Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 267-1. Mortal's Nature



“Jarva! Bangunlah, nak! Matahari sudah terbit! Waktunya kamu menemani nenek!”


“…”


Ternyata sudah pagi, kah?


Aku harus menemani nenek untuk pergi berjualan!


“Sebentar, nek! Aku hendak bersiap-siap dulu!”


“Baiklah! Nenek akan tunggu! Cepatlah bersiap-siap, nak!”


“Ya, nek! Tunggu seben…”


“…”


A-Apa ada yang memperhatikanku?! Mengapa aku merasa ada seseorang yang berada di kamar tidurku?!



Ah, tidak. Sepertinya hanya imajinasiku saja.


“Baiklah! Waktunya menemani nenek!”


Namaku adalah Jarvanaag Mistyx. Inilah keseharianku.


Pagi hari bangun dan menemani nenek berjualan di pasar hingga siang hari. Ketika hari sudah petang, aku


bermain bersama teman-temanku yang berada di Mistyx Village.


Saat ini, aku sedang berjalan menuju pasar yang berada di Korsair Town, yang lokasinya berada di dekat


Krokaris Capital.


Di mataku dan beberapa warga Principality of Kronovik, nenek adalah wanita yang baik. Walaupun begitu, aku


merasa heran dengan beberapa warga yang membicarakan nenek.


“Yang jualan Klan Mistyx, ya? Bisa-bisa makanan yang dia jual itu ada daging dari korban perang!”


“Heh! Ngomongnya ngasal banget! Nggak sopan ngomongin orang kayak gitu!”


“…”


Aku masih merasa heran dengan beberapa warga negara ini.


Mengapa mereka membicarakan nenek seperti itu?


Apakah ada yang salah dengan Klan Mistyx?


Apakah kami tidak lebih dari sekedar klan pembunuh yang ditakuti oleh mereka semua?


Namun begitu, ada yang lebih mengherankanku daripada 3 pertanyaan yang tertanam di dalam benakku.


“Nenek, aku mendengar beberapa orang yang membicarakan—”


“Nenek yang merupakan Klan Mistyx. Itu maksudmu, bukan?”


“T-Ternyata nenek juga mendengar mereka, ya? Hmph! Dasar orang-orang yang aneh! Mereka—”


“*Tap…”


Nenek mengelus-elus kepalaku.


“Jarvanaag, dengar nenek baik-baik. Dunia ini selalu mendikte seseorang berdasarkan dari darah dan daging mereka.”


“Darah dan daging?”


“Ya. Contohnya seperti ini…


Ia adalah Klan Mistyx. Pasti ia seorang petarung berdarah dingin;


Ia merupakan seorang Elf. Pasti ia memiliki ilmu sihir yang besar;


Ia merupakan seorang Dwarf. Pasti ia seorang pandai besi yang gila harta;


Ayahnya merupakan seorang pencuri. Pasti ia akan menjadi pencuri.


Seperti itulah maksud nenek.”


“Mengapa mereka selalu mendikte seperti itu, nek?”


“Hmm… Anggap saja hal tersebut merupakan sifat alami dari mahluk di dunia ini.”


Nenek mengatakan sifat alami, ya?


Apa mungkin aku akan melakukan hal yang sama seperti mereka?


“Maka dari itu, janganlah melakukan hal yang serupa, nak. Nenek yakin, akan ada waktunya bagi seseorang


dianggap karena dirinya sendiri sebagai suatu individu, bukan karena ras ia berasal.”


Benar juga apa yang dikatakan nenek. Semoga saja hal tersebut terwu—


“…”


“Ada apa, Jarva?”


“T-Tidak, nek.”


Mengapa aku merasakan ada seseorang yang memperhatikanku?!


……………


Beberapa hari kemudian, Pangeran Krevorik telah kembali bersama dengan armada perang miliknya.


Kami, Klan Mistyx, ikut menyambut kedatangan beliau bersama beberapa orang yang berasal dari klan yang sama dengan kami.


Salah satunya adalah…


“Jarva! Lihat siapa itu!”


“Woaaha! Ibuuu!”


“…”


Ya. Ibuku merupakan salah satu tentara yang memiliki pangkat yang cukup tinggi. Aku merasa sangat senang


ketika ibu membalas lambaian tanganku.


“…”


Sementara ayah, aku hanya bisa melambaikan tanganku saja. Tetapi aku merasa sangat senang ketika ia melihatku dan melambaikan tangannya.


“Jarva, karena kita sudah menyambut kedatangan orang tuamu, mari kita pulang kembali, nak.”


“Baiklah, nenek!”


Aku pun pulang bersama nenek.


Di rumah, aku membantu nenek untuk menyiapkan perjamuan yang besar, sebelum ibu datang. Hingga akhirnya, ibu datang pada petang hari.


“Ibuuu!”


“*Phuk!”


“Jarvanaag, anak ibu! Ibu rindu sekali denganmu, nak!”


Hangatnya pelukan ibu.


Namun, kehangatan yang kurasakan ini belum sepenuhnya, jika ayah belum tiba.


Ketika malam hari, ayah pun tiba.


“Ayaaah!”


“Ohh! Anak ayah! Apa kabar, nak?! Tentunya kamu menjadi anak yang baik selama ayah pergi, bukan?!”


Kali ini, aku baru merasakan kehangatan penuh dari kedua orang tuaku!


Walaupun aku merasa masih ada yang memperhatikanku, aku tidak memperdulikannya!


“Selamat datang kembali, Pangeran Kravo.”


“J-Janganlah berkata seperti itu, ibu. Di hadapan anda, saya tidak lebih dari sekedar menantu yang mencintai anak anda.”


“Tenang saja, sayangku. Ibu hanya ingin menggodamu saja.”


Ya. Ayahku adalah seorang pangeran.


Mungkin bisa dikatakan bahwa aku ini anak haram, mengingat cinta mereka terlarang secara hukum, di mana Pangeran Krevorik wajib menentukan pasangan hidup bagi anak-anaknya.


Namun cinta ayah dan ibu sangatlah dalam. Bahkan nenek merestui cinta terlarang mereka demi kebahagiaan ibu saja.


Andai semuanya bisa seperti ini untuk selama-lamanya.


……………


Namun dewa dan dewi di atas sana menolak keinginanku.


“Mulai hari ini, Kravo Kronovik, sebagai pria yang menolak perdamaian antara Kronovik dan Dragonewt, akan dieksekusi! Dengan kematiannya, Klan Mistyx yang menjadi pendukungnya, juga akan mengalami hal yang sama, demi keberlangsungan hidup damai antara Manusia dan Dragonewt!”


“*Shrak!”


Ayahku mati terbunuh karena peperangan dengan adiknya, yang bahkan tidak bisa kusapa sebagai paman.


“IBU!!! NENEK!!! KALIAN ADA DI MANA?!?!”


Aku tiba-tiba kehilangan anggota keluarga terakhirku. Hingga akhirnya kutemukan mereka…


“…”


…yang sudah tidak bernyawa, bersama sangat banyak anggota Klan Mistyx lainnya.


Di saat aku menemukan mereka, aku sadar bahwa aku juga harus kehilangan tempat tinggal, masa kecil, bahkan akal sehatku.


“Maaf, nak… Semuanya sudah terlambat…”


““*Vwumm…””


““AAAARGH!!!””


“*BOOMMM!!!”


……………


“…”


Aku merasa terlelap. Namun sebelum aku terlelap, aku merasa ada seseorang yang berbisik bahwa ia hendak


mengambil alih Tubuh-ku.


“…”


P-Pantas saja aku merasakan ketakutan yang luar biasa! Aku yakin, bahwa ada yang telah mengendalikan


Tubuh-ku, ketika aku mulai terlelap!


“Hiks, hiks, hiks…”


Ibu! Ayah! Nenek! Aku takut! Ke manakah aku harus bersandar, jika tidak ada kalian bertiga?!


“…”


Mengapa ada banyak orang yang berkumpul di sana? Tambah lagi, pria tersebut…


“!!!”


S-Sekarang aku mulai yakin, bahwa pria berambut putih dan bermata hijau itu adalah pria yang terus memperhatikanku!


Mengapa ia ada di sini dengan—


“Sial. Aku tersegel, kah?”


“!!!”


S-Siapa suara yang berbicara di dalam pikiran—


“Hey. Kau bisa mendengar kata-kataku?!”


Y-Ya… Suaramu… terdengar dengan sangat jelas di dalam kepalaku!


“Ya. Aku bahkan bisa merasakan ketakutan dan amarah yang ada di dalam dirimu.”


A-A-Amarah…? Apa maksudmu…?


“Kau kehilangan keluargamu. Kau ingin membalaskan dendam kepada mereka yang merenggut keluargamu, bukan?”


“…”


Ya. Kau benar!


Tetapi, siapakah orang yang harus kubalas—


“Dunia. Karena dunia ini, kau kehilangan ayahmu yang membela klanmu. Kau kehilangan ibu dan nenekmu,


yang bahkan tidak terlibat dalam peperangan. Mereka berdua mati karena berasal dari klan yang sama, yang membela ayahmu, bukan?”


Pernyataanmu agak ambigu, tetapi aku setuju.


Karena dunia yang selalu mendikte seseorang berdasarkan ras, maka…


“AKAN KUHANCURKAN DUNIA INI!!! KALIAN SUDAH MERAMPAS KELUARGAKU!!! TIDAK AKAN KUBIARKAN DUNIA INI SELAMAT!!! BAIK MALAIKAT, NAGA, BAHKAN DEWA ATAU IBLIS, AKAN KUPAKAI SEMUANYA UNTUK MENGHANCURKAN DUNIA I—”


……………


“*Bzztt…”


“Urgh…”


I-Ingatan itu…


Mengapa… Mengapa aku melihat masa laluku…?


“…”


P-Pantas saja aku melihat Petualang ini terus di masa laluku! Ternyata ia sedang melihat masa laluku!


“DJINN DRACORION!!!”


“*Vwumm…”


“*BHUKKK!!!”


“Akh!”


“DASAR KETERLALUAN!!! BERANI-BERANINYA KAU MEMBAWAKU KEPADA MASA LALUKU!!! KAU TELAH MEMBUATKU TERINGAT AKAN MASA LALUKU!!! TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU MATI DENGAN TENANG!!!


DJINN DRACORION!!!”


“Keuk…! Lo itu dibohongin… Jarvanaag…!”


“!!!”


Tunggu…


Aku tidak boleh diprovokasi lagi oleh dirinya.


Tapi satu hal yang membuatku heran…


“…”


…kekuatan macam apa yang ia miliki?! Bagaimana ia bisa membawaku ke masa lalu, seakan aku merasa seperti anak kecil yang polos?!