Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 362. True Heir



Cih! Ternyata dia ini adeknya dalang dibalik semua kejadian yang ada di sini, ya?!


“…”


“Hey! Apa yang kau lakukan?!”


Untuk jaga-jaga, mending gue siapin kuda-kuda gue dulu—


“Jangan.”


Hah?! Jangan?!


“Maksudnya—”


“Machinno… disembuhkannya.”


“…”


Emang sih dia sembuhin Machinno, tapi—


“Djinn…”


“…”


Haaaah…! Kalo mahluk ini tiba-tiba sok imut kayak gini, gue nggak bisa apa-apa!


“…”


Yaudah deh, gue lepas kuda-kuda gue.


“Aku kira aku harus melawanmu!”


“*Cuuuttt…”


Eh! Kok Machinno dicubit—


“Jika aku melawanmu, tentunya Machinno menjadi bingung harus berbuat apa?! Benar bukan, Machinno?!


Gyaahahaha!”


“…”


Agak aneh nih cewek.


“Et! Nanti pipinya teh melar, Teh Toshiko! Jangan dicubit terus!”


“Oh! Seperti itu, kah?! Aku menjadi penasaran dengan—”


“Et! Becanda! Aing becanda!”


“Gyaahahaha! Bisa saja kau, Warga Bawah!”


“*Phak!”


“Angh! Lagi atuh, Teh!”


Dih! Mesum banget sih nih bocah! Padahal pantatnya ditabok begitu! Bukannya kesakitan malah minta nambah—


“Hey! Aku telah memperkenalkan diriku! Tidakkah kalian seharusnya memperkenalkan diri kalian?!”


Oh iya, hal kayak gitu nggak boleh sampe lupa.


“Gue Djinn Dracorion. Si Mesum satu ini namanya Garry Geri. Kita ini Petualang dari A—”


“Apa?! Kalian Petualang?!”


“Ya—”


“Wuahaaaa!”


Eh? Kok seneng banget nih cewek sama Petualang?


“Apakah kalian mengenal seorang pria yang bernama Yorukiba Shikami?!”


Hah?! Ada Petualang juga dari tempat ini?!


“Ng-Nggak kenal…”


“Kuaaakh! Ternyata kakakku itu tidak terkenal, kah?! Gyahahaha!”


Oh! Ternyata abangnya?!


Eh? Itu nama cowok atau nama cewek sih? Jangan-jangan—


“Baiklah! Sekarang tekadku sudah semakin bulat!”


“Tekad untuk…?”


“Untuk membunuh Bushimaru! Karena aku yakin! Bahwa ini semua… dimulai karena dirinya!”


Kayaknya nih cewek juga tau tentang—


“Tetapi sebelumnya, bisakah kalian jelaskan kepadaku terkait situasi yang ada saat ini?!”


“…”


Gue ceritain semuanya, mulai dari abangnya yang bunuh Shogun sebelumnya, Ryūhime yang dijadiin buronan, sampe ke perang antara Perlawanan sama Bakufu.


“Terima kasih atas penjelasanmu, Djinn-kun! Sembari kita menuju atas sana, alangkah baiknya jika aku menceritakan kepada kalian, terkait Klan Yorukiba, klan terkuat setelah Klan Kazedori!”


Denger cerita lagi, ya?


“Yaudah. Cerita aja.”


“Gyahahaha! Baiklah! Aku harap kalian mendengar ceritaku dengan baik-baik!”


---------------


Aku Yorukiba Toshiko. 60 tahun yang lalu, aku terlahir di dunia ini.


Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Dua saudara di atasku terdiri dari…


Si Sulung, Yorukiba Bushimaru, dan Si Tengah, Yorukiba Shikami.


Kami bertiga adalah anak dari para selir. Itu semua karena ibu kami, istri dari Kepala Klan Yorukiba, ayah


kami, tidak bisa melahirkan satu orang anak pun.


Sebagai anak dari Kepala Klan, tentunya kami dididik dengan keras.


Kedua kakak di atasku dididik dengan keras terkait ilmu pedang, sementara aku dididik dengan keras terkait


budaya yang ada di Kazedori Bakufu.


Tapi, tentunya itu semua terasa membosankan! Oleh karena itu aku diam-diam mempelajari ilmu berpedang, dengan cara mengintip secara diam-diam kedua kakakku yang sedang berlatih! Gyahahaha!


Namun akhirnya aku mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua.


“Kau terlalu lemah! Bushimaru! Masakah kau kalah dengan Shikami, yang 5 tahun lebih muda daripadamu?!”


“M-Maafkan aku, ayah—”


“Kau sungguh hebat, Shikami! Ilmu bela diri, ilmu pedang, bahkan ilmu senjata lainnya, kau mampu menunjukkan


taringmu sebagai Yorukiba!”


“Terima kasih, ayah!”


“…”


Saat itu aku tidak menyangka, bahwa Shikami-nīsama adalah seorang yang jenius!


Tetapi, walaupun tidak diakui oleh ayah, aku masih ingat dengan jelas, ketika aku menyaksikan tatapan dari


Bushimaru.


“…”


Tatapan seorang pembunuh berdarah dingin, yang memiliki tekad yang kuat dan berbahaya!


Itulah yang aku lihat dari tatapannya.


Oleh karena itu, aku berjanji, agar sekiranya aku dijauhkan dari pertikaian dengannya, agar aku tidak terbunuh olehnya.


Namun janjiku itu hanyalah sebatas janji.


Itu semua karena aku ketahuan oleh anggota klan.


“A-A-Ayah…! M-Maafkan aku…! A-Aku tidak bermaksud untuk ahli dalam bela diri…!”


“Kau adalah wanita, Toshiko! Tidak sepantasnya engkau—”


“Ayah! Izinkan aku untuk memberi saran, ayah.”


“…”


Kala itu, aku hanya menatap Bushimaru yang dengan berani menghentikan ayah yang sedang berbicara.


Tetapi aku sangat yakin, bahwa ada maksud berbahaya darinya.


“Jika ia memang secara diam-diam mempelajari ilmu berpedang, tidakkah ia seharusnya menjadi senjata yang diasah untuk memperkuat klan ki—”


“Apakah kau memandang adikmu hanya sebagai senjata saja, Bushimaru?!”


“T-Tentu saja tidak, ayah…! A-Aku mohon, agar kiranya kau mendengar saranku!”


“…”


“Biarlah aku atau Shikami bertarung dengannya, agar kita berdua dapat membuktikan, bahwa jalan yang kami


tempuh ini berbahaya dan menjadikan pertarungan kami sebagai peringatan baginya!”


Mungkin itu yang ia sarankan!


Tetapi aku yakin, bahwa ia hanya ingin menunjukkan superioritas dirinya atas aku!


“*Bruk!”


“Argh!”


“Cukup! Duel dimenangkan oleh Shikami!”


Aku bahkan tidak menunjukkan kemampuanku, ketika menghadapi Shikami-nīsama!


Tetapi, berbeda dengan Bushimaru.


{Ōkami Kenshi: Yoru no kemono}


“*Shrak!”


“Uaaargh!”


““!!!””


Tidak hanya semua yang menyaksikan saja yang terkejut! Bahkan aku pun terkejut karena mendapati


dirinya yang jauh lebih lemah dibandingkan diriku!


Tetapi, semenjak aku mengalahkannya, ayah mulai menaruh perhatiannya kepadaku. Bersama dengan kedua kakakku, aku mulai berlatih bersama mereka.


Hingga akhirnya 10 tahun kemudian, ketika kami menjalankan misi bersama.


“Yorukiba-sama! Kami berhasil menangkap buronan yang telah meneror klan kita!”


“…”


Aku dan kedua kakakku diberikan misi untuk menangkap buronan yang membahayakan Chūbo Town, khususnya Kaum Kitsune.


Tetapi, pada saat itu juga, kami baru menyadari. Bahwa ayah kami telah menunjukkan penerusnya.


“Baik, Yorukiba-sama.”


“Aku telah membulatkan tekadku, agar kau yang menjadi penerusku sebagai Kepala Klan dan menjadi Kepala Komisi Urusan Umum!”


““!!!””


Tentu saja aku sangat terkejut mendengarnya! Tetapi, tentunya ada yang paling terkejut dari antara kita semua. Tidak, lebih tepatnya, terkejut karena tidak menerima keputusan itu!


“Aku sangat terpukau dengan kemampuanmu, yang aku yakin sudah jauh di atasku! Tetapi, ada satu syarat yang


harus kau jalani!”


“…”


“Bunuhlah pria ini!”


“!!!”


Aku menyaksikan ekspresi Shikami-nīsama yang sangat terkejut.


“Jadi, apa yang kau tunggu—”


“Tidak, ayah. Ini semua… hanya salah paham…”


“Hm?! Apa maksudmu?!”


“Pria ini… tertipu. Ia percaya dengan omong kosong yang mengatakan, bahwa ada senjata kuno yang sangat kuat! Maka dari itu—”


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


““!!!””


Aura yang sangat kuat! Kami bahkan hanya bisa tertunduk ketika ayah mengeluarkan aura itu!


Mungkin itu yang aku rasakan.


Namun tidak bagi Shikami-nīsama.


“Apakah kau hendak melawan kehendakku—”


“Mengapa kita harus membunuhnya?! Tidakkah ia masih layak hidup?!”


“Kau bahkan masih berani menentangku, Shikami?!”


“…”


Semenjak saat itu, Shikami-nīsama diusir oleh ayah.


Tidak hanya diusir saja! Bahkan ayah dengan keji mempekerjakan anggota Klan Yorukiba dan bekerja sama dengan Komisi Intelijensi untuk mengintai dan membunuh Shikami-nīsama! Itu semua ia lakukan agar pria sebaik dirinya tidak bisa membalaskan dendam di kemudian hari!


Karena itu calon pewaris jabatan ayah hanya menyisakan aku dan Bushimaru sebagai calon penerusnya.


Kepergiannya begitu menyayat hatiku, hati seluruh anggota Klan Yorukiba, dan juga hati ibu.


Bahkan ayah pun juga merasa sakit hati. Tetapi perasaan sakit hati yang ia rasakan bukan karena kepergian Shikami-nīsama, melainkan karena keraguan hatin Shikami-nīsama untuk membunuh buronan yang kami tangkap.


“Jika tidak ada Shikami-sama…”


“Cih! Haruskah kita sujud kepada pria itu?! Ia bahkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan Toshiko-sama!”


“…”


Aku mendengar keluhan beberapa anggota Klan Yorukiba.


Bahkan ayah juga mendengar mereka.


Oleh karena itu, 15 tahun semenjak kepergian Shikami-nīsama, ayah kembali membuat keputusan yang mengejutkan bagi aku dan Bushimaru.


“Aku menunjuk Toshiko sebagai Kepala Klan selanjutnya, juga Kepala Komisi Urusan Umum selanjutnya!”


““!!!””


“Dengan keputusanku, kau harus menarik dirimu dari medan pertarungan, agar kau lebih fokus untuk mempersiapkan dirimu sebagai Kepala Klan!”


“Baik!”


Bahkan ketika ia membuat keputusan tanpa perhatianku, aku tetap tidak berani menentangnya.


Oleh karena keputusannya, aku pun mulai belajar mengenai cara memimpin sebuah klan dan juga cara bekerja sebagai Kepala Komisi.


Namun aku mendapati sesuatu yang mencurigakan dari Bushimaru.


“Kemanakah Bushimaru-nīsama?”


“Beliau kembali pergi menuju Tsumibito no ori, Toshiko-ojōsama.”


Tidakkah mencurigakan tindakannya?!


Mengapa ia pergi menuju kandang para kriminal itu?!


Siapa yang sebenarnya ia temui?!


Hingga akhirnya, aku memerintahkan salah seorang yang sangat loyal kepadaku, untuk pergi mengawasinya.


“Bisakah kau lakukan itu kepadaku, Fusamoto-kun?!”


“Hamba siap, Toshiko-ojōsama!”


Aku pun menunggu laporan pria suruhanku selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya, aku menemukan sesuatu yang berbahaya, yang ia rencanakan.


“Apa?! Ia pergi menemui buronan yang tidak dieksekusi oleh Shikami-nīsama?!”


“Ya. Ia mendapatkan informasi penting dari pria itu.”


“Informasi penting?”


“Ya. Ia dijelaskan olehnya, bahwa Yorukiba-sama juga mengetahui tentang keberadaan senjata kuno itu. Selain itu…”


“Selain itu apa, Fusamoto?! Aku sudah ingin membunuhnya! Jangan sampai kau—”


“S-Selain itu… ia juga diam-diam masuk ruangan terlarang, yang hanya boleh dimasuki oleh para Kepala Komisi…!”


“!!!”


Tentu saja aku sangat terkejut mendengar penjelasannya!


Ruangan terlarang itu berisikan teknik-teknik terlarang, yang disegel oleh leluhur kami, setelah Hari Penghakiman!


Karena mengetahui berita tersebut, aku pun berlari menemui ayah dengan perasaan tidak enak!


Namun aku terlambat.


“…”


Aku menyaksikan ayah dan ibu yang sudah terbunuh secara sadis dengan kepala mereka yang hilang!


“…”


Tidak ada tanda-tanda senjata yang digunakan. Luka mereka bahkan terlihat seperti dimakan!


Tetapi aku telat menyadari, bahwa kehadiranku sama artinya sebagai jebakan darinya!


“T-Toshiko…! Apa yang kau lakukan…?!”


“!!!”


Aku menyaksikan kedatangan Bushimaru bersama anggota klan lainnya! Dengan berpura-pura seperti orang yang menangkap basah diriku, ia berhasil meyakinkan mereka semua, bahwa aku adalah dalang dibalik kematian ayah dan ibu!


““Rrrrrr…!!!””


“*Chring, chring, chring…”


Aku pun berjuang sendirian untuk menghadapi kejaran klan yang seharusnya kupimpin!


“T-Toshiko-ojōsama! Biarkan saya—”


“(Pergilah, Fusamoto-kun! Jangan kembali lagi ke Chūbo Town! Apakah kau mengerti?!)”


“Keuk…! B-Baiklah!”


“(Kalian juga! Ini pertarunganku! Jika kalian ingin mengikutiku, maka janganlah sujud di hadapan Bushimaru! Hanya itu permintaanku! Apakah kalian mengerti?!)”


““B-Baik! Toshiko-ojōsama!””


Aku mengusir seluruh anggota yang percaya kepadaku, agar mereka tidak menjalani nasib yang sama sepertiku!


Tetapi, untuk pertama kalinya, aku kalah melawan bedebah yang sebelumnya aku sebut kakak itu!


“Segel dia! Sekarang!”


“(BUSHIMARUUUU—)”


““*Shrraat! Shrraat!””


Aku pun tersegel di dalam kotak itu selama puluhan tahun.


Dengan keadaan sadar, aku mengetahui bahwa Bushimaru telah menjadi Kepala Klan. Ia menipu seluruh anggota Bakufu, dengan mengatakan bahwa dirinya berhasil membunuhku.


Tetapi, hanya ia dan beberapa anggota Klan Yorukiba saja yang mengetahui, bahwa aku sebenarnya dipermalukan selama puluhan tahun olehnya!


“Lihatlah kakakmu ini, yang menjadi Kepala Komisi, Toshiko!”


“(Cih! Andai aku bisa keluar dari tempat ini, mungkin meludahi wajahmu adalah hal pertama yang akan


kulakukan, Bushimaru! Ingatlah itu!)”


“Hmph! Bualan hanya sekedar bualan! Tetapi, andai kau mengetahui ini, Toshiko…”


“(…)”


“Aku… belum selesai! Karena targetku selanjutnya adalah… mendapatkan senjata kuno itu dari Shogun-sama!”


“(!!!)”


Ambisi yang mengerikan!


Pria sepertinya mampu membahayakan Tenshujū!


Tidak! Lebih tepatnya, ia bisa membahayakan Kumotochi!


---------------


“Mungkin itu yang kurasakan! Tetapi aku tidak menyangka! Bahwa bedebah itu justru keracunan karena air seni Machinno! Gyahahaha!”


Air seni?!


“Hehe.”


““HAHA, HEHE!!!””


Jorok banget sih nih, mahluk!


Berarti dari yang bisa gue simpulin dari cerita cewek ini tuh…


“Lo itu seharusnya jadi Kepala Komisi?!”


“Ya! Mungkin aku tidak menginginkan posisi itu dan pergi menyusul Shikami-nīsama! Tetapi melihat dari seluruh kejadian ini, sepertinya aku harus membangun ulang reputasi Klan Yorukiba, setelah kita menyelamatkan Ryūhime-sama!”


“Teh Toshiko teh bener pisan!”


“Machinno… setuju.”


“Hm.”


Gue cuma ngangguk doang.


Tapi kira-kira… cewek yang namanya Toshiko ini sadar nggak sih, kalo selama cerita, dia udah kalahin puluhan anggota Klan Yorukiba, bareng gue sama Machinno?