
Pasukan prajurit Bakufu berhasil mengalahkan seluruh anggota Leo, sementara para Kepala Komisi berhasil
menaklukan The Executioners.
“Yorukiba-sama! Apa yang harus kita lakukan kepada mereka semua?!”
“Tangkap saja! Untuk saat ini, bawalah mereka semua menuju Tsumibito no ori! Biarlah Shogun-sama yang mendakwa mereka semua!”
Seru Toshiko kepada salah seorang prajurit.
“L-Lepas! K-Kita cuma ikutin perintah aja!”
“K-Kita juga nggak mau nyerang kalian! I-Ini semua karena—”
“Diamlah! Apapun alasan kalian, nyawa kalian ada di tangan Shogun-sama!”
Balas salah seorang prajurit kepada beberapa anggota Leo yang protes kepadanya.
““…””
Para Kepala Komisi beserta Winona dan Royce mendengar penjelasan mereka.
Karena itu, Yasukata mengetahui adanya kejanggalan yang terjadi pada pertarungan mereka.
“Semua! Mohon dengarkan aku!”
““…””
Winona, Royce, dan para Kepala Komisi hendak mendengar penjelasan Yasukata.
“Tidakkah kalian merasa familiar dengan kejadian sebelumnya?”
“Familiar? Apa maksudmu, Ishisaru-dono?”
“Hal ini persis dengan apa yang terjadi pada malam hari, di mana mereka semua menyerang kita!”
“Mm?! Maksudmu?!”
Tanya Nakatoki, yang sama herannya dengan yang lainnya.
Kecuali Katanaka.
“Yasukata-kun! Apakah maksud anda, ada dari antara mereka yang menyelinap ke dalam Tenshujū?!”
Tanya Katanaka kepada Yasukata.
“Kau benar! Tetapi tidak hanya itu saja, Katanaka-san! Perhatikan baik-baik! Pemimpin mereka tidak ada di tengah-tengah mereka!”
“J-Jadi…”
“Shogun-sama! Kita harus kembali ke Shogun-sama, secepatnya!”
““…””
Karena itu, mereka bergegas menuju gerbang Kazedori Bakufu, di mana terdapat Tetsuo yang bersama dengan
Hirosuke dan Miyako.
“Semuanya! Kami serahkan mereka kepada kalian!”
““Baik, Nagaimimi-sama!””
Balas beberapa prajurit kepada Nagamichi, terkait The Executioners dan anggota Leo yang telah terkalahkan.
“Cih! Ini kertas apaan sih yang ada di jidat kita?!”
“Padahal kita nggak disegel pake Mana-Restrictions! Tapi kok kita nggak bisa pakai sihir?!”
“Apa mungkin… kertas di jidat kita ini segel yang dipake di tempat ini?!”
Sahut The Executioners secara bergantian, dengan terikat oleh rantai yang besar, serta segel di dahi mereka masing-masing.
““…””
Winona dan Royce mengikuti para Kepala Komisi yang mengkhawatirkan Tetsuo.
Hingga akhirnya mereka tiba di hadapan Tetsuo, yang masih terlihat aman tanpa adanya jejak pertarungan. Di
sampingnya terdapat Hirosuke dan Miyako, yang ikut menyaksikan pertarungan mereka.
“Mengapa kalian kembali—”
“Shogun-sama! Para penyerang telah kami tangkap! Tetapi kami tidak menemukan pemimpin mereka!”
“Kami awalnya mengira, bahwa Shogun-sama akan diserang oleh mereka semua! Tetapi—”
“*BRUK!!!”
““!!!””
Tetsuo dan semua yang berada di dekatnya dikejutkan dengan seseorang yang terhempas di udara, dari dalam
Kazedori Bakufu.
“*Bruk, bruk bruk…”
“B-Bukankah ini—”
“Ryūtaro-dono!”
Seru Katanaka dengan khawatir, setelah mendapati Ryūtaro yang terpental dari dalam Kazedori Bakufu.
“S-Sial…! Andai aku… lebih kuat lagi…!”
“Ryūtaro-dono! Ryūtaro-dono! Bertahanlah!”
“…”
Ryūtaro pun tidak sadarkan diri, dengan luka di sekujur Tubuh-nya.
“Bukankah ia seharusnya sedang beristirahat, setelah bertarung dengan beberapa anggota Klan Kazedori kala itu?!”
“Mengapa ia justru terluka seperti ini?!”
Seru beberapa Kepala Komisi, yang mengkhawatirkan Ryūtaro.
Sedangkan Tetsuo…
“*Brak!”
“Sial!”
…merasa kesal karena keadaan Ryūtaro.
“Tetsuo-kun! Artinya…”
“Pria yang sebelumnya menggunakan sihir yang sangat berbahaya tadi… telah memasuki Tenshujū… tanpa
sepengetahuan-Ku!”
Seru Tetsuo dengan kesal karena merasa lalai.
Hingga akhirnya, pria yang menyerang Ryūtaro menampakkan dirinya di hadapan mereka semua…
““…””
…dengan lumuran darah di Tubuh-nya.
“Cih…! T-Ternyata… dia berhasil bantai semua anggota Klan Kazedori…!”
Bisik Tetsuo dan Miyako dengan kesal, karena mengetahui kematian seluruh anggota klan mereka.
“Ke-Keterlaluan—”
“Tunggu, Miyako-san!”
“Tetsuo-kun! Jangan tahan aku! Biar—”
“Jika Kau menyerangnya secara gegabah… maka Kau akan bernasib sama dengan saudara-saudari kita… dan tidak bisa membalaskan dendam mereka…!”
“Cih!”
Miyako pun terpaksa menahan serangannya atas pria tersebut, setelah Tetsuo berhasil menghentikannya.
““…””
Winona dan Royce menatapnya dengan perasaan cemas dan takut. Sementara Nakatoki menatap kedua muridnya dengan heran.
“Royce-kun, Winona-kun, apakah kalian mengenal—”
“Kami… sangat mengenal… pria bernama Leonard Rochdale itu… Nakatoki-Sensei…!”
“Karena dia itu… pemimpin dari orang-orang yang udah hancurin Party kami, Sensei!”
Jelas Royce dan Winona secara bergantian kepada Nakatoki.
“Cih! Keterlaluan! Beraninya dia—”
“Semuanya! Jangan ada yang bergerak!”
Perintah Tetsuo kepada seluruh Kepala Komisi yang ingin menyerang Leonard.
“Kau! Apa yang telah kau lakukan di kediaman kami?!”
“Yang gue lakuin? Gue cuma nyari orang yang berani lawan gue aja, kok. Lo nggak perlu khawatir sama orang-orang lemah yang lagi dirawat itu. Gue nggak akan nyentuh mereka. Justru, Wind Dragon itu yang tiba-tiba serang gue duluan. Hmph! Dia aja lupa sama kondisinya yang lagi lemah begitu!”
“B-Bagaimana dengan… Klan Kazedori…?!”
“Hmph! Naga ini aja nggak bisa ngapa-ngapain! Apalagi semua Kitsune itu?! Masih untung Naga ini masih hidup! Karena dia nggak selemah anggota klan lo, yang terpaksa gue bantai semua, tanpa sisa!”
Jelas Leonard kepada Tetsuo.
“A-Apa yang kau inginkan di tempat ini?!”
“Grahaha! Ternyata langsung ke intinya, ya?! Yaudah! Nih gue jelasin ke kalian tentang yang gue mau, mulai dari yang nggak paling penting, ke yang paling penting!”
“…”
Tetsuo menunggu jawaban Leonard dengan khawatir.
“Pertama! Gue mau orang-orang yang kuat, yang bisa gue bawa ke arena pertarungan gue yang namanya Chaoseum!”
“Ch-Chaoseum?! Tempat macam apa itu?!”
“Itu tempat di mana gue didik orang-orang yang kuat, supaya mereka semakin kuat, tanpa rasa belas
kasihan! Nantinya mereka gue adu satu sama lain! Tapi sekarang gue kekurangan orang, karena setiap orang yang gue bawa gampang mati! Makanya gue sekarang adu mereka sama mahluk asing! Jadinya gue butuh banyak Mahluk Abadi untuk jadi Tantangan yang nantinya bakal dilawan Petarung yang gue bawa dari sini!”
““!!!””
Mereka semua terkejut dengan penjelasan Leonard. Karenanya, mereka menjadi semakin marah.
“Tantangan?! Apakah kau menyamakan Ryūtaro-dono dengan mahluk asing yang layak dibunuh?!”
“Jika kau kekurangan orang yang akan dijadikan sebagai Petarung, artinya kau sama saja menumbalkan mereka
semua!”
Seru Nagamichi dan Nakatoki dengan kesal.
“Gue nggak peduli kalian mau ngomong apa, yang pasti ada satu hal yang paling penting yang gue butuh!”
“Yang paling penting?! Jika sebelumnya kau anggap tidak penting, maka apa yang jauh lebih berharga daripada orang-orang kuat yang kau minta?!”
Tanya Tetsuo kepada Leonard, dengan gugup.
“Myllo Olfret! Dia orang yang paling gue butuhin dari semuanya! Karena dia itu adek dari salah satu orang paling kuat yang pernah gue temuin di dunia ini!”
““!!!””
Kembali semua dikejutkan dengan permintaan Leonard.
“Makanya itu, karena gue denger dia masuk Hidden Dungeon di tempat ini, gue butuh arahan dari kalian untuk masuk sana! Cepet bawa gue ke sa—”
“Ia adalah seseorang yang sangat Aku hormati! Tidak akan Kubiarkan dirimu memaksanya untuk ikut serta denganmu!”
Tegas Tetsuo dengan yakin kepada Leonard.
Tetapi mendengar apa yang ia katakan, Leonard hanya tersenyum.
“Lo nggak perlu khawatir! Karena gue yakin, kalo dia pasti mau ikut gue! Lagian ada beberapa hal yang gue punya, yang pasti dia mau dari gue!”
“A-Apa maksudmu?!”
“Mulai dari salah satu anggotanya yang ada di tangan gue, teman lama Sylvia kakaknya, juga rahasia tentang dia, yang bahkan nggak dia tau!”
Jelas Leonard kepada Tetsuo terkait Myllo.
“Rahasia tentangnya?! Apakah kau hendak mengancamnya, pengacau?!”
“Grahahaha! Pengacau, ya?! Mungkin itu panggilan yang lebih menarik di kuping gue, daripada Penakluk!”
““!!!””
Beberapa di antara Kepala Komisi mengetahui maksud dari Leonard.
“P-Penakluk?!”
“Apakah anda termasuk Petualang yang dianggap berbahaya di dunia ini?!”
“…”
Tanya Nagamichi dan Katanaka, yang didengar oleh Tetsuo.
“Apa maksud kalian?!”
“Penakluk adalah Petualang yang tidak diakui oleh dunia, karena mereka ingin menaklukan dunia, agar mereka mendapatkan Titan Heart!”
“…”
Leonard kembali tersenyum ketika mendengar penjelasan Royce.
“*Shringgg…”
“…”
Leonard hanya menatap Tetsuo, yang menghunuskan pedangnya.
“Aku tidak memperdulikan dirimu yang hendak mengambil Titan Heart! Tetapi membawa Myllo-san dengan paksa adalah sebuah kejahatan besar di mata-Ku! Oleh karena itu, Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari Kumotochi, dalam keadaan hidup, Pengacau!”
“Hmph!”
Kembali Leonard tersenyum, setelah menyaksikan Tetsuo yang hendak bertarung dengannya, bersama Kepala Klan lainnya.