Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 348. What He's Capable of



“WUUUAAAAAAAARRR!!!”


“Semuanya! Tolong dengar saya! Kita harus menjebak dirinya terlebih dahulu dengan menyegelnya, lalu kita membunuh mahluk ini!”


“Gimana cara kita segel monster ini, Shinikichi?!”


“Biar saya yang buat mantra segelnya!”


“Buat mantra segel?! Terus gimana cara kita jebaknya—”


“Biar gue aja!”


Kalo ngomongin soal jebakan, harusnya Runecraft gue bisa jebak mahluk ini!


“*SWUSH!!!”


“Semuanya! Dia mau nyerang kita—”


“Minggir kalian!”


““*Swush!””


Untungnya kita bisa pergi sebelum diserang monster ini! Tapi yang lebih penting…


“*Chrrrkkk!!!”


“WUAAAAAARRR!!!”


…gue bisa tulis Sajak lebih cepet untuk bikin monster ini kesetrum!


“Serang dia! Sekarang!”


“B-Baik! Biar aku aja yang serang pakai shuriken aku!”


Shuriken tuh… senjata yang bentuknya kayak bintang itu, kan?


((Tetsu Mahō: Dai Shuriken))


“*SHRINGGG…”


Eh! Kok jadi gede?!


((Kaze Mahō: Kyōfu nage))


“*SHRINGRINGRING…”


“*SHRAK!!!”


“WUUAAAAAAAAARRRR!!!”


Bagus! Monster itu berhasil diserang adeknya Yukiari!


Tapi belom selesai! Seharusnya ada yang—


“Aniue! Lanjut serang monster itu!”


“Ya, Nekomi!”


“*Srrrtt…”


Yukiari ambil posisi untuk serang monster itu.


{((Mukizo no Kōri: Neko no Subaya-sa))}


“*SHRUSH!!!”


Terus dia gerak sekenceng-kencengnya untuk tebas ekor ular monster ini.


“*Shrrrrkkk…”


Bahkan monster ini perlahan-lahan beku karena serangannya.


Tapi serangan yang dia pake itu tuh—


“Shinikichi! Kita udah serang monster ini! Ayo segel sekarang!”


“B-Baiklah! Saya akan segel seka—”


“*Chrang!”


Cih! Monster ini tiba-tiba bisa hancurin es yang bekuin dia!


“WUAAAAAARRRR!!!”


“*Shrak…”


““…””


S-Sialan! Kok dia bisa hancurin Sajak yang gue tulis! Bahkan dia bisa sembuh total, sehabis lepas Shuriken


raksasa dari Nekomi!


“E-E-Et! G-Gawat!”


“Ada apa, Ger?!”


“E-Eta monster teh… hisap Roh dari semua prajurit Beastfolk yang mati!”


Hah?! Kok bisa—


““…””


G-Gila! Kok tiba-tiba monster ini jadi dua kali lebih gede dari sebelumnya?! Padahal tadi aja udah gede banget! Sekarang mungkin tingginya bisa sampe 8 meter!


“*SWUSH!!!”


““Aaaargh!””


Cih! Monster macem apa ini?! Bahkan cuma ayunin tangannya aja bisa hempas kita semua!


“Uhuk!”


“*Crat!”


“S-Sial…! A-Andai saya nggak terluka begini…! Mungkin segel yang saya ciptakan… bisa lebih cepat selesai…!”


Bener juga! Shinikichi baru aja sembuh! Bahkan kata Garry dia harus istirahat banyak!


“A-Aniue!”


“S-Sakit banget…!”


Bahkan Yukiari luka-luka karena jagain Nekomi dari hempasan monster ini!


“…”


Brengsek! Andai gue masih punya kekuatan gue, mungkin gue nggak perlu ngerepotin orang yang lagi kesakitan!


Terus mereka nggak perlu kesakitan kayak gitu!


((Spirit Call))


““*Ngunggg…””


“T-Te-Tenang! A-Aing bisa sembuhkeun kalian semua!”


“T-Terima kasih banyak, Manusia—”


“Tapi sia teh nggak boleh gerak banyak-banyak lagi, gobloug!”


“Cih! Maafin saya yang cuma bisa repotin kalian!”


Terus kita harus gimana untuk lawan monster i…


“…”


Oh iya! Ke mana monster itu—


“HYAAAAAHHH!!! ETA MONSTER ADA DI ATAS KITA, GOBLOUG!!!”


““!!!””


Hah?! Sekarang dia bisa terbang?!


“WUAAAAARRRR!!!”


“*SWUSH!!!”


Monster itu mau tubruk kita semua dari atas!


“G-GAWAT!!! KITA HARUS PERGI SEKARANG!!!”


Cih! Terus kita harus gima—


((Tsuchi Mahō: Kyodaina ken))


“*BRUK!!!”


““!!!””


Kenapa tiba-tiba ada tangan raksasa yang pukul monster itu?!


“Huh! Untung aja kita nggak terlambat!”


Tunggu!


Beastman Monyet ini kan—


“Cih! Kenapa tiba-tiba ada anggota Klan Ishisaru lagi—”


“Tunggu! Jangan serang dia!”


“Hah?! Kenapa jangan serang di—”


“Kalo misalkan dia mau bunuh kita, buat apa dia nyerang monster itu?! Mending diemin aja, sampe kita mati!”


“A-Aniue, d-dia ada benarnya…”


“Cih!”


Untung aja adeknya bisa yakinin Si Kucing satu ini.


“*Puink, puink, puink…”


Hah?! Machinno?!


“Djinn… Machinno kembali—”


“*Tung!”


“Aduh.”


Kalo nggak karena Si Lemot satu ini yang tiba-tiba ngilang, mungkin kita nggak perlu lawan monster ini karena bisa pergi dari kapan tau!


Tapi…


“*Tap…”


“Maafin gue yang agak sedikit kesel karena lo tiba-tiba ngilang. Yang penting lo udah balik lagi, Machinno.”


“…”


“…”


“Maafkan Machinno.”


Haaaaaah…! Walaupun lemotnya nggak hilang, seenggaknya dia udah balik la—


“WUAAAAAARRRRR!!!”


“*SWUSH!!!”


Cih! Dia terbang lagi untuk serang kita dari atas!


((Barrier Magic: Giant Captivity))


“*BWUNG!!!”


“WUAAAAARRRR!!!”


“…”


Mungkin Machinno bisa lindungin kita pake sihirnya! Tapi gue rasa pelindung yang dia bikin ini nggak akan


bertahan lama—


“Monster itu… terasa jahat.”


Hah? Terasa jahat—


“A-Anda benar, Mahluk Asing. Yōkai itu mahluk yang terbentuk dari Roh-Roh yang berkeliaran di tempat ini. Tapi kalau dilihat dari Nue ini, kelihatannya dia terbentuk dari Roh-Roh pendendam yang nggak bisa tinggalin hutan ini! Besar kemungkinan…”


““…””


“…Nue itu terbentuk dari Roh-Roh dari para kriminal yang dieksekusi di hutan ini, sebelum Hari Penghakiman!”


Buset! Artinya Roh-Roh ini udah berkeliaran selama ribuan tahun, dong—


“*CHRANG!!!”


Tuh kan! Pelindung yang Machinno bikin udah langsung hancur—


“*Puink!”


Eh?! Kok Machinno main lompat aja?!


“M-Machinno! Sia teh—”


“Machinno… tidak ingin ada yang terluka—”


“WUAAAAAARRR!!!”


“*BHUK!!!”


““MACHINNOOOO!!!!””


Dasar brengsek nih monster!


Ngeliat dia pukul Machinno kayak gitu, bikin gue marah banget—


“Kasih badan lo ke gue, sekarang!”


Cih! Berisik banget bajingan satu i—


“WUAAAAAAARRRR!!!”


““!!!””


Tunggu…!


Jangan bilang ada monster ini lagi yang dateng?!


“Cih! Sudah saya duga!”


“A-Ada apa, Shinikichi?!”


“Karena pertarungan ini, Yōkai Forest jadi hancur! Karena itu, Yōkai lainnya pasti ke tempat ini!”


Cih! Bisa-bisa kita harus—


“WUUAAAAARRRR!!!”


“*BHUK!!!”


““!!!””


Eh?! Kok monster ini diserang monster yang baru dateng?!


“!!!”


Tunggu! Jangan-jangan—


“K-Kenapa mereka malah saling serang—”


“Itu Machinno!”


““!!!””


Nggak salah lagi! Gue yakin banget kalo monster yang dateng ini tuh Machinno!


“Tunggu! Tidak mungkin Mahluk Asing tadi—”


“Lo bilang Yōkai itu tercipta dari Roh, kan?!”


“Ya. Tapi apa kaitannya—”


“Kalo emang Yōkai terbuat dari Roh, berarti Yōkai itu bisa disebut Spirit Beast! Artinya, Machinno bisa berubah juga jadi monster itu, karena mau gimanapun penampilannya, dia itu sebenernya Druid!”


“M-Mahluk Asing itu Druid?!”


Untung aja Ivis kasih tau ke kita kemampuan asli Machinno! Makanya itu sekarang dia bisa berubah jadi monster itu!


“L-Luar biasa! Saya nggak sangka kalau Mahluk Asing itu seorang Druid!”


Gue juga nggak nyangka!


Makanya gue beruntung banget karena rela tungguin dia, walaupun diserang sama orang-orang Bakufu!


“WUAAAAAARRR!!!”


“*BHUK!!!”


“WUAAAAAA—”


“*BHUK!!!”


“WRRRRRR!!!”


“*BHUK!!!”


G-Gila.


Kalo diperhatiin lagi, kita cuma bisa nontonin pertarungan antar dua monster raksasa aja!


“BHUK!!!”


Duh! Machinno dipukul monster itu—


““Gaaa! Gaaa!””


Eh?! Kok ada tiba-tiba ada banyak Bajing Loncat yang—


“Kyaaaa!!! Ada Nobusuma!!!”


Nobu… hah?!


“T-Tenang! Mereka itu temen-temennya Machinno!”


Temen-temennya?!


“…”


Jangan bilang… Si Lemot itu tiba-tiba ngilang karena mau main sama semua Bajing Loncat Aneh itu?!


““Haurrrp!!!””


“WUAAAARRR—”


“*BHUK!!!”


Semua Bajing Loncat itu gigit monster itu, abis itu Machinno pukul monster itu.


“Semuanya! Segel sudah berhasil saya buat! Sekarang kita hanya perlu menempel Tubuh Nue itu pakai segel ini!”


Segelnya terbuat dari kertas


sepanjang ini?!


“Biar gue aja yang segel monster itu!”


“T-Tapi—”


“Tenang aja! Percaya sama gue!”


“B-Baik, Manusia—”


“Nama gue Djinn, *****!”


“Y-Ya, maafkan saya…”


Emang gue belom kenalin diri gue, tapi gue kesel sendiri kalo dia manggil gue kayak gitu!


“*Swush, swush, swush…”


Gue lompat dari antara pohon ke pohon, untuk cari lokasi yang enak untuk segel monster ini.


“No! Bikin monster nggak bisa gerak! Gue mau segel dia!”


“*BHUK!!!”


“*WUAAAAARRR—”


“*Krrrttt…”


Bagus! Untungnya Machinno masih bisa denger kata-kata gue! Makanya dia langsung “kunci” monster itu!


“*Shrrrttt, shrrrttt, shrrrtttt…”


Abis itu gue pake Wulfrag Arts untuk lompat dari pohon ke pohon, supaya bisa segel monster ini.


Sampe akhirnya…


“…”


…monster ini bener-bener digulung pake kertas panjang ini!


“Gue udah segel monster ini!”


“Baik! Serahkan ke saya, sisanya!”


“*Tap!”


Shinikichi tepuk tangan, sambil rapal sihirnya.


((Seirei Fūin))


“*WRUUUZZZZZHHH!!!”


B-Buset! A-Apaan tuh yang keluar dari badannya?!


“SIAL!!! TERKUTUKLAH KALIAN, KLAN KAZEDORI!!!”


“ANDAI AKU BISA MEMBUNUH MEREKA SEMUA!!!”


“TIDAK AKAN KUBIARKAN MEREKA HIDUP!!!”


K-Kenapa tiba-tiba ada suara—


“M-M-Mereka teh… Roh-Rohjahat…?”


“Ya, Garry! Itulah yang terkumpul dan berubah menjadi Nue!”


T-Ternyata mereka arwah gentayangan yang ada di dalem monster tadi?!


“…”


Kertas yang gulung monster tadi tiba-tiba kosong, seakan udah nggak ada isinya lagi. Ibarat kain kafan tanpa ada isinya, mungkin…?


“*Bruk…”


“Haaaaah…!”


Yang penting selesai deh.


Gue bener-bener nggak nyangka kalo pake Wulfrag Arts tanpa kekuatan gue bisa bikin gue secapek ini!