
Aquilla berhasil melarikan diri bersama Ryūtaro, dengan bantuan tiga anggota Perlawanan.
Dengan berhasilnya mereka melarikan diri, serta hilangnya nyawa salah satu pimpinan prajurit dari Klan Hiboshino, maka dapat disimpulkan bahwa kali ini Bakufu mengalami kekalahan besar.
Kali ini, di dalam Tenshujū, di mana seluruh Kepala Klan berkumpul kembali.
“*Brak!”
“Kakakku… Kakakku terbunuh?! Yang benar saja?! Siapa yang berani membunuhnya?!”
Seru Hiboshino Hirosuke, Kepala Klan Hiboshino, dengan amarah yang meluap, sambil memukul meja hingga hancur.
“Tenangkanlah dirimu, Hiboshino-dono. Aku tahu apa yang engkau rasakan, tetapi—”
“Janganlah engkau memerintahkanku, Ishisaru-dono! Tidakkah engkau melakukan reaksi yang sama, ketika saudaramu terbunuh seperti—”
“*Shringgg…”
“!!!”
Seketika Hirosuke diancam oleh Yorukiba Bushimaru, Kepala Klan Yorukiba, dengan mengarahkan pedang miliknya pada leher Hirosuke.
“Saat ini situasi sedang genting. Janganlah engkau memperburuk suasana, Hiboshino-dono.”
“Yorukiba-dono…! Apakah engkau mengancamku…?!”
“Jika aku berkata bahwa aku benar-benar mengancammu, apa yang bisa kau lakukan dari pedangku yang akan mencabut nyawamu?”
“Keuk…!”
““…””
Situasi antara Kepala Klan memburuk. Kepala Klan lainnya hanya bisa menatap dua Kepala Klan tersebut.
Hingga akhirnya, seseorang dari antara mereka angkat bicara.
“*Bruk!”
“Hentikan, kalian berdua!”
“Atsutaka-dono! Jika aku melepaskan pedangku—”
“Seperti yang kau katakan, Yorukiba-dono! Situasi saat ini sedang genting! Akan tetapi perbuatanmu saat ini sangatlah berlawanan dengan yang kau katakan! Hentikan sekarang juga!”
“Baiklah.”
“*Shring.”
Balas Bushimaru, sambil memasukkan kembali pedangnya.
“Hiboshino-dono. Mohon kuatkan dirimu sejenak, sebelum kita memulai pembahasan kita terkait Warga Bawah yang ikut dengan Faksi Perlawanan. Jika tidak kuat, maka engkau bisa—”
“Baiklah! Lanjutkan saja!”
Sahut Hirosuke kepada Atsutaka Akawashi, Kepala Klan Atsutaka, sebelum mereka memulai pembahasan.
“Dari informasi yang kita dapatkan, Wind Dragon yang bernama Ryūtaro telah terlihat kembali di sekitar Kumotochi. Namun kali ini, ia tidak datang sendirian.”
Jelas Ishisaru Yasukata, Kepala Klan Ishisaru, sambil memaparkan beberapa ukiran gambar kepada seluruh Kepala Klan.
“Pertama, ada seseorang yang menggunakan tongkat. Dari informasi yang kita dapatkan dari para prajurit, ia
berani menentang Taisa Hiboshino Shinwa.
Kedua, dalang dibalik pembunuh Taisa Tennote Hiboshino, yang menggunakan senapan laras panjang, serta tudung berwarna hitam gemperlap.
Selain mereka berdua, terdapat seorang pria berbadan sedikit pendek, seorang wanita dengan pedang besar,
seseorang bertopeng, dan juga sesosok mahluk asing.”
Kembali jelas Yasukata, yang mendeskripsikan seluruh anggota Aquilla. Mulai dari Myllo, Dalbert, Garry, Gia, Djinn, dan Machinno.
Hingga akhirnya, salah satu dari antara mereka mulai menyadari sekelompok orang yang dideskripsikan itu.
“Sepertinya aku mengenal mereka.”
“Atsutaka-dono?”
“Ya. Aku mengenal mereka dari sumber informasi yang telah kudapatkan dari Dunia Bawah.”
Puji Nagaimimi Nagamichi, Kepala Klan Nagaimimi, kepada Akawashi.
“Tunggu sebentar, masih ada yang aku informasikan kepada kalian.”
Sahut Kepala Klan Atsutaka.
“*Click…”
Ia pun membunyikan jarinya, lalu…
““Kami datang, Atsutaka-sama!””
…datanglah beberapa Ninja dari Komisi Intelijen.
“Berikanlah beberapa kepingan kertas yang bernama GT News.”
““…””
Tanpa berbicara, mereka langsung memberikan beberapa GT News yang diminta oleh Kepala Klan Atsutaka, sebelum mereka meninggalkan ruang rapat itu.
“Aquilla Party?!”
“Apakah ini—”
“Tidak, Nagaimimi-dono. Itu bukanlah kelompok yang dipimpin oleh wanita itu—”
“Tunggu! Tetapi pria bertongkat ini…”
“Ya. Ia merupakan adik dari wanita itu.”
““!!!””
Jelas Akawashi terkait Sylvia dan Myllo, yang mengejutkan seluruh Kepala Klan.
Akan tetapi, ada satu orang yang mendengar berita tersebut dari balik tirai.
“Sepertinya mereka sama bahayanya.”
““*Druk!””
““Shogun-sama!””
Seru seluruh Kepala Klan, sambil bersujud bersama menghadap Shogun yang berada di balik tirai.
“Jika pria itu mewarisi nama kelompok itu, pastinya pria itu juga mewarisi tekad yang sama. Tambah lagi…”
““…””
“…ayah-Ku, yang menjadi Shogun sebelumnya, bahkan tidak sanggup mengalahkan wanita itu, walaupun pertarungan mereka tidak lebih dari sekedar latihan saja.”
““!!!””
Seluruh Kepala Klan terkejut mendengar penjelasan Shogun.
“Sh-Shogun-sama! Bagaimana hal tersebut terjadi kepada—”
“Tambah lagi, seperti yang kalian ketahui, ayah-Ku merupakan seorang penjaga seperti beberapa dari antara mereka yang berada di Dunia Bawah, bukan? Justru karena pertarungan tersebut, mereka menjadi lebih bersahabat. Tetapi, angin yang Kurasakan ini menandakan bahwa pria tersebut sama berbahayanya dengan kakaknya. Anggap saja, pria tersebut tidak hanya diwariskan kekuatan saja. Tetapi juga diwariskan tekad yang sama dari wanita itu”
Jelas Shogun dengan panjang lebar kepada seluruh Kepala Klan.
“Jadi, apa yang harus kami lakukan, Shogun-sama?”
“Samakan prioritas pencarian mereka dengan pencarian Ryūhime! Besar kemungkinan mereka akan saling bertemu! Jika kalian sama-sama menemukan mereka, maka kalian mampu menangkap mereka bersama secara langsung, bukan?”
“Seperti melempar sebuah batu dan mengenai dua ekor burung.”
“Ahahaha! Apakah pantas engkau berbicara seperti itu, Atsutaka-dono?!”
Tawa Shogun kepada Akawashi.
Walaupun tertawa, sebenarnya ia merasa gugup dari balik tirai yang menutupi dirinya dari seluruh Kepala Klan.
“Kelak jika Aku bertemu dengan adik wanita itu, apakah mungkin Aku juga bernasib yang sama seperti-Mu, Ayah?”
Pikir Shogun dengan perasaan tidak baik tentang Myllo.