Tenshujū.


“S-Shogun-sama?! Apakah Shogun-sama baik-baik saja?!”


“Mengapa Shogun-sama terjatuh?!”


“Selain itu, mengapa Shogun-sama hanya terdiam dan terlihat ketakutan?!”


Tanya beberapa beberapa Kepala Komisi kepada Tetsuo.


“B-B-Bahaya…!”


“Bahaya?! Apa yang Shogun-sama maksud—”


“Aura yang Kurasakan tadi… se-seakan terasa sepertinya… tanda akan ada bencana yang hendak menuju ke tempat ini…!”


Jawab Tetsuo dengan berbisik, setelah merasakan aura yang luar biasa besarnya dari Leonard, yang berada sangat jauh dari kediamannya.