
Slasher telah menjawab permintan Myllo. Ia telah menceritakan tentang masa lalunya hingga bertemu dengan Tarruc.
“T-Tapi sekarang… gue harus… kehilangan mereka semua…! Hiks! Hiks! Hiks!”
Tangis Slasher, setelah menceritakan masa lalunya yang kelam kepada Myllo dan anggota Aquilla lainnya.
“Teh Gia… Katanaka yang dimaksud dia teh…”
“Ya! Pasti dia Katanaka yang kita kenal! Aku juga nggak nyangka dia sejahat itu!”
Balas Gia kepada Garry. Mereka berdua tidak percaya pria yang dengan perbuatan jahat dari pria yang mereka
kenal baik itu.
Namun setelah mendengar masa lalu Slasher, Luvast justru penasaran dengan Myllo yang menanyakan masa lalunya.
“Myllo, mengapa kamu bertanya tentang masa lalu Slasher?”
“Sebenernya nggak ada alesan yang jelas. Gue cuma mau denger cerita kebaikan abang gue buat Slasher sama anggota Taurus lainnya.”
“…”
Luvast merasa tidak yakin dengan jawaban dari Myllo. Ia merasa masih ada sesuatu yang Myllo sembunyikan darinya.
“Apakah kamu yakin, Myllo?”
“Hah…? Maksud lo…?”
“Maksudku, apakah kamu yakin, bahwa kamu hanya ingin mengetahui perbuatan baik dari Tarruc Taur?”
Kembali tanya Luvast kepada Myllo.
“Haha…! Padahal kita belom ada 1 minggu ketemu di tempat ini. Tapi lo kesannya lo udah selalu ada di samping gue selama bertahun-tahun.”
“Tentu saja, Myllo. Bukankah aku adalah anggota ketiga yang kamu rekrut?”
“Haha! Ya. Sesuai sama yang lo bilang, Luvast. Sebenernya, dulu kalo gue sedih, Tarruc selalu hibur gue.Makanya itu, mungkin denger cerita tentang Tarruc, gue sedikit terhibur. Walaupun dia…”
“…”
Myllo berusaha menguatkan dirinya. Ia masih tidak percaya dengan kematian Tarruc di tangan Leonard.
“T-Tapi tenang aja! Bukan artinya gue terhibur karena denger masa lalu lo, Slasher. Gue terhibur karena Tarruc yang rekrut lo sebagai Petualang kok—”
“Myllo…”
“*Tap…”
“Apa yang sebenarnya terjadi ketika kamu dan Tarruc berhadapan dengan Leonard? Bisakah kamu ceritakan semua kepada kami?”
Tanya Luvast, yang menghentikan Myllo yang sedang berbicara, dengan menyentuh bahunya.
“…”
Myllo pun menceritakan tentang hubungan antara dirinya dengan ibunya, Zophiel, seorang Malaikat, yang kini telah menjadi pelayan bagi Leonard.
“B-Berarti kamu itu…”
“Ya. Ternyata gue juga Kaum Omega.”
Jawab Myllo kepada Gia.
“Tapi bukan itu yang bikin gue sakit hati, karena gue nggak peduli sama darah apapun yang ngalir di dalam badan ini. Tapi…”
““…””
“…gue kecewa sama diri gue, karena gue ngerasa nggak bisa apa-apa, waktu tau ibu gue itu nggak lebih dari
seorang pelayan.”
“M-Myllo…”
Bisik Gia dengan merasa iba kepada Myllo.
“Haha…! Saint Kebebasan macem apa gue? Bahkan gue sendiri nggak tau cara bebasin ibu gue.”
““…””
Gia, Garry, dan Slasher, hanya bisa terdiam ketika mendengar bisikan Myllo. Mereka ingin meyakinkan Myllo, namun mereka bingung.
Tetapi tidak bagi Luvast.
“Jika aku tidak salah, Kaum Omega itu adalah sebutan bagi mereka yang memiliki campuran dari keabadian dan kefanaan pada Tubuh mereka, bukan?”
“I-Iya, Luvast—”
“Jika memang seperti itu, berarti Djinnardio bukanlah Kaum Omega. Tetapi, jika seorang Kaum Omega sama-sama merasakan ketidakadilan di dunia ini, sepertinya Djinnardio bisa kusebut sebagai Kaum Omega, bukan?”
“Et! Emangnya teh bisa sebut eta sianying sebagai Kaum Omega?! Bukannya—”
“Siapa yang kamu sebut anjing, Garry?!”
“H-Hampura, Teh Luvast…”
Balas Garry dengan merasa
bersalah kepada Luvast.
“Myllo, bisakah kamu mendengarku?”
“…”
“Memang Djinn tidak memiliki keabadian di dalam Tubuh-nya, walaupun ia juga berasal memiliki darah campuran. Tetapi ia juga memiliki masa lalu yang tragis, di mana ia juga diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang sekitarnya.”
““…””
“Mungkin aku tidak mengetahui masa lalumu, Myllo. Namun aku hanya bisa berkata demikian kepadamu.”
“…”
“Janganlah putus asa! Karena melihatmu yang putus asa seperti ini tidaklah seperti Myllo yang kukenal, yang memiliki tekad yang besar di matanya!”
Tegas Luvast, dengan maksud meyakinkan Myllo.
“L-Luvast…? Apa maksud lo—”
“Jika kamu pikir aku ingin ikut berpetualang bersamamu karena Djinn, kamu salah besar. Aku ingin ikut berpetualang bersamamu karena kamu, Myllo.”
“Karena gue?”
pada matamu dan Djinn. Melihat kalian berdua, aku pun berpikir…
“Andai saja Djinn menjadi seorang Petualang dan ikut bersama dengan Myllo. Mungkin mereka berdua akan
menjadi duet yang tidak terkalahkan!”
Untung saja apa yang aku harapkan terjadi. Sehingga aku ikut bersamamu, Myllo! Hihi!”
Kata Luvast kepada Myllo, dengan senyum di wajahnya.
Melihat apa yang dilakukan Luvast, Gia dan Garry juga berusaha untuk membujuk Myllo.
“Myllo, kamu bilang tadi apa? Saint Kebebasan macam apa kamu, yang nggak bisa bebasin ibunya sendiri?”
“Y-Ya—”
“Tapi kamu sadar nggak, kalo kamu udah bebasin banyak hal? Kamu udah bebasin aku dari Xia Village, dengan cara rekrut aku. Kamu juga bebasin Garry yang nggak mau pergi dari rumahnya karena kenangannya sama Wilfred.”
“Teh Gia teh bener, Myllo! Sia teh udah bebaskeun Erviga dari eta Malaikat anying! Sia teh juga udah bebaskeun Klan Mistyx dari sigobloug Ghibr! Belom lagi teh warga Mushmush Village sama Kumotochi!”
“…”
Luvast mendengar cerita yang Gia dan Garry. Ia pun menjadi penasaran dengan perjalanan macam apa yang telah dijalani Aquilla. Tetapi ia menahan rasa penasarannya, karena saat ini fokus utamanya adalah meyakinkan Myllo.
“Myllo, kamu telah mendengar kata-kata kami. Oleh karena itu, kami mohon agar kamu tetap semangat untuk memimpin kami—”
“Haha! Makasih banyak ya, kalian semua! Gue makin bersyukur punya anggota kayak kalian!”
“Myllo…!”
Sahut Gia dengan tersenyum, setelah ia dan teman-temannya menyaksikan Kapten-nya yang tersenyum.
“Haaaah…! Maafin gue ya, kalo kalian harus liat tingkah laku gue kayak tadi!”
“Wajar saja, Myllo. Aku pun paham dengan apa yang kamu rasakan ketika harus berhadapan dengan Djinn yang lupa denganku.”
“Hihi! Nggak apa-apa, Myllo! Aku juga ngerasain hal yang sama kok, waktu aku terpaksa harus lawan Lorvah!”
“Bener pisan, Teh Gia! Apalagi waktu eta sianying jadi Iblis—”
““Sssssttt!!!””
Sahut Myllo dan Gia, agar Garry tidak menceritakan tentang Djinn yang dikuasai oleh Zaghemin[3].
“Hm?”
“M-Maksud Garry itu, Djinn waktu itu marah banget kayak Iblis yang ngamuk! Makanya dia susah diberhentiin!”
“…”
Luvast hanya terdiam dengan penasaran yang lebih, ketika mendengar penjelasan Gia.
Dan lagi, ia terpaksa untuk terdiam dan menahan rasa penasarannya.
“Semuanya! Gue boleh minta tolong nggak ke kalian?!”
““Hm?””
“Gue nggak ada dendam untuk Leonard. Karena Kak Sylv, Bang Orvo, bahkan Tarruc sendiri, ngajarin gue supaya gue nggak jadi pendendam. Tapi gue harus ngalahin Leonard, supaya semua yang ada di sini, termasuk ibu gue sendiri, bebas dari dia! Makanya itu…”
““…””
“…kalo ada kesempatan untuk lawan Leonard lagi, gue mau bantuan dari kalian, supaya kalian lawan anggota lainnya, termasuk mereka yang disebut Executioners! Kalian mau, kan?!”
Tanya Myllo kepada anggotanya.
“Haha! Tentu saja, Myllo!”
“Kok kamu pake nanya, sih?! Pastinya aku mau bantu!”
“Sigobloug! Tenang wae, atuh! Kita teh pasti bantu sia, anying—”
“Gue juga…!”
Balas Luvast, Gia, Garry, serta Slasher, secara bergantian.
“Oh ya. Ngomong-ngomong, nama asli lo itu…”
“Ya. Nama asli gue Tanzō Hakuya. Tapi kalo dipikir-pikir lagi… gue nggak pantes pake nama klan itu. Bukan karena gue nggak dianggap mereka sebagai Tanzō. Tapi karena gue nggak sudi untuk pakai nama itu.”
Jawab Slasher, alias Hakuya, kepada Myllo.
“Oh ya! Sepertinya ada satu hal yang ingin kutanyakan kepada kalian! Tetapi aku lupa!”
“Ahahaha! Dasar pelupa!”
“M-Myllo! Aku telah ingat terkait pertanyaanku! Jangan kamu menertawakanku!”
“Mau tanya apa?”
“Bagaimana dengan kabar Djinn dan Dalbert?”
““…””
Gia dan Garry terdiam kembali karena tidak berani menjawab pertanyaan Luvast.
Tetapi…
“Hehe!”
…Myllo justru tertawa.
“M-Myllo—”
“Tenang aja! Insting gue bilang, kalo mereka pasti dateng ke tempat ini! Artinya, kita bisa kumpul sama-sama lagi! Karena mereka pasti buka kesempatan untuk menang lawan Leonard!”
Jawab Myllo kepada Luvast, dengan tawa.
Oleh karena itu, mereka berharap agar tiba kesempatan untuk mengalahkah Leonard beserta Leo Guild.
_______________
[1]Luvast membicarakan tentang dirinya yang menyelamatkan Djinn dari Penampungan yang runtuh, setelah para Kakak Besar mengalahkan dirinya bersama Meldek dan Styx (Chapter 20).
[2]Seorang Dragonewt cilik yang sebelumnya merupakan adik asuh dari Styx. Kini ia hidup sebagai anak asuh dari Bismont Louisson, seorang Duke dari Erviga Kingdom (Chapter 14-2; Chapter 34).
[3]Garry hendak membicarakan tentang Djinn yang dikuasai Zaghemin, ketika mereka sama-sama berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper (Chapter 237).