Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 257. Curseborn



Pertarungan antara tiga Permaisuri Laguna melawan Chyrra di Brichaudry Point.


“*Swush, swush, swush…”


Acolyte tersebut terus terbang ke sana dan kemari untuk menyerang Siren tersebut.


““*Bwush, bwush, bwush…””


“Ia bergerak dengan sangat cepat! Kita tidak akan bisa menyerang menggunakan sihir kita!”


“Kau benar, Kakak Delolliah! Yang bisa kita lakukan hanya menghindari serangannya saja!”


Balas Jennania, sambil terus berusaha agar serangannya dapat menyentuh Chyrra.


“Angela! Kau adalah seorang Observer, bukan?! Kami membutuhkan saran darimu secepat—”


“Depan anda! Nyonya Jennania Laguna!”


“!!!”


Jennania dikejutkan dengan Chyrra yang tiba-tiba datang menghampirinya dengan sangat cepat. Acolyte tersebut mengeluarkan cakar dan lidah yang terlihat sangat tajam dengan tujuan untuk menggigitnya.


““Hraaagh!””


““*Bwush!””


“Urgh! Brengsek!”


Seru Chyrra, setelah ia menerima serangan dari Delolliah dan Nemesia dari kedua sisi.


“Hooo… Akhirnya kalian bisa nyerang gue, ya…?! Kalo gitu… kali ini gue nggak bakal kasih ampun!”


““*SWUSH, SWUSH, SWUSH…””


Gerakan dari Chyrra menjadi lebih cepat lagi dari sebelumnya. Dengan gerakan tersebut ia berusaha untuk membuat tiga Siren tersebut lengah, sebelum ia menyerangnya.


Melihat itu semua, Angela pun mengetahui apa yang harus dilakukan oleh mereka bertiga.


“Nyonya-nyonya sekalian, lindungi diri kalian menggunakan sihir khas milik Siren!”


“Baiklah! Biar aku saja!”


Sahut Nemesia, sebelum merapal sihirnya.


((Sirena: Cubrir))


Dengan sihirnya, Nemesia membentuk sebuah kubah berbentuk air yang mengelilingi ia dan kedua adiknya,


sebelum Chyrra datang menyerangnya.


“Cih! Dasar Mahluk Abadi sialan!”


Seru Chyrra dengan kesal, sebelum ia meningkatkan daya serangnya untuk menembus kubah air tersebut.


“*SWUSH!”


“Graaaaagh!”


“*Bwush…”


Chyrra berhasil menembus kubah air ciptaan Nemesia, walaupun tubuhnya terasa sedikit sakit.


Akan tetapi…


“Hah?! Ke mana mereka?!”


…ia tidak menemukan Tiga Permaisuri Bersaudari tersebut.


Tiba-tiba, dari sisi dalam kubah air ciptaan Nemesia, mereka bertiga menampakkan diri dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyerang Chyrra.


((Sirena: Tridente))


“*Shruk…”


“Aaargh!!!”


Dengan menggunakan Sihir Siren yang serupa, mereka bertiga menusuknya.


((Sirena: Paralizada))


“Cih! Kenapa gue nggak bisa bergerak?!”


Seru Chyrra, setelah Delolliah membuatnya tidak bisa bergerak menggunakan Sihir Siren miliknya. Dengan


Delolliah yang menahan dirinya, Nemesia dan Jennania berusaha untuk menetralisir kekuatan Iblis di dalam tubuh Insectant tersebut.


((Sirena: Saniamiento))


“*Bwush…”


“Aaargh! J-Jangan macem-macem lo sama kekuatan gue!”


Teriak Chyrra, yang merasakan kekuatan Iblis miliknya menjadi tidak stabil karena dua Siren tersebut.


“Terima kasih, Angela! Berkat akal cerdikmu, kita mampu menahannya!”


“Ya. Senang bisa membantu anda sekalian.”


Jawab Angela kepada Delolliah.


Rencana yang ia rancang tersebut terjadi beberapa saat sebelum ia meminta tiga Siren tersebut untuk melindungi dirinya.


“*Bwush…”


Ketika Nemesia membuat kubah tersebut, Angela menjelaskan sedikit tentang Chyrra.


“Wanita itu merupakan Insectant yang memiliki klasifikasi serupa dengan serangga dari keluarga Belostomatidae. Mereka biasa hidup di perairan dan memangsa hewan yang bahkan lebih besar menggunakan racun dari air liur dan cakarnya.”


Jelas Angela.


“Serupa dengan serangga air, kah? Jadi, dia hanya terbang menggunakan sayap Iblis miliknya saja?”


“Anda benar, Nyonya Nemesia Laguna. Oleh karena itu, jika kita menjebaknya dan menetralkan kekuatan Iblis


miliknya, maka kita bisa mengalahkannya.”


Jawab Angela, sebelum ia menjelaskan rencananya yang telah ia lancarkan bersama ketiga Siren tersebut.


Walaupun ada sedikit kendala dalam tahap akhir dari rencana yang ia susun.


“Keuk!”


“M-Mengapa susah sekali menetralkan kekuatan wanita ini?!”


Seru Jennania yang menetralkan kekuatan Iblis Chyrra dengan sekuat tenaga bersama Nemesia.


“Gue benci kalian… Gue benci kalian! Dasar ******!”


““…””


Mereka berempat hanya menatap Chyrra yang mengutarakan rasa kebenciannya kepada mereka. Karena seruan darinya, Angela mulai mengetahui kekuatan Iblis miliknya.


“Semakin anda membenci atau marah, semakin kuat anda. Artinya, anda memiliki Hatred Curse sebagai Curseborn milik anda. Bukankah begitu?”


“…”


“Hatred Curse?! Berarti wanita ini mendapatkan kekuatan langsung dari Demon Lord?!”


“Anda benar, Nyonya Nemesia Laguna.”


Jawab Angela kepada Nemesia, setelah ia mengetahui tentang Acolyte.


Namun, sambil mereka berusaha menetralisasikan kekuatan Iblis tersebut, mereka teringat akan satu hal yang sebelumnya mereka hadapi.


“Artinya… Djinn juga memiliki Hatred Curse, kah…?”


Bisik Delolliah yang mengkhawatirkan temannya.


……………


Di Voxhaben Point, di mana pertarungan antara Dalbert melawan Sickus.


“*Bruk…”


Dalbert, yang sebelumnya berlari sekuat tenaga, seketika terjatuh karena tidak bisa menahan rasa lemas dan sesak karena kekuatan sihir milik Acolyte yang sedang dihadapinya.


“Percuma lo lari sana-sini, Dalbert Dalrio! Eh, untung deh!”


“…”


Dalbert menatap Sickus yang terus berjalan dan mengikutinya.


“Kalo lo nggak sakit sambil lari-larian, mungkin gue nggak perlu buang-buang tenaga gue untuk lukain lo! Pasti sebentar lagi lo udah mau mati, kan…?! Huhueahueahuea!”


“Cih… dasar sinting—”


“*Bruk…”


Dalbert kembali terjatuh, ketika ia mencoba untuk berdiri. Namun Tubuh-nya sudah tidak kuat untuk berlari dari kejaran Sickus. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi ajal baginya.


((Fire Magic: Scorching Nullifier))


“*VWUMMM……”


“!!!”


Sickus dikejutkan dengan adanya api yang sangat besar yang melesat menuju dirinya.


Karena ia lengah…


“*Cyut…”


“…”


…ia tidak menyadari bahwa Dalbert telah ditarik oleh Zhivreeg menggunakan benang lengket miliknya.


“Dalbert! Pake ini!”


“…”


Zhivreeg memasangkan sebuah topeng gas di wajah Dalbert. Dengan topeng gas tersebut, Dalbert tidak hanya bisa bernafas dengan normal.


“Eh?! Kok gue tiba-tiba sembuh?!”


Tanya Dalbert dengan penasaran.


“Ini teknologi ciptaan Berius! Karena topeng ini, setiap gejala penyakit di dalam Tubuh lo bisa netral!”


“B-Berius?! Kok dia ada di Gazomatron?!”


Pikir Dalbert, setelah ia mendengar penjelasan dari Zhivreeg, sambil menyaksikan Sickus yang selamat dari luka bakar dari sihir Eìmgrotr.


“Haaaah…! Ternyata masih ada teknologi aneh yang namanya Artifact itu, ya? Mungkin gue nggak terlalu


permasalahin lo yang masih bisa selamat, Giant. Yang gue permasalahin sekarang, serangga sama pecundang itu masih bisa selamat dari kutukan yang gue pakai!”


Kata Sickus, sambil menatap tajam Dalbert.


“Kalian pake teknologi kayak gitu, kan? Hmph! Nggak masalah buat gue. Karena mau sebagus apapun teknologinya…”


“*Fwup…”


“…pasti nggak akan bisa cegah kutukan gue!”


Seru Sickus, sambil membentangkan lengannya secara lebar, sebelum ia merapal sihirnya.


((Disease Curse: Syndrome Expansions))


““???””


Dalbert, Zhivreeg, dan Sickus merasa heran dengan sihir yang dikeluarkan oleh Sickus. Hingga akhirnya, Angela yang menyaksikan pertarungan mereka lewat burung gagak di pundak Dalbert, berhasil menganalisa kekuatan Sickus.


“Semuanya, waspada!”


“Ada apa, Angela?”


“Kini wabah penyakit yang tersebar di udara menjadi lebih besar! Berhati-hatilah anda sekalian!”


Jelas Angela kepada rekan-rekannnya.


“Lebih besar, ya? Kalo misalkan kita langsung…”


“*Crrkck…”


“*DOR!!!”


“…bunuh orang ini, kira-kira gimana?”


Tanya Dalbert, yang merubah senjata miliknya menjadi senapan jitu dan langsung menembak kepala Sickus


hingga hancur.


“S-Saya tidak tahu, Tuan Dalrio. Mungkin saja cara anda bisa menaklukan Acolyte tersebut, asalkan—”


“Jiwa gue hancur. Gitu kan maksud lo, Witch?”


““!!!””


Mereka berempat terkejut, setelah melihat ada sangat banyak Sickus yang tiba-tiba muncul di udara.


“Biar gue jelasin sedikit. Kalian inget bola-bola yang gue lempar, bukan? Nah, karena bola-bola yang pecah tadi


ngeluarin energi terkutuk di sekitar udara, jadinya gue pakai udara yang terkutuk ini untuk timbulin sel penyakit yang bisa dihirup orang lain, atau buat ilusi kayak sekarang, deh!”


Jelasnya tentang sihir kutukan yang ia gunakan.


“Artinya kita harus mencari wujud aslinya, kah?”


“Cih! Nyusahin juga orang ini!”


Sahut Eìmgrotr dan Zhivreeg, sementara Dalbert hanya terdiam.


“Intinya gue harus lawan pecundang, ya?”


“…”


“Duh, sialan! Gue nggak bisa lawan pecundang!”


Pikir Dalbert tentang Sickus, sambil mencari dirinya yang masih bersembunyi.